Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » PENDIDIKAN YANG NGU-WONG-KÉ

PENDIDIKAN YANG NGU-WONG-KÉ

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
  • visibility 1.875

Prof. Dr. H. Ahmad Muhtadi, M.A. Repost, 12 November 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Howard Gardner, ahli pendidikan paling terkemuka dari Harvard University dalam buku mutakhirnya yang berjudul Truth, Beauty, and Goodness Reframed, Educating for the Virtues in the Twenty First Century seolah menyesali pemikiran-pemikiran pendidikannya sendiri yang terdahulu. Pemikiran terdahulu dia yang sangat revolusioner di dunia pendidikan adalah paradigma kecerdasan majemuk (multiple intelligences).
Ahli pendidikan yang sekaligus ahli psikologi itu sebelumnya cenderung melihat pendidikan lebih dari sudut pandang dua disiplin yang amat dominan pada masa-masa modern ini; biologi dan ekonomi. Perspektif yang dikembangkan lebih pada materialistik dan pragmatik. Kemudian dalam buku terbarunya, Gardner merasa perlu melihat upaya-upaya perumusan pendidikan dari sudut pandang yang humanioristik, yang meliputi sudut pandang filsafat, psikologi, sejarah, dan studi budaya (cultural studies).

Betapapun canggihnya, manusia bukanlah sebuah artificial intelligence semata. Manusia, selain memiliki kekuatan fisik dan kemampuan berfikir, ia adalah makhluk yang –terutama- memiliki jiwa dan hati. Kekuatan fisik dan kemampuan berfikir harus dikembangkan dan diaktualkan, seiring dengan dikembangkan dan diaktualisasikannya kemampuan jiwa dan kemampuan rohaniahnya. Oleh karenanya, pendidikan bukan hanya sekedar pengembangan kompetensi vokasional, yang dipahami secara sempit sebagai keterampilan-ketrampilan praktis, atau kompetensi akademik dalam bentuk kemampuan berpikir logis-analisis dan kemampuan melakukan penelitian, sepenting apapun keduanya dalam menentukan kesejahteraan hidup seseorang.

Karenanya, setiap upaya dan proses pendidikan harus mengembangkan perspektif holistik sekaligus integratif, yakni haruslah mampu melihat dan memperhatikan keseluruhan dari aspek potensi kemanusiaan. Potensi personal-eksistensial yang sedikit banyak bersifat spiritual, dan potensi sosial sebagai dasar sekaligus puncaknya, harus menjadi perhatian serius, bukan hanya krusial dalam menentukan kebahagiaan hidup seseorang, bahkan juga dalam penguasaan kemampuan-kemampuan teknis yang menentukan kesuksesan. Abraham Maslow belakangan merasa perlu menjungkir-balikkan segitiga kebutuhan manusia yang dikembangkan, yaitu kebutuhan fisik lebih dulu, kemudian kebutuhan spiritual & sosial menjadi kebutuhan kebutuhan spiritual & sosial lebih dulu kemudian kebutuhan fisik. Menurutnya, kebutuhan spiritual-personal dan sosial ternyata justru menjadi dasar yang baik bagi pemenuhan kebutuhan fisik, bukan sebaliknya.

Mencermati perilaku pelajar dan mahasiswa akhir-akhir ini  –dengan maksud tidak men-genaralisir- yang seringkali terjadi tawuran antar mereka, dan semakin meningkatnya angka pengangguran lulusan adalah merupakan indikasi kegagalan sistem pendidikan kita. Kegagalan tersebut merupakan salah satu kegagalan dalam mengembangkan sosial-emosional yang pada akhirnya dapat menyebabkan anak-anak kita tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan emosi positif dan rasa empati, yang sangat menentukan kesejahteraan psikologis dan sosial mereka; akibatnya mereka mudah patah dan menyerah, mudah galau, kurang percaya diri, tidak punya solidaritas sosial, padahal pertemanan adalah sumber, bukan hanya kesuksesan tetapi juga kebahagiaan. Kegagalan mengembangkan kecerdasan spiritual dan rohaniah –meminjam William James, Kawan Agung dalam The Great Socius-nya-  membuat anak kita tidak bahagia akibat keterasingan sumber keberadaannya.

Berdasarkan uraian diatas, program pendidikan yang harus dikembangkan, harus menekankan pada pengembangan daya rohaniah berupa kegiatan-kegiatan spiritual yang berorientasi pada pembinaan hubungan vertikal dengan Yang Maha Agung Allah SWT, kegiatan tafakkur, selain kegiatan akademik berupa observasional-saintifik, refleksi intelektual-filosofis dan estetik. Tidak kalah penting penanaman budi pekerti luhur, akhlak-sosial, khususnya sikap empati, cinta kasih, pemaaf, dan bebas rasa benci, pengembangan dan pelatihan etos hidup dan kerja yang baik; etos kerja keras, disiplin, telaten, ulet, pantang menyerah, percaya diri, dan lain sebagainya.

Kemampuan imajinatif yang terkait erat dengan kemampuan kreatifitas harus benar-benar digalakkan, dengan memberi ruang sebesar-besarnya bagi upaya belajar berkhayal (berimajinasi), mengeksplor seluas mungkin segala sesuatu dan mencoba sebanyak-banyaknya, berpikir bebas, termasuk berani bereksperimen walaupun seringkali salah (trial and error). Itu semua menjadi penting dalam pengembangan proses belajar-mengajar berbasisi proyek penelitian (project-based learning). 

Oleh karenanya, program kegiatan seni, apapun bentuknya dan kegiatan bakat-minat lainnya adalah sangat sentral. Tidak hanya untuk mendorong daya imajinatif dan kreatif melainkan sebagai sarana melembutkan hati dan memperbaiki budi pekerti. Program pengembangan bahasa juga sangat strategis sebagai sarana pengembangan daya dan minat baca yang mendukung upaya penghangatan intelektual dan peningkatan kemampuan literer. Pengembangan skill dan entrepreneurship juga tidak hanya dibatasi pada pelatihan vokasional dalam arti terbatas keterampilan praktis ataupun kemampuan berorganisasi, manajemen, dan berbagai soft skill lainnya, tetapi sesuai makna aslinya “vocation” sebagai panggilan jiwa (life calling). Berbuat atau bertindak yang didorong oleh panggilan jiwa akan terjadi dengan penuh kegairahan dan rasa cinta (passion), sehingga menjadi sumber kebahagiaan, menghasilkan profesionalisme, performance, kepercaya diri, kemandirian, dan ketangguhan.

Uraian sederhana yang disarikan dari rubrik kolom majalah Tempo edisi 17-23 Desember 2012 diatas mengandung makna pendidikan yang berorientasi “ngu-wong-ke”. Artinya memperhatikan potensi yang dimiliki sekaligus yang dibutuhkan peserta didik dengan memberikan peran aktif untuk pengembangan potensi yang dimilikinya agar pada akhirnya menjadi “wong” dalam arti yang sebenarnya. Wong yang menjadi bagian dari ummatan wasathan yang mempunyai peran penting sebagai khalifatullah di permukaan bumi dengan tugas sucinya untuk selalu memberi manfaat, menebar kedamaian, dan menjadikan dunia lebih maslahah. Semoga bermanfaat..

Wallahu a’lam bi al-Shawab.  

Malang, 1 Januari 2013

Prof. Dr.H. A. Muhtadi Ridwan, M. A.

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemimpin Perubahan Positif

    Pemimpin Perubahan Positif

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Meningkatkan berarti mengubah, jadi kesempurnaan terwujud karena perubahan berkelanjutan” Winston Churchill Hari ini saya media sosial di beberapa group WhatsApp dibanjiri dengan berbagai informasi ramainya banyak lembaga pendidikan yang tidak mendapatkan murid baru, baik dari tingkatan dasar sampai pada tingkatan atas. Pertanyaan selanjutnya bagaimana dengan Lembaga Pendidikan Islam seperti madrasah […]

  • LP MA’ARIF HADIR DAN SUPPORT SEKOLAH PARA AMIL DI MADRASAH

    LP MA’ARIF HADIR DAN SUPPORT SEKOLAH PARA AMIL DI MADRASAH

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    Wahid Khoiruddin, Senin 6 Maret 2023 Awal Ramadhan tahun 1.444H sudah semakin terasa dekat saja, sebagai umat Islam tentu wajib melaksanakan puasa sebagai wujud dilaksanakannya rukun Islam, berbarengan puasa juga ditunaikan zakat. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw., yang diriwayatkan oleh Sayyidina Umar RA, sebagai terkutip oleh Imam Nanawi di dalam kitab Arbain Nawawi, […]

  • Kerjasama LP Ma’arif Kabupaten Malang dengan Tim UIN Mengabdi Qoryah Thayyibah Gelar Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik

    Kerjasama LP Ma’arif Kabupaten Malang dengan Tim UIN Mengabdi Qoryah Thayyibah Gelar Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.223
    • 0Komentar

    Selasa, 09 September 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Tim Program UIN Mengabdi Qoryah Thayyibah mengadakan kegiatan “Sosialisasi Pelaksanaan dan Teknis Tes Kemampuan Akademik (TKA)” bagi para guru Matematika tingkat SD/MI dan SMP/MTs. se-LP Ma’arif Kabupaten Malang. Acara ini berlangsung pada Selasa, 9 September 2025 bertempat di Kantor LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Foto: […]

  • Adversity Quotient Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.

    Adversity Quotient Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.

    • calendar_month Selasa, 18 Apr 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.579
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Selasa, 18 April 2023 “Tindakan manusia adalah penafsir terbaik pikiran mereka” John Locke Tuban menurut saya perlu berbangga hati karena saat ini salah satu putera terbaik Tuban menjadi tokoh pendidikan di perguruan Tinggi, Lahir di Tuban 10 September 1967, putera pasangan H. Abu Syukur dan Hj. Shofiyah ini sedang menulis tinta […]

  • Kunjungan dan Pembekalan KKM Mahasiswa UIN Malang di LP Ma’arif Kabupaten Malang

    Kunjungan dan Pembekalan KKM Mahasiswa UIN Malang di LP Ma’arif Kabupaten Malang

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Malang, 26 Desember 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dalam rangka persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 127 dan 128 melaksanakan kegiatan kunjungan sekaligus pembekalan di Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kabupaten Malang pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembekalan awal […]

  • Mutu Madrasah dan Manajemen Kantin Sehat

    Mutu Madrasah dan Manajemen Kantin Sehat

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Rabu 05 April 2023 LP Ma’arif NU Kabupatena Malang Menteri Agama atas amanah Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, menyampaikan bahwa, paling tidak pada tahun 2024 sudah ada 10 juta produk sehat yang sudah tersertifikasi halal. Termasuk pembinaan akan dilakukan oleh Kementerian Agama. Hal ini berdasar kepada Instruksi Menteri Agama Nomor […]

expand_less