Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Sastra Memanusiakan Manusia

Sastra Memanusiakan Manusia

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
  • visibility 1.436

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Belajarlah sastra. Kau akan mengerti bahasa manusia dan bicaramu akan santun dan indah” KH Husein Muhammad

LP Ma’arif sangat getol untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan, pendidikan yang bahagia, siswa yang bahagia, guru yang bahagia, dengan fitrah nilai-nilai pendidikan yang kembali menuju memanusiakan manusia. Maka tak bisa lepas dari kesusateraan. Prof Djoko Saryono berujar bahwa kita akan bisa bahagia bila kita bisa mengikutsertakan alam dan alam yang tidak bisa kita liat dengan hidup berdampingan dengan baik. Kembali menjadi manusia yang bahagia dengan bahagia bersama alam semesta.

Saya tiba-tiba teringat dawuh KH. Husein Muhammad ketika saya menghadiri pelantikan Himpunan Sarjana Kesusasteraan Komesariat Malang di Universitas Muhammadiyah Malang Sabtu 11 Februari 2023 lalu, yang mana saya menjadi bagian di dalamnya. Disitu para sastrawan yang hadir tidak hanya dari Malang saja namun beberapa kabupaten lain berkumpul untuk mengabdi menjadi pengurus dalam masa beberapa tahun ke depan.

Namun. Ada kenyataan berbeda ketika Taufiq Ismail membaca beberapa buku pelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah menengah. Prof. Sarwiji Suwandi bercerita bahwa Taufiq Ismail sangat galau karena para linguis yang mendominasi kurikulum dan buku teks ini menghalangi anak bangsa menikmati pusaka sastra yang ditulis sastrawan Indonesia, merintangi mereka mereguk karya sastra yang akan menjadikan mereka cendekia, dan mencegah mereka memperoleh pencerahan batin dalam pertumbuhan kepribadian menjelang usia dewasa. Lalu apakah pentingnya sastra bagi pendidikan? Saya sendiri dalam perjalanan hadir di berbagai lembaga pendidikan sering menemukan anggapan bahwa Bahasa dan sastra tidak penting. Entahlah, saya berharap ini kesalahan pemahaman saya saja.

Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) pemikir dan sastrawan Jerman. Beliau sangat menguasai karya sastra yang berbahasa Inggris, Perancis dan Italia, beliau juga sangat memiliki perhatian besar dunia Islam dan Cina. Goethe berpendapat bahwa sastra sangat sukar dan karena itu harus dimengerti dan dihayati dengan serius. Goethe percaya bahwa sastra adalah dunia pemikiran. Dunia pencarian kebenaran pada hakikatnya adalah dunia pemikiran, sebab untuk mencari kebenaran manusia harus berpikir. Makin besar pemikiran menunjukkan makin besar seorang sastrawan. Goethe menganjurkan agar karya sastra para sastrawan besar dipelajari dengan baik. Dengan memelajarai karya-karya besar itulah seseorang akan memasuki dunia pemikiran dengan baik.

Sejalan dengan dawuh KH Husein Muhammad di atas, Goethe menjelaskan bahwa alat untuk menuangkan pemikiran dalam sastra adalah bahasa. Maka dari itu seseorang sebaiknya memelajari bahasa-bahasa yang dipergunakan sastrawan besar dalam menuliskan karyanya.

Sastrawan Budi Darma menulis bahwa sastra masuk dalam ilmu pengetahuan yang paling tua. Sastra masuk dalam kategori the humanities (humaniora) bersama dengan bahasa, agama. Sedangkan kategori lainnya adalah exac sciences dan social sciences. Sastra diciptakan dengan bahasa yang baik dan mengandung tujuan yang mulia. Sastra dalam humaniora berusaha untuk memanusiakan manusia sesuai dengan namanya human (manusia), berusaha untuk memanusiakan manusia (humanizing human beings) dan menjadikan manusia berbudaya (making human beings cultured).

Bahasa dan sastra mungkin sekali lagi dianggap tidak penting? Bahkan menurut sebagian pendidik. Sekali lagi perlu kita pahami bahwa segala sesuatu diungkapkan melalui bahasa, sastrawan Budi Darma berkata “Dengan menguasai bahasa, manusia dapat berkomunikasi dengan baik, mengetahui nilai-nilai luhur pemikiran orang bijak, dan mengungkapkan gagasan-gagasan yang baik melalui bahasa pula. Menurut konsep barat, sastra berasal dari litera, sedangkan menurut konsep timur yang awalnya dari peradaban India Kuno, sastra berasal dari su-sastra, yaitu tulisan yang baik dengan tujuan yang baik pula.”

Para tokoh meyakini bahwa sastra memiliki kekuatan yang dapat menguasai, menentramkan, dan mengatur dunia. Di waktu kecil, saya menikmati Film yang luar biasa menurut saya yakni Film Mahabarata di mana terjadi Perang Baratayudha. Konon, dalam Kitab Bhavadgita yakni kitab yang berisi percakapan antara Dewa Sri Khrisna dan Pangeran Arjuna. Dalam percakapan itu muncul pengertian yang abstrak tentang sastra. Sebegitu besarnyakah pentingnya sastra dalam kehidupan?

Saya teringat tentang kesusateraan di Cina. Dalam tradisi Konfusianisme, masyarakat Cina memposisikan sastra sebagai cara untuk memahami realitas atau di dunia yang kadang disebut menempuh jalan suci atau dao. Sastra dalam masyarakat Cina merupakan bagian dari satu kesatuan yang disebut dengan wen. Sastra sendiri sering disebut dengan wenxue. Susanto berkata “Dalam tradisi pemikiran masyarakat Cina diungkapkan dalam Lu Yu bagian VII nomor 6 mengatakan bahwa kesenian ataupun kesusaseraan merupakan salah satu cara menempuh jalan suci atau Dao.” Wen sendiri termasuk norma-norma dan agama.

Tertulis dalam Buku Pengantar Teori Sastra berisi penjelasan yang menarik yakni wen sendiri dapat menjadi bermacam-macam seperti wenzi, mencai, wenci, wengao, wenhao, wenhua, wenjiao, wenshi, wenren, sampai pada wentan, dan lainnya. Semua kata tersebut berhubungan dengan konteks ruang budaya, pendidikan, tulisan dan sastra. Di Negara Cina, menguasai sastra dan menjadi sastrawan menjadi keterpelajaran dan kehormatan seseorang hal ini bisa jadi menunjukkan pentingnya sastra, bahasa, dan kemanusiaan. Begitu pentingnyakah? Bagaimana dengan masyarakat kita yang mulai dimasuki virus emosional dan banyaknya ujaran kebencian di mana mana.

Sastra menjadi bagian untuk memanusiakan manusia sebagaimana tujuan pendidikan, sesuai dengan tujuan pendidikan dan visi misi LP Ma’arif Kabupaten Malang. Bersama dengan membuminya banyaknya ujiaran kebencian dan banyaknya hatters, mungkinkah kita akan bersastra lagi? Di sebuah tulisan lain KH. Husein Muhammad menulis “Hari inimu ialah masa depanmu, hari inimu adalah dirimu. Jangan biarkan hari-harimu tanpa membaca, mengaji, menulis, dan membagi cinta.” Selanjutnya juga Goethe menasihatkan “Jangan pernah melewatkan sehari pun tanpa memandang karya seni yang sempurna, mendengarkan musik yang merdu, dan membaca buku yang terkenal.” Literasi, Bahasa dan sastra untuk memanusiakan manusia. Selanjutnya? Entahlah.

Wallahu a’lam

Senin 13 Februari 2023: 10:07 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prioritas Kepercayaan

    Prioritas Kepercayaan

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Dr.H.Amka. Kamis, 23 November 2023 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kamis Pon, tanggal 23 November 2023. Dilaksanakan program penguatan kepala sekolah dan madrasah berupa pemaparan dan presentasi atas orientasi dari setiap pimpinan satuan pendidikan pasca pengajuan Surat Keterangan Berkala (SKB) sebagai pimpinan satuan pendidikan yang baru maupun perpanjangan. Hal tersebut dilakukan di hadapan ketua LP […]

  • Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

    Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.525
    • 0Komentar

    Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dulu, pesantren tidak membutuhkan kurikulum. Hasilnya hebat. Lahir tokoh-tokoh agama dari pesantren. Para santri datang ke pesantren berniat belajar ke kyai yang dikenal kealimannya. Masing-masing kyai memiliki keilmuan yg berbeda-beda, sehingga para santri pun ketika memilih Kyai, menyesuaikan jenis ilmu yang mereka ingin dalami. Para […]

  • MWC Wagir: “Wagir Siap Sambut Program Inovatif Ma’arif”

    MWC Wagir: “Wagir Siap Sambut Program Inovatif Ma’arif”

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    humaslp 4 months ago Berita, Kids, PendidikanMuhammad Masykur Izzy baiquni, 07 Juli 2022 Pengurus Cabang LP Ma’arif Kabupaten Malang melakukan pembinaan peningkatan kualitas guru dan siswa di Kecamatan Wagir. Rabu (06/07/2022) Dr. Hamka dan tim disambut oleh Pengurus MWC, Kepala sekolah SMP Sunan Giri dan para kepala sekolah serta utusan yang mewakili se kecamatan Wagir […]

  • LP Ma’arif Kabupaten Malang “Daki Gunung” Bina Penguatan Tradisi Aswaja di Tapal Batas

    LP Ma’arif Kabupaten Malang “Daki Gunung” Bina Penguatan Tradisi Aswaja di Tapal Batas

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.424
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Juma’at 16 Desember 2022 Selasa, 13 Desember 2022 pukul 10:00 wib terselenggaralah kegiatan Seminar Pendidikan yang di adakan oleh ketua dan pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Malang beserta wali murid SMP dan Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin dan SMA As-Shodiq di salah satu yayasan pondok pesantren di Lereng Semeru yaitu Pondok Pesantren […]

  • Praktek Manajemen Reference dan Strategi Tembus Jurnal Ilmiah

    Praktek Manajemen Reference dan Strategi Tembus Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.447
    • 0Komentar

    Bq. Malang, 28 Juni 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Sabtu (28/06/2025), Gedung Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi saksi bisu bagaimana 30 peserta dari para guru Ma’arif Kabupaten Malang berlatih menulis. Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah ini diikuti oleh peserta yang memamg benar-benar punya keinginan besar untuk mampu menulis Ilmiah. mereka datang dari berbagai […]

  • Guess Movement Spinner Peningkatan Minat Belajar

    Guess Movement Spinner Peningkatan Minat Belajar

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.817
    • 0Komentar

    I’anatut Tazkiyah, Iqbal Wahyudi, dan Rabiatul Adawiyah Harahap. Rabu 05 Juli 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang 03 Juli 2023, LP Ma’arif NU Kab. Malang melaksanakan workshop/pelatihan kembali dengan tema “Pengembangan Infrastruktur Digitalisasi di Lembaga Pendidikan” dengan lebih spesifik pada judul “Guess Movement Spinner Sebagai Media Pembelajaran Dalam Upaya Peningkatan Minat Belajar”. Kegiatan dilaksanakan di MA Al-Aziz […]

expand_less