Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.685

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Workshop dan Diklat Total Quality Management

    Workshop dan Diklat Total Quality Management

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Rabu 04 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Pengembangan Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Mutu di Satuan Pendidikan Quality Assurance Awareness” adalah tema besar yang dikaji dalam seminar dengan pemateri handal Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I., sang ketua LP Ma’arif Kabupaten Malang. Kerja sama antara LP Ma’arif Kabupaten Malang dengan […]

  • Mengabdi dengan Meneladani

    Mengabdi dengan Meneladani

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 814
    • 0Komentar

    Senin 19 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang Program Fakultas Tarbiyah dan LP Ma’arif Kabupaten Malang mengabdi sudah merambah pada tingkat mahasiswa, dengan kerja sama LP Ma’arif mengabdi di lembaga madrasah di bawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Malang. Berlangsung mulai tanggal 14 Desember 2022 sampai dengan 23 Desember 2022, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam […]

  • Bupati dan Ma’arif Sepakat “Kuatkan Lagi Spiritualisme di Madrasah”

    Bupati dan Ma’arif Sepakat “Kuatkan Lagi Spiritualisme di Madrasah”

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 930
    • 0Komentar

    humaslp2 months agoBeritaMuhammad Masykur Izzy Baiquni, Sabtu 06 Agustus 2022 Ma’arif Kabupaten Malang. Pertemuan dengan Bupati Sabtu pagi (6/08/2022) pukul 05.30. wib Sesuai rencana yang telah dibuat sebelumnya pengurus LP Ma’arif melakukan pertemuan santai penuh keakraban dengan Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi,MM. Tim LP Ma’arif meluncur dan tiba di Jalan Gede Kota Malang. Dikomandani […]

  • Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang: “Terima Kasih LP Ma’arif!”

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang: “Terima Kasih LP Ma’arif!”

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.861
    • 0Komentar

    Bq. Ahad, 10 Agustus 2024. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Sabtu (10/8/2024) Susana ramai dan riuh memenuhi pendopo Kabupaten malang yang berada di Jalan Panji Kepanjen. Para elemen masyarakat dan berbagai unsur lembaga pendidikan hadir memenuhi undangan Dewan pendidikan Kabupaten Malang. Diantar unsur penting yang hadir adalah dari Dinas Pendidikan kabupaten Malang, Kementerian Agama Kabupaten […]

  • LP Ma’arif PCNU Lamongan Kunjungi Ma’arif Malang, Ada Apa?

    LP Ma’arif PCNU Lamongan Kunjungi Ma’arif Malang, Ada Apa?

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Sabtu 07 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Sabtu (07/02/2026). Tujuh pengurus inti LP Ma’arif Kabupaten Lamongan yang dipimpin oleh Dr. Ali Nurdin, M.Pd. berkunjung ke LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang di Kantor Ma’arif Malang. tujuh pengurus inti yang berseragam LP Ma’arif Kabupaten Lamongan ditemui oleh para pengurus harian LP Ma’arif Kabupaten Malang dan […]

  • Ma’arif for the World “Santri Bisa Berpikir Kritis, Ngoding, dan Mimpin Tahlil”

    Ma’arif for the World “Santri Bisa Berpikir Kritis, Ngoding, dan Mimpin Tahlil”

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 501
    • 0Komentar

      Bq. Rabu 10 Juni 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Menjadikan pusat Lembaga yang mencetak kepala sekolah dan madrasah kapable dalam mengintegrasikan sistem tata kelola yang good government, mandiri, berdaya saing global dengan nilai Aswaja (Visi LP Ma’arif NU Kab Malang 2026-2030) Irama lagu kebangsaan, subbanul wathon dan Mars LP Ma’rif yang dimoderatori oleh […]

expand_less