Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.821

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisuda SMPI 2 Pujon “Pendidikan Bukan Hanya Tanggungjawab Sekolah”

    Wisuda SMPI 2 Pujon “Pendidikan Bukan Hanya Tanggungjawab Sekolah”

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.323
    • 0Komentar

    Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. Rabu, 07 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang SMP Islam 2 Pujon menggelar Prosesi Wisuda Siswa-Siswi Kelas 12 Tahun 2023 dan Milad SMP Islam 2 Pujon (SMP Ma’arif 42) yang berlokasi di Desa Madiredo RT 01, RW 01 Pujon. Drs. Samsul Jadi sebagai kepala sekolah merasa bahwa […]

  • Mengabdi dengan Meneladani

    Mengabdi dengan Meneladani

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Senin 19 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang Program Fakultas Tarbiyah dan LP Ma’arif Kabupaten Malang mengabdi sudah merambah pada tingkat mahasiswa, dengan kerja sama LP Ma’arif mengabdi di lembaga madrasah di bawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Malang. Berlangsung mulai tanggal 14 Desember 2022 sampai dengan 23 Desember 2022, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam […]

  • Plang Edukasi Sampah, Langkah Kecil Jaga Bumi Sekolah

    Plang Edukasi Sampah, Langkah Kecil Jaga Bumi Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    04 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Sampah kerap dianggap persoalan sepele, padahal kebiasaan kecil dapat memberi dampak besar bagi lingkungan. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 128 UIN Malang menghadirkan program edukatif bertajuk Plang Pengolahan Sampah sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Program ini menyasar siswa SD […]

  • LP Ma’arif Bersama UIN Maliki Gelar Pelatihan Google Site

    LP Ma’arif Bersama UIN Maliki Gelar Pelatihan Google Site

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.206
    • 0Komentar

    Maulidia, S.Pd. Senin, 22 Mei 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Sabtu (20/5/2023), LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia khususnya di Jawa Timur, PC LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi mengadakan kegiatan program pengembangan untuk Guru-Guru Madrasah dengan tema seminar […]

  • Speak, Inspire, Shine

    Speak, Inspire, Shine

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 444
    • 0Komentar

    “Kepandaian berpidato berarti tindakan, dan mata orang bodoh jauh lebih tajan daripada telinga mereka” Shakespeare Izzy. Jum’at 21 Agustus 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Siap-siap mau lomba pidato antar sekolah?, guru kesulitan cari talent?, siswa pemalu?, siswa tidak percaya diri?, siswa down saat lomba?, guru mengalami kesulitan saat melatih?, siswa hanya terpaku pada hafalan […]

  • Ma’arif Green School, Sebuah Ide dan Harapan Abdul Malik Karim Amrullah

    Ma’arif Green School, Sebuah Ide dan Harapan Abdul Malik Karim Amrullah

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.665
    • 0Komentar

    Nadhira Rifqi 2 months ago Opini Green School adalah konsep yang mengajak seluruh warga sekolah untuk membangun gaya hidup agar lebih peduli dan melestarikan lingkungan sekolah. Sekolah yang sejatinya berperan sebagai lembaga penanaman nilai-nilai kepada peserta didik untuk menjaga melestarikan kehidupan ini secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sekolah harus memiliki komitmen yang kuat dan sistematis […]

expand_less