Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.710

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai Perubahan Positif dari Diri Sendiri

    Mulai Perubahan Positif dari Diri Sendiri

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 444
    • 0Komentar

    “Mau Mengubah Dunia, Mulailah dari Diri Sendiri” Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, Pakar Tafsir Al Qur’an Izzy. Selasa, 31 Maret 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang “Saya teringat dengan dawuh Prof. Dr. Muhammad Quraish Shibab, bahwa kalau kita ingin merubah dunia menjadi lebih baik, maka mulailah dari merubah diri kita sendiri” tuturan awal Prof. Dr. […]

  • Ma’arif Malang di Kampoeng Kita Probolinggo

    Ma’arif Malang di Kampoeng Kita Probolinggo

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.286
    • 0Komentar

    Izzy. Sabtu, 24 Mei 2025 Foto: Ketua Ma’arif PCNU Kab. Malang bersama para pimpinan LP Ma’arif Kraksaan Probolinggo LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sang surya belum terlihat memerah saat Saya keluar dari rumah menuju Dau Malang ndalem Prof Amka. Tujuan besar hari ini  menuju Kabupaten Probolinggo, Kota yang terkenal dengan tembakau dan tambak udangnya. Pagi […]

  • Declaration of Ma’arif Day “Freedom and Happiness”

    Declaration of Ma’arif Day “Freedom and Happiness”

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.508
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Jumat 27 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Mahatma Gandhi berkata ‘Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony” pidato pembuka Dr. Amka di depan guru dan semua siswa MTs. serta MA Nurul Huda Ngajum pada hari Jum’at (27/01/2023). Rombongan dari LP Ma’arif […]

  • PAC IPNU IPPNU Ampelgading Tanamkan Semangat Keorganisasian Pelajar NU di MTs Al-Musholliyah Taman Asri

    PAC IPNU IPPNU Ampelgading Tanamkan Semangat Keorganisasian Pelajar NU di MTs Al-Musholliyah Taman Asri

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang PAC IPNU IPPNU Ampelgading terus menunjukkan konsistensinya dalam membangun kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama melalui berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Salah satunya adalah kegiatan Sosialisasi dan Pengenalan Organisasi Pelajar NU, yang diselenggarakan pada Senin, 15 Juli 2025 di MTs Al-Musholliyah, Desa Taman Asri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi bagian […]

  • World Class Ma’arif Education

    World Class Ma’arif Education

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 738
    • 0Komentar

    Bq. Ahad, 26 April 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Bertujuan meningkatkan mutu dan penguatan satuan pendidikan serta untuk membentuk sekolah/madrasah unggulan dibawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Kabupaten Malang, LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang menyelenggarakan Pembinaan “Penguatan Kelembagaan & Inovasi LP Ma’arif NU Kab. Malang menuju Ma’arif World Education” pada hari Sabru (25/04/2026), pukul […]

  • Inovasi Pembelajaran Guru PAI Abad 21 di antara Tantangan dan Solusi

    Inovasi Pembelajaran Guru PAI Abad 21 di antara Tantangan dan Solusi

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 670
    • 0Komentar

    Bq. Kamis, 14 Mei 2026 “Inovasi pembelajaran bagi guru di madrasah/sekolah merupakan kebutuhan sekaligus peluang. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang menarik, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang menarik, efektif, dan bernilai, serta menyiapkan generasi mendatang yang cakap literasi digital, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan” kata Ahmad Makki Hasan […]

expand_less