Refleksi Kompetensi Pribadi
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 45 menit yang lalu
- visibility 10

“Anda tidak dapat memberi apa yang Anda tidak miliki” Anonim
Muhammad Masykur Izzy Baiquni. 28 Agustus 2026

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Lift yang saya naiki membawa saya naik ke lantai 6, Langkah saya agak tergesa untuk memasuki ruang rektor yang terkesan megah dan nyaman. Sambil menikmati snack dan air yang cukup mengurangi haus, saya menikmati obrolan yang menarik dan santai.
Berkumpul dengan para pemimpin perguruan tinggi dan guru besar bagi saya menyenangkan. Saya merasakan energi berkemajuan yang besar, dari situ saya menyimak, membaca, berkomunikasi dan menulis meskipun di awal masih dalam bentuk tulisan imajinasi yang saya jadikan catatan awal. Sesudahnya, saya melakukan refleksi dari pelajaran yang saya temukan dari tokoh yang saya temui.
Saya menemukan bahwa pelajaran yang saya peroleh salah satunya adalah kompetensi. Apa yang harus saya lakukan?. Dalam The 21 Indispensable Qualities of a Leader disarankan hal yang harus saya lakukan, yaitu:
Satu. Muncullah setiap hari. Pribadi yang bertanggung jawab muncul setiap kali diharapkan, tetapi orang yang sangat berkompetensi melangkah lebih jauh. Mereka siap berperan setiap hari bagaimanapun perasaan mereka, keadaan yang harus mereka hadapi, atau sesulit apapun peran yang harus dimainkan. Maka, perlu kiranya untuk meningkatkan kedisiplinan dan konsistensi dalam performa. Saya perlu menikmati setiap proses konsistensi untuk Membangun kompetensi sebagai sebuah proses belajar. Salah satu hal terbaik yang bisa Saya lakukan untuk diri Saya sendiri sebagai seorang pembelajar Adalah dengan menumbuhkan kemampuan untuk menghargai dan menikmati proses pertumbuhan diri Saya.
Dua. Tetaplah meningkatkan diri. Pribadi yang berkompeten terus berusaha meningkatkan diri. Mereka selalu bertanya mengapa?. Orang yang tahu cara melakukan sesuatu selalu mendapatkan pekerjaan, tetapi orang yang tahu mengapa harus dikerjakan seperti ini selalu menjadi pemimpin. Dari refleksi ini saya menemukan bahwa saya harus memberikan nilai tambah untuk diri sendiri. Dasarnya adalah membuat diri saya lebih bernilai bukan Tindakan yang sepenuhnya egosi. Jika saya memiliki pengetahuan yang luas, mempelajari dengan tekun, atau mendapatkan pengalaman berharga, Saya tidak saja akan meningkatkan diri sendiri, tetapi juga meningkatkan kemampuan saya untuk membantu orang lain.
Tiga. Lanjutkan pekerjaan sampai tuntas dengan keunggulan. Saya melihat orang bahkan sepertinya belum pernah bertemu seorang berkompeten yang tidak bekerja tuntas. Seorang pemimpin mengharapkan anak buah bekerja sampai tuntas jika mengerjakan sesuatu. Orang mengharapkan hal itu dari kita sebagai pribadi yang berkompeten apalagi bila kita menjadi pemimpin, dan banyak lagi lainnya. Tulisan John Johson dalam Christian Excellence ini layak Saya pikirkan “Kesuksesan mendasarkan kelayakan kita pada perbandingan dengan orang lain. Keunggulan mengukur nilai-nilai kita dengan mengukur potensi kita sendiri. Kesuksesan memberikan ganjarannya pada sedikit orang, tetapi yang menjadi Impian banyak orang. Keunggulan tersedia bagi semua makhluk hidup, tetapi hanya diterima oleh sedikit orang.”

Empat. Capailah hasil lebih dari yang diharapkan. Orang yang berkompeten selalu bekerja lebih keras. Pemimpin yang kompeten menyelesaikan pekerjaan ditambah dengan pekerjaan lainnya. Guna mendukung hasil lebih dari yang saya harapkan, saya harus memahami potensi diri atau muhasabah diri perlu saya lakukan. Saya harus tahu ke mana arah tujuan dan di mana posisi saya saat ini.
Problemnya adalah kadang kita tidak tahu di mana kita berada, apa potensi kita, mau kemana kita dan apa yang harus kita lakukan. Di dalam buku Invaluable Laws of Growth penulis menemukan bahwa rupanya ada tiga jenis orang kaitannya dengan menemukan arah tujuan hidup, yaitu orang yang tidak tahu apa yang mau mereka lakukan, orang yang tahu apa yang mau mereka lakukan tetapi tidak melakukannya, dan orang yang tahu apa yang mau mereka lakukan dan melakukannya.
Lima. Berikanlah inspirasi pada orang lain. Pribadi yang berkompeten berbuat lebih dari sekedar melakukan pekerjaan dengan semangat berhasil. Mereka menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Bagi seorang pemimpin yang efektif akan mampu menggabungkan keterampilan ini dengan kompetensi tinggi untuk membawa lembaga atau organisasi mereka ke tingkat keunggulan dan pengaruh baru.
Memberikan inspirasi tentunya perlu ada relasi yang baik dan itu dibangun dari kepercayaan. Saya membaca tulisan Penyair Rudyard Kipling “Aku selalu memilih memercayai yang terbaik dalam diri semua orang. Itu menghindarkan banyak masalah.” Berarti dari sini harus ada yang disebut kepercayaan (trust). Trust diperlukan untuk membangun lembaga atau organisasi atau dalam membangun kompetensi pribadi.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
