Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Kurikulum Merdeka Langkah Kreatif Inovatif

Kurikulum Merdeka Langkah Kreatif Inovatif

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
  • visibility 1.312

Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Sabtu 24 Februari 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Malang pada hari Sabtu (24/02/2024), Berkolaborasi dan bersinergi dengan Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, LP Ma’arif NU Kabupaten Malang menggelar workshop besar-besaran selama 32 jam pelajaran.

“Implementasi Kurikulum Merdeka: Optimalisasi Pengembangan IKM dalam menyusun Modul Ajar untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran & Evaluasi Hasil Belajar sebagai Langkah Kreatif dan Inovatif” menjadi tema besar yang diusung dalam workshop tersebut.

Dibuka oleh Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd.,Ak. Guru Besar dan Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, beliau mengajak 500 peserta yang hadir memenuhi Aula Gedung Bwalk Hotel Dau Malang untuk memanfaatkan momen belajar sebaik mungkin. Prof Wahid memberikan aplaus besar terhadap sinergi yang sudah terjalin baik antara Pascasarjana UIN Malang dengan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang.

Penghargaan dan ucapan terima kasih diberikan oleh Prof. Amka Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang kepada Pascasarjana UIN. Namun, sebelum itu Prof Amka memberi semangat dan motivasi segar terhadap peserta yang sangat antusias dan datang dengan atribut lembaga masing-masing.

Dr. Najmah, M.Pd. sebagai salah satu kepala MTs terbaik di Indonesia menggugah di awal sesi materi, beliau memaparkan strategi membangun madrasah yang memiliki kekuatan semangat dan motivasi untuk berprestasi. Ketua Penjaminan Mutu LP Ma’arif NU kabupaten Malang ini membawa strategi petumbuhan dari madrasah minus input menjadi madrasah penuh karya kreatifitas,

Izzy sang moderator acara memberikan waktu kedua kepada Sufiyatul Munadziroh, M.Pd. “Ayo kita belajar IKM sambil menggunakan teknik bernyanyi biar semua happy selalu” ujar Kepala SMPI Sunan Gri Wagir. Instruktur IKM ini dengan lincah membangkitkan antusiasme audiens dan memberikan reward bagi mereka yang aktif dalam sesi itu.

Pemateri terakhir berbicara tentang instrumen pemelajaran. Dosen UIN maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Alfin Mustikawan, M.Pd. menjelaskan tahapan implementasi dan pengukuran instrumen. beliau juga mengurai langkah-langkah pemelajaran kreatif inovatif yang mesti dilakukan oleh guru.

Sesi penutup, Izzy membawa semangat peserta dalam giat-giat Ma’arif berikutnya yang akan dilakukan. Selain itu, Izzy kembali memperkenalkan lagi seragam LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang dengan filosofi mendalam di balik desain batik tersebut.

(mz)

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapak Pendidikan Nasional Hadlratussyeikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

    Bapak Pendidikan Nasional Hadlratussyeikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 2.052
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Hadlaratussyeikh adalah seorang maha kiai dalam arti yang sebenarnya sekaligus pejuang bangsa” Gus Mus Februari bagi sebagian anak muda dirayakan sebagai hari valentine’s day yang dianggap masyarakat barat sebagai simbol hari kasih sayang. Tanpa sengaja di sebuah obrolan tentang bulan Februari saya teringat tentang lahirnya tokoh besar di Nusantara, seorang […]

  • Workshop Ma’arif Smart School, Turen Memulai!

    Workshop Ma’arif Smart School, Turen Memulai!

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    Bq. Rabu, 21 Mei 2025 Foto: 8 Cinta Pendidikan Budaya dan Karakter LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sesi terakhir ujian UAMNU tak menyurutkan semangat madarsah-madrasah Kecamatan Turen untuk mengadakan workshop. Sementara itu, pengurus Ma’arif PCNU kabupaten Malang, Izzy dan Ahmad Syuhada berinteraksi dengan beberapa murid saat kelas enam MI Al Lathifiyah Turen sesi terakhir UAMNU. […]

  • Launching Program MIRACLE di Pendopo Kecamatan Pujon

    Launching Program MIRACLE di Pendopo Kecamatan Pujon

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.102
    • 0Komentar

    Dr. Abd. Azis Tata Pangarsa, M.Pd Senin, 23 Desember 2024, Pak Azis menjalankan amanah dari Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang bersama Abah Samsul Hadi untuk menghadiri undangan launching Program MIRACLE (MORINGA AGAINTS MALNUTRITION AND CLIMATE CHANGE), yang diadakan di Pendopo Kecamatan Pujon. Kapasitas Pak Azis hadir sebagai Pengurus LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang sekaligus […]

  • Mahasiswa KKM Laksanakan Penanaman Tanaman Obat Sekolah dan Pelabelan Edukatif

    Mahasiswa KKM Laksanakan Penanaman Tanaman Obat Sekolah dan Pelabelan Edukatif

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 617
    • 0Komentar

    14 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Penanaman TOSA dan Pelabelan Edukatif Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertugas di SMP Sunan Giri melaksanakan salah satu program kerja bidang lingkungan, yaitu kegiatan penanaman Tanaman Obat Sekolah (TOGA) yang disertai dengan pelabelan nama latin dan manfaat tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKM […]

  • Sekolah Elite Guangzhou

    Sekolah Elite Guangzhou

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Kamis, 25 Juni 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Foto: Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang di Guangzhou No.2 High School Tiongkok Guangzhou No.2 High School (广州市第二中学). Sekolah ini didirikan pada Agustus 1930, menjadi sekolah menengah utama di Guangzhou pada *1956, masuk gelombang pertama sekolah tingkat provinsi di Guangdong pada 1994, dan lolos […]

  • Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

    Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.497
    • 0Komentar

    Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dulu, pesantren tidak membutuhkan kurikulum. Hasilnya hebat. Lahir tokoh-tokoh agama dari pesantren. Para santri datang ke pesantren berniat belajar ke kyai yang dikenal kealimannya. Masing-masing kyai memiliki keilmuan yg berbeda-beda, sehingga para santri pun ketika memilih Kyai, menyesuaikan jenis ilmu yang mereka ingin dalami. Para […]

expand_less