Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.842

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Literasi di Kaki Gunung

    Literasi di Kaki Gunung

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 753
    • 0Komentar

    “Setiap orang yang Kita jumpai berpotensi mengajari kita sesuatu” John C. Maxwell Izzy. Jum’at. 06 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Menikmati hawa sejuk dan alam yang natural membawa rasa segar dan tenang. Pekat kabur tak menutup pandangan saya menapaki jalan yang berliku dan cenderung menanjak. Setelah sejam lebih, saya melewati jalan yang hanya […]

  • Kelas Internasional LP Ma’arif Malang

    Kelas Internasional LP Ma’arif Malang

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Sabtu, o7 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sabtu (07/02/2016). Ruang Auditorium Aswaja LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang di Sabtu yang spesial terisi dengan beberapa kegiatan sekaligus secara bertahap. dimulai dari Kunjungan dan Seminar Internasional “Good Practices Holistic Islamic Education Between Indonesia and Zanzibar Tanzania” , Kunjungan LP Ma’arif PCNU Kabupaten Lamongan, dan rapat […]

  • MTs Nurul Huda Ngajum Borong Medali di Kejuaraan Nasional Pencak Silat Terbuka Pangdivif 2 Cup 2025

    MTs Nurul Huda Ngajum Borong Medali di Kejuaraan Nasional Pencak Silat Terbuka Pangdivif 2 Cup 2025

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.419
    • 0Komentar

      Muhammad Rosyid, M.Pd. Ahad, 25 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang MTs Nurul Huda Ngajum kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Dalam ajang Pencak Silat Pelajar Nasional “Malang Championship 2025” yang diselenggarakan di Kostrad Singosari, Malang, pada tanggal 24 April 2025, para atlet muda dari MTs Nurul Huda berhasil membawa pulang 2 […]

  • Tirulah Saddam Husein Dalam Memajukan Lembaga Pendidikan

    Tirulah Saddam Husein Dalam Memajukan Lembaga Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. Maret 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Beberapa waktu yang lalu datang ke rumah saya, beberapa orang yang mengaku sebagai pengurus yayasan perguruan tinggi. Kedatangan mereka sekedar mengajak berdiskusi untuk mencari cara strategis dalam memajukan perguruan tinggi yang sedang mereka kelola. Mendengarkan keterangan tentang perkembangan kampusnya dan tujuan mereka datang, saya […]

  • Tradisi Aswaja An Nahdliyah Mewarnai Wisuda RA-MI Roudlotul Ulum Pagak

    Tradisi Aswaja An Nahdliyah Mewarnai Wisuda RA-MI Roudlotul Ulum Pagak

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Rabu, 28 Juni 2023. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Susana tidak biasa terlihat di lingkungan RA dan MI Roudlotul Ulum Pagak Malang. Umbul-umbul mewarnai kemeriahan di hari itu, Sabtu (24/6/2023). Area halaman ditutup dengan tenda dan pentas yang menjadi pusat perhatian para tamu undangan dan siswa siswi yang hari itu di […]

  • Green Schooling Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Bangku Sekolah

    Green Schooling Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Bangku Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 654
    • 0Komentar

    09 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabu[aten Malang   Kepedulian terhadap lingkungan tidak lahir begitu saja, tetapi perlu ditanamkan dan dibiasakan sejak dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 128 UIN Malang menggelar program Green Schooling sebagai upaya membangun karakter peduli lingkungan bagi siswa Sekolah Anak Soleh Full Day. Kegiatan bertajuk […]

expand_less