Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » PENDIDIKAN YANG NGU-WONG-KÉ

PENDIDIKAN YANG NGU-WONG-KÉ

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
  • visibility 1.889

Prof. Dr. H. Ahmad Muhtadi, M.A. Repost, 12 November 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Howard Gardner, ahli pendidikan paling terkemuka dari Harvard University dalam buku mutakhirnya yang berjudul Truth, Beauty, and Goodness Reframed, Educating for the Virtues in the Twenty First Century seolah menyesali pemikiran-pemikiran pendidikannya sendiri yang terdahulu. Pemikiran terdahulu dia yang sangat revolusioner di dunia pendidikan adalah paradigma kecerdasan majemuk (multiple intelligences).
Ahli pendidikan yang sekaligus ahli psikologi itu sebelumnya cenderung melihat pendidikan lebih dari sudut pandang dua disiplin yang amat dominan pada masa-masa modern ini; biologi dan ekonomi. Perspektif yang dikembangkan lebih pada materialistik dan pragmatik. Kemudian dalam buku terbarunya, Gardner merasa perlu melihat upaya-upaya perumusan pendidikan dari sudut pandang yang humanioristik, yang meliputi sudut pandang filsafat, psikologi, sejarah, dan studi budaya (cultural studies).

Betapapun canggihnya, manusia bukanlah sebuah artificial intelligence semata. Manusia, selain memiliki kekuatan fisik dan kemampuan berfikir, ia adalah makhluk yang –terutama- memiliki jiwa dan hati. Kekuatan fisik dan kemampuan berfikir harus dikembangkan dan diaktualkan, seiring dengan dikembangkan dan diaktualisasikannya kemampuan jiwa dan kemampuan rohaniahnya. Oleh karenanya, pendidikan bukan hanya sekedar pengembangan kompetensi vokasional, yang dipahami secara sempit sebagai keterampilan-ketrampilan praktis, atau kompetensi akademik dalam bentuk kemampuan berpikir logis-analisis dan kemampuan melakukan penelitian, sepenting apapun keduanya dalam menentukan kesejahteraan hidup seseorang.

Karenanya, setiap upaya dan proses pendidikan harus mengembangkan perspektif holistik sekaligus integratif, yakni haruslah mampu melihat dan memperhatikan keseluruhan dari aspek potensi kemanusiaan. Potensi personal-eksistensial yang sedikit banyak bersifat spiritual, dan potensi sosial sebagai dasar sekaligus puncaknya, harus menjadi perhatian serius, bukan hanya krusial dalam menentukan kebahagiaan hidup seseorang, bahkan juga dalam penguasaan kemampuan-kemampuan teknis yang menentukan kesuksesan. Abraham Maslow belakangan merasa perlu menjungkir-balikkan segitiga kebutuhan manusia yang dikembangkan, yaitu kebutuhan fisik lebih dulu, kemudian kebutuhan spiritual & sosial menjadi kebutuhan kebutuhan spiritual & sosial lebih dulu kemudian kebutuhan fisik. Menurutnya, kebutuhan spiritual-personal dan sosial ternyata justru menjadi dasar yang baik bagi pemenuhan kebutuhan fisik, bukan sebaliknya.

Mencermati perilaku pelajar dan mahasiswa akhir-akhir ini  –dengan maksud tidak men-genaralisir- yang seringkali terjadi tawuran antar mereka, dan semakin meningkatnya angka pengangguran lulusan adalah merupakan indikasi kegagalan sistem pendidikan kita. Kegagalan tersebut merupakan salah satu kegagalan dalam mengembangkan sosial-emosional yang pada akhirnya dapat menyebabkan anak-anak kita tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan emosi positif dan rasa empati, yang sangat menentukan kesejahteraan psikologis dan sosial mereka; akibatnya mereka mudah patah dan menyerah, mudah galau, kurang percaya diri, tidak punya solidaritas sosial, padahal pertemanan adalah sumber, bukan hanya kesuksesan tetapi juga kebahagiaan. Kegagalan mengembangkan kecerdasan spiritual dan rohaniah –meminjam William James, Kawan Agung dalam The Great Socius-nya-  membuat anak kita tidak bahagia akibat keterasingan sumber keberadaannya.

Berdasarkan uraian diatas, program pendidikan yang harus dikembangkan, harus menekankan pada pengembangan daya rohaniah berupa kegiatan-kegiatan spiritual yang berorientasi pada pembinaan hubungan vertikal dengan Yang Maha Agung Allah SWT, kegiatan tafakkur, selain kegiatan akademik berupa observasional-saintifik, refleksi intelektual-filosofis dan estetik. Tidak kalah penting penanaman budi pekerti luhur, akhlak-sosial, khususnya sikap empati, cinta kasih, pemaaf, dan bebas rasa benci, pengembangan dan pelatihan etos hidup dan kerja yang baik; etos kerja keras, disiplin, telaten, ulet, pantang menyerah, percaya diri, dan lain sebagainya.

Kemampuan imajinatif yang terkait erat dengan kemampuan kreatifitas harus benar-benar digalakkan, dengan memberi ruang sebesar-besarnya bagi upaya belajar berkhayal (berimajinasi), mengeksplor seluas mungkin segala sesuatu dan mencoba sebanyak-banyaknya, berpikir bebas, termasuk berani bereksperimen walaupun seringkali salah (trial and error). Itu semua menjadi penting dalam pengembangan proses belajar-mengajar berbasisi proyek penelitian (project-based learning). 

Oleh karenanya, program kegiatan seni, apapun bentuknya dan kegiatan bakat-minat lainnya adalah sangat sentral. Tidak hanya untuk mendorong daya imajinatif dan kreatif melainkan sebagai sarana melembutkan hati dan memperbaiki budi pekerti. Program pengembangan bahasa juga sangat strategis sebagai sarana pengembangan daya dan minat baca yang mendukung upaya penghangatan intelektual dan peningkatan kemampuan literer. Pengembangan skill dan entrepreneurship juga tidak hanya dibatasi pada pelatihan vokasional dalam arti terbatas keterampilan praktis ataupun kemampuan berorganisasi, manajemen, dan berbagai soft skill lainnya, tetapi sesuai makna aslinya “vocation” sebagai panggilan jiwa (life calling). Berbuat atau bertindak yang didorong oleh panggilan jiwa akan terjadi dengan penuh kegairahan dan rasa cinta (passion), sehingga menjadi sumber kebahagiaan, menghasilkan profesionalisme, performance, kepercaya diri, kemandirian, dan ketangguhan.

Uraian sederhana yang disarikan dari rubrik kolom majalah Tempo edisi 17-23 Desember 2012 diatas mengandung makna pendidikan yang berorientasi “ngu-wong-ke”. Artinya memperhatikan potensi yang dimiliki sekaligus yang dibutuhkan peserta didik dengan memberikan peran aktif untuk pengembangan potensi yang dimilikinya agar pada akhirnya menjadi “wong” dalam arti yang sebenarnya. Wong yang menjadi bagian dari ummatan wasathan yang mempunyai peran penting sebagai khalifatullah di permukaan bumi dengan tugas sucinya untuk selalu memberi manfaat, menebar kedamaian, dan menjadikan dunia lebih maslahah. Semoga bermanfaat..

Wallahu a’lam bi al-Shawab.  

Malang, 1 Januari 2013

Prof. Dr.H. A. Muhtadi Ridwan, M. A.

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr. Amka “Ayo Lanjutkan Perjuangan KI Ageng Ompong”

    Dr. Amka “Ayo Lanjutkan Perjuangan KI Ageng Ompong”

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Selasa, 8 Agustus 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Rabu (2/8/2023) Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I., menjadi pemateri dalam seminar Parenting yang diadakan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Kesejahteraan Ummat “Budi Mulia” yang menaungi Lembaga Pendidikan SMP-SMK Budi Mulya yang berlokasi di Kecamatan […]

  • PEMBINA LP MA’ARIF AJARKAN RAHASIA SUKSES

    PEMBINA LP MA’ARIF AJARKAN RAHASIA SUKSES

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 933
    • 0Komentar

    humaslp 6 months ago UncategorizedMalang, LP Ma’arif Kab. Malang Pembina LP Ma’arif Kabupaten Malang , tokoh pendidikan kenamaan yang juga masuk dalam tokoh ilmuan internasional Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo menghadiri undangan dari IGRA, TKM, dan KK MI Kecamatan Wajak bertajuk Halal bi Halal Keluarga Besar RA, TKM, dan MI se Kecamatan Wajak Bersama Prof. […]

  • Dream Adventure Goes To Bali SMP Assyaidiyah

    Dream Adventure Goes To Bali SMP Assyaidiyah

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.359
    • 0Komentar

    Ahad, 04 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dream Adventure, para santri  menapakkan kaki di Pulau Dewata, pada hari Jum’at 25 april 2025. Ini bukan sekadar wisata tanpa makna, ini adalah ziarah ke tanah yang kaya akan spiritualitas, kesenian, dan keindahan alam yang menakjubkan. Althirdlent memulai perjalanan ini dengan rasa antusias dan kesiapan untuk […]

  • DAMPIT PUNYA GAWE HAFLAH AKHIRUSSANAH YAYASAN DARUSSALAM

    DAMPIT PUNYA GAWE HAFLAH AKHIRUSSANAH YAYASAN DARUSSALAM

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    Abd. Wahid Khoiruddin, S.Pd. Selasa 27 Juni 2023. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Malang – Dalam rangka melepas peserta didik pada jenjang akhir, Yayasan Darussalam Srimulyo Dampit (YDSD) menggelar Haflah Akhirussanah, Purnawiyata Siswa dan Pentas Seni, Rabu Pon (21/6/2023), di halaman Madrasah yang berlokasi di Jalan Raya Sukorejo RT. 12 RW. 06 Desa Srimulyo Kec. […]

  • PELAKSANAAN MARJAN DI MI ISLAMIYAH MALANG

    PELAKSANAAN MARJAN DI MI ISLAMIYAH MALANG

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    Zuhairoh Al Mahfudhoh. Rabu, 13 Desember 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Dalam rangka pelaksanaan tugas akhir mata kuliah Praktek Ketrampilan Mengajar (PKM), FITK UIN Malang melakukan kolaborasi dengan Ma’arif NU Kota Malang dengan kegiatan FITK dan Ma’arif Mengajar. FITK dan Ma’arif mengajar ini dilaksanakan di sekolah-sekolah sekitar Malang, salah satunya di MI Islamiyah Pakis […]

  • Perlombaan dan Perpisahan di PPAI Darussalam 1

    Perlombaan dan Perpisahan di PPAI Darussalam 1

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 651
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Wagir, Malang – Dalam rangka memperingati bulan Rajab sekaligus menjadi momen kebersamaan menjelang akhir pengabdian, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Perlombaan Rojabiyah dan Perpisahan KKM yang bertempat di TPQ Darussalam 1, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.Kegiatan perlombaan dilaksanakan selama dua hari, […]

expand_less