Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.741

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manajemen Kantin Sehat dan Artificial Intelligence

    Manajemen Kantin Sehat dan Artificial Intelligence

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Jumat 7 April 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Safari Ramadhan 1444 Hijriyah atau 2023 Masehi LP Ma’arif NU Kabupaten Malang terus bergulir seperti bola salju yang semakin lama semakin besar merambah wilayah se Kabupaten Malang. Yayasan Izzul Islam Babadan Ngajum yang memiliki lembaga pendidikan mulai dari RA sampai dengan Madrasah […]

  • Workshop Ma’arif Smart School, Turen Memulai!

    Workshop Ma’arif Smart School, Turen Memulai!

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    Bq. Rabu, 21 Mei 2025 Foto: 8 Cinta Pendidikan Budaya dan Karakter LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sesi terakhir ujian UAMNU tak menyurutkan semangat madarsah-madrasah Kecamatan Turen untuk mengadakan workshop. Sementara itu, pengurus Ma’arif PCNU kabupaten Malang, Izzy dan Ahmad Syuhada berinteraksi dengan beberapa murid saat kelas enam MI Al Lathifiyah Turen sesi terakhir UAMNU. […]

  • MI Sunan Kalijogo Buka Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2026–2027

    MI Sunan Kalijogo Buka Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2026–2027

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 721
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang MI Sunan Kalijogo Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026–2027. Pendaftaran ini ditujukan bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan dasar berbasis akhlak, keilmuan, dan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada putra-putrinya. Sebagai madrasah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU, MI Sunan […]

  • Tirulah Saddam Husein Dalam Memajukan Lembaga Pendidikan

    Tirulah Saddam Husein Dalam Memajukan Lembaga Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.309
    • 0Komentar

    Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. Maret 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Beberapa waktu yang lalu datang ke rumah saya, beberapa orang yang mengaku sebagai pengurus yayasan perguruan tinggi. Kedatangan mereka sekedar mengajak berdiskusi untuk mencari cara strategis dalam memajukan perguruan tinggi yang sedang mereka kelola. Mendengarkan keterangan tentang perkembangan kampusnya dan tujuan mereka datang, saya […]

  • CERITA KLASIK EVENT ORGANIZER

    CERITA KLASIK EVENT ORGANIZER

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    humaslp4 months ago Learning, PendidikanOleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Semua hal akan berubah menjadi yang terbaik bagi orang yang berusaha sebaik mungkin supaya hal itu berubah” John Wooden “Coba nanti di lakpesdam atau di Ma’arif, panjenengan kembali giatkan pelatihan event organizer, pelatihan menjadi pembawa acara, dan publick speaking dan lainnya! Soalnya menurut saya ini juga […]

  • Workshop dan Diklat Total Quality Management

    Workshop dan Diklat Total Quality Management

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 832
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Rabu 04 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Pengembangan Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Mutu di Satuan Pendidikan Quality Assurance Awareness” adalah tema besar yang dikaji dalam seminar dengan pemateri handal Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I., sang ketua LP Ma’arif Kabupaten Malang. Kerja sama antara LP Ma’arif Kabupaten Malang dengan […]

expand_less