Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.833

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audit Hari Kedua; LP Ma’arif Menjadi Sasaran Tembak Auditor

    Audit Hari Kedua; LP Ma’arif Menjadi Sasaran Tembak Auditor

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 790
    • 0Komentar

    Selasa. 27 Januari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Audit ISO 21001:2018 ini dilaksanakan selama dua hari, Dimana hari pertama yang di audit Adalah Top Management and Management Representative, Sarana dan Prasarana, kurikulum, pengembangan usaha, kesiswaan, unit bimbingan konseling, serta 6 Prodi yaitu Prodi TKJ (SAD), Prodi Keperawatan (LSM), Prodi TKR, Prodi APHP (SAD), Prodi […]

  • Workshop IKM dalam Peningkatan Mutu Lembaga dan Guru se Kecamatan Turen

    Workshop IKM dalam Peningkatan Mutu Lembaga dan Guru se Kecamatan Turen

    • calendar_month Minggu, 12 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.495
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad 12 Maret 2023 LP Ma’arif NU kabupaten Malang Sabtu (11/3/2023) Lembaga Pendidikan Ma’arif MWC NU Kecamatan Turen mengadakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dalam Peningkatan Mutu Lembaga dan Guru Inspiratif Inovatif dan Kreatif untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengan Pertama se Kecamatan Turen, Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung MTs. […]

  • Sowan Lebaran, Prof Imam: Perkuat Komunikasi Organisasi

    Sowan Lebaran, Prof Imam: Perkuat Komunikasi Organisasi

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 802
    • 0Komentar

    Abdur Rahim 6 months ago Berita, Pendidikan Tim PCLP Ma’arif Kabupaten Malang melakukan kunjungan silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1443H ke kediaman Pembina LP Ma’arif Kabupaten Malang yang juga Mantan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Prof. Dr. H. Imam Suprayogo pada Hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 19.00. Tentu saja sebagai Ketua […]

  • Ziarah Haji ke Prof. Maskuri

    Ziarah Haji ke Prof. Maskuri

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 988
    • 0Komentar

    Dr. Abd. Azis Tata Pangarsa, M.Pd Sabtu, 5 Agustus 2023, bakda Maghrib, saya mengirim pesan melalui WA ke Pak Amka (Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.PdI) untuk mengajak beliau sowan sekaligus ziarah haji ke Prof. Dr. Maskuri, M.Si (Rektor UNISMA) yang kemarin baru sampai dari ibadah haji. Pak Amka, langsung merespon dengan cepat dan membalas […]

  • Mewujudkan Generasi Milenial yang Berkarakter, Berbudaya, Beriman, dan Bertakwa

    Mewujudkan Generasi Milenial yang Berkarakter, Berbudaya, Beriman, dan Bertakwa

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

    Izzybq. Kamis 20 Juni 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Mobil yang kami naiki menyusuri jalan yang berbelok ke arah perkampungan yang lumayan padat. Saat ini, Kamis 20 Juni 2024 jam menunjukkan pukul 10.15 wib saat mobil memasuki halaman rumah warga dan kami mermarkirnya disitu. Jalan masuk RA Al Huda dan MI Raudlatul Athfal dipenuhi […]

  • Ma’arif Dampingi Workshop Kurikulum Merdeka dan Deep Learning di PIQ

    Ma’arif Dampingi Workshop Kurikulum Merdeka dan Deep Learning di PIQ

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.554
    • 0Komentar

    Bq. Sabtu, 12 Juli 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Foto: Pemateri dan para guru MTs-MA PIQ Workshop Kurikulum Merdeka  dan Pembelajaran Mendalam “Mengeksplorasi Potensi Siswa, Peran PjBL, PBL, dan P5RA dengan Pendekatan Deep Learning” memang sedang sangat hangat dan dibutuhkan. MTs. dan MA PIQ Singosari melakukan konfirmasi kepada LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang […]

expand_less