Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Sukses Berlebaran

Sukses Berlebaran

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 25 Apr 2023
  • visibility 824

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Satu-satunya kandungan yang paling penting dalam formula sukses adalah tahu bagaimana bergaul dengan orang lain” Theodore Roosevelt

Lebaran adalah momen yang sangat bagus untuk memperbaiki komunikasi yang selama ini beku, terputus, atau komunikasi yang tidak terjalin antar saudara, masyarakat bahkan komunitas. Tidak hanya itu, bila kita liat dan alami ketika Ramadhan masyarakat sudah memiliki agenda pertemuan dengan mengadakan acara berbuka puasa bersama dengan keluarga, partner, atau juga teman semasa sekolah. Masih dilanjutkan ketika idul fitri setiap orang saling berkunjung bahkan sampai ada agenda reuni rutin setiap syawal.

                Setiap pertemuan pasti terjalin komunikasi, entah komunikasi itu pasif atau aktif. Kita bisa merasakan bagusnya komunikasi dengan seseorang tetapi tidak dengan yang lain. Mengapa demikian? Ada yang enjoy bercengkrama tetapi banyak juga yang lebih sibuk dengan gadgetnya. Lalu bagaimana komunikasi yang baik bisa terjalin?. Umumnya kita temui banyak yang lebih sibuk menjaga penampilan dengan harus menggunakan atribut yang baru, namun lupa untuk memperbaiki cara berkomunikasi agar hubungan silaturrahim semakin erat. Tutur kata yang baik adalah sedekah, menjumpai orang dengan wajah manis adalah sedekah, betapa sering kata-kata yang baik sanggup meluluhkan hati.

                Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa lisan. Sebagian besar kita lebih fokus kepada komunikasi verbal, berfikir tentang apa yang harus diucapkan, menekankan apa yang santun dikatakan dan apa yang jangan dikatakan. KH. Husein Muhammad menulis “Hidup ini akan terasa damai dan indah manakala manusia saling bicara jujur dan santun, saling mengasihi, berbaik sangka, dan membantu yang lemah dengan tulus.

Tetapi ada yang lebih penting dari komunikasi verbal, yaitu komunikasi nonverbal. Sebenarnya 90 persen interaksi manusia terjadi melalui komunikasi nonverbal. Di dalam Komunikasi nonverbal, pesan yang disampaikan tidak melaui kata-kata. Komunikasi yang disampaikan melalui ekspresi wajah, sikap dan gesture tubuh pada umumnya. Hal ini tidak terlepas dari cara berpakaian, sikap kita ketika berinteraksi, bahkan ekspresi kita ketika medengar atau melihat sesuatu.

Keberhasilan silaturrahim sangat dipengaruhi oleh komunikasi nonverbal. Oleh sebab itu kita perlu memberikan perhatian terhadap isyarat nonverbal yang kita tunjukkan. Bahasa tubuh sangat penting dalam hal ini. Dengan bahasa tubuh, kita bisa menciptakan atau menghapus kepercayaan dengan sangat cepat. Komunikasi nonverbal yang baik adalah skil yang sangat penting untuk mengurai kebuntuan silaturrahim bahkan dalam membangun resolusi konflik.

                Bahasa tubuh yang positif contohnya  kita tunjukkan seperti dengan senyuman, melakukan kontak mata, jarak dalam berdiri, cara berdiri dan cara duduk yang baik, menyesuaikan gesture, menggunakan nada suara yang sesuai, dan bersikap sesuai dengan situasi yang sedang kita hadapi. Kenapa hal ini sangat penting? Sebab orang akan memercayai orang lain yang banyak kesamaan dengan mereka. Kuncinya adalah sikap kita selalu dijadikan sehalus dan sebijaksana mungkin.

                Dale Carnegie memberikan beberapa teknik spesifik untuk mencapai hasil terbaik dalam komunikasi nonverbal. Pertama, jagalah agar diri Anda tetap selaras dengan memastikan bahwa bahasa tubuh Anda, kata-kata Anda, dan nada suara Anda semuanya sesuai. Bersikap tulus adalah satu-satunya factor terpenting saat berkomunikasi dengan orang lain. Tidak ada pengetahuan, teknik, atau keterampilan setajam apapun yang dapat menggantikan keinginan yang jujur dan tulus untuk membantu orang lain.

Kedua, ketika Anda sedang berbicara dengan tegas pada orang lain, pertahankan kontak mata tanpa harus menatap atau membelalak, dan jangan lupa berkedip. Penulis J. Harris berkata “Manusia ingin dihargai, bukan dibuat terkesan. Mereka ingin dianggap sebagai manusia, bukan papan uji reaksi bagi ego orang lain. Mereka ingin diperlakukan sebagai tujuan hidup mereka sendiri, bukan sebagai sarana demi memuaskan keangkuhan orang lain.” Maka Anda bisa meletakkan gadget Anda ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain.

Ketiga, perhatikanlah atmosfir dan semangat dari interaksi tersebut, dan sesuaikan dengan energi orang lain tersebut. Sesuaikan gesture dan juga nada suara Anda. Perhatikan unsur nada suara tinggi dan rendah, cepat atau lambat, dan keras atau lembut. Bila partner Anda berbicara dengan nada yang tenang dan empatik, maka Anda harus melakukan hal yang sama. Bila orang lain tahu bahwa Anda tidak mengabaikan mereka, merekapun tidak akan mengabaikan Anda.

                Keempat, Kita berusaha untuk bersikap positif dan antusias, sekalipun bila percakapan itu memanas. Setiap orang akan terpengaruh dengan energi positif. Bila ada hal yang kurang sesuai tetaplah menjaga suasana hati Anda tetap positif. Bill Gates berkomentar “Yang saya usahakan sebaik mungkin adalah membagikan antusiasme saya”. Antusiasme meningkatkan keberhasilan seseorang, sementara sikap apatis meningkatkan dalih.

Kelima, gunakanlah pakaian yang pantas, bahkan dengan pakaian yang tidak pantas akan sangat menyinggung orang lain. Pantas tidak harus mahal atau mewah, yang penting bersih, baik, dan sopan; Keenam, perhatikanlah budaya tradisional setempat, sebuah jabat tangan sangat berarti untuk menunjukkan bahwa kita aman bagi orang lain, kita membawa perdamaian untuk orang lain. Abraham Lincoln berkata “Jika Anda ingin memenangi seseorang agar bersedia membantu Anda, pertama-tama yakinkan dirinya bahwa Anda adalah sahabat yang tulus.”; Ketujuh, berusahalah untuk membawa sesuatu atau oleh-oleh, buah tangan sangat positif dalam membangun respon yang baik.

                Menyambung silaturrahim dalam arti persaudaraan kemanusiaan adalah keharusan setiap manusia dengan cara apapun, meski hanya dengan mengucapkan salam, memberikan hadiah, saling menolong, saling mendengarkan, berbicara bersama, bersikap ramah dan berbuat baik. Komunikasi yang terbuka meningkatkan kepercayaan, kepercayaan meningkatkan kepemilikan, dan kepemilikan meningkatkan partisipasi.

Wallahu a’laam

Selasa, 21: 45 wib

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua LP Ma’arif Hadiri Wisuda Purna Widya Ahmad Yani Jabung

    Ketua LP Ma’arif Hadiri Wisuda Purna Widya Ahmad Yani Jabung

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 907
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin 12 Juni 2023. Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. “Pendidikan itu yang digarap terlebih dahulu adalah membersihkan hati manusianya. Hati para murid, dengan membersihkan hati insya Allah pikiran menjadi terang. itu ajaran para kyai kita, bahkan Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari sudah menjelaskan dengan gamblang […]

  • Green Schooling Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Bangku Sekolah

    Green Schooling Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Bangku Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 489
    • 0Komentar

    09 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabu[aten Malang   Kepedulian terhadap lingkungan tidak lahir begitu saja, tetapi perlu ditanamkan dan dibiasakan sejak dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 128 UIN Malang menggelar program Green Schooling sebagai upaya membangun karakter peduli lingkungan bagi siswa Sekolah Anak Soleh Full Day. Kegiatan bertajuk […]

  • Tradisi Aswaja An Nahdliyah Mewarnai Wisuda RA-MI Roudlotul Ulum Pagak

    Tradisi Aswaja An Nahdliyah Mewarnai Wisuda RA-MI Roudlotul Ulum Pagak

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 950
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Rabu, 28 Juni 2023. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Susana tidak biasa terlihat di lingkungan RA dan MI Roudlotul Ulum Pagak Malang. Umbul-umbul mewarnai kemeriahan di hari itu, Sabtu (24/6/2023). Area halaman ditutup dengan tenda dan pentas yang menjadi pusat perhatian para tamu undangan dan siswa siswi yang hari itu di […]

  • Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.294
    • 0Komentar

    Hadi Er. Rabu 28 Desember 2024. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sumberputih, Wajak – Pelaksanaan hari ketiga Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru Sertifikasi Kecamatan Wajak pada Rabu (18/12/2024) di Hall MI Literasi Miftahul Huda, Sumbernongko, Sumberputih, Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program PKB dengan format IN-ON-IN, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi […]

  • SMK NUSA MENUJU WORLD CLASS MA’ARIF EDUCATION

    SMK NUSA MENUJU WORLD CLASS MA’ARIF EDUCATION

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Selasa, 21 April 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Workshop yang diselenggarakan SMK NUSA kali ini fokus strategi yang efektif dalam mengembangkan SMK NUSA untuk mencapai reputasi internasional. Prof Agus Maimun, MPd sebagai narasumber utama, menyatakan bahwa agar menjadi SMK yang bereputasi internasional, maka ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan, pertama adalah […]

  • Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

    Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.277
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Kepemimpinan bangsa-bangsa itu selalu berkaitan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapainya. Ada kesenjangan yang jauh dalam pencapain ilmu pengetahuan antara bangsa-bangsa yang berkuasa di dunia sekarang dengan bangsa-bangsa lainnya yang tidak berdaya, yang bodoh, yang miskin dan yang terbelakang’ Abu Al-A’la Al Maududy (Manhaj Jadid li at-Tarbiyah wa at-Ta’lim) Dinamika […]

expand_less