Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.748

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ma’arif Goyang Jagad Maya Malang dengan Religious Literacy

    Ma’arif Goyang Jagad Maya Malang dengan Religious Literacy

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    humaslp2 weeks ago Berita, Learning, PendidikanMuhammad Masykur Izzy Baiquni, Sabtu 03 September 2022 Kerjasama yang apik dan inovatif telah terlaksana antara Kementerian Infokom, PB Ma’arif, Pemerintah Daerah Kabupaten Malang, Kementerian Agama Kabupaten Malang, PC Ma’arif Kabupaten Malang dan SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, Ahad (28/8/2022) di aula SMK NU Sunan Ampel. Seminar Hybrid Literasi Digital […]

  • Literasi Numerasi Adalah Kecakapan Hidup

    Literasi Numerasi Adalah Kecakapan Hidup

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.284
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Sabtu (18/10/2025). Saya ingin mengajak kita membaca kilas balik tentang matematika. Istilah matematika berasal dari Bahasa Yunani yaitu mathemata yang berarti hal yang dipelajari, sedangkan dalam Bahasa Belanda disebut wiskunde yang berarti ilmu pasti. Istilah matematika sebagai nama mata pelajaran digunakan pada kurikulum 1975 pada jenjang SD, SMP, dan SMA. […]

  • Panen Raya SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo 2026

    Panen Raya SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo 2026

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 833
    • 0Komentar

      Bq. Minggu, 24 Mei 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Suara tepuk tangan bergemuruh saat pemberian penghargaan kepada siswa-siswi terbaik berprestasi. Zidni Afiza Nurrohmah siswi terbaik seluruh jurusan. Siswi Kelas XII Keperawatan I Laila Ni’ami lulusan terbaik non akademik dengan medali terbanyak. Siswi Kelas XII Keperawatan I Keila Putri Albania menerima penghargaan khusus penghafal […]

  • Audit Stage 2 ISO 21001: 2018: Menemukan Ruang- Ruang Perbaikan

    Audit Stage 2 ISO 21001: 2018: Menemukan Ruang- Ruang Perbaikan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 714
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Senin, 26 Januari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Senen, 26 Januari 2026, Audit Stage 2 ISO, Auditor yang dikirimkan Decra Adalah H.M. Taufiqurahman, SQ, MA, Ardi, dan Lenteras Mahadirka. Audit dilaksanakan selama dua hari, Dimana hari pertama scope audit Adalah Kegiatan perusahaan, proses utama, unit bisnis fungsional dan site yang akan diaudit […]

  • Luru Ilmu Kanti Lelaku Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari

    Luru Ilmu Kanti Lelaku Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Kamis, 30 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.580
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Kamis 30 Maret 2023 “Meningkat berarti mengubah, jadi kesempurnaan terwujud karena perubahan berkelanjutan” Winston Churchill Memasuki bulan Ramadhan di pekan pertama membawa saya teringat ke kilas masa lalu bahwa Indonesia telah kehilangan salah satu tokoh yang sangat hebat dan wafat pada 7 Ramadhan 1366 Hijriyah atau 25 Juli 1947 Masehi. Malam […]

  • Perencanaan Program Tahun 2024

    Perencanaan Program Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Rabu 10 Januari 2024. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Rabu (10/)1/2024). Sebagai lembaga yang terus meningkatkan profesionalitas. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang terus melakukan evaluasi diri, demi pelayanan yang semakin baik. Menindaklanjuti program strategis Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Kabupaten Malang yang telah terlaksana hingga tahun 2023 dan persiapan program selanjutnya tahun […]

expand_less