Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Sastra Memanusiakan Manusia

Sastra Memanusiakan Manusia

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
  • visibility 1.294

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Belajarlah sastra. Kau akan mengerti bahasa manusia dan bicaramu akan santun dan indah” KH Husein Muhammad

LP Ma’arif sangat getol untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan, pendidikan yang bahagia, siswa yang bahagia, guru yang bahagia, dengan fitrah nilai-nilai pendidikan yang kembali menuju memanusiakan manusia. Maka tak bisa lepas dari kesusateraan. Prof Djoko Saryono berujar bahwa kita akan bisa bahagia bila kita bisa mengikutsertakan alam dan alam yang tidak bisa kita liat dengan hidup berdampingan dengan baik. Kembali menjadi manusia yang bahagia dengan bahagia bersama alam semesta.

Saya tiba-tiba teringat dawuh KH. Husein Muhammad ketika saya menghadiri pelantikan Himpunan Sarjana Kesusasteraan Komesariat Malang di Universitas Muhammadiyah Malang Sabtu 11 Februari 2023 lalu, yang mana saya menjadi bagian di dalamnya. Disitu para sastrawan yang hadir tidak hanya dari Malang saja namun beberapa kabupaten lain berkumpul untuk mengabdi menjadi pengurus dalam masa beberapa tahun ke depan.

Namun. Ada kenyataan berbeda ketika Taufiq Ismail membaca beberapa buku pelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah menengah. Prof. Sarwiji Suwandi bercerita bahwa Taufiq Ismail sangat galau karena para linguis yang mendominasi kurikulum dan buku teks ini menghalangi anak bangsa menikmati pusaka sastra yang ditulis sastrawan Indonesia, merintangi mereka mereguk karya sastra yang akan menjadikan mereka cendekia, dan mencegah mereka memperoleh pencerahan batin dalam pertumbuhan kepribadian menjelang usia dewasa. Lalu apakah pentingnya sastra bagi pendidikan? Saya sendiri dalam perjalanan hadir di berbagai lembaga pendidikan sering menemukan anggapan bahwa Bahasa dan sastra tidak penting. Entahlah, saya berharap ini kesalahan pemahaman saya saja.

Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) pemikir dan sastrawan Jerman. Beliau sangat menguasai karya sastra yang berbahasa Inggris, Perancis dan Italia, beliau juga sangat memiliki perhatian besar dunia Islam dan Cina. Goethe berpendapat bahwa sastra sangat sukar dan karena itu harus dimengerti dan dihayati dengan serius. Goethe percaya bahwa sastra adalah dunia pemikiran. Dunia pencarian kebenaran pada hakikatnya adalah dunia pemikiran, sebab untuk mencari kebenaran manusia harus berpikir. Makin besar pemikiran menunjukkan makin besar seorang sastrawan. Goethe menganjurkan agar karya sastra para sastrawan besar dipelajari dengan baik. Dengan memelajarai karya-karya besar itulah seseorang akan memasuki dunia pemikiran dengan baik.

Sejalan dengan dawuh KH Husein Muhammad di atas, Goethe menjelaskan bahwa alat untuk menuangkan pemikiran dalam sastra adalah bahasa. Maka dari itu seseorang sebaiknya memelajari bahasa-bahasa yang dipergunakan sastrawan besar dalam menuliskan karyanya.

Sastrawan Budi Darma menulis bahwa sastra masuk dalam ilmu pengetahuan yang paling tua. Sastra masuk dalam kategori the humanities (humaniora) bersama dengan bahasa, agama. Sedangkan kategori lainnya adalah exac sciences dan social sciences. Sastra diciptakan dengan bahasa yang baik dan mengandung tujuan yang mulia. Sastra dalam humaniora berusaha untuk memanusiakan manusia sesuai dengan namanya human (manusia), berusaha untuk memanusiakan manusia (humanizing human beings) dan menjadikan manusia berbudaya (making human beings cultured).

Bahasa dan sastra mungkin sekali lagi dianggap tidak penting? Bahkan menurut sebagian pendidik. Sekali lagi perlu kita pahami bahwa segala sesuatu diungkapkan melalui bahasa, sastrawan Budi Darma berkata “Dengan menguasai bahasa, manusia dapat berkomunikasi dengan baik, mengetahui nilai-nilai luhur pemikiran orang bijak, dan mengungkapkan gagasan-gagasan yang baik melalui bahasa pula. Menurut konsep barat, sastra berasal dari litera, sedangkan menurut konsep timur yang awalnya dari peradaban India Kuno, sastra berasal dari su-sastra, yaitu tulisan yang baik dengan tujuan yang baik pula.”

Para tokoh meyakini bahwa sastra memiliki kekuatan yang dapat menguasai, menentramkan, dan mengatur dunia. Di waktu kecil, saya menikmati Film yang luar biasa menurut saya yakni Film Mahabarata di mana terjadi Perang Baratayudha. Konon, dalam Kitab Bhavadgita yakni kitab yang berisi percakapan antara Dewa Sri Khrisna dan Pangeran Arjuna. Dalam percakapan itu muncul pengertian yang abstrak tentang sastra. Sebegitu besarnyakah pentingnya sastra dalam kehidupan?

Saya teringat tentang kesusateraan di Cina. Dalam tradisi Konfusianisme, masyarakat Cina memposisikan sastra sebagai cara untuk memahami realitas atau di dunia yang kadang disebut menempuh jalan suci atau dao. Sastra dalam masyarakat Cina merupakan bagian dari satu kesatuan yang disebut dengan wen. Sastra sendiri sering disebut dengan wenxue. Susanto berkata “Dalam tradisi pemikiran masyarakat Cina diungkapkan dalam Lu Yu bagian VII nomor 6 mengatakan bahwa kesenian ataupun kesusaseraan merupakan salah satu cara menempuh jalan suci atau Dao.” Wen sendiri termasuk norma-norma dan agama.

Tertulis dalam Buku Pengantar Teori Sastra berisi penjelasan yang menarik yakni wen sendiri dapat menjadi bermacam-macam seperti wenzi, mencai, wenci, wengao, wenhao, wenhua, wenjiao, wenshi, wenren, sampai pada wentan, dan lainnya. Semua kata tersebut berhubungan dengan konteks ruang budaya, pendidikan, tulisan dan sastra. Di Negara Cina, menguasai sastra dan menjadi sastrawan menjadi keterpelajaran dan kehormatan seseorang hal ini bisa jadi menunjukkan pentingnya sastra, bahasa, dan kemanusiaan. Begitu pentingnyakah? Bagaimana dengan masyarakat kita yang mulai dimasuki virus emosional dan banyaknya ujaran kebencian di mana mana.

Sastra menjadi bagian untuk memanusiakan manusia sebagaimana tujuan pendidikan, sesuai dengan tujuan pendidikan dan visi misi LP Ma’arif Kabupaten Malang. Bersama dengan membuminya banyaknya ujiaran kebencian dan banyaknya hatters, mungkinkah kita akan bersastra lagi? Di sebuah tulisan lain KH. Husein Muhammad menulis “Hari inimu ialah masa depanmu, hari inimu adalah dirimu. Jangan biarkan hari-harimu tanpa membaca, mengaji, menulis, dan membagi cinta.” Selanjutnya juga Goethe menasihatkan “Jangan pernah melewatkan sehari pun tanpa memandang karya seni yang sempurna, mendengarkan musik yang merdu, dan membaca buku yang terkenal.” Literasi, Bahasa dan sastra untuk memanusiakan manusia. Selanjutnya? Entahlah.

Wallahu a’lam

Senin 13 Februari 2023: 10:07 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Life is Really Simple

    Life is Really Simple

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 939
    • 0Komentar

    Dr. H. Agus Mulyono, S.Pd.,M.Kes. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Penduduk didekat sebuah hutan.., hidup begitu sederhana tetapi semuanya tercukupi. Mau makan tinggal masuk ke dalam hutan untuk mencari umbi umbian yang memang sengaja ditanam. Mau sayur tinggal memetik pucuk pucuk beberapa jenis daun yang tersedia melimpah di dalam hutan. Mau makan ikan… tinggal memancing […]

  • Coaching Clinic Akreditasi LP Ma’arif Kab Malang

    Coaching Clinic Akreditasi LP Ma’arif Kab Malang

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Sabtu 4 Februari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Gedung LP Ma’arif pada hari Rabu (30/01/2022) terlihat kedatangan tamu-tamu yang hilir mudik memasuki gedung. Seperti di hari sebelumnya, pada jam 10.00 s.d. 13.00 LP Ma’arif melaksanakan Coaching Clinic Persiapan Akreditasi dua sekolah berbasis pesantren yaitu MTs. PIQ Singosari dan SMP Assaidiyah Kepanjen […]

  • Maarif Day 2025 “Transformasi Aswaja: Tangguh Jiwa, Raga, Rasa, dan Pikir”

    Maarif Day 2025 “Transformasi Aswaja: Tangguh Jiwa, Raga, Rasa, dan Pikir”

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.616
    • 0Komentar

    Senin, 08 September 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Ma’arif Day Tahun 2025 merupakan perayaan tahunan yang diselenggarakan oleh LP.Maarif PCNU kabupaten dalam rangka memperingati Hari lahirnya. Tahun ini telah memasuki peringatan yang ke-96 tahun. Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi wahana strategis untuk menegaskan komitmen LP Ma’arif NU dalam membangun […]

  • <strong>Website dalam Pendidikan, untuk Apa?</strong>

    Website dalam Pendidikan, untuk Apa?

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.641
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Jika Anda menggunakan seluruh waktu Anda untuk mengerjakan tugas-tugas yang sangat produktif, Anda akhirnya akan ‘mengurangi’ semua kegiatan tidak produktif yang mungkin mengganggu Anda menyelesaikan tugas utama Anda” Brian Tracy Rabu 11 Januari 2023 tepat pukul 11:00 wib, kami diundang ke kantor Muslimat Kabupaten Malang. IGTKM hadir memenuhi aula pertemuan. […]

  • Sukses Berlebaran

    Sukses Berlebaran

    • calendar_month Selasa, 25 Apr 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Satu-satunya kandungan yang paling penting dalam formula sukses adalah tahu bagaimana bergaul dengan orang lain” Theodore Roosevelt Lebaran adalah momen yang sangat bagus untuk memperbaiki komunikasi yang selama ini beku, terputus, atau komunikasi yang tidak terjalin antar saudara, masyarakat bahkan komunitas. Tidak hanya itu, bila kita liat dan alami ketika […]

  • Rapat Koordinasi MoU LP Maarif PCNU Kabupaten Malang dan PC IPNU serta PC IPPNU Kabupaten Malang

    Rapat Koordinasi MoU LP Maarif PCNU Kabupaten Malang dan PC IPNU serta PC IPPNU Kabupaten Malang

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Malang, 14 Mei 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kabupaten Malang, 13 Mei 2024 – Kemitraan strategis antara Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif) PCNU Kabupaten Malang dengan PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Malang mengambil langkah signifikan dengan melalui Rapat Koordinasi guna membahas implementasi Memorandum […]

expand_less