Revolusi Kemandirian Madrasah dan Produk Halal
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 35

Bq. Sabtu. 18 April 2026

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Sabtu (18/04/2026). LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang bekerjasama dengan Lembaga Pangan Halal UNIRA Malang mengadakan Sosialisasi Pangan Halal dan Toyib di Lingkungan Sekolah Ma’arif Kabupaten Malang. Izzy membuka acara dengan menyapa 50 audiens kepala madrasah dari wilayah Kabupaten Malang, sembari kemudian menyampaikan susunan acara.
Jaminan Produk Halal yang selanjutnya disingkat JPH adalah kepastian hukum terhadap kehalalan suatu Produk yang dibuktikan dengan Sertifikat Halal. Budaya Halal dan toyib adalah sebuah pembelajaran tentang kejujuran” ujar Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Bisri, M.S., IPU.

Foto: Prof. Dr. Ir. K.H. Muhammad Bisri memberikan pemaparan
Masih menurut Rektor Universitas Brawijaya periode ke-12 ini, bahwa dalam Tafsir Al Misbah dijelaskan bahwa kehalalan ditujukan kepada seluruh umat manusia, apakah beriman kepada Allah Swt atau tidak, Namun demikian, tidak semua makanan dan minuman yang halal otomatis thayyib. Ada yang halal dan baik untuk seseorang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, dan ada juga yang kurang baik untuknya. Walaupun baik untuk yang lain. Ada makanan yang baik tetapi tidak bergizi, dan ketika itu menjadi kurang baik. oleh karena itu, makanan yang sangat dianjurkan adalah makanan yang halal dan thayyib.

Foto: Ketua LP Ma’arif mengisi sesi revolusi kemandirian madrasah
Di waktu selanjutnya, Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang berkata “Bagaimana memulai kemandirian itu sendiri terutama bagi sebuah lembaga, misalnya lembaga pendidikan, karena ujungnya Adalah sebuah eksistensi dan survive, bahkan suistanable Lembaga itu sendiri agar tidak ditinggalkan pelanggannya, maka pertama yang harus dilakukan adalah lembaga itu harus Care alias peduli, pada pengguna (user) produk yang akan kita hasilkan, berarti kita harus mengidentifikasi kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh calon user kita, berarti manajemen lembaga pendidikan harus punya data based kebutuhan calon pengguna (user) itu sendiri dan pihak manajemen terutama seorang pemimpin yang mengelola lembaga pendidikan. Kepedulian terhadap pengguna (user) itu juga bisa dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan manajemen kelembagaan, serta harus terbuka (open mind) terhadap segala masukan dan kritikan dari pengguna (user). Jika manajemen sudah terbuka dan mulai transparan, maka muncul konsekuensi logis yaitu kepercayaan (trust).”



Foto: Peserta para kepala madrasah
“Kepercayaan (trust) Adalah kunci awal Lembaga Pendidikan untuk mengoptimalkan segala resources organisasi yang ada, yang mestinya akan berdampak pada keuntungan finansial sebuah lembaga. Resources itu bisa berupa barang atau jasa yang dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan, misalnya jasa layanan administrasi yang biasanya masyarakat sebagai user kesulitan untuk menggunakannya, dengan model jasa layanan administrasi online dan memudahkan maka masyarakat akan lebih senang menggunakannya meskipun harus membayar dari layanan itu, masyakat sebagai pengguna akan senang, begitu pula barang yang diproduksi oleh Lembaga Pendidikan misalnya seragam atau buku yang diproduksi oleh lembaga itu juga akan sangat disukai oleh masyarakat sebagai pengguna, karena sudah percaya. Jadi kepercayaan menghasilkan keuntungan finansial bagi eksistensi lembaga pendidikan itu sendiri. Keuntungan finansial inilah yang harus dimanfaatkan lembaga pendidikan itu untuk dijadikan data awal atau untuk mengetahui arus kas (cash flow), karena dititik ini status lembaga pendidikan yang mestinya nir laba, di poin ini sudah menjadi lembaga yang sudah masuk kategori profit, sehingga pengetahuan tentang arus kas (cash flow) harus di pahami oleh pihak manajemen.”

Foto: Wakil Rektor 3 UNIRA memberikan cinderamata untuk LP Ma’arif Malang
Ketua Lembaga Pangan Halal dan Thayyib UNIRA Malang Dr. Dyah Pitaloka, memberikan support hibah ke LP Ma’arif Malang. Selain itu, tak kalah menariknya adalah Wakil Rektor 3 UNIRA Dr. H. Hasan Bisri, M.Pd.I., juga turut menyampaikan program “Beasiswa 99 LP Ma’arif Malang” bagi calon mahasiswa yang mendapatkan rekomendasi resmi dan ditandatangani oleh Ketual LP Ma’arif Malang.

Foto: Ketua LPH UNIRA Malang Dr. Dyah Pitaloka
Sebagai penutup, LP Ma’arif memberikan cinderamata dan batik khas Maa’rif Malang sebagai tanda penyatuan kerjasama sinergi, manfaati, dan mbarokahi.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
