Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Memprogram Ulang Mindset Korporat Versus Entrepreneur

Memprogram Ulang Mindset Korporat Versus Entrepreneur

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
  • visibility 815

Izzy, 11 Agustus 2024

“The greatest discovery of all time is that a person can change his future by merely changing his attitude” Oprah Winfrey

Disaat saya menghadiri sarasehan dengan tema “Menatap Kualitas Masa Depan Pendidikan Kabupaten Malang”, saat itu nara sumber Prof. M. Mas’ud Said, Ph,D., menyampaikan pemikiran beliau “Membangun Lembaga Pendidikan yang Maju Berkualitas Nasional” Saya menyimak penjelasan beliau mulai dari awal saat beliau menyampaikan tema besar yang beliau usung dan ini kajian menarik serta sangat bermanfaat.

Saya tertarik sekali ketika dalam sesi penutup pemaparan materi dan diskusi, Prof. M. Mas’ud Said, Ph.D., mengutip kata-kata Mutiara dari Oprah Winfrey “The greatest discovery of all time is that a person can change his future by merely changing his attitude”. Dalam benak saya seakan Oprah Winfrey mengingatkan bahwa penemuan terbesar sepanjang masa adalah bahwa seseorang bisa mengubah masa depannya hanya dengan mengubah sikapnya.

Saat kita bicara tentang hukum korespondensi yang berlaku kepada siapa saja sepanjang waktu, bahwa dunia luar adalah refleksi dari dunia dalam diri kita sendiri. Segala sesuatu bergerak dari dalam ke luar. Maka perilaku kita sangat dipengaruhi oleh pola pikir kita sendiri.

Dalam dunia Pendidikan, Saya teringat dengan sebuah penjelasan yang disampaikan oleh Brian Tracy tentang mindset pikir bersifat entrepreneur versus mindset pikir bersifat korporat. Meskipun Brian Tracy menyampaikan pemikirannya dalam bidang manajemen bisnis perusahan, Saya ingin mencoba menerjemahkan mindset ini dalam dunia pengembangan lembaga pendidikan. Saya fikir ini sangat bermanfaat bagi siapapun yang berada dalam lembaga pendidikan yang berkomitmen  mengembangkan lembaga pendidikannya.

Pertama; Pola pikir bersifat korporat. Bila kita sebagai pegiat pendidikan namun memiliki mindset bersifat korporat, kita akan memiliki kecenderungan untuk hanya sibuk dengan sebatas tugas kita, menyenangkan atasan atau pimpinan, sekedar mengikuti aturan lembaga, dan menganggap mendidik hanyalah pekerjaan yang tidak memiliki hunbungan dengan tanggung jawab secara pribadi. Orang dengan mindset korporat ini datang di lembaga pendidikan menjelang dimualinya jam sekolah. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan teman, serta melakukan banyak hal yang kurang bernilai bagi lembaga mereka.

Kedua; Mindset entrepreneur. Orang yang memiliki mindset entrepreneur akan menunjukkan sikap berbeda. Mereka akan sangat berkomitmen untuk kesuksesan lembaga tempat mereka mengabdi. Mereka merasa bahwa kesuksesan atau kemunduran lembaga adalah bagian dari tanggung jawab mereka. Mereka siap menerima tanggung jawab lebih banyak untuk memberikan kontribusi lebih maksimal. Mereka siap memelajari hal-hal baru untuk meningkatkan kualitas baik kualitas diri,bisa dengan banyak membaca, mengikuti seminar, ataupun kegiatan lain yang meningkatkan potensinya dan meningkatkan mutu lembaga sampai pada kualitas luaran lembaga pendidikan.

Brian Tracy menjelaskan bahwa mindset bersifat entrepreneur berarti berfokus pada pelanggan sepanjang waktu, atau kata Tom Peters “terobsesi dengan layanan pelanggan”. Brian Tracy menguatkan pendapatnya bahwa pola pikir entrepreneur melihat misi sebuah bisnis adalah meningkatkan dan memperbaiki kualitas hidup konsumen mereka.

Walaupun tidak menggunakan kalimat yang persis, saya merasa bahwa memang yang disampaikan pemateri memiliki korelasi kuat dengan dua minset di atas.

Kunci lembaga pendidikan berkualitas menurut Prof Mas’ud Said adalah: Satu, Kebijakan Pendidikan nasional dan daerah; Dua, menguatkan visi misi sekolah dan kualitas kepala sekolah; Tiga, penguatan  tenaga kependidikan dan daya dukung; Empat, Kurikulum interaktif dan berbasis keterampilan; Lima, lingkungan internal dan eksternal.

Beliau juga berpendapat bahwa bayangan tentang sekolah yang ideal diantaranya adalah menghasilkan luaran dan lulusan yang berprestasi dan berdaya saing.

Pola pikir entrepreneur bukan pola pikir seorang pekerja atau karyawan, tetapi pola pikir ini  adalah pola pikir orang yang selalu berusaha menebar manfaat. Pola pikir ini sangat bermanfaat untuk kita terus berusaha mengeluarkan seluruh potensi kita menjadi lebih baik dan tentunya berusaha membuat lembaga pendidikan yang maju berkualitas nasional seperti yang dicitakan saat ini.

Bagaimana selanjutnya?

Wallahu a’laam

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif PCNU Lamongan Kunjungi Ma’arif Malang, Ada Apa?

    LP Ma’arif PCNU Lamongan Kunjungi Ma’arif Malang, Ada Apa?

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Sabtu 07 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Sabtu (07/02/2026). Tujuh pengurus inti LP Ma’arif Kabupaten Lamongan yang dipimpin oleh Dr. Ali Nurdin, M.Pd. berkunjung ke LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang di Kantor Ma’arif Malang. tujuh pengurus inti yang berseragam LP Ma’arif Kabupaten Lamongan ditemui oleh para pengurus harian LP Ma’arif Kabupaten Malang dan […]

  • Manajemen Kantin Sehat dan Artificial Intelligence

    Manajemen Kantin Sehat dan Artificial Intelligence

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Jumat 7 April 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Safari Ramadhan 1444 Hijriyah atau 2023 Masehi LP Ma’arif NU Kabupaten Malang terus bergulir seperti bola salju yang semakin lama semakin besar merambah wilayah se Kabupaten Malang. Yayasan Izzul Islam Babadan Ngajum yang memiliki lembaga pendidikan mulai dari RA sampai dengan Madrasah […]

  • Audit Stage 2 ISO 21001: 2018: Menemukan Ruang- Ruang Perbaikan

    Audit Stage 2 ISO 21001: 2018: Menemukan Ruang- Ruang Perbaikan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Senin, 26 Januari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Senen, 26 Januari 2026, Audit Stage 2 ISO, Auditor yang dikirimkan Decra Adalah H.M. Taufiqurahman, SQ, MA, Ardi, dan Lenteras Mahadirka. Audit dilaksanakan selama dua hari, Dimana hari pertama scope audit Adalah Kegiatan perusahaan, proses utama, unit bisnis fungsional dan site yang akan diaudit […]

  • LP Ma’arif Kabupaten Malang Terbukti Memberi Solusi

    LP Ma’arif Kabupaten Malang Terbukti Memberi Solusi

    • calendar_month Selasa, 27 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.341
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Selasa 26 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Visitasi NU AWARD d LP Ma’arif NU Kabupaten Malang ini terasa sangat menyenangkan dan banyak tantangannya, karena sebagai pengurus yang baru dilantik tentunya setengah tidak percaya masuk nominasi 3 besar NU AWARD PW Jawa Timur, tapi Kami percaya bahwa gerakan perubahan yang kami […]

  • Filosofi Batik Ma’arif NU Kabupaten Malang

    Filosofi Batik Ma’arif NU Kabupaten Malang

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.410
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin 31 Juli 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Di awal sesi, setelah pembukaan, “Rapat Koordinasi LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dan  “Penandatanganan SPK LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dan Jawa Pos Radar Malang”. Para audiens dimanjakan dengan pemaparan tentang seragam batik LP Ma’arif Kabupaten Malang. Jum’at (28/07/2023) Melanjutkan instruksi dari […]

  • Pembukaan KKM UIN MALANG Kolaborasi dengan LP Maarif NU Kabupaten Malang

    Pembukaan KKM UIN MALANG Kolaborasi dengan LP Maarif NU Kabupaten Malang

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 584
    • 0Komentar

    13 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Malang – Semangat pengabdian menyelimuti Balai Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 15 mahasiswa KKM Reguler dan 8 mahasiswa KKM LP Ma’arif. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi memulai masa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melalui kegiatan pelepasan pada Senin, […]

expand_less