Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
  • visibility 1.443

Dr. KH. Faris Khoirul Anam. Kamis, 15 Juni 2023

LP Ma’arif NU Kabupaten Malang.

Kemaren malam saya memperkenalkan beberapa tool Kecerdasan Buatan / Artificial Intelligence (AI) kepada para santri. Pikir saya, lebih baik kita kenalkan lalu kita arahkan, daripada mereka tahu sendiri, lalu mencari arah sendiri. Saya lalu bukakan salah satu produk AI popular saat ini: https://chat.openai.com

Di depan mereka, saya tunjukkan bagaimana kecerdasan buatan, sesuai permintaan saya, membuatkan saya puisi untuk istri, membuatkan saya cerita pendek dengan tokoh utama “Faris dari Lereng Gunung Semeru”, lalu membuatkan mars pondok, membuat soal opsional, dan lain-lain. Semuanya dikerjakan AI dalam hitungan detik.

Jadi Kalau Dipikir, ‘Alim Mana Kita dengan AI?

Yang saya contohkan itu baru satu produk AI. Masih banyak lagi “mesin-mesin” di sekitar kita. Di dunia pembelajaran saja, ada sekitar 100 tool mesin AI. Maka saya tanyakan kepada anak-anak pondok usia SMP dan SMA itu, “Dengan ketersediaan informasi melimpah dan kemudahan saat ini, masih perlukah kita mondok dan sekolah?”

Untungnya anak-anak generasi Z dan Alpha itu menjawab, “Masiih.”

Saya bilang, “Lo, kan sudah ada Ki-AI yang sangat alim. Ngapain kalian mengaji dan mondok? Kan tinggal ngetik pertanyaan saja, nanti Ki-AI menjawab?”

Sebagian menjawab,

  • “Tetap mondok, untuk cari berkah.”
  • “…. agar berakhlak.”
  • “ …. Agar dapat doa.”
  • “…. Agar hidup berkah.”

Saya tidak mengarahkan jawaban para santri ini. Tapi sungguh jawaban itu membuat saya lega. Nyatanya, yang mengarahkan bahkan ngoprak-ngoprak mereka shalat berjama’ah juga para pengurus pondok, bukan AI. Yang ngoprak-ngoprak mereka shalat dhuha tiap pagi juga Ustadz Achmad Hambali Kurniawan, bukan mesin AI. Yang selalu wora-woro menuju spot kebersihan masing-masing juga masih Bude Ima, bukan AI.

Ada Dua Jenis Knowledge

Saya tampilkan slide berikutnya bahwa pengetahuan itu ada dua. Ada Explicit Knowledge, berupa data, informasi, dokumen, rekaman, file. Ada Tacit Knowledge berupa pengalaman, pikiran, kompetensi, komitmen, dedikasi. Menurut para pakar, Explicit Knowledge jatahnya cuma 5 persen. Sedangkan Tacit Knowledge jatahnya 95 persen. Nah, tacit knowledge tidak akan didapatkan melalui kecerdasan buatan. Tacit knowledge yang 95 persen itu masih membutuhkan manusia.

Maka ini sekaligus menjadi tantangan para dosen, guru, asatidz. Kata senior kami di UM, Pak Henry, “Kalau guru sekarang mainnya hanya di Explicit Knowledge, siap-siap saja ‘head to head’ dengan Artificial Intelligence!”

Ujung-ujungnya ya mbalik lagi ke peran guru, sebagai orang yang digugu dan ditiru. Didengar, dituruti, diteladani. Pertanyaannya, – meminjam pertanyaan Mbah Kung KH Mustofa Bisri – “Sudah bisakah perilaku dan ucapan kita ini menjadi ‘dalil’ bagi para santri – murid, anak kita?”

Road Map Dunia: Era 5.0 adalah Harmoni Mesin dan Manusia

Akhirul kalam…
Revolusi Industri memang era digitalisasi. Namun syukurnya-nya, era 5.0 adalah era personalisasi. Alias tidak murni AI / Kecerdasan Buatan. Contoh mudahnya adalah gojek. Ada mesinnya, ada orangnya.

Kita pun selama ini sudah mengharmonisasi diri dengan mesin. Contoh, masihkah ada yang menghapal nomor telp? Punya teman 100 orang, apa kita menghapal semua nomornya, atau kita serahkan pada mesin?

Jadi, kata Prof Syamsul Hadi, “Pekerjaan yang bisa dikerjakan mesin, biar mesin yang mengerjakan.”

Dengan tekhnologi, insyallah hidup lebih mudah dan indah. Semoga saja tetap berkah manfa’ah, dapat kebaikan melimpah, dan ah ah lainnya.

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOLABORASI LP MA’ARIF DENGAN KEMENAG KABUPATEN MALANG

    KOLABORASI LP MA’ARIF DENGAN KEMENAG KABUPATEN MALANG

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 912
    • 0Komentar

    humaslp 6 months ago UncategorizedMalang, LP Maarif Kab. Malang LP Ma’arif Kabupaten Malang tidak henti-hentinya menunjukkan keseriusan untuk membangun persatuan dan kesatuan. Hal ini dibuktikan kembali dengan silaturrahim dengan kepala Kementerian Agama Kabupaten Malang Dr. H.Mustain,M.Ag., pada hari Selasa (17/05/22) di kediaman pribadi beliau. Silaturrahim beberapa tokoh LP Ma’arif yang dihadiri oleh sang ketua Dr.H. […]

  • Audit Stage 2 ISO 21001: 2018: Menemukan Ruang- Ruang Perbaikan

    Audit Stage 2 ISO 21001: 2018: Menemukan Ruang- Ruang Perbaikan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 711
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Senin, 26 Januari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Senen, 26 Januari 2026, Audit Stage 2 ISO, Auditor yang dikirimkan Decra Adalah H.M. Taufiqurahman, SQ, MA, Ardi, dan Lenteras Mahadirka. Audit dilaksanakan selama dua hari, Dimana hari pertama scope audit Adalah Kegiatan perusahaan, proses utama, unit bisnis fungsional dan site yang akan diaudit […]

  • <strong>Musik untuk Kesuksesan Pendidikan</strong>

    Musik untuk Kesuksesan Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni Takusen o mainicho o Koko desu goshitekitane Nando waratte nando naite Nando kaze o hiite Takusan o tomodachi to Koko de asondekitane Doko de hashite doko de koronde Doko de kenka o shite (Potongan lirik lagu Sayonara Youchin yang menggambarkan suasana kegiatan di TK) Pekan ini kita banyak sekali diadakan […]

  • Literasi di Kaki Gunung

    Literasi di Kaki Gunung

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 695
    • 0Komentar

    “Setiap orang yang Kita jumpai berpotensi mengajari kita sesuatu” John C. Maxwell Izzy. Jum’at. 06 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Menikmati hawa sejuk dan alam yang natural membawa rasa segar dan tenang. Pekat kabur tak menutup pandangan saya menapaki jalan yang berliku dan cenderung menanjak. Setelah sejam lebih, saya melewati jalan yang hanya […]

  • Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd. “Jangan Puas Menjadi Elang di antara Belalang”

    Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd. “Jangan Puas Menjadi Elang di antara Belalang”

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Selasa 04 April 2023. LP Ma’arif Kabupaten Malang Hari minggu yang disumsikan sebagai hari libur tidak berlaku bagi pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Minggu (02/04/2023) giat diskusi dengan salah satu Guru Besar Universitas Negeri Malang yaitu Prof. Dr. Nurul Ulfatin, M.Pd., terlaksana di kediaman guru besar bidang Administrasi Pendidikan ini. […]

  • Langkah Pendidikan Inovatif: Mahasiswa UIN Malang Berkolaborasi dengan FITK dan LP. Ma’arif Kabupaten Malang Mengajar, Menggelar Kunjungan dan Sesi Mengajar Inspiratif di MTs. Wahid Hasyim 02 Dau  

    Langkah Pendidikan Inovatif: Mahasiswa UIN Malang Berkolaborasi dengan FITK dan LP. Ma’arif Kabupaten Malang Mengajar, Menggelar Kunjungan dan Sesi Mengajar Inspiratif di MTs. Wahid Hasyim 02 Dau  

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Selasa 12 Desember 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Selasa, 12 Desember 2023 beberapa mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang jurusan PAI semester 5 yang bekerja sama dengan FITK dan LP Ma’arif Kab. Malang mengajar mengunjungi salah satu MTs. didaerah Dau. MTs. tersebut bernama Mts Wahid Hasyim 02 Dau yang berlokasi di Jl.Raya […]

expand_less