Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Musik untuk Kesuksesan Pendidikan

Musik untuk Kesuksesan Pendidikan

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
  • visibility 613

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Porseni Seni Musik

Takusen o mainicho o

Koko desu goshitekitane

Nando waratte nando naite

Nando kaze o hiite

Takusan o tomodachi to

Koko de asondekitane

Doko de hashite doko de koronde

Doko de kenka o shite

(Potongan lirik lagu Sayonara Youchin yang menggambarkan suasana kegiatan di TK)

Pekan ini kita banyak sekali diadakan porseni di madrasah-madrasah. Termasuk juga saya sering menjadi juri perlombaan bidang seni, bahasa dan sastra. Kemarin saya diminta untuk menjadi juri Porseni lomab Menyanyi. Timbul pertanyaan dlam benak saya, kesenian ini sering diperlombakan, namun saya jarang menemukan perhatian khusus untuk mengembangkan minat siswa? Kemudian saya fikir ini mungkin hanya kekurang fahaman saya saja.

Ketika mendengarkan mereka bernyanyi, ternyata banyak yang memiliki skill bernyanyi dengan olah vocal, olah rasa, dan olah jiwa yang baik sampai saya terharu mendengarkannya. Mereka memiliki kecerdasan musikal yang sangat bagus .Saya jadi teringat kepada Wolfgang Amadeus Mozart yang Ketika berusia empat tahun sudah mampu mempelajari musik hanya dalam waktu setengah jam. Ludwig van Bethoven komposer musik terkemuka yang berhasil menciptakan simfoni yang menggambarkan perjuangan dan visi kebebasan mencerahkan serta membangun kesrukunan social. Atau juga Al Kindi hingga Al Farabi yang mengajarkan nilai nilai kehidupan dalam musik. Mereka semua memiliki kecerdasan musikal. Bahkan, KH. Abdurrahman Wahid adalah ulama yang juga senang mendengarkan musik.

Ronald L. Partin menjelaskan bahwa pada pertengahan tahun 1980-1n Howard Gardner, Profesor di Harvard Graduate School of Education mempopulerkan konsep mengenai Kecerdasan Multiple (Multiple Intelligences). Gardner menawarkanpandangan alternatif mengenai kecerdasan. Beliau mendefinisikan sebagai “Lemampuan untuk memecahkan masalah atau kemampuan menciptakan karya yang bernilai paling tidak bagi satu budaya” Gardner menilai kecerdasan sebagai potensi biopsikologi. Ada delapan kecerdasan yang kemudian dikembangkan, salah satunya kecerdasan musical. Kecerdasan musical adalah kemampuan untuk mengenali dan Menyusun suara, nada, dan irama.

Saya ingin menoleh sebentar ke tetangga kita Negara Jepang, Negara yang sangat cepat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Dalam Buku Pendidikan Anak Ala Jepang dijelaskan bahwa Musik (ongaku) dikenalkan sejak kecil. Anak-anak diajari mendengarkan musik, bernyanyi sampai pada dilatih memainkan musik. Musik bukan pelajaran pelengkap atau ekstrakurikuler. Musik diajarkan secara serius dan mendapatkan prioritas yang sama dengan pelajaran lainnya. Pelajaran musik diberikan 2-3 kali per minggu. Jepang meyakini bahwa berlatih musik bisa meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan anak. Di sekolah juga selanjutnya diadakan pertunjukan musik yang dipersembahkan oleh semua peserta didik, bukan peserta didik yang dipilih.

Dengan belajar memainkan alat musik sejak dini, akan sangat membantu meningkatkan konsentrasi anak, membantu membentuk karakter anak, meningkatkan kecerdasan, serta menjaga keseimbangan otak kanan dan kiri anak.akibatnya, proses belajar anak semakin mudah. Itulah mengapa pelajaran musik di Jepang benar-benar diajarkan dengan serius. Peserta didik di Jepang harus belajar bermain musik, bagaimanapun bentuk dan caranya. Apabila anak memiliki bakat dengan hanya berlatih mandiri, mereka akan belajar lebih serius di tempat khusus atau membeli piano  daripada uang jajan mereka habis untu membeli pakaian dan jajanan.

Anak-anak juga bergabung dalam klub atau kelompok di bidang musik. Disitulah peserta didik belajar memainkan alat-alat musik tradisonal ataupun modern. Kegiatan khusus (Tokubetsu Katsudo) berisi berbagai jenis kegiatan yang digalakkan di sekolah.Kurobu Katsudo adalah kegiatan wajib diikuti oleh peserta didik yang berisi pilihan aktivitas bermusik, kerajinan tangan, melukis, computer, dan oleh raga. Pesrsis yang saya sering temui di porseni-porseni kita, bedanya di Lembaga kita aktivitas ini namun jarang dijadikan kegiatan wajib.

Izinkan saya bergeser ke Finlandia yang pernah menempati urutan teratas negara dengan masyarakat paling literat. Finlandia sangat memerhatikan bakat dan minat anak, khususnya di bidang seni musik. Kelas musik mulai ditawarkan kepada anak anak kelas dua, dan kemudian dimulai Ketika kelas 3 sekolah dasar. Peserta didik kelas dan wali murid dua diundang ke sekolah di mana kelas musik berada agar mereka mendengarkan lagu-lagu paduan suara siswa kelas musik, baik secara Bersama-sama maupun dalam pertunjukan masing-masing. Di Kota Javaskyla kelas musik untuk kelas 3-6 berada di Sekolah Kyparamaki. Di sekolah ini mereka belajar selama empat jam per minggu, berbeda dengan sekolah umum yang belajar musik dua jam per minggu.

Ratih D. Adiputri menulis “Setiap kelas berlatih proyek musik mereka sendiri-sendiri dan kelas 9 akan mengadakan konser musik di sekolah untuk menunjukkan bakat mereka …mengekspresikan diri melalui musik yang mereka pelajarai. Lagu baru pun terkadang diperdengarkan. Mereka berlatih di ruang kelas mereka yang dilengkapi dengan peralatan musik lengkap.”

Bila kita kaji dalam Buku Pengembangan Kecerdasan Majemuk dalam Pendidikan Anak Usia Dini Khasanah Islam dan Neurosains yang diambil dari penjelasan May Lwin (2003) “Bidang Neurologi yang menyatakan bahwa suara, irama, dan getaran mampu ditangkap anak atau bayi sejak dalam kandungan. Bahkan, disiplin ilmu ini menyatakan bahwa kecerdasan musik adalah kecerdasan yang paling besar dalam mengubah dan menggeser berbagai kecerdasan pada otak.” Musik mampu memberikan “ilham” pengabdian religious, mengungkapkan rasa kasih sayang kepada orang lain, dan mengakibatkan duka yang sangat dalam.

Sebagai beberapa penambahan bahwa kecerdasan musikal ini sangat penting, manfaat kecerdasan musical diantaranya bisa meningkatkan kreativitas dan imajinas, meningkatkan intelektualitas, memengaruhi kecerdasan lainnya, dan bisa menjadi terapi psikologis.

Dee Dickinson Pendiri New Horizon for Learning Berkata “Sekolah yang mengintegrasikan pelajaran music dalam kurikulum sejak Taman Kanak-Kanak mampu meningkatkan kecerdasan spasial dan logika. Hal ini dibuktikan oleh seorang alumni sekolah Hungaria yang meraih peringkat ke-1 dalam bidang sains modern.

Kemudian, saya ingin mengaitkan ini juga dengan perkataan guru saya alm. Mr. Vicky dan juga yang sering disampaikan Dr. Amka tentang membangun kebahagiaan dalam pembelajaran. Kebahagian dalam belajar terus kita gencarkan. Banyak hal yang berangkat dari hati yang senang (Muhyiddin, 2006). Kalimat inilah yang paling sederhana untuk melukiskan peranan musik bagi keberhasilan pembelajaran. Lalu bagaimana dengan pembelajaran di sekolah atau madrasah kita selanjutanya? ….biarlah Anda yang menjawab…karena ini sebuah pilihan.

Wallahu a’lam

Jum’at 03 Maret 2023. 15:53 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • <strong>Wabup “Rombak Gedung Ma’arif Lebih Bagus, Maka ada <em>Legacy</em> Disini”</strong>

    Wabup “Rombak Gedung Ma’arif Lebih Bagus, Maka ada Legacy Disini”

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, sabtu 26 Februari 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. “Rombak gedung Ma’arif lebih bagus, Maka ada legacy disini” pidato Wakil Bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., membuat seluruh hadirin bertepuk tangan penuh semangat. Rasa keakraban dan kekeluargaan dalam acara Khotmil Qur’an LP Ma’arif NU Kabupaten semakin meriah dengan […]

  • Menikmati Pahitnya Belajar

    Menikmati Pahitnya Belajar

    • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan” Imam Syafi’i “Menjadi manusia yang ulul al Baab. Dahulu pendidikan untuk menjadi benar dan pintar, Pendidikan terdahulu didahului dengan cara riyadhoh, puasa, belajar ilmu laduni, dan lainnya. Kalau dulu begitu, dan bermacam-macam tirakat yang dilakukan sehingga dapat ilmu […]

  • Maliki International Islamic and Science Expo dan Sains LP Ma’arif Masa Depan

    Maliki International Islamic and Science Expo dan Sains LP Ma’arif Masa Depan

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 540
    • 0Komentar

    humaslp 5 hours ago Berita, PendidikanMuhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin 21 November 2022 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, bekerja sama dengan PTKIN, Kementerian Agama dan LP Ma’arif Kabupaten Malang menggelar Maliki International Islamic and Science Expo (MIISE) selama dua hari di Gedung Rektorat UIN Maliki Malang dengan berbagai event diantaranya workshop, ekspo dan […]

  • <strong>Kegagalan Mengantisipasi Perubahan</strong>

    Kegagalan Mengantisipasi Perubahan

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Selasa 7 Maret 2023 “Jika Anda ingin terus memimpin, Anda harus terus berubah.” Howard Hendrick “Anda harus bisa menentukan program studi apa yang akan mati beberapa tahun lagi” Ujar Pak Solichin A. Darmawan sang Direktur Decra Group Indonesia Ketika kami makan bersama di sebuah pertemuan. Saya mengingat perkataan itu dengan cukup […]

  • Mengabdi dengan Meneladani

    Mengabdi dengan Meneladani

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Senin 19 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang Program Fakultas Tarbiyah dan LP Ma’arif Kabupaten Malang mengabdi sudah merambah pada tingkat mahasiswa, dengan kerja sama LP Ma’arif mengabdi di lembaga madrasah di bawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Malang. Berlangsung mulai tanggal 14 Desember 2022 sampai dengan 23 Desember 2022, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam […]

  • <strong>Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?</strong>

    Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 583
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 06 Januari 2023 “Tugas pertama dari Cinta adalah Mendengarkan” Paul Tillich Filsuf Jerman Sekian waktu perjalanan saya di perguruan tinggi, bersama tim LP Ma’arif dan lainnya, banyak hal yang saya temui dalam perjalanan khususnya di perguruan tinggi dan saat  menjelajah 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Namun kali ini hal […]

expand_less