Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?

Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
  • visibility 1.458

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 06 Januari 2023

“Tugas pertama dari Cinta adalah Mendengarkan” Paul Tillich Filsuf Jerman

Sekian waktu perjalanan saya di perguruan tinggi, bersama tim LP Ma’arif dan lainnya, banyak hal yang saya temui dalam perjalanan khususnya di perguruan tinggi dan saat  menjelajah 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Namun kali ini hal yang menurut saya sangat mengusik dan menarik saya adalah kemampuan berkomunikasi. Di setiap tempat yang kami kunjungi, Kami selalu melakukan komunikasi intensif dengan para guru, kepala madrasah ataupun dengan pengurus yayasan dan pihak terkait. Namun, ada satu hal yang kadang terlupa karena kadang dianggap remeh namun sangat penting yakni keterampilan dalam mendengarkan atau menyimak. Mendengarkan atau menyimak merupakan tahapan pertama keterampilan dalam kemampuan berbahasa.

Berbagai hal yang kami dengar ketika kami datang. Mulai dari komunikasi yang berisi masalah, ketidakpercayaan, kesangsian, harapan, bahkan sampai pada permintaan-permintaan yang disampaikan kepada kami. Mendengar tidak sama dengan mendengarkan. Mendengarkan berarti benar-benar memahami perasaan orang lain berikut keadaan dan perasaan mereka. Mendengarkan adalah mendengar dengan saksama dan mengidentifikasi dengan sungguh-sungguh bahwa Saya merasakan situasi, pikiran, dan emosi yang sedang dialami orang lain.

Mendengarkan sesungguhnya adalah sebuah seni, sebuah keterampilan, dan seperti keterampilan lainnya ini membutuhkan kendali emosi bahkan kesabaran. Saya harus belajar mengizinkan orang lain untuk menyelesaikan pandangannya, keluh kesahnya, idenya, atau keyakinannya sebelum Saya menyampaikan penjelasan Saya sendiri. Salah satu yang sangat saya senangi adalah ketika bertemu para tokoh yang sudah sepuh dan bercerita tentang masa perjuangan sampai saat ini, ada banyak hal yang bisa kita pelajari di sana. Atau ketika saya mendampingi ketua ma’arif dalam menjelaskan materi dan juga dari pemateri pemateri lainnya. Ternyata dengan semakin banyak mendengarkan perspektif Saya semakin terbuka. Mirip seperti yang disampaikan Sang Penyair Ralph Waldo Emerson “Setiap orang yang saya temui memiliki kelebihan yang tidak saya miliki, dan saya selalu bisa belajar darinya.”

Kemampuan berbahasa tidak bisa dilepaskan dari psikologi. Oleh karena itu ada kajian yang disebut Psikolinguistik. Setiap manusia ingin dihargai, diperhatika, dilayani dan diakui eksistensinya. Dale Carnegie berkata “Ini adalah salah satu fakta yang paling mendasar tentang psikologi manusia. Kita tersanjung oleh perhatian dari orang lain. Ia membuat kita merasa istimewa. Kita ingin berada di sekitar orang yang menunjukkan ketertarikannya kepada kita. Kita ingin membuat mereka tetap dekat. Dan kita cenderung membalas ketertarikan mereka dengan menunjukkan ketertarikan pada mereka.”   

Keterampilan atau seni ini perlu dikuasai oleh siswa, orang tua, dan pendidik bahkan termasuk saya sebagai bagian terkecil dari Ma’arif Kabupaten Malang. Karena saat ini terkadang lebih banyak yang ingin didengar pendapatnya sehingga kadang senang untuk menyela. Mendengarkan membutuhkan disiplin yang tinggi. Menurut Maxwell orang cenderung menyela perkataan orang lain biasanya karena salah satu alasannya adalah: Pertama, mereka tidak terlalu menghargai perkataan lawan bicara mereka. Kedua, mereka ingin membuat orang lain terkesan dengan menunjukkan betapa pintar atau intuitifnya mereka, dan Ketiga, Mereka terlalu bersemangat dengan perbincangan itu sehingga tidak membiarkan orang lain selesai berbicara.

LP Ma’arif banyak mendengarkan masukan dan pertimbangan yang diterima, Kami sering menyimak pesan-pesan dari tokoh senior tentang ide-ide dalam perjuangan Ma’arif kedepannya. Ini salah satu hal yang sangat bagus untuk menjalin hubungan LP Ma’arif dengan madrasah-madrasah. Roger G. Imhoff menegaskan “Biarkan orang lain berbagi kisah dengan Anda. Mungkin ini tidak membantu Anda, tetapi pastinya akan membantu mereka.”

Salah satu hal yang sangat bermanfaat kami rasakan ketika belajar mendengarkan kenyataan di lapangan bahwa dengan mendengarkan melahirkan banyak ide-ide. Pembelajaran ini sesungguhnya sudah lama disampaikan oleh tokoh Yunani kuno yaitu Plutarch. Beliau mengajarkan pentingnya memahami cara mendengarkan dan Kita akan memetik manfaat, bahkan dari mereka yang berbicara dengan buruk sekalipun. Sebab ternyata ide-ide kreatif dan inovatif muncul dan bisa diggunakan untuk menyelasaikan masalah-masalah lama, menghasilkan produk baru, bertumbuh dan mengembangkan diri.

Ilmu menarik dan bermanfaat yang diajarkan oleh Eric Allenbaugh seperti yang dijelaskan Maxwell, dalam meningkatkan pemahaman Saya saat mendengarkan orang lain adalah dengan berpedoman: Satu, dengarkan dengan pikiran dan hati yang menyatu; Dua, dengarkan dengan niat memahami; Tiga, dengarkan pesan dan pesan dibalik pesan; Empat, dengarkan baik isi maupun perasaan yang terkandung di dalamnya; Lima, dengarkan dengan mata maka pendengaran akan meningkat; Enam, dengarkan apa yang penting bagi orang lain, bukan hanya apa posisi mereka; Tujuh, dengarkan apa yang mereka katakana dan tdak katakana; Delapan, dengarkan dengan empati dan penerimaan; Sembilan, dengarkan bidang-bidang yang membuat mereka takut dan terluka; Sepuluh, dengarkan bagaimana saya ingin di dengar.

Kemampuan memahami orang merupakan aset besar dan membawa pengaruh positif di bidang kehidupan. Memahami orang lain mempengaruhi kemampuan kita berkomunikasi dengan orang lain. Dengan mendengarkan dengan penuh empati, sesungguhnya Kita sedang menanamkan motivasi. Orang tua memotivasi anaknya, dosen memotivasi mahasiswa, guru memotivasi peserta didik, LP Ma’arif memotivasi lembaga. Seperti yang disampaikan David Burns seorang dokter dan professor psikiatri di Universitas Pennsylvania “Kesalahan terbesar yang dapat Anda buat ketika berusaha meyakinkan orang adalah menempatkan prioritas tertinggi Anda pada pengungkapan ide-ide dan perasaan Anda. Yang paling didambakan orang sebenarnya adalah supaya mereka didengarkan, dihargai, dan dimengerti. Begitu orang melihat bahwa mereka dimengerti, mereka akan lebih termotivasi untuk memenuhi pandangan Anda.”

Sekali lagi, terima kasih kepada para tokoh dan pendidik yang banyak bercerita hal menarik kepada saya. Ini pengalaman yang sungguh luar biasa.

Wallahu a’lam

Malang, 6 Januari 2023; 23:05 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekosistem Kemandirian Lembaga Non Profit

    Ekosistem Kemandirian Lembaga Non Profit

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.209
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Selasa, 28 Oktober 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Seringkali kita mendapati pernyataan “kita harus menjadi orang yang mandiri”, sebenarnya apakah sebenarnya mandiri itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, secara umum, mandiri berarti seseorang yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain, atau bisa juga mandiri Adalah tekad untuk bekerja keras demi […]

  • Enam Pilar Trauma Informed Teaching

    Enam Pilar Trauma Informed Teaching

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 381
    • 0Komentar

      Izzy. Minggu, 06 September 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Foto: Para Peserta Acara baru usai, waktu melewati pukul 17.00 wib. Seorang Ibu guru hendak berpamitan untuk pulang. Namun, ia masih berdiri dan bercerita dengan penuh rasa soal pengalamannya mendidik selama ini. Pengalaman sebagai guru BK yang membuatnya sangat sedih dan terpukul, pengalaman yang […]

  • Sepakati Sinergi, Manfaati, dan Mbarokahi

    Sepakati Sinergi, Manfaati, dan Mbarokahi

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.525
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jum’at 24 Februari 2023 LP Ma’arif NU kabupaten Malang. Delegasi dari PC LP Ma’arif NU Kabupaten  Malang, Muhammad Masykur Izzy Baiquni melakukan pertemuan dan diskusi singkat dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr. Drs. Suwadji,S.IP., M.Si. Pertemuan dilanjutkan pembicaraan ini dilaksanakan di ruang kerja kantor kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang […]

  • PELAKSANAAN MARJAN DI MI ISLAMIYAH MALANG

    PELAKSANAAN MARJAN DI MI ISLAMIYAH MALANG

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

    Zuhairoh Al Mahfudhoh. Rabu, 13 Desember 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Dalam rangka pelaksanaan tugas akhir mata kuliah Praktek Ketrampilan Mengajar (PKM), FITK UIN Malang melakukan kolaborasi dengan Ma’arif NU Kota Malang dengan kegiatan FITK dan Ma’arif Mengajar. FITK dan Ma’arif mengajar ini dilaksanakan di sekolah-sekolah sekitar Malang, salah satunya di MI Islamiyah Pakis […]

  • LP Ma’arif PCNU Kab. Malang Beri Penghargaan Siswa Terbaik UAMNU MTs. Almaarif 01 Singosari

    LP Ma’arif PCNU Kab. Malang Beri Penghargaan Siswa Terbaik UAMNU MTs. Almaarif 01 Singosari

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.720
    • 0Komentar

    Bq. Sabtu, 31 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sabtu (31/05/2025) berlokasi di Gedung Auditorium H. Muhammad Yunus, Singosari Kabupaten Malang. Tumpah ruah kergembiraan dalam Tasyakur Kelulusan ke-64 MTs. Almaarif 01 Singosari untuk Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2024-2025. Sebanyak 308 peserta didik terdiri dari terdiri dari 148 siswa dan 160 siswi penuh khidmat mengikuti […]

  • <strong>Total Work Management</strong>

    Total Work Management

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 958
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Sabtu 18 Februari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Inilah Total Work Management” ujar Dr. Amka kepeada awak media yang mewawancarai tentang event LP Ma’arif yang sangat padat. LP Ma’arif Kabupaten Malang memang “gila-gilaan” dalam membuat program yang bermanfaat bagi masyarakat. Bagaiamana tidak, dalam satu hari saja LP Ma’arif Kabupaten Malang bisa […]

expand_less