Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.698

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harlah LP Ma’arif ke 97, Ma’arif Naik Kelas; Kompeten, Mandiri, Bermartabat

    Harlah LP Ma’arif ke 97, Ma’arif Naik Kelas; Kompeten, Mandiri, Bermartabat

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. Sabtu 19 September 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Assalamu’alaikum wr wb, sahabat perjuangan Ma’arif yang bermartabat, tidak terasa hampir 1 abad kita melihat dinamika LP MA’ARIF dengan berbagai kekuatan dan kelemahan nya, lembaga ini masih eksis, survive melewati samanya, setidaknya LP MA’ARIF melewati tiga fase. […]

  • Bercerita Tentang Belajar

    Bercerita Tentang Belajar

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.223
    • 0Komentar

      Izzy. Juma’at 11 April 2025 “Usahakan pelajaran yang baru diperoleh oleh guru, di muthola’ah 11 kali, walau pelajaran tersebut sudah dipaham sebelumnya” KH Mahrus Aly LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Nuansa Idul Fitri masih sangat terasa. Di masyarakat, di sekolah-sekolah terlihat geliat silaturrahim . semua merasakan keindahan kehidupan beragama yang menyenangkan. Anjang sana dan […]

  • Bimlat Pendampingan Pembuatan Google Form Dalam Meninjau Evaluasi Belajar

    Bimlat Pendampingan Pembuatan Google Form Dalam Meninjau Evaluasi Belajar

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 831
    • 0Komentar

    M Makruf Al Arif, Khalifatunnisa dan Shafa Al Istiqomah. Kamis, 29 Juni 2023. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Pada hari Selasa, 27 Juni 2023 telah diadakan acara Turba PC Ma’arif NU Kab Malang di LP Ma’arif Dau Malang dan Bimlat pendampingan pembuatan Gogle form dalam meninjau evaluasi belajar. Bertempat di MTs Wahid Hayim 02 Desa […]

  • MWC Wagir: “Wagir Siap Sambut Program Inovatif Ma’arif”

    MWC Wagir: “Wagir Siap Sambut Program Inovatif Ma’arif”

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 958
    • 0Komentar

    humaslp 4 months ago Berita, Kids, PendidikanMuhammad Masykur Izzy baiquni, 07 Juli 2022 Pengurus Cabang LP Ma’arif Kabupaten Malang melakukan pembinaan peningkatan kualitas guru dan siswa di Kecamatan Wagir. Rabu (06/07/2022) Dr. Hamka dan tim disambut oleh Pengurus MWC, Kepala sekolah SMP Sunan Giri dan para kepala sekolah serta utusan yang mewakili se kecamatan Wagir […]

  • Menyibak Aset Desa Sitiarjo Lewat Asesmen KKM

    Menyibak Aset Desa Sitiarjo Lewat Asesmen KKM

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 446
    • 0Komentar

    6 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Apa yang sesungguhnya tersembunyi di balik keseharian Desa Sitiarjo? Pertanyaan itu menjadi titik awal langkah mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 128 UIN Malang dalam menggali potensi desa melalui rangkaian wawancara asesmen yang dilakukan secara langsung kepada warga. Wawancara asesmen ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset dan potensi […]

  • Bapak Pendidikan Nasional Hadlratussyeikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

    Bapak Pendidikan Nasional Hadlratussyeikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.972
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Hadlaratussyeikh adalah seorang maha kiai dalam arti yang sebenarnya sekaligus pejuang bangsa” Gus Mus Februari bagi sebagian anak muda dirayakan sebagai hari valentine’s day yang dianggap masyarakat barat sebagai simbol hari kasih sayang. Tanpa sengaja di sebuah obrolan tentang bulan Februari saya teringat tentang lahirnya tokoh besar di Nusantara, seorang […]

expand_less