Breaking News
light_mode
Beranda » Uncategorized » Kecerdasan Buatan, Kebutuhan atau Keharusan?

Kecerdasan Buatan, Kebutuhan atau Keharusan?

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 1.359

Oleh: Izzy. Minggu 16 Maret 2025

“Kehidupan adalah perubahan yang alami dan spontan. Jangan menolaknya, karena akan menimbulkan kesedihan. Biarlah sesuai dengan kenyataan. Biarkan mengalir secara natural, berjalan seperti apa adanya.” Lao Tzu

Guru-guru mulai berdatangan bersamaan saya dan Muhammad Nur Hasyim M.Pd. memasuki halaman MI Al Islah Sumbersuko Wagir. Rencananya Sabtu 15 Maret 2025 ini kami akan menemani para guru Ma’arif se Kecamatan Wagir untuk belajar berkompromi dengan kecanggihan teknologi bernama Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan.

Artificial intelligence atau kecerdasan buatan adalah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia. Teknologi ini bisa diatur sesuai dengan keinginan manusia. AI memiliki kemampuan untuk mempelajari data yang diterima secara berkesinambungan.

Kemajuan dunia menghasilkan perubahan yang begitu cepat. Guru-guru terus perlu beradaptasi dan cara beradaptasi yang baik adalah menerima perubahan itu sendiri. Meskipun kita bisa mengambil sikap dengan menerima atau menolak perubahan itu. Menerima contohnya memelajari berbagai teknologi yang semakin akrab dengan kehidupan sekolah sehari-hari dan menerima teknologi itu sebagai bagian keseharian dalam pembelajaran di sekolah. Tujuannya adalah meringankan tugas pembelajaran yang dilakukan.

Saya berfikir inilah yang pernah disampaikan oleh Lao Tzu. Lao Tzu berujar “Kehidupan adalah perubahan yang alami dan spontan. Jangan menolaknya, karena akan menimbulkan kesedihan. Biarlah sesuai dengan kenyataan. Biarkan mengalir secara natural, berjalan seperti apa adanya.”

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah setelah menguasai kecerdasan buatan yang bisa menjawab pertanyaan yang ditanyakan, lalu budaya membaca akan terlupakan?. Tentu tidak. Sebab, budaya membaca adalah budaya di dalam belajar, terutama di dalam ciri khas pesantren yang di dalamnya ada madrasah. Gus Dur dawuh “Tirakat santri yang paling utama adalah membaca. Ibadah santri yang paling membekas adalah menulis”. Atau sang sastrawan lainnya Pramoedya Ananta Toer berkata “Ketika membaca bukan lagi kebiasaan, maka kebodohan menjadi tradisi”.

Perubahan teknologi sangat cepat, kemajuan teknologi terus berkembang dengan kecerdasan buatan. Namun kesiapan untuk merespon perubahan adalah sebuah kenyataan, dan budaya membaca menulis di madrasah harus terus tumbuh dan berkembang. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang terus berbenah bersiap menghadapi perubahan dinamika pendidikan.

Namun dari hal itu semua. Saya tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Prof Nadirsyah Hosen. Seorang kyai muda NU dan Intelektual Nahdliyyin yang mengajar di salah satu kampus terbaik dunia yang berada di Australia. Beliau berkata bahwa intelektualitas bukan sekedar tentang berapa banyak ilmu yang kita baca, tetapi bagaiman ilmu itu mengubah car akita memandang manusia lain. Bukan soal seberapa gelar yang kita sandang. Tetapi bagaimana kita bersikap Ketika melihat ketidakadilan di depan mata. Jika hanya berhenti di kepala, tak lebih dari sekedar tumpukan kata-kata. Ia harus mengalir ke hati, dan dari hati, ia harus bergerak menjadi Tindakan.

Wallahu a’laam

Lamunan setelah menikmati buka puasa sambil ngopi…..

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • <strong>Musik untuk Kesuksesan Pendidikan</strong>

    Musik untuk Kesuksesan Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 624
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni Takusen o mainicho o Koko desu goshitekitane Nando waratte nando naite Nando kaze o hiite Takusan o tomodachi to Koko de asondekitane Doko de hashite doko de koronde Doko de kenka o shite (Potongan lirik lagu Sayonara Youchin yang menggambarkan suasana kegiatan di TK) Pekan ini kita banyak sekali diadakan […]

  • Praktek Manajemen Reference dan Strategi Tembus Jurnal Ilmiah

    Praktek Manajemen Reference dan Strategi Tembus Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Bq. Malang, 28 Juni 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Sabtu (28/06/2025), Gedung Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi saksi bisu bagaimana 30 peserta dari para guru Ma’arif Kabupaten Malang berlatih menulis. Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah ini diikuti oleh peserta yang memamg benar-benar punya keinginan besar untuk mampu menulis Ilmiah. mereka datang dari berbagai […]

  • <strong>KEGIGIHAN ITU</strong>

    KEGIGIHAN ITU

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Kegigihan adalah sifat keras kepala yang punya tujuan”-Rich Devoss Speech Contest di Malang City Point 18 Februari 2023 kemarin sangat menarik. Saya menjadi juri dari para kontestan yang berjuang untuk menjadi yang terbaik. Acara yang dipelopori oleh Jawa Pos dan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang ini menyedot peserta hingga ke […]

  • Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.397
    • 0Komentar

    Dr. Hj. Najmah, M.Pd., Jum’at, 18 April 2025. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dr Najmah kepala MTS NU Pakis yang menjadi anak didik Prof Dr H Syamsul Hadi menjadikan beliau adalah sosok mentor yang sangat bijaksana dan inspiratif, beliau sering menyatakan bahwa “Tidak ada anak yang dilahirkan Bodoh” ungkapan ini menjadikan Prof Syamsul Hadi sebagai […]

  • Duet Bupati dengan Ketua LP Ma’arif PCNU Malang

    Duet Bupati dengan Ketua LP Ma’arif PCNU Malang

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Dr. Abdul Aziz Tata Pangarsa,M.Pd. Senin 24 Juni 2024 Hari Minggu, 23 Juni 2024, saya mendampingi Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Malang untuk menghadiri undangan Wisuda Terpadu MI dan MTs Wahid Hasyim 2 Desa Kucur Kecamatan Dau Kabupaten Malang, dengan kepala MI, Bapak Husnul Yakin dan Kepala MTs-nya Bapak Jamil. Dalam sambutan sekaligus mauidhoh […]

  • Mendengar Suara Tuhan

    Mendengar Suara Tuhan

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang […]

expand_less