SEMBILAN GUBES BERKIPRAH, Merangkai Kegiatan Berbasis Realita.
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- visibility 151


Sembilan Profesor berkumpul di Pesantren Cinta Kalam Allah ta’ala.
Berbekal kompetensi dalam perspektif pendidikan dan Agama.
Sepertinya dalam koordinasi Ketua LP. Ma’arif NU, Malik Amrullah.
Mereka melihat pendidikan dalam realita dengan taushiyah.
Sungguh mengagumkan meski di sela-sela mengajar masih bisa.
Berderma dengan ilmu dan ketrampilan demi kemajuan nusa dan bangsa.
Mereka berdiskusi bahkan sampai larut malam sambil minum kopi.
Tema tanpa terencana namun mengrucut pada transformasi.
Mengubah bangsa agar menjadi sangat maju produksi sains dan teknologi.
Melalui pendidikan LP. Ma’arif NU sebagai wadah lembaga kaderisasi.
Meski mungkin tanpa anggaran APBN dan SK UIN Maliki.
Ternyata para profesor bisa melakukan sebuah gerakan dedikasi.
Mereka juga melihat realita di dunia nyata bukan di makalah.
Pendidikan yang sungguh sangat menyentu jiwa.
Perlu perhatian orang-orang pintar khususnya para akademika.
Lebih-lebih para profesor UIN Maliki yang sangat luar biasa.
Bersedekah dengan ide dan ketrampilan yang mungkin sangat langka.
Demi mencerdaskan kehidupan bangsa seperti amanat UUD 1945.
Sungguh para profesor ini menjadi sebuah fenomena dan jadi uswah.
Melakukan revolusi pendidikan dengan penuh dedikasi dan uswah.
Selamat Prof. Wahid, Prof. Barizi, Prof. Fadhil, Prof. Malik, Prof. Syamsul Ulum, Prof. Bisri, Prof. Ass. Prof. Gofur, Ass. Prof. Amin, dan Ass. Prof. Slamet Daroini.
Semoga para profesor penuh dedikasi ini terus berkontribusi tanpa henti.
Bahkan jika bisa lakukan yang terbaik untuk atas nama pribadi atau UIN Maliki.
Demi menggairahkan para guru besar dan umumnya para akademisi.
Malang, 9 November 2025.
Penulis:
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
