Guru Pondok Pesantren Mambaul Ulum Blitar Belajar ke LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 69

“What I heard, I forget. What I see, I remember. What I do, I understand”
Confucius, filsuf Tiongkok

Bq. Ahad, 29 Maret 2026.
LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang.
Ahad (29/06/2026). Auditorium Aswaja LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang full terisi oleh para guru berseragam putih. Mereka adalah para pendidik dari Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar. Sejak Sabtu 28 Maret 2026, mereka sudah tiba di gedung Ma’arif PCNU Malang dan memulai acara di sore tersebut. Selama beberapa malam, para guru juga akan menginap di Gedung maarif sembari mengerjakan tugas dari materi yang mereka pelajari dengan tema besar “Penyusunan Renstra Lembaga Pendidikan Efektif dan Berkelanjutan.”



Foto: Peserta dari Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar
Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I., Ketua LP Ma’arif PCNU Malang, memulai sesi pagi bersama Sekjen Ma’arif PCNU Malang Muhammad Nur Hasyim, M.Pd., Prof. H. Slamet, S.E.,M.M., Ph.D., yang juga merupakan guru besar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pagi itu suasana agak berbeda karena Prof Amka ditemani juga oleh mahasiswa dari luar negeri yang turut memberikan wawasan kepada para guru.
Prof. H. Slamet,S.E.,M.M.,Ph.D. menggembleng peserta untuk menyusun renstra madrasah. Peserta kemudian mempresentasikan produk renstra yang telah mereka susun untuk dicek dan diberi evaluasi oleh Prof. Slamet. “Sang Dewa Renstra” ini selanjutnya memberikan kritikan dan masukan untuk perbaikan renstra yang telah disusun.

Foto: Prof Slamet, Prof Amka dalam sesi pagi
Terlihat para guru begitu serius menyimak sesi demi sesi pelatihan. Catatan yang berada di atas meja berisi dengan tulisan-tulisan penting. Selain catatn dikertas purih, para guru melengkapi dengan laptop yang berjajar setia.

Foto: Prof. Amka dan Izzy
Izzy mewarnai siang menjelang sore menuju materi guru professional. Sesekali peserta berkomunikasi dan ice breaking untuk menjaga suasana lebih rileks namun tetap fokus.
Saat sesi akhir setelah sholat Ashar, Prof Amka menguraikan teori-teori Pendidikan yang sedang berkembang. Behavioristik, konstruktivistik, kognitif, hingga humanistic tak luput dari pendalaman oleh ketua maarif yang telah kenyang dengan beragam penghargaan saat memimpin Lembaga Maarif Malang ini.

Foto: Penyerahan cinderamata batik LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Prof. Amka menutup dengan beberapa tugas yang harus diselesaikan oleh peserta, tak lupa beliau mengutip pernyataan yang disampaikan oleh Konfusius seorang filsuf Tiongkok. Malam sebelum istriahat 32 orang peserta mengerjakan tugas yang akan dipresentasikan atau dipraktikkan esok hari.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
