Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
  • visibility 898

Dr. KH. Faris Khoirul Anam. Kamis, 15 Juni 2023

LP Ma’arif NU Kabupaten Malang.

Kemaren malam saya memperkenalkan beberapa tool Kecerdasan Buatan / Artificial Intelligence (AI) kepada para santri. Pikir saya, lebih baik kita kenalkan lalu kita arahkan, daripada mereka tahu sendiri, lalu mencari arah sendiri. Saya lalu bukakan salah satu produk AI popular saat ini: https://chat.openai.com

Di depan mereka, saya tunjukkan bagaimana kecerdasan buatan, sesuai permintaan saya, membuatkan saya puisi untuk istri, membuatkan saya cerita pendek dengan tokoh utama “Faris dari Lereng Gunung Semeru”, lalu membuatkan mars pondok, membuat soal opsional, dan lain-lain. Semuanya dikerjakan AI dalam hitungan detik.

Jadi Kalau Dipikir, ‘Alim Mana Kita dengan AI?

Yang saya contohkan itu baru satu produk AI. Masih banyak lagi “mesin-mesin” di sekitar kita. Di dunia pembelajaran saja, ada sekitar 100 tool mesin AI. Maka saya tanyakan kepada anak-anak pondok usia SMP dan SMA itu, “Dengan ketersediaan informasi melimpah dan kemudahan saat ini, masih perlukah kita mondok dan sekolah?”

Untungnya anak-anak generasi Z dan Alpha itu menjawab, “Masiih.”

Saya bilang, “Lo, kan sudah ada Ki-AI yang sangat alim. Ngapain kalian mengaji dan mondok? Kan tinggal ngetik pertanyaan saja, nanti Ki-AI menjawab?”

Sebagian menjawab,

  • “Tetap mondok, untuk cari berkah.”
  • “…. agar berakhlak.”
  • “ …. Agar dapat doa.”
  • “…. Agar hidup berkah.”

Saya tidak mengarahkan jawaban para santri ini. Tapi sungguh jawaban itu membuat saya lega. Nyatanya, yang mengarahkan bahkan ngoprak-ngoprak mereka shalat berjama’ah juga para pengurus pondok, bukan AI. Yang ngoprak-ngoprak mereka shalat dhuha tiap pagi juga Ustadz Achmad Hambali Kurniawan, bukan mesin AI. Yang selalu wora-woro menuju spot kebersihan masing-masing juga masih Bude Ima, bukan AI.

Ada Dua Jenis Knowledge

Saya tampilkan slide berikutnya bahwa pengetahuan itu ada dua. Ada Explicit Knowledge, berupa data, informasi, dokumen, rekaman, file. Ada Tacit Knowledge berupa pengalaman, pikiran, kompetensi, komitmen, dedikasi. Menurut para pakar, Explicit Knowledge jatahnya cuma 5 persen. Sedangkan Tacit Knowledge jatahnya 95 persen. Nah, tacit knowledge tidak akan didapatkan melalui kecerdasan buatan. Tacit knowledge yang 95 persen itu masih membutuhkan manusia.

Maka ini sekaligus menjadi tantangan para dosen, guru, asatidz. Kata senior kami di UM, Pak Henry, “Kalau guru sekarang mainnya hanya di Explicit Knowledge, siap-siap saja ‘head to head’ dengan Artificial Intelligence!”

Ujung-ujungnya ya mbalik lagi ke peran guru, sebagai orang yang digugu dan ditiru. Didengar, dituruti, diteladani. Pertanyaannya, – meminjam pertanyaan Mbah Kung KH Mustofa Bisri – “Sudah bisakah perilaku dan ucapan kita ini menjadi ‘dalil’ bagi para santri – murid, anak kita?”

Road Map Dunia: Era 5.0 adalah Harmoni Mesin dan Manusia

Akhirul kalam…
Revolusi Industri memang era digitalisasi. Namun syukurnya-nya, era 5.0 adalah era personalisasi. Alias tidak murni AI / Kecerdasan Buatan. Contoh mudahnya adalah gojek. Ada mesinnya, ada orangnya.

Kita pun selama ini sudah mengharmonisasi diri dengan mesin. Contoh, masihkah ada yang menghapal nomor telp? Punya teman 100 orang, apa kita menghapal semua nomornya, atau kita serahkan pada mesin?

Jadi, kata Prof Syamsul Hadi, “Pekerjaan yang bisa dikerjakan mesin, biar mesin yang mengerjakan.”

Dengan tekhnologi, insyallah hidup lebih mudah dan indah. Semoga saja tetap berkah manfa’ah, dapat kebaikan melimpah, dan ah ah lainnya.

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Yayasan Taman Pendidikan NU Jatikerto, Spirit KH Fauzi

    Transformasi Yayasan Taman Pendidikan NU Jatikerto, Spirit KH Fauzi

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 02 desember 2023 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Malang Sosok KH. Fauzi yang hadir dan duduk tenang memang memberikan inspiratif. Tokoh pejuang pendidikan Nahdlatul Ulama sejak tahun 1955 ini mengahdiri langsung Pengukuhan Pengurus Yayasan Taman Pendidikan NU Jatikerto Kromengan Kabupaten Malang, Ahad (01/01/2023). Sejak pukul 09.00 wib Surau Abah fauzi […]

  • Di Balik Dinding Barak

    Di Balik Dinding Barak

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 777
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang “Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Goethe Izzy. Rabu, 28 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Derap suara langkah kaki berbaris terdengar menggema. Saya berhenti di gerbang utama untuk meminta izin memasuki area. […]

  • <strong>MEMBANGUN TRUST</strong>

    MEMBANGUN TRUST

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Tak seorangpun bisa memberikan kepercayaan, jika ia sendiri tidak memiliki kepercayaan. Hanya orang yang memiliki keyakinan yang mampu meyakinkan” Joseph Joubert, Prancis Suatu hari, setelah menyelesaikan kegiatan LP Ma’arif NU Nahdlatul Ulama, saya dan guru saya Dr.H. Abdul malik Karim Amrullah, M.Pd.I., duduk dan mengobrol tentang perjalanan LP Ma’arif selama […]

  • Peran Biblioterapi dalam Penguatan Karakter Adiwiyata KKM LP Ma’arif di SMP Sunan Giri

    Peran Biblioterapi dalam Penguatan Karakter Adiwiyata KKM LP Ma’arif di SMP Sunan Giri

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 74
    • 0Komentar

    11 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Wagir, Malang – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Agranova 128 sukses menyelenggarakan seminar bertema Biblio Therapy sebagai bagian dari program kerja unggulan yang berfokus pada penguatan karakter siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Februari 2026, bertempat di SMP Sunan Giri Wagir, Kabupaten Malang, dan diikuti oleh […]

  • Potensiku, Potensimu, Potensi Kita

    Potensiku, Potensimu, Potensi Kita

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Ketika seseorang membatasi tindakan yang akan dilakukannya, ia membatasi tindakan yang mampu dilakukannya” Charles Schwab Beberapa hari ini saya menemani Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dalam berbagai undangan acara wisuda. Beliau terus menghimbau bahwa pendidikan harus dikembangkan dengan rasa bahagia sebagai salah satu esensi dari Merdeka Belajar. Memahami Merdeka Belajar […]

  • MI Sunan Kalijogo Buka Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2026–2027

    MI Sunan Kalijogo Buka Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2026–2027

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 136
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang MI Sunan Kalijogo Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026–2027. Pendaftaran ini ditujukan bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan dasar berbasis akhlak, keilmuan, dan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada putra-putrinya. Sebagai madrasah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU, MI Sunan […]

expand_less