Belajar Inggris Jadi Seru Lewat Metode Atraktif KKM
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6

02 Februari 2026
LP Ma’arif PCNU Kabupatena Malang
Belajar bahasa Inggris tak lagi identik dengan hafalan kaku dan suasana kelas yang sunyi. Di SD Anak Soleh Full Day, tawa, lagu, dan permainan justru menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal kosakata baru dengan cara yang menyenangkan.
Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode atraktif ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Malang bersama tenaga pendidik setempat. Program berlangsung pada 6–12 Januari untuk siswa kelas 2A dan 2B, serta dilanjutkan pada 13–20 Januari untuk siswa kelas 1. Proses belajar dilaksanakan langsung di ruang kelas masing-masing sesuai jenjangnya.
Program ini melibatkan siswa kelas 1, 2A, dan 2B, didampingi oleh guru kelas serta rekan-rekan mahasiswa KKM. Kehadiran mahasiswa KKM membawa nuansa baru dalam pembelajaran, dengan pendekatan kreatif yang disesuaikan dengan karakter anak usia sekolah dasar.
Pembelajaran Bahasa Inggris ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hasil belajar tanpa menghilangkan rasa nyaman siswa selama proses belajar mengajar. Melalui metode atraktif, siswa diharapkan tidak hanya menikmati kegiatan di kelas, tetapi juga lebih mudah memahami dan menguasai materi yang diajarkan.
Sebelum kegiatan belajar dimulai, mahasiswa KKM terlebih dahulu melakukan pelabelan benda-benda di lingkungan sekolah, khususnya di dalam kelas. Label tersebut menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Indonesia. Langkah ini bertujuan agar siswa terbiasa melihat dan mengenali kosakata asing dalam kehidupan sehari-hari.
Saat pembelajaran dimulai, siswa diajak mendengarkan lagu anak-anak yang liriknya telah dimodifikasi menjadi kosakata sesuai materi pelajaran. Lagu diputar dan diulang beberapa kali hingga sekitar 90 persen siswa mampu menghafalnya, dengan durasi tidak lebih dari 15 menit. Metode ini terbukti membuat siswa lebih cepat menangkap materi tanpa merasa terbebani.
Setelah itu, pembelajaran dilanjutkan dengan pembahasan materi dari buku ajar. Di sela-sela kegiatan, guru dan mahasiswa KKM kembali menyisipkan satu hingga dua lagu sebagai pengingat kosakata yang telah dipelajari, sehingga daya ingat siswa tetap terjaga.
Menjelang akhir pembelajaran, tepat pada 15 menit terakhir, siswa mengikuti kuis Bahasa Inggris interaktif menggunakan laptop dan platform Bamboozle. Kuis ini dikemas dalam bentuk permainan kelompok, membuat siswa semakin antusias dan aktif berpartisipasi tanpa menyadari bahwa mereka sedang diuji pemahamannya.
Melalui metode pembelajaran ini, siswa tidak hanya terhindar dari rasa bosan, tetapi justru menunjukkan semangat yang lebih tinggi dalam belajar Bahasa Inggris. Diharapkan, pendekatan atraktif ini mampu menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
