Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » PENDIDIKAN YANG NGU-WONG-KÉ

PENDIDIKAN YANG NGU-WONG-KÉ

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
  • visibility 1.893

Prof. Dr. H. Ahmad Muhtadi, M.A. Repost, 12 November 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Howard Gardner, ahli pendidikan paling terkemuka dari Harvard University dalam buku mutakhirnya yang berjudul Truth, Beauty, and Goodness Reframed, Educating for the Virtues in the Twenty First Century seolah menyesali pemikiran-pemikiran pendidikannya sendiri yang terdahulu. Pemikiran terdahulu dia yang sangat revolusioner di dunia pendidikan adalah paradigma kecerdasan majemuk (multiple intelligences).
Ahli pendidikan yang sekaligus ahli psikologi itu sebelumnya cenderung melihat pendidikan lebih dari sudut pandang dua disiplin yang amat dominan pada masa-masa modern ini; biologi dan ekonomi. Perspektif yang dikembangkan lebih pada materialistik dan pragmatik. Kemudian dalam buku terbarunya, Gardner merasa perlu melihat upaya-upaya perumusan pendidikan dari sudut pandang yang humanioristik, yang meliputi sudut pandang filsafat, psikologi, sejarah, dan studi budaya (cultural studies).

Betapapun canggihnya, manusia bukanlah sebuah artificial intelligence semata. Manusia, selain memiliki kekuatan fisik dan kemampuan berfikir, ia adalah makhluk yang –terutama- memiliki jiwa dan hati. Kekuatan fisik dan kemampuan berfikir harus dikembangkan dan diaktualkan, seiring dengan dikembangkan dan diaktualisasikannya kemampuan jiwa dan kemampuan rohaniahnya. Oleh karenanya, pendidikan bukan hanya sekedar pengembangan kompetensi vokasional, yang dipahami secara sempit sebagai keterampilan-ketrampilan praktis, atau kompetensi akademik dalam bentuk kemampuan berpikir logis-analisis dan kemampuan melakukan penelitian, sepenting apapun keduanya dalam menentukan kesejahteraan hidup seseorang.

Karenanya, setiap upaya dan proses pendidikan harus mengembangkan perspektif holistik sekaligus integratif, yakni haruslah mampu melihat dan memperhatikan keseluruhan dari aspek potensi kemanusiaan. Potensi personal-eksistensial yang sedikit banyak bersifat spiritual, dan potensi sosial sebagai dasar sekaligus puncaknya, harus menjadi perhatian serius, bukan hanya krusial dalam menentukan kebahagiaan hidup seseorang, bahkan juga dalam penguasaan kemampuan-kemampuan teknis yang menentukan kesuksesan. Abraham Maslow belakangan merasa perlu menjungkir-balikkan segitiga kebutuhan manusia yang dikembangkan, yaitu kebutuhan fisik lebih dulu, kemudian kebutuhan spiritual & sosial menjadi kebutuhan kebutuhan spiritual & sosial lebih dulu kemudian kebutuhan fisik. Menurutnya, kebutuhan spiritual-personal dan sosial ternyata justru menjadi dasar yang baik bagi pemenuhan kebutuhan fisik, bukan sebaliknya.

Mencermati perilaku pelajar dan mahasiswa akhir-akhir ini  –dengan maksud tidak men-genaralisir- yang seringkali terjadi tawuran antar mereka, dan semakin meningkatnya angka pengangguran lulusan adalah merupakan indikasi kegagalan sistem pendidikan kita. Kegagalan tersebut merupakan salah satu kegagalan dalam mengembangkan sosial-emosional yang pada akhirnya dapat menyebabkan anak-anak kita tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan emosi positif dan rasa empati, yang sangat menentukan kesejahteraan psikologis dan sosial mereka; akibatnya mereka mudah patah dan menyerah, mudah galau, kurang percaya diri, tidak punya solidaritas sosial, padahal pertemanan adalah sumber, bukan hanya kesuksesan tetapi juga kebahagiaan. Kegagalan mengembangkan kecerdasan spiritual dan rohaniah –meminjam William James, Kawan Agung dalam The Great Socius-nya-  membuat anak kita tidak bahagia akibat keterasingan sumber keberadaannya.

Berdasarkan uraian diatas, program pendidikan yang harus dikembangkan, harus menekankan pada pengembangan daya rohaniah berupa kegiatan-kegiatan spiritual yang berorientasi pada pembinaan hubungan vertikal dengan Yang Maha Agung Allah SWT, kegiatan tafakkur, selain kegiatan akademik berupa observasional-saintifik, refleksi intelektual-filosofis dan estetik. Tidak kalah penting penanaman budi pekerti luhur, akhlak-sosial, khususnya sikap empati, cinta kasih, pemaaf, dan bebas rasa benci, pengembangan dan pelatihan etos hidup dan kerja yang baik; etos kerja keras, disiplin, telaten, ulet, pantang menyerah, percaya diri, dan lain sebagainya.

Kemampuan imajinatif yang terkait erat dengan kemampuan kreatifitas harus benar-benar digalakkan, dengan memberi ruang sebesar-besarnya bagi upaya belajar berkhayal (berimajinasi), mengeksplor seluas mungkin segala sesuatu dan mencoba sebanyak-banyaknya, berpikir bebas, termasuk berani bereksperimen walaupun seringkali salah (trial and error). Itu semua menjadi penting dalam pengembangan proses belajar-mengajar berbasisi proyek penelitian (project-based learning). 

Oleh karenanya, program kegiatan seni, apapun bentuknya dan kegiatan bakat-minat lainnya adalah sangat sentral. Tidak hanya untuk mendorong daya imajinatif dan kreatif melainkan sebagai sarana melembutkan hati dan memperbaiki budi pekerti. Program pengembangan bahasa juga sangat strategis sebagai sarana pengembangan daya dan minat baca yang mendukung upaya penghangatan intelektual dan peningkatan kemampuan literer. Pengembangan skill dan entrepreneurship juga tidak hanya dibatasi pada pelatihan vokasional dalam arti terbatas keterampilan praktis ataupun kemampuan berorganisasi, manajemen, dan berbagai soft skill lainnya, tetapi sesuai makna aslinya “vocation” sebagai panggilan jiwa (life calling). Berbuat atau bertindak yang didorong oleh panggilan jiwa akan terjadi dengan penuh kegairahan dan rasa cinta (passion), sehingga menjadi sumber kebahagiaan, menghasilkan profesionalisme, performance, kepercaya diri, kemandirian, dan ketangguhan.

Uraian sederhana yang disarikan dari rubrik kolom majalah Tempo edisi 17-23 Desember 2012 diatas mengandung makna pendidikan yang berorientasi “ngu-wong-ke”. Artinya memperhatikan potensi yang dimiliki sekaligus yang dibutuhkan peserta didik dengan memberikan peran aktif untuk pengembangan potensi yang dimilikinya agar pada akhirnya menjadi “wong” dalam arti yang sebenarnya. Wong yang menjadi bagian dari ummatan wasathan yang mempunyai peran penting sebagai khalifatullah di permukaan bumi dengan tugas sucinya untuk selalu memberi manfaat, menebar kedamaian, dan menjadikan dunia lebih maslahah. Semoga bermanfaat..

Wallahu a’lam bi al-Shawab.  

Malang, 1 Januari 2013

Prof. Dr.H. A. Muhtadi Ridwan, M. A.

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC IPNU IPPNU Ampelgading Tanamkan Semangat Keorganisasian Pelajar NU di MTs Al-Musholliyah Taman Asri

    PAC IPNU IPPNU Ampelgading Tanamkan Semangat Keorganisasian Pelajar NU di MTs Al-Musholliyah Taman Asri

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang PAC IPNU IPPNU Ampelgading terus menunjukkan konsistensinya dalam membangun kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama melalui berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Salah satunya adalah kegiatan Sosialisasi dan Pengenalan Organisasi Pelajar NU, yang diselenggarakan pada Senin, 15 Juli 2025 di MTs Al-Musholliyah, Desa Taman Asri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi bagian […]

  • Workshop IKM dalam Peningkatan Mutu Lembaga dan Guru se Kecamatan Turen

    Workshop IKM dalam Peningkatan Mutu Lembaga dan Guru se Kecamatan Turen

    • calendar_month Minggu, 12 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.486
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad 12 Maret 2023 LP Ma’arif NU kabupaten Malang Sabtu (11/3/2023) Lembaga Pendidikan Ma’arif MWC NU Kecamatan Turen mengadakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dalam Peningkatan Mutu Lembaga dan Guru Inspiratif Inovatif dan Kreatif untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengan Pertama se Kecamatan Turen, Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung MTs. […]

  • Menuju “Mandiri, Agamis, Jujur, dan Unggul” ke-52

    Menuju “Mandiri, Agamis, Jujur, dan Unggul” ke-52

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Bq. Rabu. 24 Juni 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Rabu (24/06/2026) pukul 07.30 wib sampai dengan  12.30 wib,  Gedung Aula Ajusta Yon Armed 1/ Roket riuh rendah oleh Acara Tasyakur Purna Siswa Kelas VI SDI Almaarif 01 Singosari Malang Angkatan ke-52. Di sebelah kanan duduk para pengurus dan undangan pria dan di sebelah kiri […]

  • Hari Ketiga, Kunjungan ke Shandong Youth University of Political Science, Disambut dengan Bahasa Arab

    Hari Ketiga, Kunjungan ke Shandong Youth University of Political Science, Disambut dengan Bahasa Arab

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Ahad,28 Juni 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Kunjungan resmi tim LP MA’ARIF Kab Malang ke perguruan tinggi ini sebenarnya bukan sekedar kunjungan biasa mengingat perguruan tinggi ini mengembangkan program studi bahasa Arab, dan LP MA’ARIF Kab Malang memang mendapatkan undangan khusus agar bisa berkunjung ke sini. Kami tiba dari kota Old City […]

  • Pendidikan adalah Kehidupan Itu Sendiri

    Pendidikan adalah Kehidupan Itu Sendiri

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 884
    • 0Komentar

    “Pendidikan Melahirkan Orang yang Berilmu. tetapi Agama Melahirkan Orang yang Berakhlak” Ibnu Khaldun. Bq. Ahad, 16 November 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Hawa terasa dingin meresap ke pori-pori kulit saat dibawa angin berhembus malam ini. Setelah hampir seharian penuh disirami oleh rintik bening air hujan yang kadang terasa enggan berhenti. Terlihat waktu 20.51 wib […]

  • Asosiasi Kepala Sekolah Ma’arif Kabupaten Malang

    Asosiasi Kepala Sekolah Ma’arif Kabupaten Malang

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 630
    • 0Komentar

        Bq. Selasa, 26 Mei 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Lebih padat daripada biasanya. Aula Aswaja dipenuhi peserta yang hadir dalam Sosialisasi Program Ma’arif dalam Asosiasi Kepala Sekolah Ma’arif. Sekitar 60 kepala sekolah antusias mengikuti acara yang dimulai pukul 08.15 wib, acara yang diawali dengan doa bersama peserta. Kedatangan para kepala sekolah pada […]

expand_less