NONGKRONG SOAL VISI

NONGKRONG SOAL VISI

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Esensi terpenting dari kepemimpinan adalah memiliki visi. Itu harus menjadi visi yang bisa Anda ucapkan dengan jelas dan lantang di setiap kesempatan. Anda tidak bisa meniupkan terompet dengan ragu-ragu” Theodore Hesburgh.

No, ngapa kamu gak jawab waktu ditanya soal visi di seminar tadi?” Tanya Budi agak gusar pada temannya Narno. “lah aku yo gak ngerti kang, dulu di madrasahku wes ngono visine” jawab Narno sengit.

Oalah ditanya visi aja gak bisa jawab!” ucap Edi sambil mengaduk kopinya yang masih panas. “Emang kamu tahu?” kompak Budi dan Narno sambil menolah ke arah Edi. “Ora, hahahahah” tawa Edi sambil menyeruput kopi item ditangannya.

Aku dulu pernah dituturi tentang cara membuat visi, Cuma aku takut keliru jawabe, lah isin aku too kang!” sahut Adi yang dari tadi nyimak obrolan temannya, sambil menikmati pisang gorang dimulutnya. “Piye kang? Coba di eling-eling” ujar Ahmad, guru muda yang baru setahun mengajar.

ya weees, ngene looo” Adi mengernyitkan dahinya seakan serius sekali

Visi merupakan cita-cita organisasi atau lembaga madrasah yang digambarkan secara jelas. Di dalam visi biasanya ada nilai inti yang ditulis secara jelas yaitu nilai kualitas, nilai efektivitas, dan nilai ekuitas. Visi yang kuat adalah hasil sudut pandang dan harapan dari para stakeholder terhadap suatu lembaga madrasah/madrasah.

Naah lanjut yooo” lanjut Adi sambil menyilangkan kedua kakinya di atas kursi. Rumusan visi madrasah hendaknya mencakup hal-hal seperti; Satu, sosok lembaga macam apa yang diinginkan di masa depan; Dua, justifikasi sosial atas keberadaan madrasah yang diwujudkan dalam isu-isu pendidikan apa yang harus ditangani oleh madrasah atau masalah-masalah pendidikan mana yang akan diatasi oleh madrasah/madrasah; Tiga, apa yang harus diakui, diantisipasi dan dijawab oleh semua madrasah berkaitan dengan kebutuhan dan masalah-masalah tersebut; Empat, siapa stakeholder utama madrasah ini, bagaimana madrasah merespon kebutuhan para stakeholder itu, dan bagaiamana madrasah mengetahui keinginan yang mereka harapkan dari madrasah; Lima, apa yang membuat madrasah tersebut unik atau berbeda dengan yang lain, dan karena itu, apa yang membuat madrasah itu memiliki keunggulan kompetitif, “Jare Depdiknas ngono kui” Sambil menolah kanan kiri melihat ekspresi rekan-rekannya.

Nah, lanjut yoooo, Pak Eko Susilo pernah berpendapat begini bahwa madrasah yang baik memiliki visi yang baik, visi yang baik ciri-cirinya adalah; Satu, memperjelas arah tujuan; Dua, mudah dimengerti dan diartikulasi dengan baik; Tiga, mencerminkan cit-cita tinggi dan menetapkan standar unggul; Empat, menumbuhkan inspirasi, semangat, kegairahan, dan komitmen; Lima, menciptakan makna bagi organisasi; Enam, merefleksikan keistimewaan organisasi; Tujuh, mencerminkan nilai-nilai yang dijujung tinggi oleh organisasi; dan Delapan, kontekstual terkait orang dan lingkungan sejarah perkembangan organisasi.” Jelas Adi pada teman-temannya.

Bila kita merujuk pada  Depdiknas tahun 2007 , Visi yang efektif juga memiliki karakteristik, karakteristik seperti yang diuraikan dalam Depdiknas tahun 2007 yaitu bahwa visi; Satu, jelas dan tidak membingungkan; Dua, menarik dan mudah diingat; Tiga,  aspiratif, realistis, dan dapat dicapai; empat, selaras dengan nilai-nilai, budaya, dan cara pandang madrasah/madrasah; Lima, berjangka waktu; Enam, singkat, sebaiknya kurang dari sepuluh kata; Tujuh, inspiratif dan menantang; Delapan, disepakati oleh semua stakeholder madrasah/madrasah; Sembilan, menyatakan dengan jelas esensi dari apa yang seharusnya dicapai madrasah/madrasah; Sepuluh, fleksibel dan menumbuhkan kreativitas.

Visi adalah gambaran nyata yang pemimpin lihat dari apa yang dilakukan atau apa jadinya kelompoknya. Maxwell menjelaskan bahwa menurut survey yang dilaporkan majalah Leadership, mengomunikasikan visi adalah bagian yang paling membuat frustasi dalam memimpin sebuah organisasi. Pengalaman banyak mengajarkan prinsip mengenai visi.

  • Kredibilitas sebuah visi bergantung pada sang pemimpin
  • Penerimaan sebuah visi ditentukan oleh tepat-tidaknya waktu visi itu dipresentasikan.
  • Nilai sebuah visi ditentukan oleh energy dan arah yang diberikannya.
  • Evaluasi sebuah visi ditentukan oleh tingkat komitmen orang-orang.
  • Kesuksesan sebuah visi ditentukan oleh apakah pemimpin dan pengikutnya sama-sama menghayatinya.

Wallahu a’lam

Ahad, 26 Juni 2022/12.15 wib

Post Comment