Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Enam Pilar Trauma Informed Teaching

Enam Pilar Trauma Informed Teaching

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 9

 

Izzy. Minggu, 06 September 2026.

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Foto: Para Peserta

Acara baru usai, waktu melewati pukul 17.00 wib. Seorang Ibu guru hendak berpamitan untuk pulang. Namun, ia masih berdiri dan bercerita dengan penuh rasa soal pengalamannya mendidik selama ini. Pengalaman sebagai guru BK yang membuatnya sangat sedih dan terpukul, pengalaman yang menggetarkan seluruh pertahanan kesabarannya.

Sesi sebelumnya, saya jagongan dengan “Sang Psikolog” dari UIN Malang. Saya menyimak penjelasan beliau dan kemudian obrolan kami merembet pada perlunya duta-duta atau komunitas pendampingan konseling di madrasah-madrasah pada khususnya. Beliau juga bercerita tentang pendampingan yang sudah di lakukan di Lembaga-lembaga luar sekolah.

Singkat cerita, pikiran saya menerawang pada cerita-cerita yang sering didengar di banyak tempat. Guru yang dilaporkan karena memberikan hukuman fisik yang dianggap berlebihan. Guru yang dilaporkan karena menggunakan bahasa yang dianggap menyakiti perasaan siswa. Guru yang dilaporkan karena keputusan yang dianggap tidak adil oleh orang tua, ataupun guru yang dilaporkan karena tindakan yang dimaksudkan sebagai bimbingan tetapi diinterpretasikan sebagai kekerasan.

Guru mengalami dampak sangat serius. Guru mengalami stress, kecemasan akut, depresi bahkan trauma. Guru ragu dalam mengambil kebijakan dan keputusan, ingin mundur dari tanggung jawab, atau bahkan pindah profesi. Imbas bagi pendidikan sangat besar, karena kualitas pendidikan menurun drastis, guru minim inisiatif, inovasi, dan malas membimbing. Di lain sisi, profesi guru seakan kehilangan prestise yang berdampak pada generasi sosial berikutnya.

Mari kita lihat dari sudut berbeda pada siswa. Penanganan dan bimbingan yang salah juga berimbas pada siswa. Siswa mengalami beragam pengalaman yang kadang membuatnya trauma. Sesungguhnya tidak semua hal selalu terjadi di sekolah, karena waktu mereka malah lebih banyak di luar sekolah. Siswa mungkin pernah mengalami kekerasan di rumah atau di tempat lainnya, mungkin juga ada yang mengalami penelantaran, kehilangan orang tua atau keluarga yang membuat mereka minim kasih sayang, bencana alam, ataupun pengalaman buruk lainnya.

Dampak perilaku negatif membawa mereka pada sikap disruptif, agresif bahkan menarik diri dari kehidupan sosial. Siswa mengalami gagal fokus, sulit mengingat dan malas belajar. Siswa bermasalah dalam lonjakan emosi dan control perilaku. Dampak besarnya adalah siswa memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan guru, orang tua, dan masyarakat sebaya. Tawuran, melawan guru atau orang tua, hilang rasa hormat, minim etika, dan asing kasih sayang pada sesama.

Hari kedua (06/09/2026), para guru serius, fokus, saling mencoba praktik. Kata-kata yang sering muncul dari arah yang tidak jelas adalah “menjiwai banget, pernah mengalami beban ini di sekolah?” sambil lainnya terkekeh kekeh mungkin karena ingat pernah mengalami hal yang sama. Saking semangatnya berlatih, waktu dari pukul 08.00 sampai 17.00 wib serasa belum cukup.

Foto: Diskusi dan Refleksi oleh para peserta

Teman-teman guru diantaranya belajar tentang enam pilar yang dirancang untuk guru dalam mengatasi kebutuhan spesifik siswa yang mengalami trauma dan membangun factor-faktor pelindung yang meningkatkan resiliensi mereka. Saya coba uraikan disini:

Satu. Kemanan fisik dan psikologis, berfokus menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman dan kekerasan, tujuannya adalah siswa merasa aman secara fisik dan psikologi.

Dua. Kepercayaan dan Transparansi. Fokusnya Membangun hubungan yang jujur dan transparan dengan siswa. Tujuannya adalah siswa didukung meraih kepercayaan berupa sikap konsisten, transparan, akuntabilitas, dan mereka merasakan empati dalam hidupnya.

Tiga. Dukungan teman sebaya. Fokus untuk Membangun hubungan positif antar siswa. Tujuannya agar siswa merasa didukung oleh teman sebaya dan komunitas.

Empat. Kolaborasi dan Partisipasi. Berfokus  melibatkan siswa dalam mengambil Keputusan. Tujuannya agar siswa merasa memiliki suara dan control.

Lima. Pemberdayaan dan suara siswa. Fokusnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar memimpin. Tujuannya agar siswa merasa diberdayakan dan dihargai.

Enam. Sensivitas Budaya dan Responsif. Berfokus untuk menghormati keragaman budaya dan latar belakang siswa. Tujuannya agar siswa merasa dihargai dalam keunikan mereka.

Selanjutnya juga diperlukan keberlanjutan atau minimal bias dari ilmu ini berdampak pada lembaga endidikan dan lingkungan pendidikan. Maka, belajar perlu terus dilakukan untuk menemukan solsui dan pelayanan terbaik dari setiap masalah.

Wallahu a’laam

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Ramadhan LP Maarif Kabupaten Malang: Transformasi Guru dalam Psikologi Pembelajaran  Mengasah Kesiapan Guru Maarif untuk Mencetak Generasi Berprestasi

    Safari Ramadhan LP Maarif Kabupaten Malang: Transformasi Guru dalam Psikologi Pembelajaran Mengasah Kesiapan Guru Maarif untuk Mencetak Generasi Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.695
    • 0Komentar

    Rabu, 19 Maret 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Malang, 18 Maret 2025 – Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC LP Maarif NU Kabupaten Malang kali ini menghadirkan tema “Psikologi Pembelajaran, Penguatan Bimbingan, dan Konseling.” Bertempat di Aula MI Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading, kegiatan ini diikuti oleh lima puluh guru dari wilayah TIRAM (Tirtoyudo dan […]

  • Rapat Kerja Mengembangkan Visi dan Misi SMPI Alma’arif 01 Singosari

    Rapat Kerja Mengembangkan Visi dan Misi SMPI Alma’arif 01 Singosari

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    Dr. H. Amka. Selasa, 11 Juli 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Dr Amka, Raker yang dilaksanakan oleh SMPI ALMAARIF 01 SINGOSARI ini sangat bagus untuk merencanakan kegiatan tahun berjalan maupun tahun depan. Raker bisa diawali dengan Rapim (rapat pimpinan), dimana Ketua yayasan mengajak semua kepala sekolah dan wakil kepala sekolah untuk bersama sama merumuskan […]

  • LP Ma’arif Kabupaten Malang “Daki Gunung” Bina Penguatan Tradisi Aswaja di Tapal Batas

    LP Ma’arif Kabupaten Malang “Daki Gunung” Bina Penguatan Tradisi Aswaja di Tapal Batas

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.201
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Juma’at 16 Desember 2022 Selasa, 13 Desember 2022 pukul 10:00 wib terselenggaralah kegiatan Seminar Pendidikan yang di adakan oleh ketua dan pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Malang beserta wali murid SMP dan Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin dan SMA As-Shodiq di salah satu yayasan pondok pesantren di Lereng Semeru yaitu Pondok Pesantren […]

  • Bukan Hanya Teori Tapi Praktik, FITK dan LP Ma’arif Mengajar

    Bukan Hanya Teori Tapi Praktik, FITK dan LP Ma’arif Mengajar

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 925
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Kamis 15 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kab. Malang menggaet mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yakni dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) untuk berkontribusi dan menyalurkan ilmu yang mereka peroleh di bangku perkuliahan melalui program FITK dan LP Ma’arif Mengajar yang dilaksanakan pada […]

  • LP Ma’arif inisiasi Gerakan Berdampak dengan 9 Guru Besar di Pesantren Cinta al-Qur’an

    LP Ma’arif inisiasi Gerakan Berdampak dengan 9 Guru Besar di Pesantren Cinta al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 872
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Hari sabtu, 8 Nopember 2025 Pesantren Cinta al-Quran kedatangan tamu 9 Profesor bersama LP MA’ARIF Kab Malang sebagai inisiator nya. Kesembilan Profesor itu adalah Prof Dr Ahmad Barizi, Prof Dr Wahid murni, Prof Dr Amka, Prof Dr Bisri Mustofa, Prof Dr A Fadil S. J, Ass Profesor Abdul Ghafur, […]

  • MTs. Sunan Bonang Pujon Cetak Siswa Disiplin, Santun, dan Berprestasi

    MTs. Sunan Bonang Pujon Cetak Siswa Disiplin, Santun, dan Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    humaslp 1 month ago Beritamzizzybq. Senin 17 Oktober 2022 “Bagaimana cara kita untuk menanamkan pemahaman kepada anak, supaya mereka bila curhat, curhatnya kepada sang ibu?” buka pertanyaan dari wali murid, “Bagaimana cara supaya anak mau menunjukan semua isi gawainya biar saya tahu apa yang dia lakukan” hadirin yang lain juga ikut bertanya. hangat diskusi parenting […]

expand_less