Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » PENDIDIKAN YANG NGU-WONG-KÉ

PENDIDIKAN YANG NGU-WONG-KÉ

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
  • visibility 1.518

Prof. Dr. H. Ahmad Muhtadi, M.A. Repost, 12 November 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Howard Gardner, ahli pendidikan paling terkemuka dari Harvard University dalam buku mutakhirnya yang berjudul Truth, Beauty, and Goodness Reframed, Educating for the Virtues in the Twenty First Century seolah menyesali pemikiran-pemikiran pendidikannya sendiri yang terdahulu. Pemikiran terdahulu dia yang sangat revolusioner di dunia pendidikan adalah paradigma kecerdasan majemuk (multiple intelligences).
Ahli pendidikan yang sekaligus ahli psikologi itu sebelumnya cenderung melihat pendidikan lebih dari sudut pandang dua disiplin yang amat dominan pada masa-masa modern ini; biologi dan ekonomi. Perspektif yang dikembangkan lebih pada materialistik dan pragmatik. Kemudian dalam buku terbarunya, Gardner merasa perlu melihat upaya-upaya perumusan pendidikan dari sudut pandang yang humanioristik, yang meliputi sudut pandang filsafat, psikologi, sejarah, dan studi budaya (cultural studies).

Betapapun canggihnya, manusia bukanlah sebuah artificial intelligence semata. Manusia, selain memiliki kekuatan fisik dan kemampuan berfikir, ia adalah makhluk yang –terutama- memiliki jiwa dan hati. Kekuatan fisik dan kemampuan berfikir harus dikembangkan dan diaktualkan, seiring dengan dikembangkan dan diaktualisasikannya kemampuan jiwa dan kemampuan rohaniahnya. Oleh karenanya, pendidikan bukan hanya sekedar pengembangan kompetensi vokasional, yang dipahami secara sempit sebagai keterampilan-ketrampilan praktis, atau kompetensi akademik dalam bentuk kemampuan berpikir logis-analisis dan kemampuan melakukan penelitian, sepenting apapun keduanya dalam menentukan kesejahteraan hidup seseorang.

Karenanya, setiap upaya dan proses pendidikan harus mengembangkan perspektif holistik sekaligus integratif, yakni haruslah mampu melihat dan memperhatikan keseluruhan dari aspek potensi kemanusiaan. Potensi personal-eksistensial yang sedikit banyak bersifat spiritual, dan potensi sosial sebagai dasar sekaligus puncaknya, harus menjadi perhatian serius, bukan hanya krusial dalam menentukan kebahagiaan hidup seseorang, bahkan juga dalam penguasaan kemampuan-kemampuan teknis yang menentukan kesuksesan. Abraham Maslow belakangan merasa perlu menjungkir-balikkan segitiga kebutuhan manusia yang dikembangkan, yaitu kebutuhan fisik lebih dulu, kemudian kebutuhan spiritual & sosial menjadi kebutuhan kebutuhan spiritual & sosial lebih dulu kemudian kebutuhan fisik. Menurutnya, kebutuhan spiritual-personal dan sosial ternyata justru menjadi dasar yang baik bagi pemenuhan kebutuhan fisik, bukan sebaliknya.

Mencermati perilaku pelajar dan mahasiswa akhir-akhir ini  –dengan maksud tidak men-genaralisir- yang seringkali terjadi tawuran antar mereka, dan semakin meningkatnya angka pengangguran lulusan adalah merupakan indikasi kegagalan sistem pendidikan kita. Kegagalan tersebut merupakan salah satu kegagalan dalam mengembangkan sosial-emosional yang pada akhirnya dapat menyebabkan anak-anak kita tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan emosi positif dan rasa empati, yang sangat menentukan kesejahteraan psikologis dan sosial mereka; akibatnya mereka mudah patah dan menyerah, mudah galau, kurang percaya diri, tidak punya solidaritas sosial, padahal pertemanan adalah sumber, bukan hanya kesuksesan tetapi juga kebahagiaan. Kegagalan mengembangkan kecerdasan spiritual dan rohaniah –meminjam William James, Kawan Agung dalam The Great Socius-nya-  membuat anak kita tidak bahagia akibat keterasingan sumber keberadaannya.

Berdasarkan uraian diatas, program pendidikan yang harus dikembangkan, harus menekankan pada pengembangan daya rohaniah berupa kegiatan-kegiatan spiritual yang berorientasi pada pembinaan hubungan vertikal dengan Yang Maha Agung Allah SWT, kegiatan tafakkur, selain kegiatan akademik berupa observasional-saintifik, refleksi intelektual-filosofis dan estetik. Tidak kalah penting penanaman budi pekerti luhur, akhlak-sosial, khususnya sikap empati, cinta kasih, pemaaf, dan bebas rasa benci, pengembangan dan pelatihan etos hidup dan kerja yang baik; etos kerja keras, disiplin, telaten, ulet, pantang menyerah, percaya diri, dan lain sebagainya.

Kemampuan imajinatif yang terkait erat dengan kemampuan kreatifitas harus benar-benar digalakkan, dengan memberi ruang sebesar-besarnya bagi upaya belajar berkhayal (berimajinasi), mengeksplor seluas mungkin segala sesuatu dan mencoba sebanyak-banyaknya, berpikir bebas, termasuk berani bereksperimen walaupun seringkali salah (trial and error). Itu semua menjadi penting dalam pengembangan proses belajar-mengajar berbasisi proyek penelitian (project-based learning). 

Oleh karenanya, program kegiatan seni, apapun bentuknya dan kegiatan bakat-minat lainnya adalah sangat sentral. Tidak hanya untuk mendorong daya imajinatif dan kreatif melainkan sebagai sarana melembutkan hati dan memperbaiki budi pekerti. Program pengembangan bahasa juga sangat strategis sebagai sarana pengembangan daya dan minat baca yang mendukung upaya penghangatan intelektual dan peningkatan kemampuan literer. Pengembangan skill dan entrepreneurship juga tidak hanya dibatasi pada pelatihan vokasional dalam arti terbatas keterampilan praktis ataupun kemampuan berorganisasi, manajemen, dan berbagai soft skill lainnya, tetapi sesuai makna aslinya “vocation” sebagai panggilan jiwa (life calling). Berbuat atau bertindak yang didorong oleh panggilan jiwa akan terjadi dengan penuh kegairahan dan rasa cinta (passion), sehingga menjadi sumber kebahagiaan, menghasilkan profesionalisme, performance, kepercaya diri, kemandirian, dan ketangguhan.

Uraian sederhana yang disarikan dari rubrik kolom majalah Tempo edisi 17-23 Desember 2012 diatas mengandung makna pendidikan yang berorientasi “ngu-wong-ke”. Artinya memperhatikan potensi yang dimiliki sekaligus yang dibutuhkan peserta didik dengan memberikan peran aktif untuk pengembangan potensi yang dimilikinya agar pada akhirnya menjadi “wong” dalam arti yang sebenarnya. Wong yang menjadi bagian dari ummatan wasathan yang mempunyai peran penting sebagai khalifatullah di permukaan bumi dengan tugas sucinya untuk selalu memberi manfaat, menebar kedamaian, dan menjadikan dunia lebih maslahah. Semoga bermanfaat..

Wallahu a’lam bi al-Shawab.  

Malang, 1 Januari 2013

Prof. Dr.H. A. Muhtadi Ridwan, M. A.

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • 395 SISWA SMK NUSA SUKSES BELAJAR SIAP BEKERJA

    395 SISWA SMK NUSA SUKSES BELAJAR SIAP BEKERJA

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.107
    • 0Komentar

    Wahid Khoiruddin, S.Pd. Sabtu, 3 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Suasana riuh penuh kegembiraan dan haru tengah mewarnai pelepasan peserta didik sebanyak 395 kelas XII dalam Purnawiyata angkatan ke-15 SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo di Jl. Raya Subandi, Robyong, Wonomulyo, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu Kliwon (03/6/2023). Kepala SMK NU Sunan […]

  • Kortan dan PC LP Ma’arif Susun Strategi UAMNU Lebih Baik

    Kortan dan PC LP Ma’arif Susun Strategi UAMNU Lebih Baik

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 16 Januarai 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Komitmen mengadakan UAMNU lebih baik dari tahun sebelumnya, membuat PC LP Ma’arif terus melakukan koordinasi dengan para kortan. Bertempat di ruang meeting Kantor LP Ma’arif yang sudah berbenah tersebut, para kortan berdiskusi mencari solusi UAMNU lebih baik dengan mengimplementasikan perbaikan berkelanjutan seperti manajemen […]

  • LP Ma’arif PCNU Kab. Malang Menyelenggarakan Workshop IKM di MTs. Munir Ismail

    LP Ma’arif PCNU Kab. Malang Menyelenggarakan Workshop IKM di MTs. Munir Ismail

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 967
    • 0Komentar

    Rabu 25 Oktober 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Pada hari Rabu, 25 Oktober 2023, LP Ma’arif NU Kabupaten Malang mengadakan pelatihan “Mendesign Pembelajaran Kreatif, Inovatif, dan Berkarakter” dalam rangka implementasi kurikulum merdeka di MTs. Munir Ismail, Gondanglegi. Pelatihan ini diikuti oleh semua guru yang mengajar di MTs. Munir Ismail dan MI Munir Ismail yang […]

  • Kepemimpinan Influencer, Kinerja, dan Dedikasi Islami Membentuk Madrasah Unggul

    Kepemimpinan Influencer, Kinerja, dan Dedikasi Islami Membentuk Madrasah Unggul

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Suci Hidayati. 28 Oktober 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pengurus dan sekolah inspiratif Suci Hidayati, M.Pd., melakukan kegiatan internasional dalam bidang pendidikan. ini merupakan bentuk dedikasi beliau sebagai pegiat ilmu manajemen pendidikan Islam. Beliau mengangkat yang mengangkat tema madrasah swasta unggul di bawah naungan L.P Ma’arif Kabupaten Malang. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. […]

  • Inovasi Pembelajaran Guru PAI Abad 21 di antara Tantangan dan Solusi

    Inovasi Pembelajaran Guru PAI Abad 21 di antara Tantangan dan Solusi

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Bq. Kamis, 14 Mei 2026 “Inovasi pembelajaran bagi guru di madrasah/sekolah merupakan kebutuhan sekaligus peluang. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang menarik, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang menarik, efektif, dan bernilai, serta menyiapkan generasi mendatang yang cakap literasi digital, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan” kata Ahmad Makki Hasan […]

  • Prioritas Kepercayaan

    Prioritas Kepercayaan

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 697
    • 0Komentar

    Dr.H.Amka. Kamis, 23 November 2023 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kamis Pon, tanggal 23 November 2023. Dilaksanakan program penguatan kepala sekolah dan madrasah berupa pemaparan dan presentasi atas orientasi dari setiap pimpinan satuan pendidikan pasca pengajuan Surat Keterangan Berkala (SKB) sebagai pimpinan satuan pendidikan yang baru maupun perpanjangan. Hal tersebut dilakukan di hadapan ketua LP […]

expand_less