Mengapa World Class? Bagaimana Strateginya?
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 16

“Internasional? Mengapa? Bagaimana? Bagaimana murid berwawasan global dan mampu berinteraksi internasional? Bagaimana ini bukan hanya branding saja?” Dwi Retno Palupi, kepala MTs. Almaarif 01 Singosari Malang.

Bq. Rabu, 06 Mei 2026
LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Malang Melaksanakan Pelatihan Kepala Satuan Pendidikan se-kabupaten Malang batch ke-3 dengan tema World Class Ma’arif Education “Inovasi Pendidikan Ma’arif menuju Pendidikan Berkualitas untuk Semua.” Rabu (06/05/2025) di Aula Aswaja Gedung LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang.
Tim Ma’arif Malang juga menghadirkan Kepala Mdrasah berprestasi dan inspiratif dari MTs. Almaarif 01 Singosari Malang, Dwi Retno Palupi M.Pd.
Revitalisasi Kepemimpinan Madrasah
Di waktu berbeda, narasumber pertama berkata “Berdasarkan data dari OECD yang menyelenggarakan program PISA 2022 bahwa dari 81 negara partisipan dengan jumlah siswa yang diteliti mencapai kurang lebih Sekitar 690.000 siswa. Mereka mewakili sekitar 29 juta siswa berusia 15 tahun. Indonesia menempati urutan ke-69” paparan wakil Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang H. Yusuf Ratu Agung, MPsi., M.A.,


Foto: Para kepala madrasah/sekolah
Beliau memaparakan mengapa Lembaga Pendidikan Islam harus percaya diri daripada Lembaga lainnya. Karena Lembaga Pendidikan Islam berusia lebih tua dari Lembaga sekolah yang baru berkembang di masa kolonial.
LP Ma’arif PCNU kabupaten Malang akan mengadakan pelatihan kepala sekolah selama tiha hari. Mereka akan dilatih untuk Membangun visi misi, kurikulum integrative, manajemen sumber daya, kemitraan, kewirausahaan, riset, TIK, Aswaja, dan Kebangsaan. Lembaga ma’arif tidak boleh menjadi penonton perubahan. Tetapi, madrasah kita bagian dari Solusi, bukan masalah.
Best Practice Pengelolaan Program Unggulan
“Saya saat in ingin menyampaiakan sesuatu yang menurut saya luar biasa, yang saya jarang sampaikan di forum-forum lainnya” Sapa Ibu Dwi Retno Palupi, M.Pd., Kepala MTs. Almaarif Singosari Malang. Salah satu tokoh Wanita inspiratif sebagai kepala madrasah sukses.

Foto: Kepala MTs. Almaarif 01 Singosari Malang
Madrasah unggul berstandar nasional dimaknai sangat luwes dalam penjelasan ini. Beliau menjelaskan bagaimana MTs. Almaarif menjadi madrasah unggul. Tidak hanya menuju madrasah unggul, tetapi juga bagaimana merawat madrasah untuk stabil dalam menjaga keunggulan dan kebermanfaatan kepada masayarakat.
“Siswa kami merata dari wilayah Kabupaten malang. Tidak hanya itu, kami juga kedatangan siswa-siswi dari luar propinsi. Sepuluh program unggulan kami muncul sebagai keunggulan yang kami miliki. Salah satunya Program Madrasah Ramah Anak. Nilai-nilai ramah anak menjadi budaya dan memenuhi standarisasi satuan Pendidikan ramah anak. Kami memetakan nalaisis potensi dan karakteristik, kebutuhan dan harapan, dan wujud nyata berupa langkah-langkah yang diambil.” Jelas kepala madrasah yang sudah memasuki periode kepala kesekian kalinya.
Di dalam pengelolaan kelas pengembangan minat dan bakat. Dibutuhkan pengelolaan kelas yang mewadahi pengembangan potensi minat dan bakat. Hal ini membawa anak lebih senang dan fokus. Juga pembinaan rutin dan mudah, serta menumbuhkan kreativitas layanan.
“Internasional? Mengapa? Bagaimana? Bagaimana murid berwawasan global dan mampu berinteraksi internasional? Bagaimana ini bukan hanya branding saja?” tanya beliau kepada peserta. Sejurus kemudian, Wanita asli Wonogiri ini mengurai dengan sangat menjiwai. Bahkan bagaimana program-program keunggulan ini bisa diterapkan di lembaga setingkat SMA/MA/SMK.

Para kepala madrasah sangat antusias. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan. Mereka mulai gelisah dan ingin segera mencapai kemajuan dan keunggulan di Lembaga masing-masing. Pemateri memberikan Solusi berbasis best practice “Ayo bangun sistem yang kuat, tata Kelola yang solid’ loyal kepada lembaga bukan kepada figur.”
Layanan Dasar Administrasi Ma’arif
Di dalam penjelasan mengenai layanan dasar administrai LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Wakhid Khoiruddin yang akrab dipanggil Gus Dur menyebutkan bahwa layanan itu berupa 1) pendataan satuan Pendidikan asset LP Ma’arif PBNU, 2) Badan Hukum Perkumpulan nahdlatul Ulama (BHPNU), 3) izin operasional madrasah/sekolah, 4) dapodik ma’arif: kemendikbud dan kemenag, 5) ajuan SK berkala: kamad/kasek dan GTK, dan 6) ajuan kepengurusan BP3MNU Tingkat satpen ranting MWC.

Beliau menjelaskan satu per satu setiap poin dengan jelas dan komunikatif. Hal ini penting untuk mengurangi problematic yang terjadi di Lembaga-lembaga.
Misalnya, tidak lama kemudian, beliau juga menjelaskan tentang pengusulan masuk dapodik LP Ma’arif PBNU dengan melengkapi syarat, ketentuan, dan alur yang harus ada yakni: 1) surat pengantar dari kepala sekolah/madrasah, 2) foto copi beberapa berkas, dan 3) email aktif. Contoh lain yang beliau jelaskan yaitu pengusulan SK berkala dengan melampirkan beberapa berkas seperti SK permohonan, SK ketetatapan, SK pengantar dari LP Ma’arif MWC NU hingga diskusi terbuka dengan ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang mengenai program peningkatan kualitas pendidikan yang telah disusun Lembaga tersebut.

Statement Gus Dur yang sangat membuat peserta senang adalah “Ma’arif siap membantu pengurusan IMB lembaga madrasah Anda.”
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
