Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

  • account_circle humaslp
  • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
  • visibility 16
  • comment 0 komentar

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Orang-orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu, sampai mereka mengetahui seberapa besar Anda peduli”

                Sebuah penghargaan besar didinding ruang tamu Prof. Imam menyita perhatian saya, saya membaca tulisan tersebut dan berisi tentang pengahrgaan kehormatan yang diberikan kepada Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo atas kontribusi besar beliau terhadap Peradaban Islam di bidang pendidikan.

Seperti beberapa waktu-waktu sebelumnya, Kami rutin diajak beliau untuk berdiskusi tentang pendidikan dan kontribusi apa yang bisa diberikan terhadap pendidikan khususnya di Kabupaten Malang. Perhatian dan semangat beliau untuk memberikan manfaat terhadap dunia pendidikan sangat besar. Terkadang kami berdiskusi hingga larut dan kami tetap melihat semangat itu tiada henti terpancar dari wajah beliau yang sejuk. Setiap kami datang, beliau sering bertanya bagaimana perkembangan pendidikan khususnya di bawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Malang?.

                “Bila saya menjadi pemimpin lembaga pendidikan, maka saya harus berbeda dari lainnya. Saya harus memberikan kontribusi lebih besar!” ujar beliau kepada saya dengan penuh semangat. Kami menyimak wejangan-wejangan beliau tentang pentingnya pemimpin bisa menjadi teladan anak buahnya, bisa melayani, memikirkan kesejahteraan orang-orang disekitarnya hingga keberanian yang harus diambil sebagai tanggung jawab yang diemban.

                Dalam Buku Pendidikan Berparadigma Al Qur’an, Prof Imam menekankan bahwa untuk menghadapi masa depan yang kompetitif, kunci yang harus sangat penting untuk disiapkan adalah human resources yang memadai. Untuk mengembangkan diri dan memberikan layanan handal harus didukung oleh tenaga yang kualitatif mencukupi, memiliki kualitas iman, taqwa, ilmu, dan keterampilan yang tinggi.

                Mengembangkan sumber daya manusia harus dilakukan secara utuh dan menyeluruh. Manusia memiliki berbagai kebutuhan, mulai dari yang paling sederhana atau kebutuhan fisiologis , sampai kepada kebutuhan yang paling tinggi seperti rasa aman, dicintai, dihormati, realisasi diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Mereka harus diberikan peluang untuk mengembangkan diri dan kariernya sehingga madrasah memiliki wawasan pengembangan manusia secara utuh. Cara pandang seperti ini menurut saya perlu dimiliki oleh Kepala madrasah untuk melihat potensi yang harus dikembangkan oleh para guru.

Menurut Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo, setidaknya ada sepuluh cara pandang terhadap karyawan, menurut saya, cara pandang ini bisa digunakan oleh Kepala Madrasah untuk melihat para guru di lembaganya agar terjalin komunikasi dan pemahaman yang mendalam. Cara pandang itu antara lain: Satu, mereka memerlukan untuk disapa dan dihargai. Tidak seorang pun peduli berapa banyak yang Anda tahu sampai ia tahu seberapa banyak Anda peduli. Untuk dapat menjadi orang yang bisa menggerakkan orang lain, Anda atau seorang pemimpin harus mengasihi sebelum mencoba mengasihi mereka; Dua, mereka memerlukan peningkatan kesejahteraan hidup; Tiga, mereka memerlukan “aku”-nya diakui; Empat, mereka memiliki harapan masa depan yang lebih baik; Lima, mereka memerlukan keteladanan;

Enam, mereka memerlukan keterbukaan dan diperlukan secara adil dan jujur. Rollan King pendiri Southwest Airlines  berkata “Kami tidak akan menyembunyikan apapun, masalah apapun dari para karyawan”; Tujuh mereka sanggup bekerja keras untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya; Delapan, mereka memiliki tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab sangatlah penting, Eric Greitens menuliskan inti dari tanggung jawab. Dia menyatakan “Ketika orang-orang semakin bertanggung jawab, mereka cenderung lebih ulet. Semakin mereka tidak bertanggung jawab, semakin besar kemungkinan kehidupan akan menghancurkan mereka. Akar keuletan adalah kerelaan bertanggung jawab atas hasil.”; Sembilan, mereka memiliki beban keluarga yang cukup berat.

Sepuluh, mereka memerlukan perhatian dan bantuan untuk memecahkan problem kehidupannya. Menurut F.F, Fournies dalam tulisannya di Coaching for Improved Work Performance, bahwa ada empat alas an umum mengapa orang tidak menunjukkan kinerja seharusnya yaitu: mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan, mereka tidak tahu bagaimana melakukannya, mereka tidak tahu mengapa harus melakukannya, da nada kendali di luar kendali mereka.

                Ditulis dalam Buku Quality Assurance Becoming Quality Entrepreneur, Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo mengharapkan munculnya profil pegawai –guru- yang memiliki: Satu, selalu menampakkan diri sebagai seorang muslim dan mukmin di mana saja ia berada; Dua, bersikap dan berperilaku jujur, amanah, disiplin, dan berakhlak mulia. Brian Tracy menulis sebuah komentar dari Kop Kopmeyer seorang penulis yang sukses dan melegenda “Ada 99 prinsip kesuksesan lain yang saya temukan dari pembacaan dan pengalaman saya, tetapi tanpa disiplin diri, tidak satu pun akan berhasil; Tiga, memiliki profesionalisme yang tinggi dalam melaksanakan tugas keadministrasian dan mencintai pekerjaan; Empat, berorientasi pada kualitas pelayanan. Albert Schweitzer berkata “Saya memang tidak tahu nasib Anda kelak, tetapi yang pasti: Kalian yang  akan sungguh-sungguh berbahagia adalah kalian yang telah berusaha mencari dan menemukan cara melayani”.

Lima, cermat, cepat, tepat, dan ekonomis dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas; Enam, sadar dan akomodatif; Tujuh, mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi dan ikhlas; Delapan, berpakaian rapi dan pandai mengatur diri serta sopan dalam ucapan dan perbuatan; Sembilan, mengembangkan husnudhon dan menjauhi su’udhon. Maxwell menulis bahwa rahasia motivasi sebenarnya adalah menciptakan lingkungan yang membebaskan semua orang dari pengaruh yang bisa menyurutkan semangat.

                Prof. Imam sangat menunjukkan begitu pentingnya peran guru dalam pendidikan, guru menurut beliau harus menjadi perhatian pertama dan utama. Dalam Artikel Standarisasi Pengembangan Madrasah dan Pendidikan Agama Islam: Merespon Tantangan Masa Depan beliau menjelaskan bahwa harus ada kejelasana bahwa guru yang mengajar di madrasah harus terjamin kelayakan tingkat hidupnya. Tidak boleh lagi terjadi guru madrasah mendapatkan honorarium di bawah standar upah minimal di daerahnya masing-masing. Demikian ppula ketika menilai tingkat kemajuan madrasah factor kualitas guru harus menjadi perhatian utama. Prof Imam berkata “Saya selalu teringat rumusan peran guru sebagaimana dikemukakan oleh seorang pemimpin Jerman, Ia mengatakan bahwa jika kalian ingin membangun bangsamu maka bangunlah terlebih dahulu lembaga pendidikanmu. Dan jika kalian ingin berhasil membangun pendidikanmu maka muliakanlah guru-gurumu. Rumusan ini mengantarkan kita pada rumusan yang jelas bahwa memang gurulah kunci segala-galanya bagi jalannya pendidikan.”

                Konsep pendidikan madrasah menurut beliau sangat ideal, yaitu mengembangkan seluruh ranah yang seharusnya dikembangkan untuk melahirkan manusia yang lebih beradab dengan menggunakan agama sebagai “code of conduct”. Madrasah dilihat dari misi dan orientasinya merupakan institusi yang mengembangkan manusia secara utuh, yaitu meliputi aspek spiritual, akhlak, intelektual, dan keterampilan secara terpadu. Madrasah harus berorientasi ilmu pengetahuan dengan ciri-cirinya antara lain rasional, objektif, dan terbuka. Bukan lagi bersifat emosional, ekspansif, irrasional, tertutup dan subjektif.

Wallahu a’lam

Sabtu 29 April 2023. 06:55 wib

  • Penulis: humaslp

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • <strong>Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?</strong>

    Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 06 Januari 2023 “Tugas pertama dari Cinta adalah Mendengarkan” Paul Tillich Filsuf Jerman Sekian waktu perjalanan saya di perguruan tinggi, bersama tim LP Ma’arif dan lainnya, banyak hal yang saya temui dalam perjalanan khususnya di perguruan tinggi dan saat  menjelajah 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Namun kali ini hal […]

  • Motivation is an Energy

    Motivation is an Energy

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle humaslp
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Bq. Selasa 2 Juli 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang “Selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari bahkan bagi seorang master sekalipun” Master Shifu. Sahabat saya meminta saya membantunya untuk mengisi pelatihan para guru. Saya menerimanya dengan semangat dan saya bahagia karena tentunya saya akan bertemu dengan para guru yang memiliki motivasi yang tinggi. Ngomong-ngomong tentang […]

  • LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Raih Prestasi NU Award 2023

    LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Raih Prestasi NU Award 2023

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Abd Wahid Khoiruddin. Senin 20 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. NU Award 2023 dengan tagline “Ajang Bergengsi Multitalenta Nasional” bergema di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur. Dan venue Aula Muktamar NU ke-30 tahun 1999 menjadi saksi dihelatnya agenda tahunan oleh PWNU Provinsi Jawa Timur dan edisi khusus pada tahun 2023 sekaligus […]

  • Observasi dan Volunteer LP Ma’arif bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang

    Observasi dan Volunteer LP Ma’arif bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 30 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Madrasah Ibtidaiyah Desa Sumber Keradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang kedatangan mahasiswa pasca sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tepatnya pada Selasa (13/12/2022) pagi hari. Kedatangan beberapa mahasiswa tersebut atas perintah dari salah satu dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang merupakan ketua […]

  • <strong>Meraih Potensi dengan Perubahan Mengembangkan Diri</strong>

    Meraih Potensi dengan Perubahan Mengembangkan Diri

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Selasa 03 Januari 2023 “Musuh Terbesar Bagi Kesuksesan adalah Kesuksesan Hari Ini” Rick Warren Ahad 01 januari 2023 dunia memasuki tahun 2023. Hampir di seluruh dunia selalu berharap di tahun baru akan ada hal baru yang lebih baik, atau berubah menjadi terbaik. Hari pertama di tahun 2023 ini Kami dI […]

  • Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

    Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Dr. KH. Faris Khoirul Anam. Kamis, 15 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Kemaren malam saya memperkenalkan beberapa tool Kecerdasan Buatan / Artificial Intelligence (AI) kepada para santri. Pikir saya, lebih baik kita kenalkan lalu kita arahkan, daripada mereka tahu sendiri, lalu mencari arah sendiri. Saya lalu bukakan salah satu produk AI popular saat […]

expand_less