Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Delapan Cinta di MI Al-Lathifiyah Bersama Mahasiswa UIN Malang

Delapan Cinta di MI Al-Lathifiyah Bersama Mahasiswa UIN Malang

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 923

Senin, 13 Oktober 2025.

LP Ma’arif PCNU kabupaten Malang.

Senin (13-14/10/2025). Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan Dasar Mengajar, kami mahasiswa UIN Malang Najwa Aisyah Abdallillah, Khairina Maghfirah, Safinatus Sulfa,  Muhamad Nasirudin, Mahmudatun Fudhla, Tania Tiara Nurselly, dan Hasby Asshiddiqy. Mereka melaksanakan praktik mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Lathifiyah, di Jl. Wirosentanan RT 05 RW 01, Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

“Kami belajar banyak dari kegiatan ini karena ini adalah pertama kalinya kami berinteraksi dengan siswa MI Al-Lathifiyah dan melihat langsung suasana sekolah dasar. Para instruktur dan staf MI Al-Lathifiyah, serta kepala sekolah, Bapak Chabibullah, menyambut kami dengan hangat. Kegembiraan kami terhadap praktik mengajar selama dua hari ini semakin bertambah dengan sambutan hangat ini. Kami berhasil mengajarkan sejumlah topik keagamaan selama kegiatan ini, seperti Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Aqidah Akhlak, serta Al-Qur’an Hadits. Kami ingin menanamkan nilai-nilai Islam dan akhlak yang luhur kepada anak-anak kami melalui pelajaran ini. Kami menggunakan metode interaktif, cerita, sesi tanya jawab, dan permainan edukatif untuk membantu siswa memahami materi selama proses pembelajaran.” Ujar salah satu mahasiswa.

Kepala MI Al-Lathifiyah Chabibullah, S.Pd.I., mengatakan bahwa kedua belah pihak mendapatkan banyak manfaat dari pengalaman mengajar ini,”Kehadiran mahasiswa UIN Malang sangat kami hargai. Beliau menyampaikan rasa terima kasihnya, dengan mengatakan, anak-anak kami mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, dan para mahasiswa juga merasakan langsung tantangan menjadi seorang pendidik.”

Selain kegiatan mengajar di kelas, kami juga mengikuti rutinitas pagi bersama siswa, seperti upacara bendera setiap hari Senin dan doa bersama sebelum masuk kelas. Sebelum pembelajaran dimulai, siswa dibiasakan melaksanakan shalat dhuha secara berjamaah di kelas masing-masing dengan bimbingan guru kelas sebagai bentuk pembiasaan ibadah harian.

MI Al-Lathifiyah juga menerapkan pembiasaan berbahasa, yaitu penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Arab pada hari-hari tertentu. Pembiasaan ini menjadi ciri khas sekolah dalam menanamkan nilai kedisiplinan, dan kemampuan berbahasa asing.

Disamping itu, MI Al-Lathifiyah juga mengajarkan metode pembelajaran baca tulis Al-Qur’an kepada para siswanya mulai dari kelas 1-6 dengan menggunakan Metode Yanbu’a. Metode Yanbu’a yang diajarkan mulai dari jilid 1-6 dengan melihat kemampuan dari para siswanya masing-masing sebagai sarana meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

MI Al-Lathifiyah memiliki kurikulum yang berbeda dari madrasah lainnya. Lembaga tersebut telah menggunakan Kurikulum Berbasis Cinta yang dikembangkan oleh Kementerian Agama. Kurikulum Berbasis Cinta yang diterapkan di MI Al-Lathifiyah dikenal dengan sebutan Kurikulum 8 Cinta, yang mencakup delapan nilai utama, yaitu: 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya; 2. Cinta Orang Tua dan Guru; 3. Cinta Diri Sendiri; 4. Cinta Sesama; 5. Cinta Alam Sekitar; 6. Cinta Bangsa dan Negara; 7. Cinta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; dan 8. Cinta Keunggulan.

Sedangkan Kementrian Agama masih mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta yang memiliki 5 Nilai. Oleh karena itu, penerapan Kurikulum 8 Cinta menjadi salah satu keunggulan dari MI Al-Lathifiyah.

Masih menurut kepala Mi Al Lathifiyah “Meskipun praktik mengajar dua hari ini singkat, pengalamannya tak terlupakan. Kami mendapatkan pengetahuan tentang metode pembelajaran, menangani beragam kepribadian siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Selain meningkatkan kemampuan mengajar kami, praktik ini juga membantu kami mengembangkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan bermanfaat bagi MI Al-Lathifiyah dan kami sebagai calon guru melalui kerja sama antara mahasiswa dan sekolah.”

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTs Almaarif 01 Singosari  Beri Penghargaan Siswa Terbaik UAMNU

    MTs Almaarif 01 Singosari Beri Penghargaan Siswa Terbaik UAMNU

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.651
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Selasa 20 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Wisuda ke-62 MTs. Almaarif 01 Singosari Kabupaten Malang Tahun Ajaran 2022/2023 berlangsung sangat meriah pada hari Sabtu (10/6/2023). Tidak tanggung-tanggung, wisuda ini dihadiri oleh banyak tokoh diantaranya Ketua YP Almaarif Singosari KH. Moh. Anas Noor, M.H., Kepala Kemenag Kabupaten Malang Drs. H. […]

  • Ekosistem Kemandirian Lembaga Non Profit

    Ekosistem Kemandirian Lembaga Non Profit

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Selasa, 28 Oktober 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Seringkali kita mendapati pernyataan “kita harus menjadi orang yang mandiri”, sebenarnya apakah sebenarnya mandiri itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, secara umum, mandiri berarti seseorang yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain, atau bisa juga mandiri Adalah tekad untuk bekerja keras demi […]

  • Bupati Malang Restui Keberangkatan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Kerjasama dengan Singapura dan Malaysia

    Bupati Malang Restui Keberangkatan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Kerjasama dengan Singapura dan Malaysia

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 6 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Sabtu pagi (4/03/2023). Pertemuan antara Ketua LP Ma’arif Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I, dengan Bupati Kabupaten Malang dalam rangka menyampaikan izin dan mohon doa restu untuk berangkat ke Singapura dan Malaysia, sangat direspon positif oleh Bupati Kabupaten Malang. Tujuan besar […]

  • Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    Hadi Er. Rabu 28 Desember 2024. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sumberputih, Wajak – Pelaksanaan hari ketiga Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru Sertifikasi Kecamatan Wajak pada Rabu (18/12/2024) di Hall MI Literasi Miftahul Huda, Sumbernongko, Sumberputih, Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program PKB dengan format IN-ON-IN, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi […]

  • ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

    ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Orang-orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu, sampai mereka mengetahui seberapa besar Anda peduli”                 Sebuah penghargaan besar didinding ruang tamu Prof. Imam menyita perhatian saya, saya membaca tulisan tersebut dan berisi tentang pengahrgaan kehormatan yang diberikan kepada Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo atas kontribusi besar beliau terhadap Peradaban Islam […]

  • “Uripo ing Madrasah Nanging ojo golek penguripan ing Madrasah” KH Romly Tamim

    “Uripo ing Madrasah Nanging ojo golek penguripan ing Madrasah” KH Romly Tamim

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    humaslp16 mins agoBerita, Pendidikan Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 19 September 2022 H. Ahmad Karim Sy.LP Ma’arif Kabupaten Malang Satu lagi tokoh teladan yang mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang sangat tinggi dari LP Ma’arif kabupaten Malang dalam acara Harlah ke-93 LP Ma’arif. Beliau adalah H. Ahmad Karim Sy. tokoh pendidikan kelahiran Yogyakarta dan mengabdi di […]

expand_less