Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.862

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Koordinasi MoU LP Maarif PCNU Kabupaten Malang dan PC IPNU serta PC IPPNU Kabupaten Malang

    Rapat Koordinasi MoU LP Maarif PCNU Kabupaten Malang dan PC IPNU serta PC IPPNU Kabupaten Malang

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Malang, 14 Mei 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kabupaten Malang, 13 Mei 2024 – Kemitraan strategis antara Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif) PCNU Kabupaten Malang dengan PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Malang mengambil langkah signifikan dengan melalui Rapat Koordinasi guna membahas implementasi Memorandum […]

  • Maliki International Islamic and Science Expo dan Sains LP Ma’arif Masa Depan

    Maliki International Islamic and Science Expo dan Sains LP Ma’arif Masa Depan

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    humaslp 5 hours ago Berita, PendidikanMuhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin 21 November 2022 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, bekerja sama dengan PTKIN, Kementerian Agama dan LP Ma’arif Kabupaten Malang menggelar Maliki International Islamic and Science Expo (MIISE) selama dua hari di Gedung Rektorat UIN Maliki Malang dengan berbagai event diantaranya workshop, ekspo dan […]

  • Coaching Clinic Akreditasi LP Ma’arif Kab Malang

    Coaching Clinic Akreditasi LP Ma’arif Kab Malang

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.181
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Sabtu 4 Februari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Gedung LP Ma’arif pada hari Rabu (30/01/2022) terlihat kedatangan tamu-tamu yang hilir mudik memasuki gedung. Seperti di hari sebelumnya, pada jam 10.00 s.d. 13.00 LP Ma’arif melaksanakan Coaching Clinic Persiapan Akreditasi dua sekolah berbasis pesantren yaitu MTs. PIQ Singosari dan SMP Assaidiyah Kepanjen […]

  • LP Ma’arif Kabupaten Malang “Daki Gunung” Bina Penguatan Tradisi Aswaja di Tapal Batas

    LP Ma’arif Kabupaten Malang “Daki Gunung” Bina Penguatan Tradisi Aswaja di Tapal Batas

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.420
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Juma’at 16 Desember 2022 Selasa, 13 Desember 2022 pukul 10:00 wib terselenggaralah kegiatan Seminar Pendidikan yang di adakan oleh ketua dan pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Malang beserta wali murid SMP dan Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin dan SMA As-Shodiq di salah satu yayasan pondok pesantren di Lereng Semeru yaitu Pondok Pesantren […]

  • MAHASISWA FITK MELAKUKAN KOORDINASI DALAM RANGKA MARJAN DI MI ISLAMIYAH PAKIS

    MAHASISWA FITK MELAKUKAN KOORDINASI DALAM RANGKA MARJAN DI MI ISLAMIYAH PAKIS

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.525
    • 0Komentar

    Zuhairoh Al Mahfudhoh. Selasa, 12 Desember 2023 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dalam rangka tugas akhir perkuliahan, FITK melakukan kolaborasi dengan LP Ma’arif NU kota Malang. Kolaborasi dilakukan dengan menyebar mahasiswa untuk mengajar di sekolah-sekolah. FITK dan Ma’arif mengajar ini dilakukan guna melatih mahasiswa untuk mengajar secara langsung sebelum melaksanakan Asistensi Mengajar yang akan dilakukan […]

  • Al Ihsan Turen Menuju Pendidikan Semakin Berkualitas  

    Al Ihsan Turen Menuju Pendidikan Semakin Berkualitas  

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.525
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Jum’at 5 Mei 2023. LP Ma’arif Kabupaten Malang. Lebih dari 800 orang memadati halaman Yayasan Al Ihsan Turen. Mereka hadir untuk mengikuti halal bi halal, haul akbar K.H. Ma’sum Ihsan ke-14, haul perintis Yayasan Al Ihsan serta dewan guru yang telah wafat, dan reuni alumni Al Ihsan Turen pada hari Senin […]

expand_less