Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.677

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Muda yang “Kudu” Terus Semangat

    Anak Muda yang “Kudu” Terus Semangat

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

      Izzy. Minggu, 01 Juni 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Mungkin bagi Sebagian orang, Minggu adalah hari libur. Tetapi bagi IPNU dan IPPNU tidak demikian. Minggu (01/06/2025) mereka mengadakan pelatihan Training of Fasilitator Komesariat. Penulis dapat tugas untuk menemani mereka di acara awal pembukaan. Sebelumnya, penulis mencoba berdialog dengan ketua organisasi perihal problematik apa […]

  • Revolusi Kemandirian Madrasah dan Produk Halal

    Revolusi Kemandirian Madrasah dan Produk Halal

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Bq. Sabtu. 18 April 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sabtu (18/04/2026). LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang bekerjasama dengan Lembaga Pangan Halal UNIRA Malang mengadakan Sosialisasi Pangan Halal dan Toyib di Lingkungan Sekolah Ma’arif Kabupaten Malang. Izzy membuka acara dengan menyapa 50 audiens kepala madrasah dari wilayah Kabupaten Malang, sembari kemudian menyampaikan susunan acara. Jaminan […]

  • Suksesi UAMNU, Geber Workshop Proktor di Tingkat SD/MI – MTs/SMP

    Suksesi UAMNU, Geber Workshop Proktor di Tingkat SD/MI – MTs/SMP

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 754
    • 0Komentar

    humaslp 8 months ago UncategorizedMalang, LP Ma’arif Rabu (09/03/2022) merupakan salah satu event workshop yang sangat penting bagi MI/SD sampai dengan MTs./SMP. hal itu dikarenakan PC LP Ma’arif Kabupaten Malang bekerjasama dengan Pengurus Wilayah LP Ma’arif Jawa Timur mengadakan wokshop Proktor UAMNU demi suksesnya Ujian Madrasah Nahdlatul Ulama diu wilayah Kabupaten Malang. “Ini wujud keseriusan […]

  • Pramuka Memberi Anak Ruang Belajar dan Tumbuh

    Pramuka Memberi Anak Ruang Belajar dan Tumbuh

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.252
    • 0Komentar

    Izzy. Jum’at 23 Agustus 2024. Kami Pramuka IndonesiaManusia PancasilaSatyaku kudharmakanDharmaku kubaktikanAgar jaya IndonesiaIndonesia Tanah airkuKami jadi pandumu Lantunan Hymne Pramuka mengalun  mengisi setiap sela-sela dedaunan. Terdengar lirih syahdu menyentuh daun telinga. Mengingatkan saya ketika beberapa tahun lalu ketika  masa-masa bersekolah dengan semangat melantunkan lagu tersebut. Dan juga terkadang menepi karena badan yang kecapean saat menjalani […]

  • Madu vs Embun PKB Guru MI Kab. Malang

    Madu vs Embun PKB Guru MI Kab. Malang

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 916
    • 0Komentar

    Bq & Abd. Rozzaq, M.Pd. Kamis 04 Juli 2024 LP Ma’arif PCNU kabupaten Malang “Masih ada energi yangg hadir diwaktu yang semestinya, masih ada embun penyejuk yang menetes pada waktu semestinya, masih ada madu yang tak tergantikan ditengah herbal, obat, jamu, dan ramuan yang merebak. ….. Kehadiran, hipnotis Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo dalam dunia […]

  • Adversity Quotient Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.

    Adversity Quotient Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.

    • calendar_month Selasa, 18 Apr 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.513
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Selasa, 18 April 2023 “Tindakan manusia adalah penafsir terbaik pikiran mereka” John Locke Tuban menurut saya perlu berbangga hati karena saat ini salah satu putera terbaik Tuban menjadi tokoh pendidikan di perguruan Tinggi, Lahir di Tuban 10 September 1967, putera pasangan H. Abu Syukur dan Hj. Shofiyah ini sedang menulis tinta […]

expand_less