Breaking News
light_mode
Beranda » DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.PdI » Ekosistem Kemandirian Lembaga Non Profit

Ekosistem Kemandirian Lembaga Non Profit

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 590

Prof. Amka. Selasa, 28 Oktober 2025

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang.

Seringkali kita mendapati pernyataan “kita harus menjadi orang yang mandiri”, sebenarnya apakah sebenarnya mandiri itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, secara umum, mandiri berarti seseorang yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain, atau bisa juga mandiri Adalah tekad untuk bekerja keras demi mencukupi kebutuhan hidup tanpa mengandalkan orang lain. Pertanyaannya adalah apakah bisa kita hidup tanpa mengandalkan orang lain?  Tampaknya tidak mungkin, karenanya makna mandiri sebenarnya adalah kemampuan individu untuk mengatur hidupnya sendiri, membuat keputusan, dan mengambil tanggung jawab atas tindakan dan pilihannya agar tercipta sebuah ekosistem untuk survive. Berarti, kurikulum untuk membentuk kepribadian yang mandiri adalah bagaimana seorang individu diajari untuk mengambil sebuah keputusan dengan berbagai macam resiko yang dihadapinya dan dia bertanggungjawab atas keputusannya itu, serta bagaimana mendesain sebuah ekosistem yang baik di mana di dalamnya ada dorongan, marketing, branding dan inovasi dari proses produksi yang dihasilkan oleh individu.

Bagaimana memulai kemandirian itu sendiri terutama bagi sebuah lembaga, misalnya lembaga pendidikan, karena ujungnya Adalah sebuah eksistensi dan survive, bahkan suistanable Lembaga itu sendiri agar tidak ditinggalkan pelanggannya, maka pertama yang harus dilakukan adalah lembaga itu harus Care alias peduli, pada pengguna (user) produk yang akan kita hasilkan, berarti kita harus mengidentifikasi kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh calon user kita, berarti manajemen lembaga pendidikan harus punya data based kebutuhan calon pengguna (user) itu sendiri dan pihak manajemen terutama seorang pemimpin yang mengelola lembaga pendidikan. Kepedulian terhadap pengguna (user) itu juga bisa dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan manajemen kelembagaan, serta harus terbuka (open mind) terhadap segala masukan dan kritikan dari pengguna (user). Jika manajemen sudah terbuka dan mulai transparan, maka muncul konsekuensi logis yaitu kepercayaan (trust).

 

Gb.1. Model Ekosistem Siklus Kemandirian Lembaga Non Profit

Kepercayaan (trust) Adalah kunci awal Lembaga Pendidikan untuk mengoptimalkan segala resources organisasi yang ada, yang mestinya akan berdampak pada keuntungan finansial sebuah lembaga. Resources itu bisa berupa barang atau jasa yang dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan, misalnya jasa layanan administrasi yang biasanya masyarakat sebagai user kesulitan untuk menggunakannya, dengan model jasa layanan administrasi online dan memudahkan maka masyarakat akan lebih senang menggunakannya meskipun harus membayar dari layanan itu, masyakat sebagai pengguna akan senang, begitu pula barang yang diproduksi oleh Lembaga Pendidikan misalnya seragam atau buku yang diproduksi oleh lembaga itu juga akan sangat disukai oleh masyarakat sebagai pengguna, karena sudah percaya. Jadi kepercayaan menghasilkan keuntungan finansial bagi eksistensi lembaga pendidikan itu sendiri. Keuntungan finansial inilah yang harus dimanfaatkan lembaga pendidikan itu untuk dijadikan data awal atau untuk mengetahui arus kas (cash flow), karena dititik ini status lembaga pendidikan yang mestinya nir laba, di poin ini sudah menjadi lembaga yang sudah masuk kategori profit, sehingga pengetahuan tentang arus kas (cash flow) harus di pahami oleh pihak manajemen.

Hal ini menunjukkan jika bisnis Anda memiliki cukup uang kas atau dana untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Ketika Anda memiliki arus kas positif, artinya jumlah uang tunai yang masuk ke bisnis Anda lebih banyak daripada yang Anda keluarkan. Dengan begitu, Anda tidak akan kesulitan untuk membayar tagihan dan menutupi pengeluaran lainnya. Sebaliknya, ketika arus kas bisnis Anda menunjukkan tanda negatif, berarti jumlah pengeluaran lebih besar daripada jumlah pemasukan.

Segala pemasukan finansial itu sebenarnya di dalamnya ada beberapa hal yang pasti akan dilakukan oleh seorang pemimpin, yaitu keberanian mengambil Keputusan untuk menentukan produk lembaga pendidikan yang bersangkutan, karenanya memang data based sangat diperlukan dalam pengambilam Keputusan itu, selain itu juga pemimpin harus bertanggung jawab atas Keputusan dan pilihan yang dia lakukan dengan cara menerima konsekuensi yang bisa jadi akan menjadikan Lembaga Pendidikan itu memiliki pemasukan berlebih atau kurang.

Kemudian yang paling penting Adalah kita harus menyadari bahwa lembaga pendidikan itu secara natural didirikan dengan prinsip non profit, tidak seperti Perusahaan, karenanya hasil finansial yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan, harus dikembalikan lagi kebermanfaatannya untuk kepentingan masyarakat sebagai pengguna (user) utamanya sebagai bentuk Care (peduli) lembaga pendidikan untuk pengguna. Begitulah siklus kemandirian yang harus dipahami oleh pengelola lembaga pendidikan, karena akan menjadi rumus dasar agar lembaga pendidikan itu bisa survive dan diterima dengan baik oleh masyarakat sebagai pengguna (user) nya.

Penulis:

Abdul Malik Karim Amrullah (Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ketua LP Ma’arif NU Kab Malang)

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • <strong>MEMBANGUN TRUST</strong>

    MEMBANGUN TRUST

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Tak seorangpun bisa memberikan kepercayaan, jika ia sendiri tidak memiliki kepercayaan. Hanya orang yang memiliki keyakinan yang mampu meyakinkan” Joseph Joubert, Prancis Suatu hari, setelah menyelesaikan kegiatan LP Ma’arif NU Nahdlatul Ulama, saya dan guru saya Dr.H. Abdul malik Karim Amrullah, M.Pd.I., duduk dan mengobrol tentang perjalanan LP Ma’arif selama […]

  • MAHASISWA FITK MELAKUKAN KOORDINASI DALAM RANGKA MARJAN DI MI ISLAMIYAH PAKIS

    MAHASISWA FITK MELAKUKAN KOORDINASI DALAM RANGKA MARJAN DI MI ISLAMIYAH PAKIS

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Zuhairoh Al Mahfudhoh. Selasa, 12 Desember 2023 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dalam rangka tugas akhir perkuliahan, FITK melakukan kolaborasi dengan LP Ma’arif NU kota Malang. Kolaborasi dilakukan dengan menyebar mahasiswa untuk mengajar di sekolah-sekolah. FITK dan Ma’arif mengajar ini dilakukan guna melatih mahasiswa untuk mengajar secara langsung sebelum melaksanakan Asistensi Mengajar yang akan dilakukan […]

  • Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

    Kalau Sudah Ada Kecerdasan Buatan, Apa Masih Perlu Mondok dan Sekolah?

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Dr. KH. Faris Khoirul Anam. Kamis, 15 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Kemaren malam saya memperkenalkan beberapa tool Kecerdasan Buatan / Artificial Intelligence (AI) kepada para santri. Pikir saya, lebih baik kita kenalkan lalu kita arahkan, daripada mereka tahu sendiri, lalu mencari arah sendiri. Saya lalu bukakan salah satu produk AI popular saat […]

  • Rapat Kerja Mengembangkan Visi dan Misi SMPI Alma’arif 01 Singosari

    Rapat Kerja Mengembangkan Visi dan Misi SMPI Alma’arif 01 Singosari

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 924
    • 0Komentar

    Dr. H. Amka. Selasa, 11 Juli 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Dr Amka, Raker yang dilaksanakan oleh SMPI ALMAARIF 01 SINGOSARI ini sangat bagus untuk merencanakan kegiatan tahun berjalan maupun tahun depan. Raker bisa diawali dengan Rapim (rapat pimpinan), dimana Ketua yayasan mengajak semua kepala sekolah dan wakil kepala sekolah untuk bersama sama merumuskan […]

  • Launching Program MIRACLE di Pendopo Kecamatan Pujon

    Launching Program MIRACLE di Pendopo Kecamatan Pujon

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 793
    • 0Komentar

    Dr. Abd. Azis Tata Pangarsa, M.Pd Senin, 23 Desember 2024, Pak Azis menjalankan amanah dari Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang bersama Abah Samsul Hadi untuk menghadiri undangan launching Program MIRACLE (MORINGA AGAINTS MALNUTRITION AND CLIMATE CHANGE), yang diadakan di Pendopo Kecamatan Pujon. Kapasitas Pak Azis hadir sebagai Pengurus LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang sekaligus […]

  • PAC IPNU IPPNU Ampelgading Tanamkan Semangat Keorganisasian Pelajar NU di MTs Al-Musholliyah Taman Asri

    PAC IPNU IPPNU Ampelgading Tanamkan Semangat Keorganisasian Pelajar NU di MTs Al-Musholliyah Taman Asri

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 604
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang PAC IPNU IPPNU Ampelgading terus menunjukkan konsistensinya dalam membangun kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama melalui berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Salah satunya adalah kegiatan Sosialisasi dan Pengenalan Organisasi Pelajar NU, yang diselenggarakan pada Senin, 15 Juli 2025 di MTs Al-Musholliyah, Desa Taman Asri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi bagian […]

expand_less