Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.796

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kami Ngobrol tentang Tes Kemampuan Akademik

    Kami Ngobrol tentang Tes Kemampuan Akademik

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 781
    • 0Komentar

      “Hadiah yang Tuhan berikan kepada kita: potensi diri. Hadiah yang kita berikan kepada Tuhan: Mengembangkannya” Anonim Izzy. 25 Januari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Tes Kemampuan Akademik (TKA) sedang lumayan hangat dibicarakan di dunia Pendidikan. Saya diundang untuk berbicara dan memberikan motivasi serta teknik sederhana kepada siswa dan guru tentang TKA Bahasa Indonesia […]

  • Kunjungan dan Pembekalan KKM Mahasiswa UIN Malang di LP Ma’arif Kabupaten Malang

    Kunjungan dan Pembekalan KKM Mahasiswa UIN Malang di LP Ma’arif Kabupaten Malang

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Malang, 26 Desember 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dalam rangka persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 127 dan 128 melaksanakan kegiatan kunjungan sekaligus pembekalan di Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kabupaten Malang pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembekalan awal […]

  • MJEMIAS Bertransformasi

    MJEMIAS Bertransformasi

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.057
    • 0Komentar

    Mz. Sabtu, 17 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sabtu (17/05/2025). Berlokasi di Kantor Informasi Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Tim Ma’arif Journal of Education, Madrasah Innovation and Aswaja Studies, jurnal kebanggan LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang, melakukan pertemuan rutin untuk meningkatkan kualiats jurnal tersebut. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualiats, membangun […]

  • Observasi dan Volunteer LP Ma’arif bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang

    Observasi dan Volunteer LP Ma’arif bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 823
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 30 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Madrasah Ibtidaiyah Desa Sumber Keradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang kedatangan mahasiswa pasca sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tepatnya pada Selasa (13/12/2022) pagi hari. Kedatangan beberapa mahasiswa tersebut atas perintah dari salah satu dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang merupakan ketua […]

  • Mahasiswa KKM Laksanakan Penanaman Tanaman Obat Sekolah dan Pelabelan Edukatif

    Mahasiswa KKM Laksanakan Penanaman Tanaman Obat Sekolah dan Pelabelan Edukatif

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 613
    • 0Komentar

    14 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Penanaman TOSA dan Pelabelan Edukatif Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertugas di SMP Sunan Giri melaksanakan salah satu program kerja bidang lingkungan, yaitu kegiatan penanaman Tanaman Obat Sekolah (TOGA) yang disertai dengan pelabelan nama latin dan manfaat tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKM […]

  • Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.443
    • 0Komentar

    Hadi Er. Rabu 28 Desember 2024. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sumberputih, Wajak – Pelaksanaan hari ketiga Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru Sertifikasi Kecamatan Wajak pada Rabu (18/12/2024) di Hall MI Literasi Miftahul Huda, Sumbernongko, Sumberputih, Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program PKB dengan format IN-ON-IN, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi […]

expand_less