Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.845

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • MoU LP Ma’arif PCNU dan PC IPNU dan PC IPPNU Kabupaten Malang untuk Membentuk Komisariat dan Pengkaderan di Sekolah/Madrasah

    MoU LP Ma’arif PCNU dan PC IPNU dan PC IPPNU Kabupaten Malang untuk Membentuk Komisariat dan Pengkaderan di Sekolah/Madrasah

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.567
    • 0Komentar

    Jumat, 17 Mei 2024 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Bululawang, Kab.Malang – Langkah bersama dalam meningkatkan peran generasi muda dalam kegiatan keagamaan terus digalakkan. Lewat nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif) PCNU Kabupaten Malang dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) serta Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar […]

  • Kepemimpinan Influencer, Kinerja, dan Dedikasi Islami Membentuk Madrasah Unggul

    Kepemimpinan Influencer, Kinerja, dan Dedikasi Islami Membentuk Madrasah Unggul

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 861
    • 0Komentar

    Suci Hidayati. 28 Oktober 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pengurus dan sekolah inspiratif Suci Hidayati, M.Pd., melakukan kegiatan internasional dalam bidang pendidikan. ini merupakan bentuk dedikasi beliau sebagai pegiat ilmu manajemen pendidikan Islam. Beliau mengangkat yang mengangkat tema madrasah swasta unggul di bawah naungan L.P Ma’arif Kabupaten Malang. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. […]

  • Perencanaan Program Tahun 2024

    Perencanaan Program Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Rabu 10 Januari 2024. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Rabu (10/)1/2024). Sebagai lembaga yang terus meningkatkan profesionalitas. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang terus melakukan evaluasi diri, demi pelayanan yang semakin baik. Menindaklanjuti program strategis Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Kabupaten Malang yang telah terlaksana hingga tahun 2023 dan persiapan program selanjutnya tahun […]

  • Literasi di Kaki Gunung

    Literasi di Kaki Gunung

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 755
    • 0Komentar

    “Setiap orang yang Kita jumpai berpotensi mengajari kita sesuatu” John C. Maxwell Izzy. Jum’at. 06 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Menikmati hawa sejuk dan alam yang natural membawa rasa segar dan tenang. Pekat kabur tak menutup pandangan saya menapaki jalan yang berliku dan cenderung menanjak. Setelah sejam lebih, saya melewati jalan yang hanya […]

  • Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 3.948
    • 0Komentar

    Dr. Hj. Najmah, M.Pd., Jum’at, 18 April 2025. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dr Najmah kepala MTS NU Pakis yang menjadi anak didik Prof Dr H Syamsul Hadi menjadikan beliau adalah sosok mentor yang sangat bijaksana dan inspiratif, beliau sering menyatakan bahwa “Tidak ada anak yang dilahirkan Bodoh” ungkapan ini menjadikan Prof Syamsul Hadi sebagai […]

  • Refleksi Kompetensi Pribadi

    Refleksi Kompetensi Pribadi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 341
    • 0Komentar

      “Anda tidak dapat memberi apa yang Anda tidak miliki” Anonim Muhammad Masykur Izzy Baiquni. 28 Agustus 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Lift yang saya naiki membawa saya naik ke lantai 6, Langkah saya agak tergesa untuk memasuki ruang rektor yang terkesan megah dan nyaman. Sambil menikmati snack dan air yang cukup mengurangi haus, […]

expand_less