Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Delapan Cinta di MI Al-Lathifiyah Bersama Mahasiswa UIN Malang

Delapan Cinta di MI Al-Lathifiyah Bersama Mahasiswa UIN Malang

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 1.019

Senin, 13 Oktober 2025.

LP Ma’arif PCNU kabupaten Malang.

Senin (13-14/10/2025). Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan Dasar Mengajar, kami mahasiswa UIN Malang Najwa Aisyah Abdallillah, Khairina Maghfirah, Safinatus Sulfa,  Muhamad Nasirudin, Mahmudatun Fudhla, Tania Tiara Nurselly, dan Hasby Asshiddiqy. Mereka melaksanakan praktik mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Lathifiyah, di Jl. Wirosentanan RT 05 RW 01, Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

“Kami belajar banyak dari kegiatan ini karena ini adalah pertama kalinya kami berinteraksi dengan siswa MI Al-Lathifiyah dan melihat langsung suasana sekolah dasar. Para instruktur dan staf MI Al-Lathifiyah, serta kepala sekolah, Bapak Chabibullah, menyambut kami dengan hangat. Kegembiraan kami terhadap praktik mengajar selama dua hari ini semakin bertambah dengan sambutan hangat ini. Kami berhasil mengajarkan sejumlah topik keagamaan selama kegiatan ini, seperti Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Aqidah Akhlak, serta Al-Qur’an Hadits. Kami ingin menanamkan nilai-nilai Islam dan akhlak yang luhur kepada anak-anak kami melalui pelajaran ini. Kami menggunakan metode interaktif, cerita, sesi tanya jawab, dan permainan edukatif untuk membantu siswa memahami materi selama proses pembelajaran.” Ujar salah satu mahasiswa.

Kepala MI Al-Lathifiyah Chabibullah, S.Pd.I., mengatakan bahwa kedua belah pihak mendapatkan banyak manfaat dari pengalaman mengajar ini,”Kehadiran mahasiswa UIN Malang sangat kami hargai. Beliau menyampaikan rasa terima kasihnya, dengan mengatakan, anak-anak kami mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, dan para mahasiswa juga merasakan langsung tantangan menjadi seorang pendidik.”

Selain kegiatan mengajar di kelas, kami juga mengikuti rutinitas pagi bersama siswa, seperti upacara bendera setiap hari Senin dan doa bersama sebelum masuk kelas. Sebelum pembelajaran dimulai, siswa dibiasakan melaksanakan shalat dhuha secara berjamaah di kelas masing-masing dengan bimbingan guru kelas sebagai bentuk pembiasaan ibadah harian.

MI Al-Lathifiyah juga menerapkan pembiasaan berbahasa, yaitu penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Arab pada hari-hari tertentu. Pembiasaan ini menjadi ciri khas sekolah dalam menanamkan nilai kedisiplinan, dan kemampuan berbahasa asing.

Disamping itu, MI Al-Lathifiyah juga mengajarkan metode pembelajaran baca tulis Al-Qur’an kepada para siswanya mulai dari kelas 1-6 dengan menggunakan Metode Yanbu’a. Metode Yanbu’a yang diajarkan mulai dari jilid 1-6 dengan melihat kemampuan dari para siswanya masing-masing sebagai sarana meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

MI Al-Lathifiyah memiliki kurikulum yang berbeda dari madrasah lainnya. Lembaga tersebut telah menggunakan Kurikulum Berbasis Cinta yang dikembangkan oleh Kementerian Agama. Kurikulum Berbasis Cinta yang diterapkan di MI Al-Lathifiyah dikenal dengan sebutan Kurikulum 8 Cinta, yang mencakup delapan nilai utama, yaitu: 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya; 2. Cinta Orang Tua dan Guru; 3. Cinta Diri Sendiri; 4. Cinta Sesama; 5. Cinta Alam Sekitar; 6. Cinta Bangsa dan Negara; 7. Cinta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; dan 8. Cinta Keunggulan.

Sedangkan Kementrian Agama masih mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta yang memiliki 5 Nilai. Oleh karena itu, penerapan Kurikulum 8 Cinta menjadi salah satu keunggulan dari MI Al-Lathifiyah.

Masih menurut kepala Mi Al Lathifiyah “Meskipun praktik mengajar dua hari ini singkat, pengalamannya tak terlupakan. Kami mendapatkan pengetahuan tentang metode pembelajaran, menangani beragam kepribadian siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Selain meningkatkan kemampuan mengajar kami, praktik ini juga membantu kami mengembangkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan bermanfaat bagi MI Al-Lathifiyah dan kami sebagai calon guru melalui kerja sama antara mahasiswa dan sekolah.”

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Yayasan Taman Pendidikan NU Jatikerto, Spirit KH Fauzi

    Transformasi Yayasan Taman Pendidikan NU Jatikerto, Spirit KH Fauzi

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.215
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 02 desember 2023 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Malang Sosok KH. Fauzi yang hadir dan duduk tenang memang memberikan inspiratif. Tokoh pejuang pendidikan Nahdlatul Ulama sejak tahun 1955 ini mengahdiri langsung Pengukuhan Pengurus Yayasan Taman Pendidikan NU Jatikerto Kromengan Kabupaten Malang, Ahad (01/01/2023). Sejak pukul 09.00 wib Surau Abah fauzi […]

  • ULASAN DAN ANALISA RESENSI BUKU KEPEMIMPINAN INFLUENCER DI ERA DIGITAL KARYA Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I.

    ULASAN DAN ANALISA RESENSI BUKU KEPEMIMPINAN INFLUENCER DI ERA DIGITAL KARYA Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I.

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Senin, 08 Juni 2026 Penulis: Topik, S.Pd., M.Pd., mahasiswa S3 (Program Doktor) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prodi Manajemen Pendidikan Islam LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Berdasar analisa buku berjudul “Kepemimpinan Influencer di Era Digital: Konsep dan Model Penerapannya di Lembaga Pendidikan” karya Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. atas kajian makalah […]

  • <strong>Keluarga Besar Yayasan Al Ihsan Meriah Sambut LP Ma’arif</strong>

    Keluarga Besar Yayasan Al Ihsan Meriah Sambut LP Ma’arif

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.173
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 23 Desember 2022. LP Ma’arif Kabupaten Malang Suasana meriah mewarnai kunjungan Ketua LP Ma’arif Dr. H.Abdul Malik karim Amrullah, M.Pd.I., bersama tim literasi Muhammad Masykur Izzy Baiquni dan Muhammad Najib di MI Al Ihsan jeru Turen kemarin, Selasa (20/12/2022). Dr. H. Amka menghadiri langsung pertemuan wali murid dan segenap guru […]

  • Guru Ma’arif Makin Kuasai Media Digital

    Guru Ma’arif Makin Kuasai Media Digital

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Sabtu 8 April 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Makin pesatnya perkembangan teknologi di dunia membuat LP Ma’arif NU Kabupaten Malang banyak melakukan pelatihan di wilayah Kabupaten Malang. Gelegar semangat para guru yang hadir di aula Pondok Pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial An Nur Asyarihin Tajinan Kabupaten Malang, Sabtu (8/04/2023). Tiga […]

  • LP Ma’arif Kabupaten Malang Disambut Meriah di Darul Qur’an Bukit Badong Malaysia

    LP Ma’arif Kabupaten Malang Disambut Meriah di Darul Qur’an Bukit Badong Malaysia

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. Kamis 9 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Mudir Sekolah Tahfidz Darul Qur’an Bukit Badong (DQBB) Malaysia, Ustad Aiman Sufyan menyambut gembira kedatangan rombongan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Karena kunjungan ini adalah pertama kali dilakukan oleh rombongan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Anak muda yang rendah […]

  • Kita Bisa Menyelesaikannya

    Kita Bisa Menyelesaikannya

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.716
    • 0Komentar

      Izzy. Sabtu, 05 April 2025 “Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin dijalan yang benar maka lanjutkan.” K.H. Abdurrahman Wahid LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Sabtu sore 05 April 2025. Suasana masih lengang saat kami memasuki area Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah yang diasuh oleh KH Zainul Arifin. Maklumlah pesantren memang sedang […]

expand_less