Breaking News
light_mode
Beranda » DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.PdI » Finlandia? Apa yang Bisa Indonesia Pelajari?

Finlandia? Apa yang Bisa Indonesia Pelajari?

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
  • visibility 2.894

“Pembelajaran seumur hidup (elinikainen oppiminen)” Moto Pendidikan Finlandia

Oleh: Alfisyah & Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I., Kamis 24 Oktober 2025

Guru besar bidang Manajemen Pendidikan Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UINMA) Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I., menyoroti polemik kriteria sekolah unggul atau terbaik dunia berdasarkan penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) yang merupakan anak lembaga Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Dalam dialognya bersama mahasiswa magister manajemen pendidikan Islam Mas Rifqiyah Maulana Alfisyah saat bimbingan tesis, Prof. Malik menyodorkan beberapa pertanyaan terkait kriteria sekolah terbaik di dunia serta siapa negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Dia menilai sistem pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya memiliki pemaknaan positif.

Di tengah dialog tersebut, Alfisyah mencari beberapa referensi di jurnal dan menemukan data bahwa sekolah atau pendidikan terbaik di dunia disematkan kepada Negara Finlandia. Ada beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada reputasi tersebut, serta kriteria yang menjadi tolok ukur keberhasilan sistem pendidikan mereka. Beberapa kriteria itu diantaranya:

Pertama: Finlandia sangat memperhatikan kesejahteraan siswa secara keseluruhan, tidak hanya prestasi akademik. Mereka percaya bahwa siswa yang bahagia dan sehat akan lebih mudah belajar.

Kedua: Guru di Finlandia memiliki otonomi yang tinggi dalam menentukan metode pembelajaran. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyesuaikan pengajaran dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Ketiga: Kurikulum di Finlandia tidak terlalu kaku dan menekankan pada pembelajaran yang bermakna. Siswa didorong untuk berpikir kritis dan kreatif.

Keempat: Penilaian tidak hanya berfokus pada ujian tertulis, tetapi juga pada perkembangan keterampilan sosial, emosional, dan kreativitas siswa.

Kelima: Semua siswa di Finlandia memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas, terlepas dari latar belakang sosial ekonomi mereka.

Keenam: Finlandia sangat menghargai profesi guru. Guru di sana memiliki gaji yang tinggi dan mendapatkan pelatihan yang berkelanjutan.

Dari data di atas, Prof. Malik menilai sistem pendidikan di Indonesia masih perlu banyak evaluasi dan perbaikan. “Belajar dari Finlandia, dimana kemampuan akademik bukan menjadi prioritas, melainkan kemampuan soft skill atau non akademik yang menjadi prioritas,” tegas Prof. Malik di Malang, Selasa (23/10/2024).

 Di Indonesia, sistem pendidikan sudah bagus dan mengalami banyak perkembangan. Namun sejumlah program layanan pendidikan menjadi bias dari substansi yang dituju dari program tersebut. Dia menilai, pendidikan di Indonesia banyak yang tidak sensitif dalam mencapai tujuan programnya. Terlihat dari akreditasi sekolah yang senantiasa diunggulkan, sedangkan di Finlandia tidak demikian. Mereka melakukan pemerataan kualitas pendidikan dan lebih berfokus pada kualitas siswa dan guru, bukan lembaganya. Sedangkan di Indonesia, akreditasi menjadi poin utama dalam memilik sekolah. Dalam diskusi mereka, Alfisyah merespon bahwa, “Saya menemukan data bahwa penilaian sekolah terbaik dilakukan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) dari lembaga Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dari penilaian mereka, beberapa negara terbaik dalam sistem pendidikan jatuh kepada Finlandia, Denmark, Norwegia, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang.”

Guru besar bidang manajemen pendidikan Islam UINMA ini lantas menyebutkan bahwa negara-negara dengan sistem pendidikan terbaik biasanya mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pendidikan. Selain itu beliau juga mengajukan pertanyaan lagi untuk mahasiswa bimbingannya Alfisyah tentang alasan mengapa beberapa negara tersebut lebih unggul dalam pendidikan. Dalam dialognya, Alfisyah menemukan data bahwa guru di negara-negara tersebut memiliki kualifikasi yang tinggi dan diberikan pelatihan yang berkelanjutan. Selain prestasi akademik, negara-negara tersebut juga memperhatikan pengembangan sosial, emosional, dan kreativitas siswa. Selanjutnya, di Finlandia, mata pelajaran dipilih masing-masing oleh siswa atas kemampuannya, sehingga mereka bisa belajar sesuai dengan minat dan bakatnya. “Banyak program sekolah di Indonesia yang digagas namun tidak semua berjalan sesuai tujuannya karena terlalu banyak,” sesal Prof. Malik.

Di Indonesia, sebagian besar sekolah menerapkan Full Day School dengan durasi pembelajaran yang lama. Sedangkan di Finlandia, pembelajaran di sekolah hanya 4 jam per hari. Banyaknya program di sekolah mengakibatkan ketidakjelasan fungsi dan tujuan awal dari keberadaan program yang dibuat. Akibatnya, tanggapan Alfisyah, program yang dirilis masih terkesan normatif yang akan menimbulkan tafsir di luar konteks kemampuan siswa. “Ini karena pelajaran di sekolah sudah ditentukan dan dipetakan, sehingga siswa tidak bisa memilih dan harus mengikuti semua program wajib sekolah,” tanggapan Alfisyah.

Atas polemik yang terjadi di ruang pendidikan, menurut Prof. Malik, penting menyelaraskan program sekolah dengan kriteria sekolah terbaik atau unggul. Dia menyarankan agar mengutamakan pendidikan soft skill sejak sekolah dasar sehingga kedepannya sudah terbiasa, terarah sesuai minat bakatnya dan mudah menyesuaikan tujuan yang berkelanjutan, terutama dalam bidang pendidikan. “Lakukan riset dan survei untuk mengetahui kriteria sekolah unggul, mulai dari murid, guru, hingga persepsi masyarakat. Libatkan pakar bahasa dan ahli komunikasi dalam proses pembelajaran efektif,” tandas Prof. Malik.

Sebagaimana maklum, Pemerintah Indonesia masih menggunakan sistem pendidikan yang cenderung normatif dan menjadikan akreditasi lembaga lebih penting di atas aspek yang lain.

Editor: Mz’

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Kabupaten Malang Makin Eksis

    Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Kabupaten Malang Makin Eksis

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 20 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Satuan komunitas Pramuka Maarif NU Kabupaten Malang menggelar rapat kerja (raker) tahunan sebagai bentuk komitmen menjalankan roda keorganisasian yang diamanahkan dalam periode ini. Tahun ini, Raker dibuka langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Sako Pramuka Maarif NU Kabupaten Malang Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, […]

  • Bedah Buku Quality Enterpreneur, Menuju Keemasan Ma’arif

    Bedah Buku Quality Enterpreneur, Menuju Keemasan Ma’arif

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 761
    • 0Komentar

    humaslp2 weeks agoBerita, Learning, PendidikanMuhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 09 September 2022 “Mutu tidak hanya dijamin dengan siklus Quality Assurance dengan PDCA, tetapi harus dengan Quality Enterpreneur sesuai siklus PDCAIC, Plan, Do, Check, Action, Innovation, dan Creation” serak suara Pak Dr. Hamka memecah perhatian hadirin diikuti dengan sorotan wajah yang semakin konsentrasi dari para peserta […]

  • LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Raih Prestasi NU Award 2023

    LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Raih Prestasi NU Award 2023

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.365
    • 0Komentar

    Abd Wahid Khoiruddin. Senin 20 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. NU Award 2023 dengan tagline “Ajang Bergengsi Multitalenta Nasional” bergema di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur. Dan venue Aula Muktamar NU ke-30 tahun 1999 menjadi saksi dihelatnya agenda tahunan oleh PWNU Provinsi Jawa Timur dan edisi khusus pada tahun 2023 sekaligus […]

  • Duet Bupati dengan Ketua LP Ma’arif PCNU Malang

    Duet Bupati dengan Ketua LP Ma’arif PCNU Malang

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.119
    • 0Komentar

    Dr. Abdul Aziz Tata Pangarsa,M.Pd. Senin 24 Juni 2024 Hari Minggu, 23 Juni 2024, saya mendampingi Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Malang untuk menghadiri undangan Wisuda Terpadu MI dan MTs Wahid Hasyim 2 Desa Kucur Kecamatan Dau Kabupaten Malang, dengan kepala MI, Bapak Husnul Yakin dan Kepala MTs-nya Bapak Jamil. Dalam sambutan sekaligus mauidhoh […]

  • Asosiasi Kepala Sekolah Ma’arif Kabupaten Malang

    Asosiasi Kepala Sekolah Ma’arif Kabupaten Malang

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 526
    • 0Komentar

        Bq. Selasa, 26 Mei 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Lebih padat daripada biasanya. Aula Aswaja dipenuhi peserta yang hadir dalam Sosialisasi Program Ma’arif dalam Asosiasi Kepala Sekolah Ma’arif. Sekitar 60 kepala sekolah antusias mengikuti acara yang dimulai pukul 08.15 wib, acara yang diawali dengan doa bersama peserta. Kedatangan para kepala sekolah pada […]

  • Lembaga di Bawah Naungan LP MA’ARIF PCNU KAB. MALANG

    Lembaga di Bawah Naungan LP MA’ARIF PCNU KAB. MALANG

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.724
    • 0Komentar

    [wpdatachart id=1]

expand_less