Breaking News
light_mode
Beranda » Agus Mulyono » Alam Bukan untuk Dikuasai

Alam Bukan untuk Dikuasai

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
  • visibility 509

Oleh: Dr. H. Agus Mulyono, M.Kes.

Perkembangan Sains dan teknologi yang ada seringkali menyebabkan hal buruk pada alam, seringkali inovasi-inovasi teknologi banyak yang menyebabkan rusaknya lingkungan, rusaknya makhluk yang lain, rusaknya alam, rusaknya ekologi dan menurunnya kualitas hidup manusia (baik disengaja maupun tidak).

Seringkali Sains dan teknologi dibuat dan dikembangkan dengan menantang dan menaklukkan alam, sehingga alam bukan lagi sesuatu yang harus dinikmati keindahannya, keharmonisannya, makna hakikinya tetapi lebih kepada untuk menguasainya, lebih untuk mengeksploitasinya… seolah-olah alam adalah sesuatu diluar diri kita seperti benda mati yang memang dicipta untuk dieksploitasi. Alam dianggap sesuatu yang harus dicari manfaatnya bagi manusia, alam dianggap tidak lebih dari benda mati yang memang diciptakan untuk dieskploitasi.

Terjadinya banjir, tanah longsor, tsunami, dan berbagai bencana alam adalah akibat dari sains yang dikembangkan dengan paradigma Newtonian Cartesian, atomistik, lenieristik. Sains dan teknologi yang dikembangkan dengan berbasis pada paradigma yang menganggap bahwa terdapat pemisahan antara kesadaran dengan materi, alam dianggap sebagai takberkesadaran dan tidak punya makna. Alam semesta dianggap sebagai benda mati, objek belaka. Sehingga memutuskan interkoneksitas jejaring kehidupan antara manusia dengan alam dan dengan hal-hal transendental. Dampaknya apa yang dilakukan bertujuan untuk menguasai segala sesuatu. Alam dipahami bukan untuk mencari makna kehidupan, melainkan untuk dikuasai sedemikian rupa.

Dan apa yang telah terjadi didunia ini berkaitan dengan rusaknya alam adalah konsekwensi logis dari perkembangan sains dan teknologi yang berbasis pada paradigma itu.

Dalam sebuah diskusi filsafat, pak kyai bilang banwa sangat perlu untuk mengkaji kembali tentang eksistensi sains, dalam rangka membangun peradaban dunia selanjutnya… dan yang penting lagi berkaitan dengan keberlanjutan generasi selanjutnya. Menurut pak kyai bahwa perlu direnungkan kembali tentang hakikat sains, tetapi tidak saja berhenti dihakikatnya tetapi juga perlu direnungkan tentang masa depan sains bagi kelangsungan kehidupan manusia dan kehidupan makhluk lainnya di alam semesta ini.

Pak Kyai pernah bilang bahwa alam semesta tidak dapat direduksi menjadi entitas-entitas fundamental apapun, tetapi harus dipahami sepenuhnya melalui konsistensi dengan dirinya sendiri. Segala sesuatu eksis karena hubungan-hubungan konsisten satu dengan lainnya. Alam semesta merupakan suatu jaring-jaring dinamis dari berbagai peristiwa yang saling terkait. Tidak satu pun sifat-sifat dari bagian manapun dari jaring-jaring ini yang fundamental, semuanya mengikuti dari sifat-sifat bagian lainnya, dan konsistensi keseluruhan dari kesalinghubungan menentukan struktur dari keseluruhan jaring-jaring ini.

Disinilah peran penting bagi lembaga pendidikan yang berbasis Islam (LP Ma’arif), Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam. Bahwa bagaimana seharusnya sains dan teknologi dikembangkan…

Bahwa sains dan Teknologi dibuat dan dikembangkan dengan tetap selaras dengan alam, bukan dengan melawan dan menaklukkan alam.

Bahwa sains dan teknologi dibuat dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi semua makhluk (bukan untuk manusia saja tetapi untuk makhluk lainnya yang ada dialam semesta ini) dan kehidupan yang selalu harmonis dengan alam. Sehingga perlu betul-betul direnungkan mulai dari ide, metodologi dan dampaknya terhadap keberlangsungan kehidupan di alam semesta ini.

Wallahu a’lam

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inklusi, Pendidikan, dan Perkawinan Anak Usia Sekolah

    Inklusi, Pendidikan, dan Perkawinan Anak Usia Sekolah

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Wahid Khoiruddin & Mz. Kamis ,24 April 2025 Foto: Penyerahan Perdes PPA Desa Sumberputih Kecamatan Wajak oleh Kepala Desa Sumberputih kepada Bupati Malang LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Kamis, 24 April 2025. Lakpesdam PCNU Kabupaten Malang mengadakan agenda besar dengan tajuk Stakeholder Meeting Kabupaten Malang pada Pelaksanaan Program Inklusi Pencegahan Perkawinan Anak. Lakpesdam PBNU dalam […]

  • Safari Ramadhan LP Maarif Kabupaten Malang: Transformasi Guru dalam Psikologi Pembelajaran  Mengasah Kesiapan Guru Maarif untuk Mencetak Generasi Berprestasi

    Safari Ramadhan LP Maarif Kabupaten Malang: Transformasi Guru dalam Psikologi Pembelajaran Mengasah Kesiapan Guru Maarif untuk Mencetak Generasi Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    Rabu, 19 Maret 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Malang, 18 Maret 2025 – Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC LP Maarif NU Kabupaten Malang kali ini menghadirkan tema “Psikologi Pembelajaran, Penguatan Bimbingan, dan Konseling.” Bertempat di Aula MI Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading, kegiatan ini diikuti oleh lima puluh guru dari wilayah TIRAM (Tirtoyudo dan […]

  • Observasi dan Volunteer LP Ma’arif bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang

    Observasi dan Volunteer LP Ma’arif bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 30 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Madrasah Ibtidaiyah Desa Sumber Keradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang kedatangan mahasiswa pasca sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tepatnya pada Selasa (13/12/2022) pagi hari. Kedatangan beberapa mahasiswa tersebut atas perintah dari salah satu dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang merupakan ketua […]

  • Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

    Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Kepemimpinan bangsa-bangsa itu selalu berkaitan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapainya. Ada kesenjangan yang jauh dalam pencapain ilmu pengetahuan antara bangsa-bangsa yang berkuasa di dunia sekarang dengan bangsa-bangsa lainnya yang tidak berdaya, yang bodoh, yang miskin dan yang terbelakang’ Abu Al-A’la Al Maududy (Manhaj Jadid li at-Tarbiyah wa at-Ta’lim) Dinamika […]

  • Ma’arif Green School, Sebuah Ide dan Harapan Abdul Malik Karim Amrullah

    Ma’arif Green School, Sebuah Ide dan Harapan Abdul Malik Karim Amrullah

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Nadhira Rifqi 2 months ago Opini Green School adalah konsep yang mengajak seluruh warga sekolah untuk membangun gaya hidup agar lebih peduli dan melestarikan lingkungan sekolah. Sekolah yang sejatinya berperan sebagai lembaga penanaman nilai-nilai kepada peserta didik untuk menjaga melestarikan kehidupan ini secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sekolah harus memiliki komitmen yang kuat dan sistematis […]

  • Kompetisi: Prestasi atau Integritas?

    Kompetisi: Prestasi atau Integritas?

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Izzy. Ahad, 02 Februari 2025 “Nilai-nilai menentukan karakter, dan karakter menentukan tujuan hidup kita” LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Porseni untuk berlatih, bukan berlatih untuk porseni. Itu kata yang muncul dalam benak saya saat menjadi juri sebuah kompetisi. Tiga orang sastrawan Indonesia Ketika di tanya apa yang sangat dibutuhkan oleh penulis produktif. Apakah mood, skill, […]

expand_less