Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Literasi Madrasah Tantangan Orientasi Konsep Dan Upaya Kependidikan Dari Masa Ke Masa

Literasi Madrasah Tantangan Orientasi Konsep Dan Upaya Kependidikan Dari Masa Ke Masa

  • account_circle humaslp3
  • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
  • visibility 972

humaslp 3 weeks ago Learning, Opini
MzIzzyBq. Senin 9 November 2022

Kegiatan Khotmil Qur’an dan pembinaan di LP Ma’arif kabupaten malang rutin dilaksanakan setiap bulan di gedung LP Ma’arif Kabupaten. Setiap bulan disini bergantian kecamatan yang hadir untuk mengaji dan mendengarkan wejanga bimbingan dari tokoh yang diundang. Sabtu 5 Oktober 2022 lalu Kami melaksnakan acara itu dan pembinaan disampaikan oleh Drs. K.H. Imam Ma’ruf dari Kepanjen Malang.

Beliau tokoh yang pandai menganalisi dan menyampaikan secara runtun dan lugas, maklumlah beliau juga mendalami Bahasa dan Sastra Indonesia. KH Imam Ma’ruf mengajak audiens untuk menganalisis berbagai problematik dan mengajak melakukan upaya pendidikan dengan pola metodologi pendidikan yang diajarkan oleh Hadratussyaikh K Hasyim Asy’ari KH. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim untuk diterapkan di madrasah-madrasah khususnya madrasah formal di Kabupaten Malang.

Semenjak saya di LP Ma’rif Kabuapetn Malang. Selain memang Saya juga adalah bagain terkecil dari madrasah. Saya berpikir untuk menelusuri kembali tentang Madrasah khususnya di daerah saya dan dinamika problematik, sejarah, dan perkembangan madrasah hingga orientasi konsep dan upaya kependidikan para tokoh pendidikan Islam untuk memunculkan kembali masa keemasan yang pernah diraih.

Menelisik dari karya Ulama Tarbiyah kita Prof. Dr. K.H. Muhammad Tolhah Hasan yang juga salah satu sahabat dari Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid, bahwa dari sekian banyak madrasah yang termasuk awal berdirinya di Nusantara diantaranya adalah madrasah yang didirikan oleh Syeikh Amrullah Ahmad di Padang tahun 1909 M, oleh K.H. Ahmad Dahlan Yogyakarta tahun 1912 M, oleh K.H. Abdul Wahab Hasbullah di Surabaya tahun 1914 M, oleh Rangkayo Rahmah Al-Yunusiyah di Padang Panjang tahun 1915 M, oleh K.H. Hasyim Asy’ari di Jombang tahun 1919 M, oleh K.H. Masykur di Malang tahun 1922 M, oleh Engku Zainuddin Labay di Padang Panjang tahun 1923 M, oleh tengku Daud Beureueh di Blang Paseh-Sigli Aceh tahun 1930 M, oleh Raja Bone Andi Mappajukki di Watampone (Madrasah Amariah Islamiyah) tahun 1933 M, dan madrasah as-Sulthaniyah di Sambas Kalimantan Barat tahun 1922 M, dan masih banyak lagi lainnya.

Nah, dari sejarah tersebut terlihat bahwa Malang memiliki sejarah yang kuat dalam membangun pendidikan di Indonesia bahkan dalam perjuangan untuk merdeka. Untuk sejarah perjuangan membangun madrasah di Malang contohnya, dulu K.H. Masykur pada waktu memulai membuka madrasah di Singosari, setiap pagi Beliau disuruh menghadap ke kantor Wedono (Pembantu Bupati) bahkan tidak jarang harus menunggu lama. Wedono atau yang mewakili akan memeriksa mata pelajaran apa saja yang akan diberikan hari itu. Kalau sekiranya ada perihal yang kurang berkenan, maka pelajaran itu harus dibuang dan tidak diajarkan. Bahkan, setiap ada tambahan murid baru, haruslah dilaporkan dan dijelaskan siapa orang tuanya dan berasal dari mana. Apabila mata pelajaran itu berbahasa Arab, kosa kata yang tidak dipahami artinya harus dijelaskan secara jelas maksudnya.

Menuju madrasah masa kontemporer tentunya dinamika tantangan yang dihadapi madrasah mulai bergeser. Salah satunya adalah tantangan orientasi konsep dan upaya kependidikan di zaman global. Merunut ketika Jatuhnya Granada di Andalusia 1492 M, jatuhnya Baghdad 1258 M, masa di mana setelah abad ke-a3 M perkembangan kekuasaan dan peradaban Islam di dunia mengalami kemunduran.

Kemudian, memasuki abad ke-20 dunia diguncangkan dengan kebangkitan Islam dan gerakan pembaruan dengan munculnya tokoh-tokoh seperti Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, rasyid Ridlo, Syakib Arsalan, Ali Mubarak, Muhammad Iqbal. Disusul dengan munculnya pemikir Islam kontemporer seperti Hasan Al-Banna, Muhammad Quthub, Abul A’la Al-Maududy, Abul hasan An-Nadwy, Ahmad Syalaby, Umar Muhammad At-Taumy As-Syaibany, Muhammad Athiyah Al-Abrasy, Ahmad Wahid hasyim, Muhammad Yunus dan lainnya. Di mana para tokoh bertujuan kembali untuk membangun kembali masa kejayaan pendidikan Islam dengan visi dan pendekatan berbeda-beda.

Pertama, kelompok yang berpandangan untuk menggali dasar-dasar pendidikan Islam darikhazanah Islam sendiri, tidak perlu mengadopsi konsep-konsep pendidikan Barat, ini disebabkan jiwa dan karakter prndidikan Islam sangat religius dan moralis, dan berbeda dengan jiwa serta karakter pendidikan Barat yang sekuler dan meterialis.

Kedua, kelompok yang tetap berakar kepada ajaran Islam dan nilai-nilainya, namun dalam banyak hal yang menyangkut proses pendidikan, seperti dalam metodologi pembelajaran, manajemen pendidikan, teknologi pendidikan agar dapat memanfaatkan pengalaman dan kemajuan yang dicapai oleh pakar-pakar dari bangsa-bangsa mana saja baik dari Bangsa Barat ataupun Timur.

Ketiga, kelompok yang ingin lebih pragmatis yakni dengan mengikuti sistm bangsa-bangsa yang saat ini sudah maju pesat, terutama dari bangsa Barat, baik dari konsep pembelajaran, metodologi, teknologi, mamanjeman, sistem rekrutmen dan evaluasi, ditambah dengan pokok-pokok ilmu ke-Islaman (pendidikan agama). Hal ini disebabkan karena mereka menilai bahwa pakar pendidikan Islam sendiri belum dapat menyiapkan konsep-konsep pendidikan yang utuh, yang sesuai dengan perkembangan sosio-kultural yang menguasai kehidupan revolusi industri saat ini, dan belum siap bersaing dengan bangsa lain khususnya dalam bidang pendidikan. Pertanyaannya adalah, selanjutnya akan kita laksanakan paradigm yang mana?

Madrasah sebagai lembaga dan sstem pendidikan Islam memiliki karakter yang unik dan spesifik bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan non madrasah. Seperti yang disampaikan oleh Husni Rahim tentang karakter madrasah yaitu: pertama, karakter Islami, Madrasah mencerminkan identitas ke_Islaman dalam kurikulum dan proses belajarnya. Kedua, karakter populis. Madrasah selalu lahir dan berkembang dengan dukungan masyarakat serta bersifat terbuka bagi semua lapisan masyarakat. Ketiga, karakter keragaman, madrasah menunjukkan adanya watak fleksibilitas dalam pelaksanaan pendidikan. Dan keempat, karakter mandiri, bahwa mayoritas madrasah di Indonesia adalah swasta, tantangan seperti gedung, guru pengajar, biaya operasional, sarana prasaran dan lainnya ditanggung oleh pendiri bersama masyarakat.

Di waktu yang berbeda, Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo dalam Buku Menghidupkan Jiwa Ilmu menyampaikan tantangan pendidikan dalam kemajuan pendidikan Islam di madrasah dianalisi dari sisi guru khususnya di madrasah, yaitu: Pertama, gurumerasakan bahwa selama ini terlalu terjadi perubahan kebijakan. Kedua, guru merasakan bahwa kebebasan dan kemerdekaannya kurang mendapatkan perhatian. Ketiga, guru merasakan sering adanya manipulasi dan bahkan kebohongan yang terjadi di dunia pendidikan. Keempat, guru juga merasakan bahwa pendidikan sekarang dijalankan dengan orientasi pada sikap formalisme yang berlebihan.

Sejarah madrasah yang begitu komples dengan membawa visi pendidikan Islam diikuti dengan tantangan perjuangan dengan beragam dinamika. Perlu kiranya terus disupport dalam mebangun intelektual, emosional, sosial sampai kepada kedalaman spiritual. Mungkin begitulah kiranya, begitulah adanya.

Wallahu a’lam

Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

  • Penulis: humaslp3

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Sang Leader

    Komitmen Sang Leader

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Selasa 24 Januari 2023 “Kemenangan adalah milik mereka yang paling gigih” Napoleon Bonaparte Pertemuan dengan Direktur Decra Solichin A. Darmawan sangat menarik. Saya menemukan ada banyak hal yang bisa saya pelajari dari beliau selama bersama selama dua hari belajar ISO di Hotel Solaris. “Komitmen Sang Leader sangat penting dalam keberhasilan […]

  • Menjadi Pribadi Antusias

    Menjadi Pribadi Antusias

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 11.514
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Yang saya usahakan sebaik mungkin adalah membagikan antusiasme saya” Bill Gates Pernahkah anda bertemu dengan rekan kerja Anda yang senyumnya dibuat-buat? Bila berkomentar berlebihan? Perilakunya penuh artificial? Selalu putus asa dalam melaksanakan tugas? Sering mengeluh?. Atau pernahkah kita sering merasakan bosan, jemu, dan kelelahan dengan tugas yang harus kita selesaikan? […]

  • Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 3.678
    • 0Komentar

    Dr. Hj. Najmah, M.Pd., Jum’at, 18 April 2025. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dr Najmah kepala MTS NU Pakis yang menjadi anak didik Prof Dr H Syamsul Hadi menjadikan beliau adalah sosok mentor yang sangat bijaksana dan inspiratif, beliau sering menyatakan bahwa “Tidak ada anak yang dilahirkan Bodoh” ungkapan ini menjadikan Prof Syamsul Hadi sebagai […]

  • Kisah Klasih Pendidikan Sastra

    Kisah Klasih Pendidikan Sastra

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.324
    • 0Komentar

      Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 04 Mei 2025   “Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Van Goethe LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pernahkah anda melihat begitu banyak konflik?, Pertikaian?, Kekerasan?, Mungkin itu hampir setiap hari muncul di berbagai […]

  • Ma’arif Effect

    Ma’arif Effect

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin, 10 Juli 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang “Tenyata semua jenjang Sekolah hadir pada giat ini. Termasuk ada beberapa sekolah madrasah diluar Kecamatan Pagelaran, sekolah tersebut ikut karena ikut dalam anggota KKM MI. Termasuk Sekolah Madrasah diperbatasan dengan Gedangan, Antuasiasme itu didorong karena mengikuti program yang sudah jalan sampai dengan […]

  • Ketua LP Ma’arif Hadiri Wisuda Purna Widya Ahmad Yani Jabung

    Ketua LP Ma’arif Hadiri Wisuda Purna Widya Ahmad Yani Jabung

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin 12 Juni 2023. Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. “Pendidikan itu yang digarap terlebih dahulu adalah membersihkan hati manusianya. Hati para murid, dengan membersihkan hati insya Allah pikiran menjadi terang. itu ajaran para kyai kita, bahkan Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari sudah menjelaskan dengan gamblang […]

expand_less