Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Keberaksaraan Sebagai Kebebasan

Keberaksaraan Sebagai Kebebasan

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Kalau ingin maju, tidak boleh puas dengan apa yang ada

KH. Imam Zarkasyi, Gontor

Nahdlatul Ulama memiliki tokoh tokoh yang hebat, dalam hal ini penitikberatan yang penulis maksud adalah literasi. Sejarah tidak akan menolak bilamana Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri, KH. Ma’shum Lasem, KH. Bisri Musthofa, KH. Mahfud Salam, KH. Sahal Mahfud, KH. Maimoen Zubair, KH. Abdurrahman Wahid, KH. Tolhah Hasan, KH. Muchid Muzadi, KH. Ahmad Mustafa Bisri, sampai kepada KH. Said aqil Siradj adalah tokoh yang sangat dikenal memiliki budaya literasi yang luar biasa, serta banyak tokoh lainnya yang tidak bisa penulis tuliskan semuanya.

                Sebagai contoh, dalam Buku Kiai-Kiai Kharismatik dan Fenomenal dijelaskan bahwa KH. Sahal Mahfud memiliki minat baca sangat tinggi. Koleksi buku KH. Sahal Mahfud mencapai 1800-an di rumahnya. “Meskipun seorang kiai, beliau tidak hanya membatasi buku bacaannya pada kitab agama. Namun, Beliau juga memiliki banyak buku dengan berbagai tema, mulai dari psikologi sampai novel detektif” (Rokhim, 2015:180).

Sejak mulai disahkannya struktur kepengurusan LP Ma’arif Kabupaten Malang, penulis dan tim mendapat mandat untuk mengembangkan literasi diberbagai madrasah/sekolah Kabupaten Malang sampai masa kepengurusan selesai. Menurut penulis, tugas ini lumayan berat atau kalau boleh dibilang berat karena bisa kita ketahui bahwa literasi di Indonesia terbilang rendah.

Bicara tentang madrasah dan literasi, Madrasah adalah manifestasi amal NU bagi masyarakat dan merupakan saluran pengembangan Islam Aswaja. Ma’arif biasanya menangani pendidikan formal. Banyak sekali lembaga pendidikan warga NU yang bernaung di bawah lembaga pendidikan Ma’arif sehingga eksistensi Ma’arif sangat strategis bagi dinamisasi lembaga pendidikan NU (Asmani, 2021:154)

Salah satu tujuan besar LP Ma’arif yakni membangun peradaban memang tidak bisa lepas dari literasi. Bila kita kembali ke masa lalu bahwa peradaban manusia dimulai dengan kemampuan manusia untuk menciptakan litera, yaitu huruf. Litera dapat bermakna harfiah, seperti misalnya huruf dalam tulisan latin dapat bermakna simbol sebagaimana yang bisa kita temui dalam huruf-huruf Mesir Kuno, Tiongkok, dan Jepang, bahkan bisa pula bermakna berbagai gambar dalam gua-gua jaman dahulu kala.

Sastrawan dan Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, Budi Dharma, menjelaskan bahwa istilah “litera” sendiri sebetulnya baru muncul pada waktu Peradaban Romawi Kuno mendominasi dunia pemikiran, jauh sesudah manusia mampu menciptakan gambar di gua-gua jaman dahulu kala. Namun, istilah “litera”  sekali lagi baru muncul pada jaman Romawi Kuno, pada saat bahasa Latin dipakai sebagai Lingua Franca dalam dunia “modern”, dan kemudian terpencar menjadi dua puluh empat bahasa-bahasa resmi Eropa, atau, khususnya bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Spanyol, yang kemudian menjadi raja-raja dalam komunikasi internasional. Karena itulah, meskipun “litera” relatif baru, istilah ini dianggap sebagai patokan baku.

Literasi kemudian menjadi gerakan bersama yang dicanangkan oleh UNESCO pada tahun 2003-2013 sebagai dasawarsa literasi PBB (United Nations Literacy Decade). Kemudian UNESCO pada tahun 2005-2015 mencanangkan Prakarsa Literasi bagi Pemberdayaan (Literacy Intiative for Empowerment, LIFE) deangan mengangkat tema Keberaksaraan sebagai Kebebasan. Kesadaran pentingnya literasi dicanangkan PBB dan kemudian diteruskan oleh Negara-negara lain di dunia.

Perkembangan selanjutnya dalam kata “litera” muncullah kata “literate” yaitu mampu membaca dan “illiterate” yaitu tidak mampu membaca dan sering disebut sebagai buta huruf. Dengan kemampuan membaca maka seseorang dalam konteks disini bisa jadi siswa, mahasiswa, dan pendidik bisa memahami bacaan dan karena itu pengetahuan dan wawasannya menjadi luas. Akibat berikutnya adalah siswa, mahasiswa dan pendidik mampu mengeluarkan pendapat, komentar dan analisis dari apa yang dia pahami dari bacaannya. Kemudian dari sinilah muncul berbagai macam literasi, misal literasi dasar, literasi perbankan, literasi budaya dan lainnya.

Salah satu target pengembangan LP Ma’arif adalah di literasi pendidikan. Sebab literasi pendidikan banyak bicara tentang etika, moral, norma, dan semua hal yang berada di bawah naungan dunia pendidikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat dan negara yang memiliki kemampuan literasi yang baik, maka tata kehidupan bisa berkembang baik pula, mulai dari segi pendidikan, budaya ekonomi, dan teknologi. Secara khusus, Prof Sarwiji Suwandi menjelaskan bahwa literasi terkait dengan kegiatan: Pertama, membaca sebagai sarana untuk memahami informasi dan ilmu pengetahuan; Kedua, berpikir dalam mengembangkan informasi dan ilmu pengetahuan dalam memahami kehiduipan lebih eksploratif dan elaboratif; Ketiga, berkarya dan bersikap dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan pemahaman ilmu pengetahuan  dan informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis menyadari bahwa pengembangan literasi di Kabupaten Malang tidak hanya ada di divisi literasi LP Ma’arif. Karena berbicara gerakan literasi madrasah/sekolah, harus dimulai dari literasi keluarga, dan juga literasi masyarakat, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Disebabkan bahwa Gerakan Literasi bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah, akademisi, penerbit, media massa, masyarakat, dan pemangku kepentingan.

Peran keluarga sangat besar dalam pengembangan literasi, orang tua bisa menumbuhkan minat dan budaya membaca anak dengan: Satu, memperkenalkan buku sejak dini; dua, memudahkan jangkauan buku; Tiga, membuat perpustakaan sekolah; Empat, menunjukkan arti penting menghargai buku; Lima, Mendongeng atau membacakan buku cerita; Enam, memberikan teladan membaca; Tujuh, mengajak rekreasi edukatif; Delapan, meminta anak bercerita dan berdialog; Sembilan, meminta anak bereksperimen; Sepuluh, memberi kesempatan mengarang.

Madrasah dan guru juga mengambil peran besar dengan menyediakan pojok buku di ruang kelas; melakukan kampanye membaca; dan meningkatkan kemampuan membaca siswa. Madrasah dan guru berperan aktif dalam meningkatkan kebiasaan dan budaya literasi bagi para siswanya.

Literasi tidak hanya dipahami sebagai lawan dari buta aksara atau sekedar bisa membaca dan menulis teks, namun juga berisi minimal empat kompetensi yaitu kompetensi kreatif dan inovatif, kritis, komunikatif, dan kolaborasi. Kenyataan yang tidak bisa dinafikan bahwa Negara-negara maju yang berkembang pesat dan memiliki peradaban maju adalah Negara-negara yang memiliki budaya literasi bagus. Literasi memiliki peran penting dalam memajukan suatu Negara. Dan literasi adalah tanggung jawab kita bersama.

Wallahu a’lam

Sabtu, 17 Desember 2022

07: 30 wib

  • Penulis: humaslp2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERSEFAHAMAN BERSAMA LP MA’ARIF NU KAB MALANG INDONESIA dengan IAB (INSTITUTE AMINUDIN BAKI) MALAYSIA

    PERSEFAHAMAN BERSAMA LP MA’ARIF NU KAB MALANG INDONESIA dengan IAB (INSTITUTE AMINUDIN BAKI) MALAYSIA

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle humaslp
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah,M.Pd.I. Rabu 8 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Perjalanan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang untuk membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan terbaik yang ada di Singapura dan Malaysia telah membuahkan hasil positif. Kerja keras pengurus untuk mewujudkan komitmennya membangun pendidikan yang semakin berkualitas di Kabupaten Malang telah disupport dengan […]

  • Menjadi Pribadi Antusias

    Menjadi Pribadi Antusias

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Yang saya usahakan sebaik mungkin adalah membagikan antusiasme saya” Bill Gates Pernahkah anda bertemu dengan rekan kerja Anda yang senyumnya dibuat-buat? Bila berkomentar berlebihan? Perilakunya penuh artificial? Selalu putus asa dalam melaksanakan tugas? Sering mengeluh?. Atau pernahkah kita sering merasakan bosan, jemu, dan kelelahan dengan tugas yang harus kita selesaikan? […]

  • Perpisahan Pembelajaran Literasi, Sastra, dan Jurnalistik di SMP PGRI As Sarqowi Sepanjang

    Perpisahan Pembelajaran Literasi, Sastra, dan Jurnalistik di SMP PGRI As Sarqowi Sepanjang

    • calendar_month Minggu, 25 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Minggu 25 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Sabtu, (25/12/2022) perpisahan pembelajara literasi, sastra, dan pendampingan jurnalistik dalam bingkai “Fakultas Tarbiyah dan LP Ma’arif Kabupaten Malang Mengabdi” yang bertempat disekolah SMP PGRI As-Sarqowi Sepanjang sukses digelar . Acara ini dihadiri oleh Sebagian Mahasiswa/i Tadris Bahasa Indonesia Semester 1, 3, dan5. kedatangan […]

  • LP Ma’arif Kabupaten Malang Disambut Meriah di Darul Qur’an Bukit Badong Malaysia

    LP Ma’arif Kabupaten Malang Disambut Meriah di Darul Qur’an Bukit Badong Malaysia

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle humaslp
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. Kamis 9 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Mudir Sekolah Tahfidz Darul Qur’an Bukit Badong (DQBB) Malaysia, Ustad Aiman Sufyan menyambut gembira kedatangan rombongan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Karena kunjungan ini adalah pertama kali dilakukan oleh rombongan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Anak muda yang rendah […]

  • 395 SISWA SMK NUSA SUKSES BELAJAR SIAP BEKERJA

    395 SISWA SMK NUSA SUKSES BELAJAR SIAP BEKERJA

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Wahid Khoiruddin, S.Pd. Sabtu, 3 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Suasana riuh penuh kegembiraan dan haru tengah mewarnai pelepasan peserta didik sebanyak 395 kelas XII dalam Purnawiyata angkatan ke-15 SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo di Jl. Raya Subandi, Robyong, Wonomulyo, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu Kliwon (03/6/2023). Kepala SMK NU Sunan […]

  • LP Ma’arif dan MMPI Mengabdi, Menuju “Otak Jerman Hati Makkah”

    LP Ma’arif dan MMPI Mengabdi, Menuju “Otak Jerman Hati Makkah”

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 30 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. LP Ma’arif Kabupaten Malang bersama Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengabdi dilaksakan pada Senin (12/12/2022) mulai pukul 09.00 sampai selesai di Madrasah Tsanawiyah “Nurul Huda” Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Anggota voluntir terdiri dari lima orang mahasisawa pasca […]

expand_less