Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
  • visibility 1.426

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Kepemimpinan bangsa-bangsa itu selalu berkaitan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapainya. Ada kesenjangan yang jauh dalam pencapain ilmu pengetahuan antara bangsa-bangsa yang berkuasa di dunia sekarang dengan bangsa-bangsa lainnya yang tidak berdaya, yang bodoh, yang miskin dan yang terbelakang’ Abu Al-A’la Al Maududy (Manhaj Jadid li at-Tarbiyah wa at-Ta’lim)

Dinamika perkembangan pendidikan Islam mengalami dinamika yang sangat beragam. Sekedar kilas balik bahwa Pendidikan Islam pernah berada pada masa keemasan, dan pernah pula mengalami situasi yang kurang baik. Sebagai kilas balik ada hal yang menyebabkan di suatu era pendidikan kita mengalami masa yang agak tertinggal.

Prof. Dr. KH. Tolhah Hasan menuliskan beberapa hal yang menjadikan ketertinggalan Pendidikan Islam, antara lain: Pertama. Dalam beberapa abad, hampir kawasan negara di dunia yang ditempati umat Islam menjadi jajahan bangsa lain khususnya Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, dan Italia. Penjajahan ini secara olitis, ekonomi, budaya, dan karakter. Kedua. Islam mengalami masa kebekuan dan ketidakberdayaan. Ilmuan hanya berkutat pada pemberian komentar dan pengulangan masalah. Ketiga. Penjajah menguasai sistem Pendidikan, dan memaksakan Pendidikan sesuai dengan kepentingan dan kepribadian penjajah. Keempat. Negara/umat Islam yang telah merdeka, umumnya masih melanjutkan filsafat dan system Pendidikan yang diwariskan oleh pihak kolonialis.

Sedangkan, di lain perspektif, Syaikh Arsalan di Suriah pada awal abad ke-20 M menjelaskan bahwa kemunduran umat Islam dan negara muslim adalah dikarenakan: Pertama, Kelemahannya dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang memberikan kekuatan jiwanya dan yang kedua dikarenakan ketertinggalannya dalam penguasaan ilmu pengetahuan.

Melihat madrasah sebagai salah satu Lembaga pendidikan Islam, khususnya di Kabupaten Malang, memiliki beragam dinamika. Untuk terus meningkatkan kualitas dari yabg sudah baik menjadi semakin baik, akhirnya menurut pemikiran saya adalah perlunya kita terfokus pada pengembangan kekuatan yang sebenarnya sudah kita miliki dari awal.

Sering sekali di setiap pertemuan giat madrasah dengan LP ma’arif, selalu digaungkan dengan pengembangan kualitas keilmuan sebagai visi LP Ma’arif Kabupaten Malang. Mencoba menelisik lebih dalam, Saya mencoba membaca lagi tentang ciri-ciri Pendidikan Islam. Ciri-ciri ini bisa menjadi salah satu kekuatan madrasah yang bisa dikembangkan untuk kemajuannya.

                Perkembangan dunia madrasah dengandinamika positif dan negatif yang terjadi, mulai dari madrasah atau sekolah yang sulit mendapatkan siswa, lambat untuk maju, ataupun yang terus stagnan dan ditinggalkan oleh mutu Lembaga lainnya dalam segi kualitas. Bisa jadi kembali menelaah kekuatan yang ada dalam madrasah yang seharusnya dikembangkan oleh madrasah supaya menjadi salah satu solusi membangun semangat untuk terus maju.

Bisa jadi, kalau ini ditelaah kembali, akan menjadi kekuatan penyemangat lagi untuk memahami kekuatan dan kelemahan madrasah saat ini. Prof. Dr. KH. Tolhah Hasan, tokoh yang sangat dikenal sebagai Ulama khususnya dibidang pendidikan, menuliskan ciri-ciri Pendidikan Islam yaitu: Pertama, Pendidikan Islam memiliki visi yang sangat kuat dalam pendidikan agama dan moral. Oleh sebab itu, di banyak pelatihan yang dilakukan Ma’arif, pemahaman tentang visi dan misi madrasah terus diingatkan. Kedua, menempatkan ilmu-ilmu syar’iyah dan ilmu non syar’iyah yang bermanfaat dalam komponen kurikulum Pendidikan Islam untuk menyelamatkan fitrah manusia, juga mengembangkan potensi-potensi fitrah sehingga dapat memberikan kompetensi-kompetensi kepada siswa dengan utuh dan menyeluruh demi kebahagiaan dunia dan akherat, hal ini sama dengan yang selalu digembar-gemborkan LP ma’arif NU kabupaten Malang selama ini. Ketiga, keteladanan guru dan orang tua, sebab Pendidikan diberikan dengan bimbingan sikap, perilaku dan peneladanan. Jadi orang tua dan guru memiliki peran sangat penting, tidak bisa Pendidikan dibebankan pada salah satunya saja.

Keempat, memiliki prinsip-prinsip pendidikan seperti prinsip dinamik, relevan, professional, dan kompetitif. Dari sini kita bisa lihat bahwa madrasah harus terus bergerak dan tidak stagnan, Pendidikan di madrasah harus bisa menjawab problematik zaman. Kualitas mutu dan profesionalitas terus diasah demi menghasilkan mutu terbaik. Jiwa kompetitif untuk terus maju dan bermanfaat juga ada disini . Ibnu Khaldun menyampaikan bahwa Pendidikan selalu berkaitan dengan realitas dan kebutuhan sosial, dan ini sudah nyata kita lihat dengan pergeseran dari output menjadi outcome. Ibnu Sina dan Imam Al Ghazali juga menekankan profesionalitas guru dalam melaksanakan tugas pendidikan.

Kelima, adanya proses belajar mengajar yang demokratis dengan prinsip kesopansantunan dan dasar moral Islamiyah. Keenam, Demokratisasi memperoleh pendidikan tanpa membedakan laki dan perempuan, kaya-miskin. Sebab pencarian ilmu tidak dibatasi dengan wilayah politik, budaya, dan agama.

Ketujuh. Pendidikan berlangsung seumur hidup atau sepanjang hayat. Seperti yang dikutip dari Al Ghazali bahwa orang masih dapat disebut al-alim selama dia masih merasa perlu belajar, tetapi bila merasa tidak butuh belajar lagi, maka dia menjadi bodoh. Saya teringat kata bijak dari para tokoh bahwa manusia bisa dibagi menjadi dua yaitu orang terpelajar dan orang pembelajar. Maka budaya belajar dan lingkungan belajar terus ditingkatkan. Pengembangan literasi bisa menjadi salah satu contoh program yang bisa dilakukan.

Delapan. Pendidikan Islam tidak membatasi perbedaan pendapat dan aliran, lintas keilmuan dan lintas madzhab. Ini bisa kita ambil contoh, Al Ghazali seorang imam shufy tetapi juga mempelajari ilmu kedokteran dan logika. Al Faraby tokoh kedokteran yang juga pengamal tasawuf dan ahli sastera. Atau yang sangat terkenal di Indonesia adalah KH Abdurrahman Wahid sebagai ahli fiqih, tasawwuf, sastra, budayawan bahkan ilmu politik.

                Lalu bagaimana lebih spesifik lagi di Indonesia yang mayoritas madrasah swasta. Lebih spesifik lagi Husni Rahim menyebutkan empat arakter yang dimiliki, Satu, Karakter islami yang tercermin dalam kurikulum dan proses pendidikannya. Ini bisa menjadi kekuatan branding yang bagus bila dikelola dengan baik. Dua. Karakter populis, madrasah lahir dan berkembang dengan dukungan masyarakat dan terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Dengan bahasa yang sederhana, bila madrasah meninggalkan watak populisnya, maka madrasah akan mengalami kematian karena ditinggal oleh masyarakat pendukungnya. Madrasah tidak boleh menjauh dari masyarakat. Tiga. Karakter keragaman kualitas berorientasi mutu, dengan menunjukkan watak fleksibilitas dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam hal ini, di awal pergerakannya, Ma’arif Kabupaten Malang membumikan pelatihan-pelatihan peningkatan mutu di madrasah-madrasah, bahkan sampai program pelatihan ISO yang kangsung diisi oleh Decra Indonesia.  Empat. Karakter mandiri, madrasah mampu bergulat menghadapi beragam tantangan mulai dari mengusahakan tanah pendirian bangunan gedung, mencari guru, sarana prasarana sampai mengusahakan biaya operasional.

                Sekilas melihat madrasah-madrasah yang berhasil, diantaranya Kelas Madrasah di Thorncliffe Public School tahun 1980 atau Islamic of Toronto Ontario Kanada, Madrasah yang sukses menjadi pusat belajar pengetahuan Islam, madrasah ini memiliki kurikulum yang komprehensif dan relevan, guru yang baik dan peduli, metode pengajaran yang menarik, teka catatan yang sesuai dan keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh kemitraan orang tua-murid-guru.

Munadi dan Umar menulis Madrasah di Afrika Timur menyediakan model pembelajaran awal yang holistik yang berakar pada kerangka madrasah tradisional dalam Islam melalui kurikulum terpadu dan interdisipliner. Madrasah menghasilkan anak-anak yang peduli dan tidak harus meninggalkan bahasa, tradisi, dan budaya mereka untuk sukses di dunia kontemporer.

Sekedar pemikiran…..

Wallahu a’lam. Kamis 20 Juli 2023. 21.00 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiprah Ustadz Deden Tokoh Pendidikan Ma’arif Malang Selatan

    Kiprah Ustadz Deden Tokoh Pendidikan Ma’arif Malang Selatan

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.943
    • 0Komentar

    Dr. H. Amka. Rabu. 29 November 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Ketua LP Ma’arif NU Kab Malang kali ini kedatangan seorang tokoh Pendidikan dari Malang Selatan yaitu Ustadz Deden, beliau berjuang dan berdakwah disana mulai dari nol sampai melakukan sebuah perubahan yang luar biasa. Nama lengkapnya adalah H. Deden Jaenal Abidin, SHI., M.Pd.I., lahir […]

  • SMK NUSA MENUJU WORLD CLASS MA’ARIF EDUCATION

    SMK NUSA MENUJU WORLD CLASS MA’ARIF EDUCATION

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Selasa, 21 April 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Workshop yang diselenggarakan SMK NUSA kali ini fokus strategi yang efektif dalam mengembangkan SMK NUSA untuk mencapai reputasi internasional. Prof Agus Maimun, MPd sebagai narasumber utama, menyatakan bahwa agar menjadi SMK yang bereputasi internasional, maka ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan, pertama adalah […]

  • Giat Literasi dan Studi Kunjung Perpustakaan UIN Maliki Malang oleh Siswa MA PIQ Singosari Gunq Perkuat Budaya Baca

    Giat Literasi dan Studi Kunjung Perpustakaan UIN Maliki Malang oleh Siswa MA PIQ Singosari Gunq Perkuat Budaya Baca

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.076
    • 0Komentar

    Senin, o5 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Malang – Sebanyak 24 siswa Madrasah Aliyah Pendidikan Ilmu Al Quran (MA PIQ) Singosari Malang didampingi oleh lima guru pendamping antusias mengikuti giat literasi dan studi kunjung ke Perpustakaan Pusat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang pada hari ini, Senin (5/5/2025). Kegiatan ini […]

  • <strong>LANGKAH AWAL PROGRAM PENGABDIAN PC LP MA’ARIF KABUPATEN MALANG</strong>

    LANGKAH AWAL PROGRAM PENGABDIAN PC LP MA’ARIF KABUPATEN MALANG

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    “Musuh terbesar kesusksesan adalah kesuksesan hari ini” John. C. Maxwell Selama saya di LP Ma’arif menemani Ketua LP Ma’arif Kabupaten Malang Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah,M.Pd.I bersama para pengurus lainnya. Ada banyak sekali pertanyaan yang ingin diketahui jawabnnya oleh para anggota Ma’arif di wilayah Kabupaten Malang. Sehinga tulisan ini menurut saya perlu guna menjawab […]

  • Menjelajah Negeri China Hari Pertama di Guangzhou

    Menjelajah Negeri China Hari Pertama di Guangzhou

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Rabu, 24 Juni 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Komitmen LP Ma’arif Kab Malang untuk memperluas insight guru dan kepala sekolah dan madrasah agar memiliki wawasan internasional mulai dirancang selama 9 hari, dan tanggal 24 Juni 2026 hari pertama petualangan dimulai saat menapakan kaki di Guangzhou dimana lokasi ini adalah tempat sahabat nabi […]

  • Harlah ke-66 MI Al Ishlah Sumbersuko Wagir

    Harlah ke-66 MI Al Ishlah Sumbersuko Wagir

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Bq. 19 April 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Ahad (19/04/2026). adalah hari bersejarah bagi MI Al Islah Sumbersuko Wagir di tahun 2026. Para alumni bekerjasama dengan berbagai elemen pendidikan dan masyarakat, seperti kampus, muslimat, anshor, banser, dan tentunya warga masyarakat mengadakan gebyar harlah MI Al Ishlah ke-66. Dan tentunya LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang […]

expand_less