Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.808

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Life is Really Simple

    Life is Really Simple

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    Dr. H. Agus Mulyono, S.Pd.,M.Kes. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Penduduk didekat sebuah hutan.., hidup begitu sederhana tetapi semuanya tercukupi. Mau makan tinggal masuk ke dalam hutan untuk mencari umbi umbian yang memang sengaja ditanam. Mau sayur tinggal memetik pucuk pucuk beberapa jenis daun yang tersedia melimpah di dalam hutan. Mau makan ikan… tinggal memancing […]

  • Menumbuhkan Manusia sebagai Aset Terbesar Organisasi

    Menumbuhkan Manusia sebagai Aset Terbesar Organisasi

    • calendar_month Kamis, 9 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Kapasitas pertumbuhan Anda akan sangat menentukan kapasitas kepemimpinan Anda” “Berikan kepercayaan kepada seseorang, dan ia akan setia pada Anda, perlakukan mereka dengan baik dan mereka akan menunjukkan bahwa mereka memang baik” Ralph Waldo Emerson Seorang pemimpin organisasi atau lembaga pendidikan harus terus melakukan perbaikan untuk terus tumbuh dan berkembang. Ia […]

  • Mahasiswa KKM UIN Malang Resmi Mengabdi di Desa Sitiarjo, Fokus Perkuat Pendidikan

    Mahasiswa KKM UIN Malang Resmi Mengabdi di Desa Sitiarjo, Fokus Perkuat Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 975
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Suasana Balai Desa Sitiarjo tampak berbeda pada Selasa siang. Derap langkah pengabdian resmi dimulai ketika mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 128 secara simbolis diserahkan kepada pemerintah desa. Momen ini menandai awal kolaborasi akademik dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Pembukaan dan […]

  • Pembiasaan Sportivitas Melalui Olah Raga

    Pembiasaan Sportivitas Melalui Olah Raga

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    Bq. Minggu, 23 November 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Workshop Sepak Bola sebagai Alternatif Pengembangan Potensi Sekolah; Workshop khusus guru PJOK SD dan MI dalam mengembangkan program unggulan sekolah melalui olahraga. Dilaksanakan Sabtu (22/11/2025) pukul 08.00 wib di SMP Ahmad Yani Turen Malang. Dua narasumber utama yakni Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim […]

  • Kurikulum Merdeka Langkah Kreatif Inovatif

    Kurikulum Merdeka Langkah Kreatif Inovatif

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.312
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Sabtu 24 Februari 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Malang pada hari Sabtu (24/02/2024), Berkolaborasi dan bersinergi dengan Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, LP Ma’arif NU Kabupaten Malang menggelar workshop besar-besaran selama 32 jam pelajaran. “Implementasi Kurikulum Merdeka: Optimalisasi Pengembangan IKM dalam menyusun Modul Ajar untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran & […]

  • Pengabdian Sosialisasi Literasi dan Numerasi SD/MI di MI Hayatul Islamiyah

    Pengabdian Sosialisasi Literasi dan Numerasi SD/MI di MI Hayatul Islamiyah

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 917
    • 0Komentar

    Kamis 29 Desember 2022 LP Maarif Kabupaten Malang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Malang menyelenggarakan kegiatan “LP Maarif Mengabdi” pada hari Senin, 12 Desember 2022. Kegiatan ini merupukan kolaborasi antara LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dengan prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah sosialisasi […]

expand_less