Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Kita Bisa Menyelesaikannya

Kita Bisa Menyelesaikannya

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
  • visibility 1.206

 

Izzy. Sabtu, 05 April 2025

“Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin dijalan yang benar maka lanjutkan.” K.H. Abdurrahman Wahid

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang.

Sabtu sore 05 April 2025. Suasana masih lengang saat kami memasuki area Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah yang diasuh oleh KH Zainul Arifin. Maklumlah pesantren memang sedang libur dalam suasana lebaran. Kami pun juga bertanya tanya apakah pengasuh sudah kembali dari perjalanan mudik dari Rembang Jawa Tengah?. Namun kami mencoba memberanikan sowan ke ndalem dan alhamdulillah ternyata beliau baru saja tiba di pondok.

Obrolan kami sangat menarik. Saya menyimak momen ini dan pas memang di pendopo masih rombongan kami saja yang “menguasai”. Kami menyimak dawuh beliau sekaligus kisah perjuangan beliau mulai saat memulai berdakwah dan mendidik masyarakat. Sesekali kami menyampaikan perkembangan LP Ma’arif dengan dinamika yang terjadi di dalamnya kepada beliau.

Saya ingin menuliskan simpulan saya disini. Simpulan yang saya ambil setelah menikmati kehangatan obrolan kami sambil sesekali merasakan semilir angin menyapa menerobos di sela-sela ukiran kayu jati yang klasik. Seperti ucapan Kahlil Gibran “Biarkan ada ruang dalam kebersamaanmu, dan biarkan angin langit menari di antara kalian.”

Satu: Perjuangan harus dijalani  dan diyakini Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan. Perjuangan berdakwah akan selalu berhadapan dengan tantangan, terkadang tantangan berwujud tantangan fisik, pengethuan atau pemikiran, rasa, bahkan spiritual. Tantangan untuk diselesaikan, maka dibutuhkan ilmu dan keyakinan yang sangat besar. Disaat tantangan ini bisa dilalui disitulah kita akan merasakan kebahagiaan dan rasa syukur atas semuanya. “Tidak boleh takut, harus berani berjuang” dawuh beliau. Saya teringat perkataan Abert Einstein “Jika ingin hidup bahagia kaitkanlah dengan tujuan, bukan dengan orang atau benda.”

Dua: Kepercayaan sangat penting. Kepercayaan dibangun dengan berperilaku jujur dalam melaksanakan tugas sebaik mungkin. Di dalam melaksanakan tugas ini perlu dibangun manajemen yang bagus. Manajemen yang bagus menghasilkan dampak yang baik. Salah satu problematik yang terjadi di saat mengembangkan lembaga pendidikan adalah manajemen yang morat marit.

Tiga: Perlu proses tidak instant dan dilakukan dengan sungguh-sungguh atau mempeng. Proses dalam menata lembaga pendidikan dan masyarakat melalui komunikasi yang bagus. Tanpa komunikasi yang bagus menimbulkan konflik internal maupun eksternal. Menurut saya ini seperti filosofi tumpeng dalam budaya kita. Dari tradisi nasi tumpeng kita diajarkan ajaran “Yen metu kudu mempeng” artinya ketika keluar dari rumah dan berjuang di masyarakat harus sungguh-sungguh. atau ada pula yang mengartikan “Metu dalan kang lempeng” artinya hidup melalui jalan yang lurus yaitu jalan yang diridhloi Tuhan dengan semangat, yakni fokus dan tidak mudah putus asa.

Empat: Rotasi kepemimpinan lembaga. Sebuah lembaga perlu melakukan rotasi kepemimpinan kepala madrasahnya/sekolahnya. Waktu yang terlalu lama dalam memimpin lembaga bisa menimbulkan kecenderungan munculnya mindset raja-raja kecil di lembaga tersebut, dan ini tidak sehat kedepannya.

Lima: Kaderisasi berkelanjutan. Kaderisasi ini penting untuk keberlanjutan program. Namun, perlu diingat bahwa kaderisasi perlu diberikan kepada mereka yang bisa jujur, Ikhlas, bertanggung jawab serta memiliki loyalitas untuk melanjutkan estafet perjuangan di lembaga. Pemilihan kader yang salah malah akan menghancurkan lembaga tersebut.

Lima: Kebersamaan. Memperjuangkan kebaikan perlu dilakukan bersama-sama dalam persatuan. Dengan persatuan maka kita akan kuat. Kuat dalam olah fisik, olah pikir, olah rasa, dan olah batin.

Enam: Pengambilan keputusan. Mengambil keputusan tidak hanya menggunakan logika dan ilmu pengetahuan semata. Tetapi juga dengan kebersihan hati dilanjutkan dengan riyadloh atau tirakat sehinga menghasilkan keputusan yang baik.

Sebuah wejangan Gus Dur yang luar biasa. Gus Dur pernah berkata “Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin dijalan yang benar maka lanjutkan.”

Wallahu a’laam

Penulis: Izzy

 

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berjalan Intensif Pelatihan Menulis 2 Jurnal Ilmiah

    Berjalan Intensif Pelatihan Menulis 2 Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 989
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Selasa (8/07/2025) Aula pertemuan di Sigura-gura mulai dihadiri oleh peserta. Pengusaha yang support terhadap dunia pendidikan H. Fendi Agus Sandrio Mirawanto, A.Md., pimpinan PT Indo Kretek Tobacco Indonesia ikut support terhadap kegiatan ini. Di awal acara beliau menyampaikan support terhadap beragam inovasi pendidikan yang dilakukan oleh LP Ma’arif PCNU Kabupaten […]

  • Ice Breaking Membahana di PKB KKMI Malang

    Ice Breaking Membahana di PKB KKMI Malang

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Bq. Senin 08 Juli 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sejumlah 1799 orang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kabupaten Malang, bernyanyi dan berbahagia bersama. Mulai Kamis 27 Juni 2024 sampai dengan Sabtu 06 Juli 2024, Hotel Grand MIAMI Kepanjen Malang menjadi saksi bagaimana semua guru menikmati pelatihan menyenangkan bersama Sekjen LP Ma’arif NU Kabupaten Malang […]

  • K.H. MASYKUR: KONSEP GERAKAN PENDIDIKAN PEMBEBASAN

    K.H. MASYKUR: KONSEP GERAKAN PENDIDIKAN PEMBEBASAN

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    humaslp2 weeks ago Learning, OpiniDr. H. Abdul Malik Karim Amrullah. M.Pd.I Dosen FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang; Ketua LP Ma’arif Kabupaten Malang Pendidikan Islam telah meletakkan prinsip yang mendasar untuk menghasilkan manusia paripurna yaitu manusia yang selamat dan berkembang intelektual, jiwa dan raganya. Pendidikan Islam lebih memperhatikan untuk menyelamatkan fitrah manusia yaitu manusia yang […]

  • ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

    ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Orang-orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu, sampai mereka mengetahui seberapa besar Anda peduli”                 Sebuah penghargaan besar didinding ruang tamu Prof. Imam menyita perhatian saya, saya membaca tulisan tersebut dan berisi tentang pengahrgaan kehormatan yang diberikan kepada Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo atas kontribusi besar beliau terhadap Peradaban Islam […]

  • <strong> Antusiasme Mencapai Kompetensi</strong>

     Antusiasme Mencapai Kompetensi

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Kamis 26 Januari 2023 “Pertandingan yang sesungguhnya selalu terjadi antara apa yang telah Anda capai dengan apa yang mungkin Anda capai” Geoffrey Gaberino Gerimis tak kunjung berhenti sejak tengah malam. Sambil menikmati semilir angin saya membaca sebuah tulisan yang sangat menarik. Pengusaha George Crane dalam tulisan itu berkata “Tidak ada […]

  • LP Ma’arif dan MMPI Mengabdi, Menuju “Otak Jerman Hati Makkah”

    LP Ma’arif dan MMPI Mengabdi, Menuju “Otak Jerman Hati Makkah”

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 30 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. LP Ma’arif Kabupaten Malang bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengabdi dilaksakan pada Senin (12/12/2022) mulai pukul 09.00 sampai selesai di Madrasah Tsanawiyah “Nurul Huda” Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Anggota voluntir terdiri dari lima orang mahasisawa pasca […]

expand_less