Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Gagal ke Belakang

Gagal ke Belakang

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
  • visibility 456

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Satu-satunya batas untuk mewujudkan hari esok kita adalah keraguan kita hari ini”

Presiden Franklin Delano Roosevelt.

Beberapa waktu terakhir ini, saya sering diminta untuk menjadi juri dalam giat apresiasi sastra ataupun dalam beberapa giat yang dilakukan oleh sekolah, entah itu setelah usai ujian ataupun giat dalam menyambut atau mempersiapkan kedatangan siswa baru.

Dari beragam giat itu, tentunya ada yang berhasil melakukan maksimal dan ada juga yang melakukan kesalahan hingga berakibat kegagalan. Saya melihat banyak kekhawatiran kegagalan ketika anak-anak menunggu hasil perjuangan mereka. Situasi ketakutan melakukan kesalahan dalam belajar yang berakibat kegagalan ini juga terjadi kepada mahasiswa yang juga sedang belajar. Mahasiswa belajar menulis takut gagal dalam menulis. Sehingga membawa saya untuk memompa motivasi dan kepercayaan diri mereka.

Berfikir tentang kata gagal. Pernahkah Anda merasa gagal? Mengalami kegagalan? Inipun tentu sering terjadi dalam kehidupan. Kegagalan akan benar diartikan kegagalan bila kita tidak mengambil pembelajaran di dalamnya. Kenyataannya ada istilah gagal dengan baik yakni situasi gagal namun kita bisa memetik keuntungan di dalamnya yakni sebagai batu loncatan menu kesuksesan.

Seorang pakar bernama Warren Bennis, mewawancarai 70 tokoh bangsa sukses dari berbagai bidang.  Warren Bennis mendapati bahwa tidak seorang pun dari mereka memandang kesalahan mereka sebagai kegagalan. Mereka memandang hal itu sebagai pengalaman belajar yang mengakibatkan mereka memahami arah keberhasilan dan memompa semangat untuk terus tumbuh.

Saya tertarik dengan penjelasan Maxwell tentang istilah gagal ke depan, yakni Gagal yang mengakibatkan kita menemukan hal positif tumbuh dalam hidup, memahami kegagalan sebagai bagian dari kemajuan, dan membuat kita belajar dari setiap kesalahan. Cara pandang manusia terhadap kegagalan akan sangat memengaruhi kehidupannya. Sebab cara pandang memengaruhi suasana keteguhan hati dan keteguhan hati memberi banyak peluang manusia untuk lebih sukses atau lebih baik.

Namun, kita terkadang terlalu cepat menyalahkan situasi dan memberi label diri kita sebagai orang yang gagal. Sebuah kesalahan akan berwujud kegagalan ketika kita terus menerus menanggapi kekeliruan secara tidak benar. Pemikiran dan sikap positif sangat memengaruhi cara kita memandang diri kita sendiri. Sikap positif kita membantu kita untuk bisa melakukan banyak hal dengan lebih baik daripada yang dapat kita lakukan jika sikap kita negatif

Bila kita melihat sejarah, bahwa setiap orang hebat selalu tekun saat mereka menghadapi banyak penolakan dan situasi sulit. Mereka tetap mengambil dari sudut pandang positif. Kita ingat bahwa Albert Einstein sang pemikir hebat pernah diberi tahu oleh kepala sekolah di Munich bahwa ia “tidak akan pernah menjadi orang berarti”. Thomas Edison pernah dianggap remaja yang sulit diajar. Tetapi Thomas Edison sangat percaya bahwa banyak kegagalan hidup dialami orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan pada saat mereka menyerah.

Siswa perlu terus dimotivasi dan didampingi untuk bisa melewati kegagalan dengan terus belajar untuk tumbuh, kegagalan yang mereka alami saat ini dalam sebuah event tidak mebuat menjadi orang yang gagal dalam kehidupan. Ini sesuai dengan ucapan Presiden Theodore Roosevelt “orang-orang yang tidak pernah mebuat kesalahan tidak akan membuat kemajuan”. Sikap saya terhadap kehidupan menentukan sikap kehidupan terhadap saya.

Sebagai penutup tulisan ini, saya bisa belajar dari kisah fenomenal Oliver Goldsmith seorang yang sangat miskin di Irlandia pada tahun 1700-an. Oliver Goldsmith mendapat julukan sebagai “Siswa yang sangat dungu” dari kepala sekolahnya. Hingga dewasa kehidupannya Goldsmith banyak mengalami kegagalan dalam setiap usahanya. Bahkan, Oliver Goldsmith harus menggadaikan pakaiannya untuk membeli makanan. Orang bilang Oliver Goldsmith tidak akan menemukan kebahagian dalam hidupnya. Hingga akhirnya Goldsmith menemukan bakat dan minatnya sebagai penulis dan interpreter yang membawa kesuksesan hidupnya. The Vicar of Wakefield, The desert Vilage, hingga She Stoops to Conquer menjadi saksi keberhasilan Oliver Goldsmith menemukan kesuksesan hidupnya.

Kegagalan adalah harga yang harus dibayar untuk kemajuan. Endingnya adalah Saya teringat ucapan guru saya bahwa ketika kita memotivasi orang lain, sesungguhnya kita sedang memotivasi diri kita sendiri. Bill Gates sang Chairman Microsoft berkata ”Yang saya usahakan sebaik mungkin adalah membagikan antusiasme saya.” Jadi sesungguhnya motivasi saya kepada mereka sejatinya adalah tertuju untuk saya sendiri.

Wallahu a’lam, mzizzybq

Senin 18 Desember 2023; 21 46 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Baru, Ketua LP Ma’arif Melaporkan Pelaksanaan UAMNU yang Sukses

    Tradisi Baru, Ketua LP Ma’arif Melaporkan Pelaksanaan UAMNU yang Sukses

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 620
    • 0Komentar

    humaslp 7 months ago Uncategorized Di sela-sela kesibukan yang berjibun sebagai Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Malang, Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah mengikuti serangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) UAMNU di berbagai pelosok Kabupaten Malang bersama tim. Sabtu (19/03/2022) Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Malang masih bisa untuk sowan kepada Rois Syuriah PCNU Kabupaten […]

  • Mahasiswa KKM UIN Malang Resmi Mengabdi di Desa Sitiarjo, Fokus Perkuat Pendidikan

    Mahasiswa KKM UIN Malang Resmi Mengabdi di Desa Sitiarjo, Fokus Perkuat Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 280
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Suasana Balai Desa Sitiarjo tampak berbeda pada Selasa siang. Derap langkah pengabdian resmi dimulai ketika mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 128 secara simbolis diserahkan kepada pemerintah desa. Momen ini menandai awal kolaborasi akademik dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Pembukaan dan […]

  • Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.476
    • 0Komentar

    Dr. Hj. Najmah, M.Pd., Jum’at, 18 April 2025. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dr Najmah kepala MTS NU Pakis yang menjadi anak didik Prof Dr H Syamsul Hadi menjadikan beliau adalah sosok mentor yang sangat bijaksana dan inspiratif, beliau sering menyatakan bahwa “Tidak ada anak yang dilahirkan Bodoh” ungkapan ini menjadikan Prof Syamsul Hadi sebagai […]

  • <strong>Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?</strong>

    Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 626
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 06 Januari 2023 “Tugas pertama dari Cinta adalah Mendengarkan” Paul Tillich Filsuf Jerman Sekian waktu perjalanan saya di perguruan tinggi, bersama tim LP Ma’arif dan lainnya, banyak hal yang saya temui dalam perjalanan khususnya di perguruan tinggi dan saat  menjelajah 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Namun kali ini hal […]

  • Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

    Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 753
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Kepemimpinan bangsa-bangsa itu selalu berkaitan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapainya. Ada kesenjangan yang jauh dalam pencapain ilmu pengetahuan antara bangsa-bangsa yang berkuasa di dunia sekarang dengan bangsa-bangsa lainnya yang tidak berdaya, yang bodoh, yang miskin dan yang terbelakang’ Abu Al-A’la Al Maududy (Manhaj Jadid li at-Tarbiyah wa at-Ta’lim) Dinamika […]

  • Ma’arif Pendidikan Ramah Tanpa Marah

    Ma’arif Pendidikan Ramah Tanpa Marah

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Bq. Ahad, 14 Juli 2024. “Semua yang dmulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu” Benjamin Franklin Madrasah atau sekolah adalah satuan pendidikan formal yang mengedepankan pendidikan ramah peserta didik / warga belajar. Pendidikan ramah tanpa marah adalah pendidikan yang aman, bersih dan sehat, dan mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak peserta didik dan perlindungan […]

expand_less