Me Hua Mengajari Disiplin dan Menghargai Waktu di Qing Dao China
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 25

Prof. Amka. Jum’at, 26 Juni 2026

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang.
Setelah bermalam di Guangzhou, sorenya kita terbang ke kota Qing Dao selama 3 jam, sesampai disana kami makan di restoran halal. Usai itu kami jalan-jalan menikmati malam suasana pantai yang sangat indah di Old Town Qing Dao. Memasuki hari ketiga tepatnya jumat, 26 Juni 2026, kami bermalam di hotel Huaqi Kaiserdom, sebuah kota tua di Qing Dao. Paginya seperti biasa setelah sholat subuh kami joging pagi keliling kota Qing Dao, disana kami bertemu berbagai macam toko dan restoran, seperti target sebelumnya kami mencari restoran halal. Namun, akhirnya kita memutuskan makan di rumah makan kemarin malam yaitu Lando Lamia yang kita singgahi.

Pengalaman menarik ternyata waktu makan tidak banyak karena kami dituntut untuk segera tiba di stasiun kereta api yang berangkat jam 9, tentu dengan waktu yang sangat sedikit kami akhirnya berlarian menuju statiun kereta api menuju Jinang dan MeHua atau Hanwa sangat kawatir dengan waktu yang sangat mepet sekali dia akhirnya berinisiatif mengajak tim LP Ma’arif untuk berlari sekencang mungkin agar bisa mencapai kereta api yang kami tuju, berlari sekencang mungkin dan akhirnya kami sampai di kereta api tepat waktu hanya selang beberapa detik saja sebelum kereta api berangkat. Me Hua mengingatkan kepada tim LP Ma’arif agar tidak mengulangi lagi kejadian tersebut, karena di negeri maju seperti China dan negeri lainnya mereka sangat patuh terhadap waktu, sedikit saja kami menyiakan waktu maka kami akan rugi, karena waktu adalah uang.


Pelajaran paling mendasar dari tim LP Ma’arif adalah jika ingin menjadi sekolah dan madrasah besar, maka waktu harus betul-betul dihargai, maka disiplin menjadi sikap yang mutlak harus dimiliki kepala sekolah, guru dan civitas akademika, sehingga menjadi cerminan siswanya untuk bisa terbiasa hidup disiplin menghargai waktu agar bisa menjadi lembaga pendidikan yang hebat dihormati masyarakat.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
