Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.852

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Orang berdebat tentang apa mungkin manusia bisa mendengar suara Tuhan. Perdebatan itu biasanya tidak berkesimpulan kecuali kesimpulannya sendiri-sendiri. Masing-masing pihak membiarkan lawan pembicaranya mengambil kesimpulan yang berbeda. Sikap itu yang diambil karena kebenaran yang disampaikan tidak bisa dibuktikan, kecuali berupa keterangan tanpa ada benda yang diterangkan.

Diskusi tentang agama tidak selalu berakhir dengan kesimpulan yang sama. Berbeda di antara berbagai pihak menjadi hal biasa. Hal itu disebabkan karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan lewat data empirik. Masing-masing pihak mengandalkan keterangan. Sedangkan keterangan yang dimaksud juga tidak selalu jelas terhadap benda yang diterangkan. Mereka berkata atas kata. Bukan berkata atas benda.

Berdiskusi tentang apakah seseorang bisa mendengarkan suara Tuhan misalnya, juga tidak bisa dibuktikan, kecuali hanya lewat logika. Sebab Tuhan tidak bersuara, sebagaimana makhlukNya bersuara.

Akan tetapi sebenarnya jika disebut Tuhan tidak bersuara juga tidak mudah dipahami. Sebab manusia selalu berkeinginan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana mengerti ajaran, perintah, dan larangan Tuhan jika semua itu tidak bisa dipahami. Disinilah diperlukan logika untuk memahaminya.

Tuhan sebenarnya bersuara, tetapi suaraNya tidak nyata. Suara itu nyata pada diri rasul. Sedangkan rasul pun juga ghaib, karena itu suaranya tidak nyata. Suara rasul yang tidak nyata itu nyata pada hamba Allah yang ada di setiap diri manusia, yaitu bernama mukmin. Sedangkan mukmin juga tidak nyata, dan nyata pada mulut tubuh mukmin itu berada. Hal tersebut bisa dicontohkan dengan suara adzan.

Muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah memenuhi perintah iman atau mukmin yang ada pada dirinya. Mukmin itu adalah penjilmaan dari rasul. Sedangkan suara rasul adalah dari suara Tuhan. Maka kiranya bisa dipahami bahwa sebenarnya suara muadzin adalah suara Tuhan.

Tegasnya, lewat logika tersebut maka bisa dimengerti bahwa sebenarnya, suara adzan adalah suara Tuhan lewat mulut muadzin. Oleh karena itu, setiap mendengar suara adzan sama artinya dengan mendengar suara Tuhan. Lima kali dalam sehari semalam, kita dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya lewat shalat. Panggilan itu seharusnya segera dipenuhi karena pada hakekatnya adalah datang dari Tuhan (periksa al Qur’an Surah al Anfal ayat 20).

Memenuhi panggilan Tuhan lewat adzan untuk segera shalat seharusnya segera ditunaikan. Sebab jika selalu diabaikan, —lagi-lagi menggunakan logika, kelak pada saatnya kita memerlukan dipanggil, kita tidak dipanggil lagi. Karena semasa hidup, setiap dipanggil selalu diabaikan
Padahal betapa indahnya ketika kita mengakhiri hidup dipanggil oleh Tuhan dengan panggilan yang amat indah (periksa surat al Fajr ayat 27).

Akan tetapi jika semasa hidup kita dipanggil oleh Tuhan agar segera shalat, apalagi shalat berjama’ah di masjid, tetapi selalu diabaikan, —-menggunakan logika, maka tidak akan dipanggil lagi. Akhirnya, bisa jadi Tuhan tidak berkenan memanggil dan mewakilkannya kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa kita (periksa surat as Sajdah ayat 11).

Tentu jika mencabutnya itu diwakilkan, yaitu diwakilkan kepada malaikat maut maka menjadi amat berat dan sakit yang amat, karena sebagai wakil menggunakan protab atau SOP. Tentu tidak ada suasana kasih sayang.

Akhirnya, sebenarnya kita bisa sehari-hari mendengar suara Tuhan, yaitu karena Tuhan tidak nyata, maka bisa saja, suara itu nyata pada rasulNya. Dan oleh karena rasul tidak nyata, maka bisa nyata lewat mulut mukmin atau muadzin. Lewat logika ini, memenuhi seruan muadzin bisa dipahami sebagai suara Tuhan. Karena itu, ketika mendengar suara adzan seharusnya segera dipenuhi, datang ke tempat suara dimaksud dikumandangkan untuk shalat berjama’ah. Wallahu a’lam

Editor: Bq

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Coaching Clinic Akreditasi LP Ma’arif Kab Malang

    Coaching Clinic Akreditasi LP Ma’arif Kab Malang

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.173
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Sabtu 4 Februari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Gedung LP Ma’arif pada hari Rabu (30/01/2022) terlihat kedatangan tamu-tamu yang hilir mudik memasuki gedung. Seperti di hari sebelumnya, pada jam 10.00 s.d. 13.00 LP Ma’arif melaksanakan Coaching Clinic Persiapan Akreditasi dua sekolah berbasis pesantren yaitu MTs. PIQ Singosari dan SMP Assaidiyah Kepanjen […]

  • Bupati dan Ma’arif Sepakat “Kuatkan Lagi Spiritualisme di Madrasah”

    Bupati dan Ma’arif Sepakat “Kuatkan Lagi Spiritualisme di Madrasah”

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.022
    • 0Komentar

    humaslp2 months agoBeritaMuhammad Masykur Izzy Baiquni, Sabtu 06 Agustus 2022 Ma’arif Kabupaten Malang. Pertemuan dengan Bupati Sabtu pagi (6/08/2022) pukul 05.30. wib Sesuai rencana yang telah dibuat sebelumnya pengurus LP Ma’arif melakukan pertemuan santai penuh keakraban dengan Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi,MM. Tim LP Ma’arif meluncur dan tiba di Jalan Gede Kota Malang. Dikomandani […]

  • Mereka yang di Balik Layar

    Mereka yang di Balik Layar

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    “Santri dididik untuk berempati, itulah modal dasar dari pengusaha” Fendi Agus Sandrio, Direktur Indo Kretek Tobacco Malang Mz. Kamis, 30 Oktober 2025. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sebuah momen yang memang dibangun untuk saling sinergi tercipta dalam acara bertema Halaqah Santri Hybrid. Mengusung judul Santripreneur: Mewujudkan Kemandirian Santri sebagai Agen Perubahan dalam Mengawal Peradaban Dunia. […]

  • Literasi Madrasah Tantangan Orientasi Konsep Dan Upaya Kependidikan Dari Masa Ke Masa

    Literasi Madrasah Tantangan Orientasi Konsep Dan Upaya Kependidikan Dari Masa Ke Masa

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    humaslp 3 weeks ago Learning, OpiniMzIzzyBq. Senin 9 November 2022 Kegiatan Khotmil Qur’an dan pembinaan di LP Ma’arif kabupaten malang rutin dilaksanakan setiap bulan di gedung LP Ma’arif Kabupaten. Setiap bulan disini bergantian kecamatan yang hadir untuk mengaji dan mendengarkan wejanga bimbingan dari tokoh yang diundang. Sabtu 5 Oktober 2022 lalu Kami melaksnakan acara itu […]

  • Hari Keempat, Kunjungan ke Dong LI Vocational School

    Hari Keempat, Kunjungan ke Dong LI Vocational School

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Senin, 29 Juni 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Hari Sabtu, 28 Juni 2026, tim LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Jawa Timur diterima oleh Mis Wang sebagai kepala sekolah, kami diterima dengan sambutan meriah kemudian dibawa ke bengkel mobil listrik dan mobil auto pilot, kemudian kami juga dibawa ke bengkel dron untuk pertanian. […]

  • Manajemen Kantin Sehat dan Artificial Intelligence

    Manajemen Kantin Sehat dan Artificial Intelligence

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.265
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Jumat 7 April 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Safari Ramadhan 1444 Hijriyah atau 2023 Masehi LP Ma’arif NU Kabupaten Malang terus bergulir seperti bola salju yang semakin lama semakin besar merambah wilayah se Kabupaten Malang. Yayasan Izzul Islam Babadan Ngajum yang memiliki lembaga pendidikan mulai dari RA sampai dengan Madrasah […]

expand_less