Speak, Inspire, Shine
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 10

“Kepandaian berpidato berarti tindakan, dan mata orang bodoh jauh lebih tajan daripada telinga mereka” Shakespeare
Izzy. Jum’at 21 Agustus 2026.

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang.
Siap-siap mau lomba pidato antar sekolah?, guru kesulitan cari talent?, siswa pemalu?, siswa tidak percaya diri?, siswa down saat lomba?, guru mengalami kesulitan saat melatih?, siswa hanya terpaku pada hafalan tanpa pengembangan dan ekspresi?. Ini beberapa kendala yang dihadapi guru di saat melatih siswa-siswi mau mengikuti lomba publick speaking.
Saya ingin membuka memori dengan pidato terkenal berjudul “We Choose to Go to The Moon”. Pidato John F Kennedy tahun 60-an disaat pertikaian Amerika dan Uni Soviet. John F. Kennedy berkata “We choose to go to the moon in this decade and do the other things, not because they are easy, but because they are hard”, ia memberikan pesan pada kita bahwa kebanyakan orang justru memilih sesuatu yang mudah untuk dikerjakan dan diselesaikan, bukannya malah yang susah.
Saya beralih kepada Martin Luther King, Jr dengan judul pidatonya “I Have a Dream” yang membanwanya mendapatkan penghargaan Nobel dalam bidang perdamaian. King, Jr. berkata “I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed:”We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal.” Ia mengingatkan tentang janji demokrasi untuk berkomitmen dalam persamaan hak tanpa membedakan ras dan warna kulit. Dua contoh pidato ini menjadi bukti bagaimana orasi memiliki pengaruh yang besar bagi dunia.

Kamis, 20 Agustus 2026 menjadi momen menyenangkan di saat saya menemani Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Kecamatan Turen dalam Workshop di MI Miftahul Huda Turen. Memilih tema “Speak, Inspire, Shine: Teknik pidato, dan pildacil dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris”. Semangat mereka agar terampil berbicara dengan percaya diri, menginspirasi dengan kata, bersinar dengan prestasi, sangatlah terlihat jelas.
Pidato bagian dari seni berbicara bukan hanya keterampilan berbicara. Seni berbicara merupakan bagian dari tanggung jawab guru untuk mendidik siswa-siswi piawai berpidato. Pidato berasal dari istilah retorika yang berasal darai Bahasa Yunani “rethor”, dalam Bahasa Inggris disebut “orator”

Seni berbicara di depan umum membutuhkan waktu dan Latihan yang disiplin untuk menguasainya. Publick speaking adalah perjalanan dengan sebuah tujuan, dan itu harus direncanakan. Jika saya tidak memulai dari manapun, saya tidak akan sampai ke sana
Kita bicara saja tentang perencanaan, karena kalau bicara publick speaking secara umum maka membutuhkan waktu satu semester kalau di kampus heheheheheh…..Penulis “Acres of Diamonds” Bernama Russel H. Conwell berbagi strategi perncanaan berpidato. Skema yang ia buat yaitu: utarakan fakta-fakta Anda; Perdebatkan fakta tersebut; dan doronglah audiens untuk beraksi.
Bagaimana Anda akan beraksi? Strategi ini bisa dikembangkan. Mulailah dengan memperoleh perhatian yang diperlukan, kembangkan percaya diri, sampaikanlah fakta-fakta Anda, sampaikanlah kepada audiens mengenai kelebihan saran Anda, dan doronglah motif yang membuat orang bertindak. Ini perlu dilatih secara intensif kepada siswa-siswi.

Dale Carnegie mengajarkan saya beberapa prinsip kuno dalam berbicara di depan umum. Pertama: Tekankanlah kata-kata penting dan tangguhkan yang tidak penting. Saya menekankan satu atau dua suku kata dalam sebuah kata, dan menekannya dengan kuat dan mengucapkan lainnya dengan cepat. Kedua: Ubahlah nada suara. Saya membuat nada suara saya naik-turun dari tinggi sampai rendah dan kembali tinggi. Sesekali saya akan berhenti sejenak untuk menjadikannya lebih alami. Ketiga: Ubah-ubahlah kecepatan berpidato. Mengubah kecepatan lebih menyenangkan daripada datar seperti gurun Alkali di Nevada. Kalau itu terjadi maka akan sangat membosankan. Keempat: Berhentilah sejenak sebelum dan sesudah ide-ide penting. Hal ini sering dilakukan oleh Lincoln, Dia memberikan kekuatan makna ungkapan tersebut untuk memengaruhi penontonnya.
Melatih siswa-siswi termapil berpidato membutuhkan proses, disiplin, pengetahuan yang luas, dan tentunya percaya diri. Saya menyampaikan materi melalui kata-kata sungguh sangatlah penting. Namun, Ketika kata menimbulkan rasa dalam pidato disampaikan maka tidak sekedar apa yang saya sampaikan, tetapi bagaimana saya menyampaikannya.
Wallahu a’laam
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
