Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Tirulah Saddam Husein Dalam Memajukan Lembaga Pendidikan

Tirulah Saddam Husein Dalam Memajukan Lembaga Pendidikan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
  • visibility 1.305

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. Maret 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Beberapa waktu yang lalu datang ke rumah saya, beberapa orang yang mengaku sebagai pengurus yayasan perguruan tinggi. Kedatangan mereka sekedar mengajak berdiskusi untuk mencari cara strategis dalam memajukan perguruan tinggi yang sedang mereka kelola.

Mendengarkan keterangan tentang perkembangan kampusnya dan tujuan mereka datang, saya langsung mengusulkan agar meniru cara berpikir Saddam Husein, mantan Presiden Irak yang sekarang sudah tiada.

Semua tahu bahwa Irak setelah kalah perang pada awal tahun 1990-an, sudah tidak ada yang dibanggakan lagi. Pasca perang negara ini diwarnai oleh konflik yang tidak kunjung selesai. Untuk bangkit kembali, negara di padang pasir ini rupanya tidak mudah.

Namun demikian, sebenarnya Saddam Husein memiliki pandangan yang cukup bagus untuk ditiru, tidak terkecuali dalam memajukan lembaga pendidikan.

Atas pandangan tersebut, ketika beberapa orang pengurus lembaga pendidikan tinggi Islam datang ke rumah saya dan mengajak berdiskusi, saya segera sampaikan agar meniru saja cara berpikir Saddam Husein, mantan Presiden Irak yang sekarang sudah wafat.

Saya sebut bahwa cara berpikir Saddam Husein dalam mempertahankan negaranya sangat bagus untuk diimplementasikan dalam memajukan lembaga pendidikan Islam sekarang ini.

Saddam Husein sadar bahwa negara yang dipimpinnya selalu menghadapi ancaman perang, baik musuh yang datang dari dalam negerinya sendiri maupun dari luar.
.
Atas dasar kesadaran tersebut, Saddam Husein sangat perhatian kepada para tentaranya. Para serdadu diberikan perhatian yang amat tinggi di negara yang tidak pernah berhenti perang tersebut. Siapapun yang berstatus tentara oleh Saddam Husein sangat dihargai dan dicintainya.

Sebagai bentuk kecintaannya dimaksud, para tentara diberikan fasilitas hidup yang lebih dibanding lainnya. Kehidupan tentara dicukupi, dihargai, dan dimuliakan. Saddam Husein sangat memuliakan kehidupan tentara. Para prajurit dibuat bangga dan dibangun rasa terhormat di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai bukti perhatian presiden Iraq terhadap para tentara, mereka disedikakan fasilitas hidup yang serba lebih. Perumahan, kendaraan dinas, gaji, dan bahkan kepada isteri dan keluarga pahlawan perang dihormati dengan cara diberikan fasilitas hidup yang membanggakan.

Dalam kesempatan berkelililing di sekitar kota Baghdad, Irak, awal tahun 1990-an, saya melihat kawasan rumah mewah. Saya mendapat informasi bahwa kawasan perumahan mewah itu adalah fasilitas yang disediakan untuk para janda dan keluarga pahlawan perang. Mereka juga diberi fasilitas hidup dan tunjangan pensiun yang cukup.

Gambaran tersebut untuk menunjukkan betapa kehidupan para tentara di Iraq dihargai dan bahkan dimuliakan. Lewat cara itu, para tentara menjadi bangga dengan posisinya dan diharapkan menjadi benteng keamanan bagi seluruh rakyatnya.

Cara berpikir Saddam Husein tersebut rasanya tepat sekali untuk memajukan lembaga pendidikan. Kemajuan lembaga pendidikan amat tergantung dan ditentukan oleh para guru atau dosennya. Jika mereka itu bangga menjadi dosen karena keberadaannya dihargai dan bahkan dimuliakan tentu mereka akan bangga dan akan bekerja secara maksimal.

Umpama guru atau dosen, sebagaimana tentara Saddam Husein dihargai dengan cara dicukupi kebutuhan hidupnya, maka mereka akan bangga dengan jabatan dan akan bekerja secara total. Misalnya, mereka diberikan fasilitas hidup, mulai dari perumahan, kendaraan dinas, peningkatan karier, dan biaya hidup yang cukup.

Memberikan fasilitas hidup yang cukup kepada para guru atau dosen artinya adalah menjadikan mereka senang dan bangga dengan pekerjaan dan tugasnya sehari-hari. Dengan cara itu, para murid dan mahasiswa diajar oleh orang-orang yang hidupnya sejahtera dan bahagia.

Sebaliknya, jika para guru dan dosen hidupnya serba kekurangan maka sama artinya membiarkan para siswa dan mahasiswa diajar oleh orang yang sehari-hari hidup serba susah, kaya beban hidup, menderita, dan selalu mengeluh tanpa tahu jalan keluarnya. Suasana yang demikian ini tentu sulit diharapkan membuahkan hasil pendidikan yang maksimal.

Jika cara berpikir Saddam Husein ini diimplementasikan di dalam mengelola lembaga pendidikan maka pendidikan akan maju. Guru dan dosen akan bangga dengan statusnya. Mereka akan merasa dihargai dan dibanggakan di tengah masyarakat dan juga di hadapan para murid dan mahasiswanya.

Lewat cara tersebut para dosen dan guru akan menjadi tipe ideal yang bisa ditiru dan menjadi sosok orang yang berhasil dalam menjalani kehidupan. Bukan sebaliknya, yaitu serba paradog. Kehidupan mereka diharapkan ditiru oleh para murid atau mahasiswa tetapi pada kenyataannya sehari-hari hidup mereka tampak terlalu kaya beban.

Editor: Izzy

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Literasi Siswa Kelas XII MA Almaarif Bersama Ketua LP Ma’arif kab Malang

    Safari Literasi Siswa Kelas XII MA Almaarif Bersama Ketua LP Ma’arif kab Malang

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 826
    • 0Komentar

    Nadhira Rifqi 4 months ago UncategorizedRabu, 18 Mei 2022, Perwakilan Siswa MA Almaarif Singosari kelas XII Tahun ajaran 2021/2022 mengadakan kegiatan safari literasi. Acara ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan pembelajaran di kelas. Setiap siswa menulis sebuah cerpen dan disatukan menjadi sebuah buku antologi. Selain menulis bersama, setiap siswa dibebaskan untuk menulis sesuai bidang masing-masing. […]

  • PELAKSANAAN MARJAN DI MI ISLAMIYAH MALANG

    PELAKSANAAN MARJAN DI MI ISLAMIYAH MALANG

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    Zuhairoh Al Mahfudhoh. Rabu, 13 Desember 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Dalam rangka pelaksanaan tugas akhir mata kuliah Praktek Ketrampilan Mengajar (PKM), FITK UIN Malang melakukan kolaborasi dengan Ma’arif NU Kota Malang dengan kegiatan FITK dan Ma’arif Mengajar. FITK dan Ma’arif mengajar ini dilaksanakan di sekolah-sekolah sekitar Malang, salah satunya di MI Islamiyah Pakis […]

  • <strong>Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?</strong>

    Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.349
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 06 Januari 2023 “Tugas pertama dari Cinta adalah Mendengarkan” Paul Tillich Filsuf Jerman Sekian waktu perjalanan saya di perguruan tinggi, bersama tim LP Ma’arif dan lainnya, banyak hal yang saya temui dalam perjalanan khususnya di perguruan tinggi dan saat  menjelajah 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Namun kali ini hal […]

  • Melestarikan Budaya Lokal Sejak Dini: Acara Melukis Topeng Malangan di SD Islam KM Tamhid   

    Melestarikan Budaya Lokal Sejak Dini: Acara Melukis Topeng Malangan di SD Islam KM Tamhid  

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 864
    • 0Komentar

    Hasyisyatun Nurun Nisa’. Ahad, 16 November 2025  LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang MALANG, 15 November 2025 – Dalam sebuah upaya nyata melestarikan warisan budaya lokal sekaligus menanamkan kecintaan pada kesenian tradisional sejak usia dini, SD Islam KM Tamhid menyelenggarakan acara “Melukis Topeng Malangan” yang meriah bagi siswa-siswi KB-TK Muslimat NU 9 Ahmad Yani. Kegiatan yang […]

  • Sukses Berlebaran

    Sukses Berlebaran

    • calendar_month Selasa, 25 Apr 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 887
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Satu-satunya kandungan yang paling penting dalam formula sukses adalah tahu bagaimana bergaul dengan orang lain” Theodore Roosevelt Lebaran adalah momen yang sangat bagus untuk memperbaiki komunikasi yang selama ini beku, terputus, atau komunikasi yang tidak terjalin antar saudara, masyarakat bahkan komunitas. Tidak hanya itu, bila kita liat dan alami ketika […]

  • Kasi Pontren Kemenag “Saya bagian dari LP Ma’arif, SDM Ma’arif kompeten!”

    Kasi Pontren Kemenag “Saya bagian dari LP Ma’arif, SDM Ma’arif kompeten!”

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.333
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 16 januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Lebih dari enam puluh pendidik, tenaga pendidik dan tokoh-tokoh pendidikan memadati lantai dua Gedung LP Ma’arif Kabupaten Malang, pasa hari Sabtu (14/01/2023). Peserta yang mayoritas dari LP Ma’arif NU Kecamatan Pujon mengadakan Khotmil Qur’an sekaligus mengaji kitab Adabul Alim Wal Muta’allim serta mendengarkan […]

expand_less