Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Kita Bisa Menyelesaikannya

Kita Bisa Menyelesaikannya

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
  • visibility 1.413

 

Izzy. Sabtu, 05 April 2025

“Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin dijalan yang benar maka lanjutkan.” K.H. Abdurrahman Wahid

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang.

Sabtu sore 05 April 2025. Suasana masih lengang saat kami memasuki area Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah yang diasuh oleh KH Zainul Arifin. Maklumlah pesantren memang sedang libur dalam suasana lebaran. Kami pun juga bertanya tanya apakah pengasuh sudah kembali dari perjalanan mudik dari Rembang Jawa Tengah?. Namun kami mencoba memberanikan sowan ke ndalem dan alhamdulillah ternyata beliau baru saja tiba di pondok.

Obrolan kami sangat menarik. Saya menyimak momen ini dan pas memang di pendopo masih rombongan kami saja yang “menguasai”. Kami menyimak dawuh beliau sekaligus kisah perjuangan beliau mulai saat memulai berdakwah dan mendidik masyarakat. Sesekali kami menyampaikan perkembangan LP Ma’arif dengan dinamika yang terjadi di dalamnya kepada beliau.

Saya ingin menuliskan simpulan saya disini. Simpulan yang saya ambil setelah menikmati kehangatan obrolan kami sambil sesekali merasakan semilir angin menyapa menerobos di sela-sela ukiran kayu jati yang klasik. Seperti ucapan Kahlil Gibran “Biarkan ada ruang dalam kebersamaanmu, dan biarkan angin langit menari di antara kalian.”

Satu: Perjuangan harus dijalani  dan diyakini Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan. Perjuangan berdakwah akan selalu berhadapan dengan tantangan, terkadang tantangan berwujud tantangan fisik, pengethuan atau pemikiran, rasa, bahkan spiritual. Tantangan untuk diselesaikan, maka dibutuhkan ilmu dan keyakinan yang sangat besar. Disaat tantangan ini bisa dilalui disitulah kita akan merasakan kebahagiaan dan rasa syukur atas semuanya. “Tidak boleh takut, harus berani berjuang” dawuh beliau. Saya teringat perkataan Abert Einstein “Jika ingin hidup bahagia kaitkanlah dengan tujuan, bukan dengan orang atau benda.”

Dua: Kepercayaan sangat penting. Kepercayaan dibangun dengan berperilaku jujur dalam melaksanakan tugas sebaik mungkin. Di dalam melaksanakan tugas ini perlu dibangun manajemen yang bagus. Manajemen yang bagus menghasilkan dampak yang baik. Salah satu problematik yang terjadi di saat mengembangkan lembaga pendidikan adalah manajemen yang morat marit.

Tiga: Perlu proses tidak instant dan dilakukan dengan sungguh-sungguh atau mempeng. Proses dalam menata lembaga pendidikan dan masyarakat melalui komunikasi yang bagus. Tanpa komunikasi yang bagus menimbulkan konflik internal maupun eksternal. Menurut saya ini seperti filosofi tumpeng dalam budaya kita. Dari tradisi nasi tumpeng kita diajarkan ajaran “Yen metu kudu mempeng” artinya ketika keluar dari rumah dan berjuang di masyarakat harus sungguh-sungguh. atau ada pula yang mengartikan “Metu dalan kang lempeng” artinya hidup melalui jalan yang lurus yaitu jalan yang diridhloi Tuhan dengan semangat, yakni fokus dan tidak mudah putus asa.

Empat: Rotasi kepemimpinan lembaga. Sebuah lembaga perlu melakukan rotasi kepemimpinan kepala madrasahnya/sekolahnya. Waktu yang terlalu lama dalam memimpin lembaga bisa menimbulkan kecenderungan munculnya mindset raja-raja kecil di lembaga tersebut, dan ini tidak sehat kedepannya.

Lima: Kaderisasi berkelanjutan. Kaderisasi ini penting untuk keberlanjutan program. Namun, perlu diingat bahwa kaderisasi perlu diberikan kepada mereka yang bisa jujur, Ikhlas, bertanggung jawab serta memiliki loyalitas untuk melanjutkan estafet perjuangan di lembaga. Pemilihan kader yang salah malah akan menghancurkan lembaga tersebut.

Lima: Kebersamaan. Memperjuangkan kebaikan perlu dilakukan bersama-sama dalam persatuan. Dengan persatuan maka kita akan kuat. Kuat dalam olah fisik, olah pikir, olah rasa, dan olah batin.

Enam: Pengambilan keputusan. Mengambil keputusan tidak hanya menggunakan logika dan ilmu pengetahuan semata. Tetapi juga dengan kebersihan hati dilanjutkan dengan riyadloh atau tirakat sehinga menghasilkan keputusan yang baik.

Sebuah wejangan Gus Dur yang luar biasa. Gus Dur pernah berkata “Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin dijalan yang benar maka lanjutkan.”

Wallahu a’laam

Penulis: Izzy

 

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bekerja Berbasis Mutu, Bukan Berbasis Akreditasi

    Bekerja Berbasis Mutu, Bukan Berbasis Akreditasi

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 767
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Kamis 29 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Lulusan Pondok Pesantren Al Qur’an Assa’idiyyah harus memiliki ciri khusus. Maka dari itu, perlu pengetahuan yang sangat luas untuk kita serap supaya PPAA lebih maju. Mudah-mudahan PPAA baik pendidik dan pengurus semakin memiliki kualitas dan kemampuan yang luar biasa” sambut KH Ali Musthofa […]

  • Kolaborasi Ma’arif NU dan UIN Malang: Pencegahan Bullying dengan Nilai Keaswajaan

    Kolaborasi Ma’arif NU dan UIN Malang: Pencegahan Bullying dengan Nilai Keaswajaan

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 917
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kabupaten Malang – Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Malang terus mengampanyekan Ma’arif Against Bullying. Kampanye tersebut dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (22/08/2024). Kegiatan ini bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN […]

  • Sekolah Moderasi

    Sekolah Moderasi

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 716
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni Membangun sekolah rasa “moderasi” sepertinya sudah menjadi “makanan” yang harus disajikan oleh LP Ma’arif kabupaten Malang. Salah satu SMA yang unik ditemui adalah SMA Islam Diponegoro Wagir. Penulis bertemu dengan guru guru dari agama Hindu dan mengajar di sana. Maka bayangan penulis bahwa ini adalah hal yang patut dicontoh untuk […]

  • Observasi dan Volunteer LP Ma’arif bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang

    Observasi dan Volunteer LP Ma’arif bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 623
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 30 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Madrasah Ibtidaiyah Desa Sumber Keradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang kedatangan mahasiswa pasca sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tepatnya pada Selasa (13/12/2022) pagi hari. Kedatangan beberapa mahasiswa tersebut atas perintah dari salah satu dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang merupakan ketua […]

  • Monitoring dan Evaluasi UAMNU

    Monitoring dan Evaluasi UAMNU

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.452
    • 0Komentar

    Selasa, 15 April 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang SMP Islam Pakisaji sukses melaksanakan kegiatan Ujian Akhir Ma’arif NU (UAMNU) tahun 2025 yang berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 14 hingga 21 April 2025. Ujian ini diikuti oleh 22 siswa kelas IX sebagai bentuk evaluasi akhir pembelajaran di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama. Pelaksanaan UAMNU […]

  • Dengarkan Aku, akan Kukatakan dengan Indah!

    Dengarkan Aku, akan Kukatakan dengan Indah!

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Izzy Bq. Senin 26 Januari 2026     “Setiap konflik yang kita hadapi dalam hidup penuh dengan potensi positif dan negatif. Ini bisa menjadi sumber inspirasi, pencerahan, pembelajaran, transformasi, dan pertumbuhan-atau kemarahan, ketakutan, malu, perasaan terjebak, dan penolakan. Pilihannya bukan di tangan lawan, tetapi di tangan kita, serta kesediaan kita untuk menghadapinya dan berusaha […]

expand_less