Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.458

Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Dulu, pesantren tidak membutuhkan kurikulum. Hasilnya hebat. Lahir tokoh-tokoh agama dari pesantren. Para santri datang ke pesantren berniat belajar ke kyai yang dikenal kealimannya. Masing-masing kyai memiliki keilmuan yg berbeda-beda, sehingga para santri pun ketika memilih Kyai, menyesuaikan jenis ilmu yang mereka ingin dalami.

Para santri, dulu di Jawa Timur, mereka yang ingin alim di bidang Bahasa Arab, mereka datang ke Lirboyo. Di pesantren itu ada Kyai Machrus yg dikenal ahli tata bahasa Arab. Jika ingin alim di bidang tasawwuf, santri datang ke Pasuruan atau ke Bangkalan. Di Pasuruan ada Kyai Abdul Hamid dan di Bangkalan ada Kyai Kholil keduanya alim di bidang tasawwuf. Manakala ingin alim di bidang fiqh, mereka datang ke Asem Bagus, Situbondo. Di pesantren itu ada Kyai As’ad Syamsul Arifin yg alim di bidang fiqh. Bila ingin alim di bidang tafsir, maka santri datang ke pesantren Langitan. Di pesantren itu ada Kyai Abdullah Faqih yg sangat alim di bidang ilmu tafsir.

Rupanya, dulu belajar ke pesantren mirip dengan ketika orang mau belajar silat. Jika ingin menjadi ahli silat, maka belajarlah ke pendekar silat. Untuk menjadi pendekar silat tidak cukup hanya datang ke tempat pelatihan silat yang hanya memiliki kurikulum yg baik ttg berlatih silat. Ukuran kualitas hasil pendidikan yg dibicarakan bukan semata-mata kurikulumnya, tetapi yang lebih penting adalah kealiman kyainya.

Selanjutnya bagaimana dengan perguruan tinggi ? Memang, betapapun dalam pendidikan, kurikulum adalah penting. Tapi tidak sepenting profesornya. Sekarang PTKIN telah memiliki banyak profesor. Tentu para profesor inilah seharusnya yang menjadi daya tarik orang mau belajar ke kampus yang dipilihnya. Dan bukan alasan dekat, mudah lulus, berbiaya murah, gedungnya bagus, dan semacamnya. Tapi pertimbangan utamanya adalah karena kampus pilihannya punya guru besar yang hebat. Jika demikian maka akhirnya, perguruan tinggi menjadi sama dengan tradisi pesantren. Didatangi banyak santri oleh karena ada kyai yang dikenal masyhur kealimannya. Hal demikian itu juga tidak berbeda dengan padepokan. Tempat itu didatangi anak-anak muda yang ingin belajar silat karena ada pendekar silat yang hebat.

Ternyata pesantren disebut hebat bukan karena kurikulum, atau jumlah kitab yang banyak, apalagi karena faktor tingkat akreditasinya. Faktor itu malah tidak dibutuhkan. Bukan hal itu tidak penting, masih perlu. Akan tetapi, orang dulu belajar ke pesantren karena pertimbangan adanya kyai yang alim di bidang keilmuwannya. Dan, bukan hanya karena ada orang yang pintar menulis buku agama atau buku tentang silat. Semogalah perguruan tinggi Islam di mana-mana menjadi dikenal hebat karena ada profesornya yang hebat, dan bukan sebatas karena ada kurikulum, buku-buku, jurnal di perpustakaannya, sekalipun hal itu juga perlu.

editor: Izzy

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPECIAL LIVE SAFARI RAMADHAN 1443H/2022 M PC LP MA’ARIF NU KABUPATEN MALANG, MENATA JAM’IYAH MENGGERAKKAN JAMA’AH DENGAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

    SPECIAL LIVE SAFARI RAMADHAN 1443H/2022 M PC LP MA’ARIF NU KABUPATEN MALANG, MENATA JAM’IYAH MENGGERAKKAN JAMA’AH DENGAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 961
    • 0Komentar

    humaslp 4 months ago UncategorizedMalang, LP Ma’arif Kab. Malang. Bulan suci Ramadhan1443 H/2022 M ternyata tidak menyurutkan semangat pengurus LP Ma’arif Kabupaten Malang untuk mengabdikan diri dan berjuang membangun pendidikan di Kabupaten Malang. Bahkan Ramadhan menjadi penyemangat para pengurus untuk turba ke berbagai pelosok menjangkau sekolah dan madrasah yang lama tidak dikunjungi. Program telah disusun […]

  • <strong>Kegagalan Mengantisipasi Perubahan</strong>

    Kegagalan Mengantisipasi Perubahan

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Selasa 7 Maret 2023 “Jika Anda ingin terus memimpin, Anda harus terus berubah.” Howard Hendrick “Anda harus bisa menentukan program studi apa yang akan mati beberapa tahun lagi” Ujar Pak Solichin A. Darmawan sang Direktur Decra Group Indonesia Ketika kami makan bersama di sebuah pertemuan. Saya mengingat perkataan itu dengan cukup […]

  • Khotmil Qur’an “Olah Roso, Olah Pikir, Olah Rogo”

    Khotmil Qur’an “Olah Roso, Olah Pikir, Olah Rogo”

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.309
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Selasa, 30 Mei 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. “Pendidikan itu hakikatnya olah roso, olah pikir, dan olah roso” Sambutan Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I., membuat para hadirin manggut-manggut tanda setuju.”Olah pikir, Olah rasa, dan Olah raga. Mencari ilmu itu hukumnya wajib. Kita wajib belajar Ilmu agama dan ilmu […]

  • <strong>Pelantikan Pengurus LP Ma’arif MWC Bantur</strong>

    Pelantikan Pengurus LP Ma’arif MWC Bantur

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.474
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Ahad 29 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. LP Ma’arif NU Kecamatan Bantur masa khidmat 2023 s.d. 2028 sah dilantik. Disaksikan oleh Rois Syuriah Kyai Samiran, Ketua MWC Ustad Sujianto, S.Pd., penasehat KH. Asyik dan segenap pengurus Rois dan jajaran MWC lainnya, hadir juga perwakilan dari beberapa banom dan lembaga seperti […]

  • <strong>Keberaksaraan Sebagai Kebebasan</strong>

    Keberaksaraan Sebagai Kebebasan

    • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Kalau ingin maju, tidak boleh puas dengan apa yang ada” KH. Imam Zarkasyi, Gontor Nahdlatul Ulama memiliki tokoh tokoh yang hebat, dalam hal ini penitikberatan yang penulis maksud adalah literasi. Sejarah tidak akan menolak bilamana Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri, KH. Ma’shum Lasem, […]

  • Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

    Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.440
    • 0Komentar

    Dr. KH. Faris Khoirul Anam. Kamis, 15 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Kemaren malam saya memperkenalkan beberapa tool Kecerdasan Buatan / Artificial Intelligence (AI) kepada para santri. Pikir saya, lebih baik kita kenalkan lalu kita arahkan, daripada mereka tahu sendiri, lalu mencari arah sendiri. Saya lalu bukakan salah satu produk AI popular saat […]

expand_less