Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.767

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Filosofi Batik Ma’arif NU Kabupaten Malang

    Filosofi Batik Ma’arif NU Kabupaten Malang

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.408
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin 31 Juli 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Di awal sesi, setelah pembukaan, “Rapat Koordinasi LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dan  “Penandatanganan SPK LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dan Jawa Pos Radar Malang”. Para audiens dimanjakan dengan pemaparan tentang seragam batik LP Ma’arif Kabupaten Malang. Jum’at (28/07/2023) Melanjutkan instruksi dari […]

  • Trauma Informed Teaching LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

    Trauma Informed Teaching LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 436
    • 0Komentar

      Mz. Sabtu, 05 September 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Suara ramai gaduh sulit diredam, siswa memukul teman, berteriak pada guru, merusak barang yang ada. Di lain waktu, ada siswa yang sering membolos, kabur dari kelas, atau bersembunyi di kamar mandi. Belum cukup ternyata, siswa di kelas tidak bergerak, tidak bicara, sorot matanya kosong […]

  • Pendidikan adalah Kehidupan Itu Sendiri

    Pendidikan adalah Kehidupan Itu Sendiri

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 864
    • 0Komentar

    “Pendidikan Melahirkan Orang yang Berilmu. tetapi Agama Melahirkan Orang yang Berakhlak” Ibnu Khaldun. Bq. Ahad, 16 November 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Hawa terasa dingin meresap ke pori-pori kulit saat dibawa angin berhembus malam ini. Setelah hampir seharian penuh disirami oleh rintik bening air hujan yang kadang terasa enggan berhenti. Terlihat waktu 20.51 wib […]

  • Staff Model Boys

    Staff Model Boys

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 904
    • 0Komentar

    Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo. Selasa 14 Maret 2023 Mendengar istilah korupsi, saya selalu teringat ketika saya memberi kuliah yg mahasiswanya di antaranya sudah menjadi pejabat. Termasuk pejabat di departemen pajak. Pejabat pajak yang kuliah lagi ini pernah bercerita tentang kerjanya yang dianggap sukses, sehingga agar prestasi itu merata, ia sering dipindah dari satu kota […]

  • Al Ihsan Turen Menuju Pendidikan Semakin Berkualitas  

    Al Ihsan Turen Menuju Pendidikan Semakin Berkualitas  

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Jum’at 5 Mei 2023. LP Ma’arif Kabupaten Malang. Lebih dari 800 orang memadati halaman Yayasan Al Ihsan Turen. Mereka hadir untuk mengikuti halal bi halal, haul akbar K.H. Ma’sum Ihsan ke-14, haul perintis Yayasan Al Ihsan serta dewan guru yang telah wafat, dan reuni alumni Al Ihsan Turen pada hari Senin […]

  • Safari Ramadhan LP Maarif Kabupaten Malang: Transformasi Guru dalam Psikologi Pembelajaran  Mengasah Kesiapan Guru Maarif untuk Mencetak Generasi Berprestasi

    Safari Ramadhan LP Maarif Kabupaten Malang: Transformasi Guru dalam Psikologi Pembelajaran Mengasah Kesiapan Guru Maarif untuk Mencetak Generasi Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.784
    • 0Komentar

    Rabu, 19 Maret 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Malang, 18 Maret 2025 – Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC LP Maarif NU Kabupaten Malang kali ini menghadirkan tema “Psikologi Pembelajaran, Penguatan Bimbingan, dan Konseling.” Bertempat di Aula MI Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading, kegiatan ini diikuti oleh lima puluh guru dari wilayah TIRAM (Tirtoyudo dan […]

expand_less