Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
  • visibility 588

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Orang-orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu, sampai mereka mengetahui seberapa besar Anda peduli”

                Sebuah penghargaan besar didinding ruang tamu Prof. Imam menyita perhatian saya, saya membaca tulisan tersebut dan berisi tentang pengahrgaan kehormatan yang diberikan kepada Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo atas kontribusi besar beliau terhadap Peradaban Islam di bidang pendidikan.

Seperti beberapa waktu-waktu sebelumnya, Kami rutin diajak beliau untuk berdiskusi tentang pendidikan dan kontribusi apa yang bisa diberikan terhadap pendidikan khususnya di Kabupaten Malang. Perhatian dan semangat beliau untuk memberikan manfaat terhadap dunia pendidikan sangat besar. Terkadang kami berdiskusi hingga larut dan kami tetap melihat semangat itu tiada henti terpancar dari wajah beliau yang sejuk. Setiap kami datang, beliau sering bertanya bagaimana perkembangan pendidikan khususnya di bawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Malang?.

                “Bila saya menjadi pemimpin lembaga pendidikan, maka saya harus berbeda dari lainnya. Saya harus memberikan kontribusi lebih besar!” ujar beliau kepada saya dengan penuh semangat. Kami menyimak wejangan-wejangan beliau tentang pentingnya pemimpin bisa menjadi teladan anak buahnya, bisa melayani, memikirkan kesejahteraan orang-orang disekitarnya hingga keberanian yang harus diambil sebagai tanggung jawab yang diemban.

                Dalam Buku Pendidikan Berparadigma Al Qur’an, Prof Imam menekankan bahwa untuk menghadapi masa depan yang kompetitif, kunci yang harus sangat penting untuk disiapkan adalah human resources yang memadai. Untuk mengembangkan diri dan memberikan layanan handal harus didukung oleh tenaga yang kualitatif mencukupi, memiliki kualitas iman, taqwa, ilmu, dan keterampilan yang tinggi.

                Mengembangkan sumber daya manusia harus dilakukan secara utuh dan menyeluruh. Manusia memiliki berbagai kebutuhan, mulai dari yang paling sederhana atau kebutuhan fisiologis , sampai kepada kebutuhan yang paling tinggi seperti rasa aman, dicintai, dihormati, realisasi diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Mereka harus diberikan peluang untuk mengembangkan diri dan kariernya sehingga madrasah memiliki wawasan pengembangan manusia secara utuh. Cara pandang seperti ini menurut saya perlu dimiliki oleh Kepala madrasah untuk melihat potensi yang harus dikembangkan oleh para guru.

Menurut Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo, setidaknya ada sepuluh cara pandang terhadap karyawan, menurut saya, cara pandang ini bisa digunakan oleh Kepala Madrasah untuk melihat para guru di lembaganya agar terjalin komunikasi dan pemahaman yang mendalam. Cara pandang itu antara lain: Satu, mereka memerlukan untuk disapa dan dihargai. Tidak seorang pun peduli berapa banyak yang Anda tahu sampai ia tahu seberapa banyak Anda peduli. Untuk dapat menjadi orang yang bisa menggerakkan orang lain, Anda atau seorang pemimpin harus mengasihi sebelum mencoba mengasihi mereka; Dua, mereka memerlukan peningkatan kesejahteraan hidup; Tiga, mereka memerlukan “aku”-nya diakui; Empat, mereka memiliki harapan masa depan yang lebih baik; Lima, mereka memerlukan keteladanan;

Enam, mereka memerlukan keterbukaan dan diperlukan secara adil dan jujur. Rollan King pendiri Southwest Airlines  berkata “Kami tidak akan menyembunyikan apapun, masalah apapun dari para karyawan”; Tujuh mereka sanggup bekerja keras untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya; Delapan, mereka memiliki tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab sangatlah penting, Eric Greitens menuliskan inti dari tanggung jawab. Dia menyatakan “Ketika orang-orang semakin bertanggung jawab, mereka cenderung lebih ulet. Semakin mereka tidak bertanggung jawab, semakin besar kemungkinan kehidupan akan menghancurkan mereka. Akar keuletan adalah kerelaan bertanggung jawab atas hasil.”; Sembilan, mereka memiliki beban keluarga yang cukup berat.

Sepuluh, mereka memerlukan perhatian dan bantuan untuk memecahkan problem kehidupannya. Menurut F.F, Fournies dalam tulisannya di Coaching for Improved Work Performance, bahwa ada empat alas an umum mengapa orang tidak menunjukkan kinerja seharusnya yaitu: mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan, mereka tidak tahu bagaimana melakukannya, mereka tidak tahu mengapa harus melakukannya, da nada kendali di luar kendali mereka.

                Ditulis dalam Buku Quality Assurance Becoming Quality Entrepreneur, Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo mengharapkan munculnya profil pegawai –guru- yang memiliki: Satu, selalu menampakkan diri sebagai seorang muslim dan mukmin di mana saja ia berada; Dua, bersikap dan berperilaku jujur, amanah, disiplin, dan berakhlak mulia. Brian Tracy menulis sebuah komentar dari Kop Kopmeyer seorang penulis yang sukses dan melegenda “Ada 99 prinsip kesuksesan lain yang saya temukan dari pembacaan dan pengalaman saya, tetapi tanpa disiplin diri, tidak satu pun akan berhasil; Tiga, memiliki profesionalisme yang tinggi dalam melaksanakan tugas keadministrasian dan mencintai pekerjaan; Empat, berorientasi pada kualitas pelayanan. Albert Schweitzer berkata “Saya memang tidak tahu nasib Anda kelak, tetapi yang pasti: Kalian yang  akan sungguh-sungguh berbahagia adalah kalian yang telah berusaha mencari dan menemukan cara melayani”.

Lima, cermat, cepat, tepat, dan ekonomis dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas; Enam, sadar dan akomodatif; Tujuh, mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi dan ikhlas; Delapan, berpakaian rapi dan pandai mengatur diri serta sopan dalam ucapan dan perbuatan; Sembilan, mengembangkan husnudhon dan menjauhi su’udhon. Maxwell menulis bahwa rahasia motivasi sebenarnya adalah menciptakan lingkungan yang membebaskan semua orang dari pengaruh yang bisa menyurutkan semangat.

                Prof. Imam sangat menunjukkan begitu pentingnya peran guru dalam pendidikan, guru menurut beliau harus menjadi perhatian pertama dan utama. Dalam Artikel Standarisasi Pengembangan Madrasah dan Pendidikan Agama Islam: Merespon Tantangan Masa Depan beliau menjelaskan bahwa harus ada kejelasana bahwa guru yang mengajar di madrasah harus terjamin kelayakan tingkat hidupnya. Tidak boleh lagi terjadi guru madrasah mendapatkan honorarium di bawah standar upah minimal di daerahnya masing-masing. Demikian ppula ketika menilai tingkat kemajuan madrasah factor kualitas guru harus menjadi perhatian utama. Prof Imam berkata “Saya selalu teringat rumusan peran guru sebagaimana dikemukakan oleh seorang pemimpin Jerman, Ia mengatakan bahwa jika kalian ingin membangun bangsamu maka bangunlah terlebih dahulu lembaga pendidikanmu. Dan jika kalian ingin berhasil membangun pendidikanmu maka muliakanlah guru-gurumu. Rumusan ini mengantarkan kita pada rumusan yang jelas bahwa memang gurulah kunci segala-galanya bagi jalannya pendidikan.”

                Konsep pendidikan madrasah menurut beliau sangat ideal, yaitu mengembangkan seluruh ranah yang seharusnya dikembangkan untuk melahirkan manusia yang lebih beradab dengan menggunakan agama sebagai “code of conduct”. Madrasah dilihat dari misi dan orientasinya merupakan institusi yang mengembangkan manusia secara utuh, yaitu meliputi aspek spiritual, akhlak, intelektual, dan keterampilan secara terpadu. Madrasah harus berorientasi ilmu pengetahuan dengan ciri-cirinya antara lain rasional, objektif, dan terbuka. Bukan lagi bersifat emosional, ekspansif, irrasional, tertutup dan subjektif.

Wallahu a’lam

Sabtu 29 April 2023. 06:55 wib

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mereka yang di Balik Layar

    Mereka yang di Balik Layar

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 752
    • 0Komentar

    “Santri dididik untuk berempati, itulah modal dasar dari pengusaha” Fendi Agus Sandrio, Direktur Indo Kretek Tobacco Malang Mz. Kamis, 30 Oktober 2025. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sebuah momen yang memang dibangun untuk saling sinergi tercipta dalam acara bertema Halaqah Santri Hybrid. Mengusung judul Santripreneur: Mewujudkan Kemandirian Santri sebagai Agen Perubahan dalam Mengawal Peradaban Dunia. […]

  • Gerakan Pembaharuan Tidak Kepalang

    Gerakan Pembaharuan Tidak Kepalang

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Abdul Malik Karim sang ketua lembaga.Pendidikan Ma’ari NU Cabang Malang kita.Mengkonstruk pembaharuan yang luar biasa.Menjadi model pendidikan NU di Indonesia.Pantas diharap terus berinovasi tanpa titik dan koma.Gebrakan yang akan kagetkan pengamat siapa saja.Mulai menata mutu dengan penjaminan terstigma.Pendidikan NU berkualitas tidak ada bandingnya. Rupanya kini melibatkan para pemikir dan […]

  • LP Ma’arif PCNU Malang “Robotic in Ramadhan 2026”

    LP Ma’arif PCNU Malang “Robotic in Ramadhan 2026”

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 405
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Rabu (25/02/2026) riuh peserta berkomentar “Senang sekali, nambah empat hari lagi ya!”, “keren!”, “Robotiknya seru hingga pengen lagi!” ucap para peserta yang baru menyelesaikan Workshop Robotika di sesi pertama. “Madrasah di bawah maarif paling besar atau mayoritas, sehingga kita harus menjadi uswah yakni madrasah yang selalu berkembang dan selalu belajar” […]

  • <strong>NONGKRONG SOAL VISI</strong>

    NONGKRONG SOAL VISI

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Esensi terpenting dari kepemimpinan adalah memiliki visi. Itu harus menjadi visi yang bisa Anda ucapkan dengan jelas dan lantang di setiap kesempatan. Anda tidak bisa meniupkan terompet dengan ragu-ragu” Theodore Hesburgh. “No, ngapa kamu gak jawab waktu ditanya soal visi di seminar tadi?” Tanya Budi agak gusar pada temannya Narno. […]

  • Motivation is an Energy

    Motivation is an Energy

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Bq. Selasa 2 Juli 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang “Selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari bahkan bagi seorang master sekalipun” Master Shifu. Sahabat saya meminta saya membantunya untuk mengisi pelatihan para guru. Saya menerimanya dengan semangat dan saya bahagia karena tentunya saya akan bertemu dengan para guru yang memiliki motivasi yang tinggi. Ngomong-ngomong tentang […]

  • LP Ma’arif Kab Malang Gandeng Pascasarjana UIN MALIKI dan Diknas Kab Malang

    LP Ma’arif Kab Malang Gandeng Pascasarjana UIN MALIKI dan Diknas Kab Malang

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Dr. H. Amka. Sabtu, November 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang LP Ma’arif NU Kab. Malang terus mengembangkan sayapnya dalam dunia pendidikan, biasanya melakukan pembinaan di sekolah-sekolah dan Madrasah Ma’arif se Kab Malang, kali ini melakukan pembinaan lintas kementrian yaitu di bawah naungan DIKNAS KAB MALANG dimana sekolah-sekolah negeri di 4 kecamatan yaitu, SMPN 1, […]

expand_less