Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Gagal ke Belakang

Gagal ke Belakang

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
  • visibility 428

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Satu-satunya batas untuk mewujudkan hari esok kita adalah keraguan kita hari ini”

Presiden Franklin Delano Roosevelt.

Beberapa waktu terakhir ini, saya sering diminta untuk menjadi juri dalam giat apresiasi sastra ataupun dalam beberapa giat yang dilakukan oleh sekolah, entah itu setelah usai ujian ataupun giat dalam menyambut atau mempersiapkan kedatangan siswa baru.

Dari beragam giat itu, tentunya ada yang berhasil melakukan maksimal dan ada juga yang melakukan kesalahan hingga berakibat kegagalan. Saya melihat banyak kekhawatiran kegagalan ketika anak-anak menunggu hasil perjuangan mereka. Situasi ketakutan melakukan kesalahan dalam belajar yang berakibat kegagalan ini juga terjadi kepada mahasiswa yang juga sedang belajar. Mahasiswa belajar menulis takut gagal dalam menulis. Sehingga membawa saya untuk memompa motivasi dan kepercayaan diri mereka.

Berfikir tentang kata gagal. Pernahkah Anda merasa gagal? Mengalami kegagalan? Inipun tentu sering terjadi dalam kehidupan. Kegagalan akan benar diartikan kegagalan bila kita tidak mengambil pembelajaran di dalamnya. Kenyataannya ada istilah gagal dengan baik yakni situasi gagal namun kita bisa memetik keuntungan di dalamnya yakni sebagai batu loncatan menu kesuksesan.

Seorang pakar bernama Warren Bennis, mewawancarai 70 tokoh bangsa sukses dari berbagai bidang.  Warren Bennis mendapati bahwa tidak seorang pun dari mereka memandang kesalahan mereka sebagai kegagalan. Mereka memandang hal itu sebagai pengalaman belajar yang mengakibatkan mereka memahami arah keberhasilan dan memompa semangat untuk terus tumbuh.

Saya tertarik dengan penjelasan Maxwell tentang istilah gagal ke depan, yakni Gagal yang mengakibatkan kita menemukan hal positif tumbuh dalam hidup, memahami kegagalan sebagai bagian dari kemajuan, dan membuat kita belajar dari setiap kesalahan. Cara pandang manusia terhadap kegagalan akan sangat memengaruhi kehidupannya. Sebab cara pandang memengaruhi suasana keteguhan hati dan keteguhan hati memberi banyak peluang manusia untuk lebih sukses atau lebih baik.

Namun, kita terkadang terlalu cepat menyalahkan situasi dan memberi label diri kita sebagai orang yang gagal. Sebuah kesalahan akan berwujud kegagalan ketika kita terus menerus menanggapi kekeliruan secara tidak benar. Pemikiran dan sikap positif sangat memengaruhi cara kita memandang diri kita sendiri. Sikap positif kita membantu kita untuk bisa melakukan banyak hal dengan lebih baik daripada yang dapat kita lakukan jika sikap kita negatif

Bila kita melihat sejarah, bahwa setiap orang hebat selalu tekun saat mereka menghadapi banyak penolakan dan situasi sulit. Mereka tetap mengambil dari sudut pandang positif. Kita ingat bahwa Albert Einstein sang pemikir hebat pernah diberi tahu oleh kepala sekolah di Munich bahwa ia “tidak akan pernah menjadi orang berarti”. Thomas Edison pernah dianggap remaja yang sulit diajar. Tetapi Thomas Edison sangat percaya bahwa banyak kegagalan hidup dialami orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan pada saat mereka menyerah.

Siswa perlu terus dimotivasi dan didampingi untuk bisa melewati kegagalan dengan terus belajar untuk tumbuh, kegagalan yang mereka alami saat ini dalam sebuah event tidak mebuat menjadi orang yang gagal dalam kehidupan. Ini sesuai dengan ucapan Presiden Theodore Roosevelt “orang-orang yang tidak pernah mebuat kesalahan tidak akan membuat kemajuan”. Sikap saya terhadap kehidupan menentukan sikap kehidupan terhadap saya.

Sebagai penutup tulisan ini, saya bisa belajar dari kisah fenomenal Oliver Goldsmith seorang yang sangat miskin di Irlandia pada tahun 1700-an. Oliver Goldsmith mendapat julukan sebagai “Siswa yang sangat dungu” dari kepala sekolahnya. Hingga dewasa kehidupannya Goldsmith banyak mengalami kegagalan dalam setiap usahanya. Bahkan, Oliver Goldsmith harus menggadaikan pakaiannya untuk membeli makanan. Orang bilang Oliver Goldsmith tidak akan menemukan kebahagian dalam hidupnya. Hingga akhirnya Goldsmith menemukan bakat dan minatnya sebagai penulis dan interpreter yang membawa kesuksesan hidupnya. The Vicar of Wakefield, The desert Vilage, hingga She Stoops to Conquer menjadi saksi keberhasilan Oliver Goldsmith menemukan kesuksesan hidupnya.

Kegagalan adalah harga yang harus dibayar untuk kemajuan. Endingnya adalah Saya teringat ucapan guru saya bahwa ketika kita memotivasi orang lain, sesungguhnya kita sedang memotivasi diri kita sendiri. Bill Gates sang Chairman Microsoft berkata ”Yang saya usahakan sebaik mungkin adalah membagikan antusiasme saya.” Jadi sesungguhnya motivasi saya kepada mereka sejatinya adalah tertuju untuk saya sendiri.

Wallahu a’lam, mzizzybq

Senin 18 Desember 2023; 21 46 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Life is Really Simple

    Life is Really Simple

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Dr. H. Agus Mulyono, S.Pd.,M.Kes. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Penduduk didekat sebuah hutan.., hidup begitu sederhana tetapi semuanya tercukupi. Mau makan tinggal masuk ke dalam hutan untuk mencari umbi umbian yang memang sengaja ditanam. Mau sayur tinggal memetik pucuk pucuk beberapa jenis daun yang tersedia melimpah di dalam hutan. Mau makan ikan… tinggal memancing […]

  • Ma’arif Malang di Kampoeng Kita Probolinggo

    Ma’arif Malang di Kampoeng Kita Probolinggo

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Izzy. Sabtu, 24 Mei 2025 Foto: Ketua Ma’arif PCNU Kab. Malang bersama para pimpinan LP Ma’arif Kraksaan Probolinggo LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sang surya belum terlihat memerah saat Saya keluar dari rumah menuju Dau Malang ndalem Prof Amka. Tujuan besar hari ini  menuju Kabupaten Probolinggo, Kota yang terkenal dengan tembakau dan tambak udangnya. Pagi […]

  • Workshop Jurnal Ma’arif di MTSN 2 Mojokerto

    Workshop Jurnal Ma’arif di MTSN 2 Mojokerto

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Dr. Nuril Mufida. Kamis, 12 Desember 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang MTsN 2 Mojokerto mengadakan workshop literasi guru menulis artikel jurnal Ma’arif. Madrasah ini memang aktif melakukan pembinaan SDM guru dan tenaga kependidikan, terbukti dengan adanya workshop yang kesembilan ini yang mengambil tema literasi. Kegiatan ini dibuka dengan pembinaan ASN guru dan tenaga kependidikan […]

  • Pengabdian Budaya Literasi Sekolah

    Pengabdian Budaya Literasi Sekolah

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Selasa, 09 Januari 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Selasa (9/1/2024) berlokasi di MI Istiqomah Tajinan Kabuapaten Malang. Berawal dari permintaan dari Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah,M.Pd.I. kepada Izzy yang bertugas sebagai pengembang budaya literasi di madrasah agar melakukan giat positif di lembaga […]

  • Literacy Enrichment on Religious Moderation

    Literacy Enrichment on Religious Moderation

    • calendar_month Senin, 17 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 17 Juli 2023 “Kalaulah kita dapat menyimpulkan secara singkat dan sederhana, agakanya kita dapat berkata bahwa wasathiyyah ditandai oleh ilmu/pengetahuan, kebajikan, dan keseimbangan.” Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab. “Boleh jadi agama menetapkan sesuatu disebabkan oleh kemaslahatan yang diharapkan darinya atau kemudaratan yang mesti ditangkal. Tetapi kendati demikian diperlukan perimbangan menyangkut […]

  • Bercerita Tentang Belajar

    Bercerita Tentang Belajar

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 724
    • 0Komentar

      Izzy. Juma’at 11 April 2025 “Usahakan pelajaran yang baru diperoleh oleh guru, di muthola’ah 11 kali, walau pelajaran tersebut sudah dipaham sebelumnya” KH Mahrus Aly LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Nuansa Idul Fitri masih sangat terasa. Di masyarakat, di sekolah-sekolah terlihat geliat silaturrahim . semua merasakan keindahan kehidupan beragama yang menyenangkan. Anjang sana dan […]

expand_less