Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Lima Azimat Membangun Lembaga Pendidikan

Lima Azimat Membangun Lembaga Pendidikan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
  • visibility 1.340

Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan (Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Sebelum membahas tentang lima azimat, maka penting kita memperhatikan pertanyaan berikut ini, ”Mengapa ada sekolah yang dulunya merupakan sekolah/madrasah favorit namun akhir-akhir ini sekolah/madrasah tersebut mengalami penurunan peminat, mengalami keterpurukan, bahkan ada yang sampai gulung tikar?”. “Bagaimana cara mengelola sekolah/madrasah, agar dapat berkembang dengan baik “ ?

Jawaban dari pertanyaan diatas adalah dibutuhkan lima azimat yang harus dimiliki oleh pengurus yayasan, tim manajemen sekolah/madrasah, dan para pendidik serta tenaga kependidikannya. Di kalangan masyarakat Jawa, azimat dikenal dengan kata jimat, yaitu sebuah benda yang dipandang memiliki ”tuah” dan diyakini memiliki kekuatan gaib, memberikan kebaikan dan kemudahan dalam segala urusan bagi pemiliknya. Konon, kabarnya azimat atau jimat itu memiliki pantangan tententu, dan bilamana tantangan tersebut dilanggar, maka kekuatan gaibnya atau ”tuah” jadi pudar, berkurang, dan bahkan hilang, azimat dalam kontek ini adalah amalan atau perilaku yang harus dilaksanakan secara istiqamah.

Syaratnya hanya satu, yaitu harus diamalkan atau direalisasikan secara kontinu atau istiqamah oleh seluruh elemen lembaga pendidikan tersebut tanpa terkecuali, mulai dari pengurus yayasan, tim pengembang, tim manajemen, para pendidik, dan tenaga kependidikan.

Jadi, kelima azimat yang dimaksudkan di sini berupa tindakan-tindakan, baik tindakan yang tampak (tangible beahavior) maupun tindakan yang tidak tampak (intangible behavior) yang harus dilakukan secara kontinu atau istiqamah, sehingga tetap exis, berkembang, dan  tidak mengalami keterpurukan.

Azimat pertama; menata hatiIni merupakan langkah pertama dan utama. Seluruh pengurus yayasan, tim pengembang, tim manajemen, para pendidik, dan tenaga kependidikan diajak untuk menata hati dengan sebaik-baiknya agar mereka dalam mengembangkan, mengelola, dan memimpin lembaga pendidikan tidak dimaksudkan untuk berbisnis pendidikan, tidak untuk mengumpulkan kekayaan pribadi, keluarga, dan kelompok. Harus disadari bahwa dunia pendidikan juga merupakan lahan dakwah, tempat menyampaikan sesuatu yang baik bagi siswa, memberikan kemanfaatan bagi orang lain.

 lembaga pendidikan inilah sarana yang tepat untuk melakukan perubahan pada masyarakat dan membangun peradaban umat. Sehingga, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa menekuni dunia pendidikan juga merupakan bagian dari jihad fi sabilillah. Tentunya harus dengan niat yang tulus dan ikhlas.

Tidak sedikit sekolah-sekolah yang dahulunya favorit akhirnya jadi menurun dan gulung tikar disebabkan perebuatan kekuasaan yang terjadi antar pengurus yayasan, atau pengurus yayasan dengan pimpinan sekolah/madrasah, semata-mata demi meraih keuntungan berupa perebutan aset-aset sekolah/madrasah.

Azimat kedua; arah yang jelas, Akan dibawa ke mana dan akan diapakan saja lembaga pendidikan, itu harus jelas.

Memiliki arah yang jelas berarti setiap pengembangan lembaga pendidikan harus diawali dengan perumusan visi, misi, tujuan, target, dan program unggulan yang akan ditawarkan kepada masyarakat. Seluruh pengurus yayasan bersama pimpinan sekolah memantapkan kembali rumusan visi, misi, tujuan, dan program unggulannya.

Yang harus dilakukan adalah; mengawalinya dengan menyelenggarakan workshop review visi, misi, tujuan, dan program unggulan. Dan harus disadari bahwa rumusan visi, misi, tujuan, dan program unggulan sekolah bukan sekadar ”mimpi” atau ”cita-cita” yang ingin dicapai di masa jauh ke depan, melainkan juga janji kepada siswa, orang tua, masyarakat, bahkan janji kepada Allah yang harus dipenuhi

Azimat ketiga; merancang grand design, Langkah ini harus dilakukan sebagai rencana strategis untuk mencapai visi, misi, tujuan, target, dan program unggulan. Dalam grand design ini dirancang apa yang akan dicapai dalam waktu empat tahun atau delapan tahun atau bahkan dua belas tahun ke depannya.

Azimat keempat; membangun kompetensi sumber daya manusia (SDM), SDM yang dimaksud adalah pengurus yayasan, kepala sekolah, dewan guru, serta para stafnya. SDM inilah yang berperan sebagai ujung tombak pelaksana berbagai program unggulan dan grand design yang telah dirancang sebelumnya. Sebaik dan sehebat apa pun grand design yang telah disusun, apabila SDM belum mendukung, maka akan jadi sia-sia.

Titik tekan pembangunan SDM adalah membangun komitmen atau loyalitas atau kemauan keras, meningkatkan kompetensi sehingga selalu siap dalam merealisasikan grand design dan program unggulan sekolah/madrasah dalam rangka mencapai visi sekolah/madrasah, mengemban misi sekolah/madrasah, dan memenuhi tujuan sekolah/madrasah, serta selalu berinovasi dalam upaya meraih target program lembaga. Dengan kata lain, SDM tiada henti untuk melakukan perubahan sbg upaya pengembangan sekolah menuju lebih baik dan lebih baik lagi.

Azimat kelima; membangun kompetensi kepemimpinan kepala sekolah, Kepala sekolah adalah leader, manajer, dan supervisor di sekolah/madrasah. Kepala sekolah/madrasah-lah yang men-drive seluruh guru dan staf dalam merealisasikan program-programnya, sehingga mereka harus visioner, hebat dalam menginspirasi guru dan staf, ahli strategi, dan penuh integritas. Agar guru dan staf selalu melakukan perubahan-perubahan, maka kepala sekolah/madrasah haruslah terlebih dahulu menampilkan kepemimpinan perubahan

Sebagai kesimpulan akhir, Kelima azimat tersebut adalah wujud usaha atau ikhtiar pengurus yayasan, tim pengembang, tim manajemen atau pimpinan, guru dan staf yang harus dilaksanakan secara istiqamah dan bersinergi antar-elemen untuk menghindarkan sekolah dari kemerosotan mutu pendidikan atau menjauhkan dari keterpurukan.

Apabila pelaksanaannya tidak istiqamah dan tidak bersinergi satu dengan yang lainnya, maka sebagai azimat, ”tuahnya” tidak akan memberikan kebaikan bagi peningkatan mutu sekolah/madrasah. Tentunya, bilamana berhasil meningkatkan mutu sekolah, hendaknya juga didasari oleh sebuah keyakinan bahwa semua keberhasilannya tidak terlepas dari pertolongan Allah SWT, dan bersyukurlah sebanyak-banyaknya dengan ucapan alhamdulillahi rabbil aalamiin.

KATA PENUTUP

  • المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة
  • الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة
  • المدرس مهم ولكن روح المدرس اهم من المدرس

Yaa….Jiwa atau spirit Guru jauh lebih penting!.

Cara membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Allah اَلتَّقَرُبُ إلى اللّٰه )). Dengan melakukan amalan-amalan wajib, ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnnah. Setiap kita adalah guru…maka: (1) Mengajarlah dengan ‘jiwa’. (2) Niat ikhlas dalam mengajar, (3) Membimbing dan mendidik murid, (4) Ikhlas dalam menasehati, dan (5) Disiplin ketika mengajar,

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • BHPNU Menggelegar di Malang

    BHPNU Menggelegar di Malang

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.531
    • 0Komentar

    Selasa, 15 April 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Selasa (15/4/2025). Halal bi halal Pengurus  LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang bersama para Koordinator Kecamatan (Kortan) berfedah besar. Agenda penguatan dan pemberian Piagam Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama (BHPNU) kepada semua lembaga di wilayah Kabupaten Malang terlaksana. Foto: Para Kortan dalam proses penyerahan Sertifikat BHPNU di […]

  • Dream Adventure Goes To Bali SMP Assyaidiyah

    Dream Adventure Goes To Bali SMP Assyaidiyah

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.384
    • 0Komentar

    Ahad, 04 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dream Adventure, para santri  menapakkan kaki di Pulau Dewata, pada hari Jum’at 25 april 2025. Ini bukan sekadar wisata tanpa makna, ini adalah ziarah ke tanah yang kaya akan spiritualitas, kesenian, dan keindahan alam yang menakjubkan. Althirdlent memulai perjalanan ini dengan rasa antusias dan kesiapan untuk […]

  • Solusi Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo

    Solusi Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Rabu, 29 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Mencoba untuk memberikan pelayanan dengan berbagai aspek media dan memanfaatkan berbagai media untuk memberikan berbagai  hal positif. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang mengisi dengan program talkshow pendidikan yang diisi oleh Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo. Sabtu (25/03/2023) live dari kediaman Prof. Dr. […]

  • SMP An Nashr dan PAC IPNU-IPPNU Wajak Gelar MPLS dan MAKESTA, Tanamkan Semangat Pelajar NU Sejak Dini

    SMP An Nashr dan PAC IPNU-IPPNU Wajak Gelar MPLS dan MAKESTA, Tanamkan Semangat Pelajar NU Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.186
    • 0Komentar

    Ahad, 13 Juli 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Wajak, 13 Juli 2025 — Dalam upaya memperkenalkan lingkungan sekolah sekaligus membentuk karakter pelajar berjiwa organisasi dan religius, SMP An Nashr Wajak menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikolaborasikan dengan kegiatan kaderisasi dasar MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota). Kegiatan ini bekerja sama dengan PAC IPNU […]

  • Safari Ramadhan LP Maarif Kabupaten Malang: Transformasi Guru dalam Psikologi Pembelajaran  Mengasah Kesiapan Guru Maarif untuk Mencetak Generasi Berprestasi

    Safari Ramadhan LP Maarif Kabupaten Malang: Transformasi Guru dalam Psikologi Pembelajaran Mengasah Kesiapan Guru Maarif untuk Mencetak Generasi Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.838
    • 0Komentar

    Rabu, 19 Maret 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Malang, 18 Maret 2025 – Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC LP Maarif NU Kabupaten Malang kali ini menghadirkan tema “Psikologi Pembelajaran, Penguatan Bimbingan, dan Konseling.” Bertempat di Aula MI Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading, kegiatan ini diikuti oleh lima puluh guru dari wilayah TIRAM (Tirtoyudo dan […]

  • LP Ma’arif Kabupaten Malang “Daki Gunung” Bina Penguatan Tradisi Aswaja di Tapal Batas

    LP Ma’arif Kabupaten Malang “Daki Gunung” Bina Penguatan Tradisi Aswaja di Tapal Batas

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.414
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Juma’at 16 Desember 2022 Selasa, 13 Desember 2022 pukul 10:00 wib terselenggaralah kegiatan Seminar Pendidikan yang di adakan oleh ketua dan pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Malang beserta wali murid SMP dan Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin dan SMA As-Shodiq di salah satu yayasan pondok pesantren di Lereng Semeru yaitu Pondok Pesantren […]

expand_less