Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.531

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Inovasi Edukatif: Mahasiswa UIN Malang Menggelar Pembelajaran Interaktif di MTs. Wahid Hasyim 02 Dau

    Semangat Inovasi Edukatif: Mahasiswa UIN Malang Menggelar Pembelajaran Interaktif di MTs. Wahid Hasyim 02 Dau

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.294
    • 0Komentar

    Malang, 12 Desember 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Malang, 12 Desember 2023 – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti ruang kelas MTs. Wahid Hasyim 02 Dau ketika sekelompok mahasiswa semester 5 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berkunjung untuk menjalankan program inovatif mereka. Antusiasme siswa pun tak terbendung ketika mahasiswa ini […]

  • ULASAN DAN ANALISA RESENSI BUKU KEPEMIMPINAN INFLUENCER DI ERA DIGITAL KARYA Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I.

    ULASAN DAN ANALISA RESENSI BUKU KEPEMIMPINAN INFLUENCER DI ERA DIGITAL KARYA Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I.

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Senin, 08 Juni 2026 Penulis: Topik, S.Pd., M.Pd., mahasiswa S3 (Program Doktor) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prodi Manajemen Pendidikan Islam LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Berdasar analisa buku berjudul “Kepemimpinan Influencer di Era Digital: Konsep dan Model Penerapannya di Lembaga Pendidikan” karya Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. atas kajian makalah […]

  • Menulis Kembali dengan “Tinta Ma’arif”

    Menulis Kembali dengan “Tinta Ma’arif”

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.460
    • 0Komentar

    Izzy Bq, Sabtu 15 Juni 2024 Foto: Kepala MTs. Miftahul Ulum Sidodadi Gedangan LP Marif PCNU Kabupaten Malang. Perjalanan saya dengan Sekjen LP Ma’rif PCNU Kabupaten Malang Sabtu (15/06/2024) ini lumayan menguras energi. Kami melewati jalan berkelok dengan hamparan pepohonan yang teak jarang melewati perkampungan penduduk. Sidodai Gedangan, ya itu tujuan kami. Jalanan yang juga […]

  • Dream Adventure Goes To Bali SMP Assyaidiyah

    Dream Adventure Goes To Bali SMP Assyaidiyah

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    Ahad, 04 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dream Adventure, para santri  menapakkan kaki di Pulau Dewata, pada hari Jum’at 25 april 2025. Ini bukan sekadar wisata tanpa makna, ini adalah ziarah ke tanah yang kaya akan spiritualitas, kesenian, dan keindahan alam yang menakjubkan. Althirdlent memulai perjalanan ini dengan rasa antusias dan kesiapan untuk […]

  • Jaufan: Setelah 40 Tahun, Akhirnya Gondanglegi Memiliki Ma’arif

    Jaufan: Setelah 40 Tahun, Akhirnya Gondanglegi Memiliki Ma’arif

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 914
    • 0Komentar

    humaslp 4 months ago BeritaMuhammad Masykur Izzy Baiquni, 10 Juni 2022 Malang, LP Ma’arif Kabupaten Malang. Tagline bertajuk “Rapat Kerja dan Pengukuhan Pengurus LP Ma’arif MWC NU Gondanglegi” akhirnya berkumandang di ruang pertemuan gedung aula Madrasah Miftahul Ulum Atthohirin Gondanglegi Malang. Sabtu (04/06/2022) pukul 09.00 s.d. 11.00 wib. Acara ini dipimpin oleh H. Ahmad Khufaaji […]

  • Executive Briefing Quality Manajemen Sistem Menuju World Class Education

    Executive Briefing Quality Manajemen Sistem Menuju World Class Education

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Sabtu, 15 November 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Perjalanan menuju sertifikasi ISO 21001: 2018 hari ini, merupakan pertemuan yang kedua dari beberapa rangkaian visitasi dari Decra Indonesia agar bisa memberikan sertifikat ISO ke SMK NUSA. Pertama kalinya Pak Solihin sebagai Direktur Decra Indonesia masuk ke SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo dan langsung […]

expand_less