Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Kegagalan Mengantisipasi Perubahan

Kegagalan Mengantisipasi Perubahan

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
  • visibility 1.198

Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Selasa 7 Maret 2023

“Jika Anda ingin terus memimpin, Anda harus terus berubah.” Howard Hendrick

“Anda harus bisa menentukan program studi apa yang akan mati beberapa tahun lagi” Ujar Pak Solichin A. Darmawan sang Direktur Decra Group Indonesia Ketika kami makan bersama di sebuah pertemuan. Saya mengingat perkataan itu dengan cukup baik. Saya kemudian bertanya, “Secepat itukah akan kemungkinan terjadi sebuah perubahan?” Sampai suatu saat saya menemukan penjelasan dan saya anggap ini jawaban kenapa perubahan harus kita prediksi. Di sebuah literature, Peter Drucker yang disebut sebagai pencetus menajemen modern berkata bahwa ia percaya perusahaan harus memeriksa masa hidup setiap produk dan prosesnya per tiga tahun.

Di lain waktu, Suatu waktu saya diajak untuk berdiskusi tentang perubahan yang harus dilakukan oleh para pemimpin di Lembaga pendidikan. Tentunya ini ada hubungannya dengan berbagai perubahan yang terjadi di dunia pendidikan yang harus menjawab masalah-masalah di masyarakat. Merubah pola strategi di Lembaga pendidikan tentunya harus mengubah pola kepemimpinannya. Bila pemimpinnya tidak berubah maka organisasi atau lembaganya juga tidak akan berubah.

Pertemuan saya dengan beberapa kepala madrasah dan sekolah membuat saya ingin bertanya, apakah pemimpin madrasah harus berubah agar madrasahnya lebih baik? Ataukah tetap? Mengubah dunia harus dimulai dengan lingkungan. Mengubah lingkungan harus dimulai dengan merubah diri sendiri. Dalam bukunya Teaching to Change Lives, Howard Hendricks menjelaskan bahwa jika Anda ingin terus memimpin, Anda harus terus berubah.

Merubah pemimpin bukanlah hal yang mudah, dalam arti juga merubah mindset kepemimpinannya tidaklah mudah. Karena setiap pemimpin memiliki masalah-masalah sendiri. Namun tahukah Anda bahwa masalah terbesar yang dialamai pemimpin adalah masalah keengganan untuk berubah. Mungin dari beberapa masalah pemimpin berikut ini ada yang sedang kita atau Anda hadapi sebagai seorang pemimpin, yaitu: Tidak memahami orang lain? Kurang imajinasi? Memiliki masalah pribadi? Mudah melempar tanggung jawab? Merasa aman dan cepat puas? Tidak teratur? Sering marah? Tidak berani mengambil resiko? Merasa tidak tenang dengan bawahan yang kreatif dan memilih defensive? Tidak bisa fleksibel? Tim Anda tidak bersemangat? Tidak mau perubahan?

Kepala organisasi, kepala madrasah, ataupun kepala sekolah adalah agen perubahan di lembaganya. Dia harus bisa merespon perubahan serba cepat dan bisa mendorong perubahan, pertumbuhan serta bisa menunjukkan cara melakukannya.  Hal dasar yang harus disiapkan oleh seorang pemimpin untuk melakukan perubahan adalah dengan memahami syarat untuk menciptakan perubahan, mengetahui kebutuhan teknis perubahan itu, dan memahami sikap yang tepat untuk memberikan kepercayaan, memotivasi perilaku yang dibutuhkan oleh bawahannya. Seperti yang dikatakan oleh Bert Nanus “Kepercayaan adalah perekat emosional yang mengikat pengikut dan pemimpinnya bersama-sama.

Sebuah perubahan terkadang bisa sangat membingungkan, disalahpahami, atau bahkan membuat kekacauan dalam Lembaga atau organisasi. Ketika pemimpin menawarkan perubahan, bisa jadi Anda akan mendengar kalimat “Ini tidak akan berhasil” atau “Biayanya terlalu mahal”, atau, “Saya fikir ini ide buruk”, atau “Perubahan ini akan gagal” atau “Perubahan ini merepotkan kita

Saya tuliskan beberapa hal menurut para tokoh motivator dunia seperti yang ditulis dalam Developing Leader Within You, bahwa sebuah perubahan tidak tepat dilakukan dan akan menyengsarakan jika Satu, Perubahan yang diajukan adalah sebuah ide buruk. Dua, Perubahan yang diajukan tidak diterima oleh orang-orang berpengaruh. Tiga, perubahan yang diajukan tidak dipresentasikan dengan efektif. Empat, perubahan diajukan hanya untuk melayani pemimpin. Lima, perubvahan yang diajukan hanya berdasarkan keadaan di masa lalu. Enam, perubahan yang diajukan terlalu banyak dan terjadi begitu cepat.

Saya membaca tulisan Maxwell yang sangat mengusik pikiran saya, Maxwell berkata “Kemampuan mengubah kondisi suatu organisasi dengan menjadi agen perubahan positif adalah ujian sejati bagi pemimpin hebat. Hampir semua orang mampu memimpin orang-orang yang sudah menuju arah yang benar dan memotivasi mereka terus berjalan. Hanya segelintir orang yang mampu membuat perubahan yang diperlukan untuk membelokkan haluan sekelompok orang yang menuju arah yang salah.”

Wallahu a’lam. 16.47 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Literacy Enrichment on Religious Moderation

    Literacy Enrichment on Religious Moderation

    • calendar_month Senin, 17 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 17 Juli 2023 “Kalaulah kita dapat menyimpulkan secara singkat dan sederhana, agakanya kita dapat berkata bahwa wasathiyyah ditandai oleh ilmu/pengetahuan, kebajikan, dan keseimbangan.” Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab. “Boleh jadi agama menetapkan sesuatu disebabkan oleh kemaslahatan yang diharapkan darinya atau kemudaratan yang mesti ditangkal. Tetapi kendati demikian diperlukan perimbangan menyangkut […]

  • Google Drive Media Pengarsipan Data Sekolah di Era Digitalisasi

    Google Drive Media Pengarsipan Data Sekolah di Era Digitalisasi

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 950
    • 0Komentar

    Mei Linda Puspita Sari, Resa Damastuti dan Kuntum Khairah Ummah. Jumat, 07 Juli 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Malang, 04 Juli 2023 – Era globalisasi saat ini menciptakan fase Transformasi digital salah satunya ialah perkembang teknologi pada dunia pendidikan. Salah satu bentuk perkembangan teknologi informasi ialah pada sistem pengarsipan di era modern ini. Di […]

  • Guru Besar Itu Mental

    Guru Besar Itu Mental

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 915
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Proses menuju Guru Besar ini sebenarnya sangat panjang, karena harus memenuhi persyaratan khusus yaitu Jurnal Internasional Bereputasi, dan untuk publish sendiri saya berkali-kali di tolak (reject) oleh Jurnal itu. Tapi sebenarnya pencapaian Guru Besar tidak bermakna sesederhana itu, karena Guru Besar itu sebenarnya tidak sekedar Gelar tapi Mental. Mental Guru […]

  • Di Balik Dinding Barak

    Di Balik Dinding Barak

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.173
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang “Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Goethe Izzy. Rabu, 28 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Derap suara langkah kaki berbaris terdengar menggema. Saya berhenti di gerbang utama untuk meminta izin memasuki area. […]

  • Seminar dan Pelatihan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Online Quizizz.com di STAINU Kabupaten Malang

    Seminar dan Pelatihan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Online Quizizz.com di STAINU Kabupaten Malang

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    Ahmad Qomaruzzaman, Ahmad Fauzan Syakir, Abdurrohman Nur Ahsani. Selasa 04 Juli 2023. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Kabupaten Malang, 26 Juni 2023 – Di era globalisasi ini, dunia pendidikan memiliki banyak tantangan untuk dapat menerapkan pendidikan yang bermutu. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih, banyak sekali tokoh-tokoh yang berkecimpung dalam dunia pendidikan […]

  • Pramuka Memberi Anak Ruang Belajar dan Tumbuh

    Pramuka Memberi Anak Ruang Belajar dan Tumbuh

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.286
    • 0Komentar

    Izzy. Jum’at 23 Agustus 2024. Kami Pramuka IndonesiaManusia PancasilaSatyaku kudharmakanDharmaku kubaktikanAgar jaya IndonesiaIndonesia Tanah airkuKami jadi pandumu Lantunan Hymne Pramuka mengalun  mengisi setiap sela-sela dedaunan. Terdengar lirih syahdu menyentuh daun telinga. Mengingatkan saya ketika beberapa tahun lalu ketika  masa-masa bersekolah dengan semangat melantunkan lagu tersebut. Dan juga terkadang menepi karena badan yang kecapean saat menjalani […]

expand_less