Breaking News
light_mode
Beranda » Agus Mulyono » Life is Really Simple

Life is Really Simple

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
  • visibility 985

Dr. H. Agus Mulyono, S.Pd.,M.Kes.

LP Ma’arif NU Kabupaten Malang

Penduduk didekat sebuah hutan.., hidup begitu sederhana tetapi semuanya tercukupi. Mau makan tinggal masuk ke dalam hutan untuk mencari umbi umbian yang memang sengaja ditanam. Mau sayur tinggal memetik pucuk pucuk beberapa jenis daun yang tersedia melimpah di dalam hutan. Mau makan ikan… tinggal memancing disungai yang berada di pinggiran hutan. Mau buah…, banyak tersedia dalam hutan. Mau masak… tinggal mencari ranting ranting pohon yang sudah kering untuk dijadikan bahan bakar. Mau minum…., airnya begitu jernih mengalir dari sungai sungai kecil dari sumber sumber air yang berada di dalam hutan dan bisa langsung diminum.

Rumahnya terbuat dari bambu dan kayu yang diambil dari hutan dengan model rumah panggung. Tidak besar tapi cukup representatif untuk satu keluarga.

Memang para penduduk tersebut tidak mempunyai banyak uang…, tetapi untuk kebutuhan sehari hari sudah sangat tercukupi dan tersedia di hutan.
*

Kehidupan penduduk menjadi berubah…, ketika kemudian hutan dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit. Hutan ditebang, diratakan dan ditanami ribuan kelapa sawit. Menurut orang diperusahaan sawit itu…, bahwa kehidupan penduduk akan lebih modern dan terjamin dengan berdirinya perusahaan sawit itu.

Tapi ternyata…., kehidupan penduduk menjadi tidak sederhana lagi. Mau makan…, tidak bisa lagi masuk hutan mencari umbi umbian (karena hutannya sudah habis), tapi harus membelinya (tentunya dengan uang)…, tapi tidak punya uang…, sehingga para penduduk harus bekerja menjadi pekerja/karyawan perusahaan sawit itu untuk memperoleh uang.

Mau sayur…, harus membeli; mau buah…, harus membeli; mau masak…, sudah tidak lagi ranting ranting kering untuk bahan bakar… maka harus membeli kompor dan harus membeli minyak atau gas.

Mau ikan…, sudah sangat sulit mendapatkan ikan di sungai itu, seringkali tidak pernah ada ikan yang terkait dikail pancing para penduduk. Ikannya mungkin sudah pergi karena air sungai sudah tercemar dengan berbagai aktivitas perusahaan sawit tersebut.

Mau minum…, airnya sudah tidak segar lagi, sudah tidak jernih dan harus dimasak dulu.

Para penduduk mendapat gaji 35 ribu perhari…, rasanya tidak cukup untuk membeli semua kebutuhan sehari hari. Jika kepala keluarga sakit pada suatu hari…, maka hari itu dia tidak mendapatkan uang. Maka kemudian harus berhutang untuk m embeli semua kebutuhan hariannya.

Kehidupan penduduk menjadi tidak sederhana lagi…, menjadi begitu rumit.
*
Banyak orang yang mudah terpesona dengan hal-hal yang kompleks dan rumit. Sesuatu yang komplek dan rumit dianggap hal yang luar biasa, dianggap wah, dianggap canggih. Padahal seringkali yang dianggap canggih/wah justru menjadi sumber penyebab timbulnya kemiskinan.

Dunia telah dipengaruhi oleh sistem kapitalisme, telah dipengaruhi oleh logika-ligika globalisasi, telah dipengaruhi oleh nalar-nalar modernisasi….,maka dalam kehidupan sekarang ini, banyak dari kita lebih mengedepankan nilai-nilai tanda, mengedepankan citra, mengedepankan simbol-simbol dari pada nilai guna.

Dalam kehidupan sekarang ini barang-barang atau benda-benda, atau alat alat atau atribut tidak lagi menjadi sekedar sarana pendukung dalam menunjang aktivitas tetapi lebih dari itu….barang-barang tersebut telah menjadi objek paling penting dan dianggap mampu meningkatkan status, prestise dan bahkan kehormatan.

Sehingga yang disibukkan oleh banyak individu, banyak kelompok, banyak intitusi adalah mengejar status, mengejar pretise, pencitraan, mengejar bentuk-bentuk kemewahan dan lain sebagainya. Inilah yang kemudian melahirkan perilaku korupsi, ingin saling menguasai, kehidupan abal-abal, budaya pencitraan, Hipokrit dan lain sebagainya.

Kebahagiaan diukur dari banyaknya meteri yang dapat dikumpulkan, dan banyaknya sesuatu yang dikuasai. Sepertinya kurang marem.. tanpa simbol dan atribut kemewahan dan tanpa menguasai sesuatu.

Pak Kyai seringkali mengajak kepada para santrinya untuk belajar… untuk dapat menikmati keindahan dalam hal-hal yang sederhana.

“Life is really simple, but we insist on making it complicated”. Katanya seorang filosof… bahwa hidup ini sebetulnya sangat lah sederhana namun seringkali kita yang bersikeras membuatnya menjadi rumit..

Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 20 April 2016)

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK NUSA MENUJU WORLD CLASS MA’ARIF EDUCATION

    SMK NUSA MENUJU WORLD CLASS MA’ARIF EDUCATION

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Selasa, 21 April 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Workshop yang diselenggarakan SMK NUSA kali ini fokus strategi yang efektif dalam mengembangkan SMK NUSA untuk mencapai reputasi internasional. Prof Agus Maimun, MPd sebagai narasumber utama, menyatakan bahwa agar menjadi SMK yang bereputasi internasional, maka ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan, pertama adalah […]

  • LP Ma’arif inisiasi Gerakan Berdampak dengan 9 Guru Besar di Pesantren Cinta al-Qur’an

    LP Ma’arif inisiasi Gerakan Berdampak dengan 9 Guru Besar di Pesantren Cinta al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 939
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Hari sabtu, 8 Nopember 2025 Pesantren Cinta al-Quran kedatangan tamu 9 Profesor bersama LP MA’ARIF Kab Malang sebagai inisiator nya. Kesembilan Profesor itu adalah Prof Dr Ahmad Barizi, Prof Dr Wahid murni, Prof Dr Amka, Prof Dr Bisri Mustofa, Prof Dr A Fadil S. J, Ass Profesor Abdul Ghafur, […]

  • Speak, Inspire, Shine

    Speak, Inspire, Shine

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 418
    • 0Komentar

    “Kepandaian berpidato berarti tindakan, dan mata orang bodoh jauh lebih tajan daripada telinga mereka” Shakespeare Izzy. Jum’at 21 Agustus 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Siap-siap mau lomba pidato antar sekolah?, guru kesulitan cari talent?, siswa pemalu?, siswa tidak percaya diri?, siswa down saat lomba?, guru mengalami kesulitan saat melatih?, siswa hanya terpaku pada hafalan […]

  • Menikmati Pahitnya Belajar

    Menikmati Pahitnya Belajar

    • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 2.033
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan” Imam Syafi’i “Menjadi manusia yang ulul al Baab. Dahulu pendidikan untuk menjadi benar dan pintar, Pendidikan terdahulu didahului dengan cara riyadhoh, puasa, belajar ilmu laduni, dan lainnya. Kalau dulu begitu, dan bermacam-macam tirakat yang dilakukan sehingga dapat ilmu […]

  • Merawat Kalam Ilahi, KKM UIN Malang Perbaiki al-Qur’an Layak Baca

    Merawat Kalam Ilahi, KKM UIN Malang Perbaiki al-Qur’an Layak Baca

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 626
    • 0Komentar

    07 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pagi yang sunyi di perpustakaan Sekolah Anak Soleh Full Day, Sitiarjo, berubah menjadi ruang penuh kepedulian. Di antara tumpukan mushaf, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 128 memulai langkah kecil yang bermakna besar: merawat Al-Qur’an agar tetap layak menjadi teman hafalan generasi muda. Kegiatan penyerahan […]

  • Ma’arif Manjakan NU Award PWNU Jatim dengan Inovasi Mandiri Berkelanjutan

    Ma’arif Manjakan NU Award PWNU Jatim dengan Inovasi Mandiri Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 23 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 903
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 23 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Kafe Fastron Lantai 3 Gedung UNUSA Tower menjadi tempat pembuktian program-program LP Ma’arif Kabupaten Malang yang spektakuler selama tahun pertama pengabdian. Presentasi Final Nominator NU Award PWNU Jatim 2022 “Sinergi Jama’ah dan Jam’iyyah Menuju NU Mandiri Berkelanjutan” menjadi ajang silaturrahim dan unjuk program-program […]

expand_less