Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Bullying, Luka yang Tak Terlihat

Bullying, Luka yang Tak Terlihat

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 862

“Tidak ada yang lebih menyedihkan dalam hidup saya selain melihat kerasnya hati orangorang terpelajar” Mahatma Gandhi (Pemimpin Spiritual dan Politikus India: 1869-1948)

Adinda aulia & Izzy. Sabtu, 17 Januari 2026

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Dalam kehidupan sosial, manusia tidak pernah lepas dari interaksi dengan orang lain. Namun, tidak semua bentuk interaksi berjalan secara positif. Salah satu bentuk interaksi negatif yang sering terjadi di lingkungan sekolah, tempat kerja, bahkan di dunia maya adalah bullying atau perundungan.

Bullying bukan sekadar candaan atau ejekan biasa. Ia merupakan perilaku yang dilakukan secara sengaja, berulang, dan bertujuan untuk menyakiti orang lain, baik secara  fisik maupun mental. Fenomena ini telah menjadi masalah serius yang berdampak luas terhadap korban, pelaku, maupun lingkungan sosial di sekitarnya.

Menurut Olweus (1993), bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap individu lain yang lebih lemah, baik secara fisik maupun psikologis. Definisi ini menegaskan bahwa perundungan bukan hanya tindakan fisik seperti memukul atau menendang, tetapi juga bisa berbentuk ejekan, pengucilan, atau penghinaan di media sosial. Di Indonesia, kasus bullying semakin banyak mencuat ke publik seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan mental.

Bullying memiliki berbagai bentuk, tergantung pada cara pelaku melakukan kekerasan terhadap korban. Pertama, bullying fisik, yaitu tindakan yang melibatkan kontak tubuh seperti memukul, menendang, mendorong, atau merusak barang milik korban. Jenis ini mudah dikenali karena meninggalkan luka yang terlihat secara nyata.

Kedua, bullying verbal, berupa ejekan, hinaan, atau komentar negatif yang dapat merusak harga diri korban. Ketiga, bullying sosial, yang dilakukan dengan cara mengucilkan, menyebarkan gosip, atau memanipulasi hubungan sosial seseorang. Keempat, bullying siber (cyberbullying), yaitu perundungan yang dilakukan melalui media digital seperti media sosial, pesan teks, atau email. Jenis ini menjadi yang paling berkembang di era modern, karena dapat dilakukan secara anonim dan menjangkau banyak orang sekaligus.

Cyberbullying sering kali lebih berbahaya karena meninggalkan jejak digital dan menyebar cepat tanpa batas ruang dan waktu. Banyak korban cyberbullying yang mengalami tekanan mental berat hingga memilih jalan yang tragis, seperti depresi bahkan bunuh diri. Data dari UNICEF (2021) menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja di dunia pernah mengalami perundungan secara daring. Angka ini menggambarkan betapa seriusnya masalah ini di kalangan generasi muda.

Bullying meninggalkan luka yang tidak selalu tampak di permukaan. Korban bullying sering kali mengalami penurunan rasa percaya diri, ketakutan berlebih, gangguan kecemasan, hingga depresi. Mereka merasa tidak aman di lingkungan sosialnya, bahkan kehilangan semangat untuk bersekolah atau beraktivitas. Dalam jangka panjang, trauma psikologis akibat bullying dapat memengaruhi kepribadian dan cara korban memandang dirinya sendiri.

American Psychological Association (APA, 2020) menguraikan bahwa korban bullying berisiko dua kali lebih besar mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan remaja yang tidak pernah dirundung. Selain itu, mereka juga lebih rentan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial ketika dewasa. Dampak ini menunjukkan bahwa perundungan (bullying) bukan hanya masalah “kenakalan remaja”, melainkan isu kemanusiaan yang menyentuh ranah psikologis dan sosial.

Tindakan bullying tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang melatarbelakanginya. Faktor keluarga merupakan salah satu yang paling dominan. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keras, penuh kekerasan verbal atau fisik, cenderung meniru perilaku tersebut di luar rumah.

Selain itu, lingkungan sekolah yang kurang memiliki pengawasan dan system disiplin yang baik juga dapat memicu terjadinya bullying. Guru atau pihak sekolah yang menormalisasi ejekan dan kekerasan verbal sebagai “bagian dari kedewasaan” tanpa sadar memperkuat budaya perundungan.

Di sisi lain, pengaruh media sosial juga berperan besar. Banyak remaja meniru perilaku kasar atau sarkastik dari tokoh idola, tayangan hiburan, atau konten viral tanpa memahami dampak psikologisnya terhadap orang lain. Dalam konteks ini, kurangnya pendidikan karakter dan empati menjadi penyebab utama yang perlu segera diperbaiki.

Mengatasi bullying membutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di lingkungan keluarga, orang tua perlu menjadi teladan dalam berperilaku dan membangun komunikasi terbuka dengan anak. Anak harus merasa bahwa rumah adalah tempat aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi.

Sekolah juga harus berperan aktif melalui program anti-bullying yang melibatkan siswa, guru, dan konselor. Pihak sekolah dapat membuat pojok konseling, mengadakan sosialisasi tentang empati, dan memberikan sanksi edukatif bagi pelaku perundungan.

Pemerintah pun memiliki peran penting dalam menyediakan kebijakan perlindungan anak dari kekerasan, termasuk bullying. UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan, baik fisik maupun psikis. Selain itu, masyarakat juga perlu berperan aktif dengan tidak menjadi penonton pasif. Ketika melihat tindakan bullying, kita seharusnya berani menegur, melapor, atau memberi dukungan kepada korban.

Bullying bukan sekadar persoalan individu, tetapi cerminan dari kondisi sosial dan moral masyarakat. Saat satu orang dipermalukan dan disakiti, sebenarnya nilai-nilai kemanusiaan kita sedang diuji. Luka akibat perundungan tidak selalu tampak di tubuh, namun bisa membekas seumur hidup di hati dan pikiran korban. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bersama-sama menanamkan rasa empati, menghargai perbedaan, dan saling mendukung, terutama di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya karakter positif.

Mengakhiri bullying bukan hal mudah, tetapi bukan pula hal yang mustahil. Perubahan dimulai dari hal kecil, dari kata-kata yang lebih lembut, tindakan yang lebih ramah, dan keberanian untuk berkata “cukup” terhadap segala bentuk kekerasan. Karena pada akhirnya, dunia yang bebas dari bullying bukan hanya mimpi, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Wallahu a’laam

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sowan Lebaran, Prof Imam: Perkuat Komunikasi Organisasi

    Sowan Lebaran, Prof Imam: Perkuat Komunikasi Organisasi

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Abdur Rahim 6 months ago Berita, Pendidikan Tim PCLP Ma’arif Kabupaten Malang melakukan kunjungan silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1443H ke kediaman Pembina LP Ma’arif Kabupaten Malang yang juga Mantan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Prof. Dr. H. Imam Suprayogo pada Hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 19.00. Tentu saja sebagai Ketua […]

  • Standar, Pelayanan, dan Keberlanjutan, Ma’arif Malang

    Standar, Pelayanan, dan Keberlanjutan, Ma’arif Malang

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 515
    • 0Komentar

    Bq. Selasa, 31 Maret 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Senin (30/06/2026). Sudah menjadi komitmen Ma’arif PCNU Malang untuk memberikan pelatihan yang semakin baik. Maka, berbenah adalah sesuatu yang mesti terus dilakukan. Entah dari standar yang ingin dicapai, atau pada kepuasan pelanggan dengan pelayanan terbaik, hingga pada keberlanjutan dari seminar atau pelatihan yang sudah dilakukan. […]

  • Declaration of Ma’arif Day “Freedom and Happiness”

    Declaration of Ma’arif Day “Freedom and Happiness”

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.247
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Jumat 27 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Mahatma Gandhi berkata ‘Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony” pidato pembuka Dr. Amka di depan guru dan semua siswa MTs. serta MA Nurul Huda Ngajum pada hari Jum’at (27/01/2023). Rombongan dari LP Ma’arif […]

  • Suksesi UAMNU, Geber Workshop Proktor di Tingkat SD/MI – MTs/SMP

    Suksesi UAMNU, Geber Workshop Proktor di Tingkat SD/MI – MTs/SMP

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 696
    • 0Komentar

    humaslp 8 months ago UncategorizedMalang, LP Ma’arif Rabu (09/03/2022) merupakan salah satu event workshop yang sangat penting bagi MI/SD sampai dengan MTs./SMP. hal itu dikarenakan PC LP Ma’arif Kabupaten Malang bekerjasama dengan Pengurus Wilayah LP Ma’arif Jawa Timur mengadakan wokshop Proktor UAMNU demi suksesnya Ujian Madrasah Nahdlatul Ulama diu wilayah Kabupaten Malang. “Ini wujud keseriusan […]

  • PERSEFAHAMAN BERSAMA LP MA’ARIF NU KAB MALANG INDONESIA dengan IAB (INSTITUTE AMINUDIN BAKI) MALAYSIA

    PERSEFAHAMAN BERSAMA LP MA’ARIF NU KAB MALANG INDONESIA dengan IAB (INSTITUTE AMINUDIN BAKI) MALAYSIA

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah,M.Pd.I. Rabu 8 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Perjalanan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang untuk membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan terbaik yang ada di Singapura dan Malaysia telah membuahkan hasil positif. Kerja keras pengurus untuk mewujudkan komitmennya membangun pendidikan yang semakin berkualitas di Kabupaten Malang telah disupport dengan […]

  • Latihan Kepemimpinan dan Gladi Tangguh Pramuka Penegak dan Pandega

    Latihan Kepemimpinan dan Gladi Tangguh Pramuka Penegak dan Pandega

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 13 Februari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Satuan Komunitas Pramuka Maarif NU  Menggelar Latihan Kepemimpinan dan Gladi Tangguh bagi Pramuka Penegak dan Pandega di Lingkungan Pendidikan Maarif NU se-Kabupaten Malang yang kemudian di beri nama DEWAN SAKO PRAMUKA MAARIF NU Kabupaten Malang. Acara ini di buka oleh Wakil Ketua Bagian […]

expand_less