Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Membayar Kepemimpinan dengan Disiplin Diri

Membayar Kepemimpinan dengan Disiplin Diri

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
  • visibility 909

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Disiplin adalah senjata kemajuan” KH. Imam Zarkasyi

Selasa 7 Februari 2023 kita telah dimanjakan dengan acara yang sangat spektakuler memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama. saya dan mungkin Anda yang merasakan sama dengan saya tentunya sangat terpukau dengan berbagai macam kegiatan dan atraksi yang digelar, termasuk sajian dari Banser yang luar biasa. Acara besar dan hebat terjadi dengan penuh ketertiban dan didesain dengan sangat apik. Ada satu hal yang saya lihat bagaiman acara itu terlaksana dengan baik yaitu, disiplin!.

Di lain hari, Sabtu sampai minggu, 11-12 Februari 2023, Satuan Komunitas Pramuka Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Malang akan mengadakan gelar Gladi Tangguh Pramuka Penegak dan Pandega di Lingkungan Ma’arif Nahdltul Ulama Kabupaten Malang. Dan sekali lagi, mengingat, melihat, dan bersikap dalam pramuka yang sangat terlihat adalah pengembangan kepemimpinan dengan penguatan karakter yang bernama, disiplin!.

Disiplin, tidak semua orang menyukai kata ini. Terkadang kita hanya merasa cukup dengan talenta. Disiplin diri adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang benar meskipun Anda tidak menyukainya. Ini perihal pertarungan untuk menaklukkan diri sendiri. Petuah bijak dari KH Imam Zarkasyi di atas sejalan dengan apa yang ditulis oleh Oswald Sanders penulis buku Spiritual Leadership yang menuliskan bahwa masa depan berada di tangan orang yang disiplin.

Talenta memang terkadang sangat diunggulkan. Namun, penulis H. Jackson Brown Jr. mengingatkan bahwa bakat tanpa disertai disiplin bagaikan seekor gurita di atas sepatu roda. Ada banyak Gerakan, tetapi Anda tidak pernah tahu ka mana arah Gerakan itu, apakah maju, mundur, atau menyamping. Dan semua pemimpin hebat memahami bahwa tanggung jawab utama mereka adalah kedisiplinan dan pengembangan diri. Pilihan melakukan kedisiplinan sejak awal adalah sebuah perjuangan untuk menaklukkan diri sendiri dengan melakukan semua hal yang tidak Anda inginkan. Dan banyak calon pemimpin berhenti berjuang berdisiplin dan baru menyadari di belakang hari bahwa jalan pintas tanpa disiplin tidak mendatangkan hasil jangka Panjang. Pengendalian diri adalah awal dari disiplin!

Tokoh leadership dunia Maxwell menulis dalam bukunya dan menjelaskan bahwa Presdiden harry S. Truman berkata “Dengan membaca kisah kehidupan orang-orang hebat, saya mengetahui bahwa kesuksesan pertama yang mereka raih adalah atas diri mereka sendiri. Bagi mereka, disiplin dirilah yang paling utama.” Memimpin diri sendiri terlebih dahulu adalah tantangan terbesar dalam kepemimpinan. Dan harga yang harus dibayar adalah kedisiplinan diri. Saya memahami bahwa setiap hal dan segala hal yang saya inginkan dalam hidup, semua hal yang ingin saya perjuangkan menuntut sebuah upaya yang menantang, meletihkan, melelahkan, berat dan sulit. Disiplin bagai sebuah pendakian dalam kehidupan.

Adalah penulis sukses Bernama Kopmayer, Ketika Kopmeyer bertemu dengan motivator dunia Brian Tracy, Kopmeyer berkata “Ada 999 prinsip kesuksesan lain yang saya temukan dari pembacaan pengalaman saya, tetapi tanpa disiplin diri, tidak satupun akan berhasil.” Disiplin diajarkan sangat baik dan bisa kita temukan di tiga institusi, yaitu di militer, pesantren, dan pramuka. Mungkin disinilah peran Pramuka bisa terus menggembleng kedisiplinan.

Disisi berbeda, ada ketidakdisiplinan. Ketidakdisiplinan merupakan penghambat perkembangan potensi banyak orang. Lalu bagaimana dengan orang yang bilang tidak lahir dari lingkungan yang disiplin? Kabar baiknya adalah disiplin diri tidak harus selalu dimiliki sejak lahir, disiplin diri bisa dikembangkan, harus diupayakan bukan dengan berharap dihadiahkan.

Saya mengutip dari buku Developing the Leader Within You 2.0 menjelaskan bahwa ada dua tipe orang di bidang disiplin diri. Tipe pertama, menunda-nunda tugas yang harus diselesaikan, memilih bersenang-senang sekarang, dan tidak melakukan yang harus dikerjakan. Tipe kedua, berupaya keras sekarang dengan melakukan hal-hal penting, meskipun tidak merasa menyenangkan, dan bersedia menunda kegembiraan agar bersenang-senang kemudian, mirip seperti pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian.”

Saya berharap selanjutnya ada kita mendasar yang bisa saya lakukan. Masih dalam penjelasan Maxwell bahwa ada tiga kiat yang akan membantu Saya atau mungkin juga Anda yang ingin mengembangkan disiplin diri jika memang hal ini sulit bagi kita. Pertama, orang-orang yang memiliki disiplin diri sengaja menghindari godaan; Kedua, orang-orang yang memiliki disiplin diri mengetahui kapan harus mengerahkan energi; Ketiga, orang-orangt yang memiliki disiplin diri memahami dan menerapkan prinsip berupaya keras sekarang, bersenang-senang kemudian.

Izinkan saya menyampaikan ucapan penulis naskah drama dari Jerman, Carl Zuckmayer “Separuh hidup adalah keberuntungan, separuh lainnya adalah disiplin, dan itu separuh penting. Karena tanpa disiplin, Anda tidak akan tahu cara memanfaatkan keberuntungan.”

Kedisiplinan diri membuat seorang pemimpin menjadi sangat penting, belajar mendisiplinkan diri untuk melakukan hal yang benar dan penting. Semoga Allah memberikan kemudahan. Amiin.

Wallahu a’laam

Mzizzybq, Jum’at 10 Februari 2023; 10:59 wib.

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiprah Ustadz Deden Tokoh Pendidikan Ma’arif Malang Selatan

    Kiprah Ustadz Deden Tokoh Pendidikan Ma’arif Malang Selatan

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.734
    • 0Komentar

    Dr. H. Amka. Rabu. 29 November 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Ketua LP Ma’arif NU Kab Malang kali ini kedatangan seorang tokoh Pendidikan dari Malang Selatan yaitu Ustadz Deden, beliau berjuang dan berdakwah disana mulai dari nol sampai melakukan sebuah perubahan yang luar biasa. Nama lengkapnya adalah H. Deden Jaenal Abidin, SHI., M.Pd.I., lahir […]

  • Bekerja Berbasis Mutu, Bukan Berbasis Akreditasi

    Bekerja Berbasis Mutu, Bukan Berbasis Akreditasi

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Kamis 29 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Lulusan Pondok Pesantren Al Qur’an Assa’idiyyah harus memiliki ciri khusus. Maka dari itu, perlu pengetahuan yang sangat luas untuk kita serap supaya PPAA lebih maju. Mudah-mudahan PPAA baik pendidik dan pengurus semakin memiliki kualitas dan kemampuan yang luar biasa” sambut KH Ali Musthofa […]

  • Mengabdi dengan Meneladani

    Mengabdi dengan Meneladani

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Senin 19 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang Program Fakultas Tarbiyah dan LP Ma’arif Kabupaten Malang mengabdi sudah merambah pada tingkat mahasiswa, dengan kerja sama LP Ma’arif mengabdi di lembaga madrasah di bawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Malang. Berlangsung mulai tanggal 14 Desember 2022 sampai dengan 23 Desember 2022, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam […]

  • Kunjungan dan Pembekalan KKM Mahasiswa UIN Malang di LP Ma’arif Kabupaten Malang

    Kunjungan dan Pembekalan KKM Mahasiswa UIN Malang di LP Ma’arif Kabupaten Malang

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Malang, 26 Desember 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dalam rangka persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 127 dan 128 melaksanakan kegiatan kunjungan sekaligus pembekalan di Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kabupaten Malang pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembekalan awal […]

  • Implementasikan Deep Learning dan Kurikulum Cinta, Komitmen Ma’arif PCNU Kabupaten Malang  Melawan Intoleransi dan Bullying

    Implementasikan Deep Learning dan Kurikulum Cinta, Komitmen Ma’arif PCNU Kabupaten Malang  Melawan Intoleransi dan Bullying

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 3.602
    • 0Komentar

    Bq. Jum’at 16 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kamis (15/05/2025) Gedung pertemuan MI Hidayatulloh Pringu Bululawang Kabupaten Malang penuh sesak dengan dominasi warna merah dan hitam. Para guru Madrasah Ibtidaiyah memadati ruang tersebut dengan menggunakan seragam batik salah satu ciri khas mereka. Mereka hadir untuk mengikuti Workshop Deep Learning dan Kurikulum Cinta. Guru-guru […]

  • Refleksi Kompetensi Pribadi

    Refleksi Kompetensi Pribadi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 153
    • 0Komentar

      “Anda tidak dapat memberi apa yang Anda tidak miliki” Anonim Muhammad Masykur Izzy Baiquni. 28 Agustus 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Lift yang saya naiki membawa saya naik ke lantai 6, Langkah saya agak tergesa untuk memasuki ruang rektor yang terkesan megah dan nyaman. Sambil menikmati snack dan air yang cukup mengurangi haus, […]

expand_less