Inovasi Pembelajaran Guru PAI Abad 21 di antara Tantangan dan Solusi
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 26


Bq. Kamis, 14 Mei 2026
“Inovasi pembelajaran bagi guru di madrasah/sekolah merupakan kebutuhan sekaligus peluang. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang menarik, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang menarik, efektif, dan bernilai, serta menyiapkan generasi mendatang yang cakap literasi digital, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan” kata Ahmad Makki Hasan narasumber yang berdedikasi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan juga sebagai sekjen Lakpesdam PCNU Kabupaten Malang.


Rabu (13/05/2026), para guru PAI dari kecamatan Poncokusumo, Tumpang, dan Jabung, mengikuti “Workshop World Class Ma’arif Education: Inovasi Pembelajaran PAI pada Pembelajaran Abad ke-21”. Hadir mengisi acara tersebut Prof. Amka, Dr. Hj. Najmah, Izzy Baiquni, dan Yoga dari tim LP Ma’rif PCNU Kabupaten Malang.
Dr. Hj. Najmah, M.Pd., membuka acara dan menjelaskan tujuan dilaksanakannya workshop beruntun yang sedang dilakukan oleh LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. “Untuk kepala sekolah kita sudah melaksanakan bebrapa kali mulai dari bulan kemarin. Dan saat ini kita fokus workhop inovasi pembelajaran untuk guru PAI. Ini sesi kesatu, pekan depan kita laksanakan sesi kedua dengan wilayah berbeda” sapa ketua penjamin mutu LP Ma’arif ini.

Duet Izzy dan H. Ahmad Makki Hasan, M.Pd., dalam mengisi workshop sudah sangat sering. Di workshop ini Ahmad Makki hasan, M.Pd. yang sekaligus dosen Media Pembelajaran di UIN Malang melatih peserta untuk menggunakan teknologi yang sedang pesat berkembang. Fitur-fitur di NU online, ChatGPT, Suno dan lainnya tak luput dari uji coba bersama para peserta.
Berikutnya Izzy menyampaikan tentang Psikologi Belajar dan kaitannya dengan Inovasi Pembelajaran. Memang saat ini keterampilan abad 21 berupa problem solving, kreativitas, berpikir analitis, berkolaborasi, komunikasi yang baik, serta etika dan karakter sangatlah penting. Peserta juga interaktif bertanya. Keterbatasan kompetensi digital guru, akses dan infratruktur teknologi, serta potensu distraksi peserta didik menjadi tantangan yang harus diselesaikan.


Di sesi terakhir. Prof. Amka memancing peserta dengan beberapa pertanyaan yang harus mereka jawab. Sistem dialog terjadi hingga waktu menunjukkan pukul 14.00 wib. Di sela-sela penjelasannya, Prof. Amka juga berbicara tentang peran LP Ma’arif PCNU Malang dalam Membangun kualitas keilmuan. Beliau juga menguti ucapan Confucius “Aku mendengar dan aku lupa. Aku melihat dan aku mengingat. Aku melakukan dan aku mengerti.”

Peserta memiliki semangat yang tinggi dalam mengikuti workshop ini. Acara yang m=dimulai dari pukul 08.30 wib berakhir pada pukul 14.00 wib. Terlihat wajah-wajah bersemangat saat peserta meninggalkan ruang dan kembali ke kediaman masing-masing. LP Ma’arif PCNU kabupaten Malang akan melanjutkan di Batch ke-2 di Aula Aswaja.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
