Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.858

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Muda yang “Kudu” Terus Semangat

    Anak Muda yang “Kudu” Terus Semangat

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.251
    • 0Komentar

      Izzy. Minggu, 01 Juni 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Mungkin bagi Sebagian orang, Minggu adalah hari libur. Tetapi bagi IPNU dan IPPNU tidak demikian. Minggu (01/06/2025) mereka mengadakan pelatihan Training of Fasilitator Komesariat. Penulis dapat tugas untuk menemani mereka di acara awal pembukaan. Sebelumnya, penulis mencoba berdialog dengan ketua organisasi perihal problematik apa […]

  • Guru Ma’arif Kabupaten Malang, Mengabdi di Islamic Center Kota Toyota, Jepang

    Guru Ma’arif Kabupaten Malang, Mengabdi di Islamic Center Kota Toyota, Jepang

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.566
    • 0Komentar

    Selasa, 06 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Kota Toyota, Jepang – Bahrudin, seorang guru yang aktif mengajar di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Poncokusumo Kab. Malang di bawah lembaga Maarif  NU, kini menjalani misi dakwah di Islamic Center Kota Toyota Prefektur Aichi Jepang. Ketibaannya di Jepang tidak lepas dari support dari Sariraya Halal Mart […]

  • Kisah Klasih Pendidikan Sastra

    Kisah Klasih Pendidikan Sastra

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.552
    • 0Komentar

      Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 04 Mei 2025   “Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Van Goethe LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pernahkah anda melihat begitu banyak konflik?, Pertikaian?, Kekerasan?, Mungkin itu hampir setiap hari muncul di berbagai […]

  • Asosiasi Kepala Sekolah Ma’arif Kabupaten Malang

    Asosiasi Kepala Sekolah Ma’arif Kabupaten Malang

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 652
    • 0Komentar

        Bq. Selasa, 26 Mei 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Lebih padat daripada biasanya. Aula Aswaja dipenuhi peserta yang hadir dalam Sosialisasi Program Ma’arif dalam Asosiasi Kepala Sekolah Ma’arif. Sekitar 60 kepala sekolah antusias mengikuti acara yang dimulai pukul 08.15 wib, acara yang diawali dengan doa bersama peserta. Kedatangan para kepala sekolah pada […]

  • Tradisi Baru, Ketua LP Ma’arif Melaporkan Pelaksanaan UAMNU yang Sukses

    Tradisi Baru, Ketua LP Ma’arif Melaporkan Pelaksanaan UAMNU yang Sukses

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    humaslp 7 months ago Uncategorized Di sela-sela kesibukan yang berjibun sebagai Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Malang, Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah mengikuti serangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) UAMNU di berbagai pelosok Kabupaten Malang bersama tim. Sabtu (19/03/2022) Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Malang masih bisa untuk sowan kepada Rois Syuriah PCNU Kabupaten […]

  • Refleksi Kompetensi Pribadi

    Refleksi Kompetensi Pribadi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 350
    • 0Komentar

      “Anda tidak dapat memberi apa yang Anda tidak miliki” Anonim Muhammad Masykur Izzy Baiquni. 28 Agustus 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Lift yang saya naiki membawa saya naik ke lantai 6, Langkah saya agak tergesa untuk memasuki ruang rektor yang terkesan megah dan nyaman. Sambil menikmati snack dan air yang cukup mengurangi haus, […]

expand_less