Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
  • visibility 1.372

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Kepemimpinan bangsa-bangsa itu selalu berkaitan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapainya. Ada kesenjangan yang jauh dalam pencapain ilmu pengetahuan antara bangsa-bangsa yang berkuasa di dunia sekarang dengan bangsa-bangsa lainnya yang tidak berdaya, yang bodoh, yang miskin dan yang terbelakang’ Abu Al-A’la Al Maududy (Manhaj Jadid li at-Tarbiyah wa at-Ta’lim)

Dinamika perkembangan pendidikan Islam mengalami dinamika yang sangat beragam. Sekedar kilas balik bahwa Pendidikan Islam pernah berada pada masa keemasan, dan pernah pula mengalami situasi yang kurang baik. Sebagai kilas balik ada hal yang menyebabkan di suatu era pendidikan kita mengalami masa yang agak tertinggal.

Prof. Dr. KH. Tolhah Hasan menuliskan beberapa hal yang menjadikan ketertinggalan Pendidikan Islam, antara lain: Pertama. Dalam beberapa abad, hampir kawasan negara di dunia yang ditempati umat Islam menjadi jajahan bangsa lain khususnya Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, dan Italia. Penjajahan ini secara olitis, ekonomi, budaya, dan karakter. Kedua. Islam mengalami masa kebekuan dan ketidakberdayaan. Ilmuan hanya berkutat pada pemberian komentar dan pengulangan masalah. Ketiga. Penjajah menguasai sistem Pendidikan, dan memaksakan Pendidikan sesuai dengan kepentingan dan kepribadian penjajah. Keempat. Negara/umat Islam yang telah merdeka, umumnya masih melanjutkan filsafat dan system Pendidikan yang diwariskan oleh pihak kolonialis.

Sedangkan, di lain perspektif, Syaikh Arsalan di Suriah pada awal abad ke-20 M menjelaskan bahwa kemunduran umat Islam dan negara muslim adalah dikarenakan: Pertama, Kelemahannya dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang memberikan kekuatan jiwanya dan yang kedua dikarenakan ketertinggalannya dalam penguasaan ilmu pengetahuan.

Melihat madrasah sebagai salah satu Lembaga pendidikan Islam, khususnya di Kabupaten Malang, memiliki beragam dinamika. Untuk terus meningkatkan kualitas dari yabg sudah baik menjadi semakin baik, akhirnya menurut pemikiran saya adalah perlunya kita terfokus pada pengembangan kekuatan yang sebenarnya sudah kita miliki dari awal.

Sering sekali di setiap pertemuan giat madrasah dengan LP ma’arif, selalu digaungkan dengan pengembangan kualitas keilmuan sebagai visi LP Ma’arif Kabupaten Malang. Mencoba menelisik lebih dalam, Saya mencoba membaca lagi tentang ciri-ciri Pendidikan Islam. Ciri-ciri ini bisa menjadi salah satu kekuatan madrasah yang bisa dikembangkan untuk kemajuannya.

                Perkembangan dunia madrasah dengandinamika positif dan negatif yang terjadi, mulai dari madrasah atau sekolah yang sulit mendapatkan siswa, lambat untuk maju, ataupun yang terus stagnan dan ditinggalkan oleh mutu Lembaga lainnya dalam segi kualitas. Bisa jadi kembali menelaah kekuatan yang ada dalam madrasah yang seharusnya dikembangkan oleh madrasah supaya menjadi salah satu solusi membangun semangat untuk terus maju.

Bisa jadi, kalau ini ditelaah kembali, akan menjadi kekuatan penyemangat lagi untuk memahami kekuatan dan kelemahan madrasah saat ini. Prof. Dr. KH. Tolhah Hasan, tokoh yang sangat dikenal sebagai Ulama khususnya dibidang pendidikan, menuliskan ciri-ciri Pendidikan Islam yaitu: Pertama, Pendidikan Islam memiliki visi yang sangat kuat dalam pendidikan agama dan moral. Oleh sebab itu, di banyak pelatihan yang dilakukan Ma’arif, pemahaman tentang visi dan misi madrasah terus diingatkan. Kedua, menempatkan ilmu-ilmu syar’iyah dan ilmu non syar’iyah yang bermanfaat dalam komponen kurikulum Pendidikan Islam untuk menyelamatkan fitrah manusia, juga mengembangkan potensi-potensi fitrah sehingga dapat memberikan kompetensi-kompetensi kepada siswa dengan utuh dan menyeluruh demi kebahagiaan dunia dan akherat, hal ini sama dengan yang selalu digembar-gemborkan LP ma’arif NU kabupaten Malang selama ini. Ketiga, keteladanan guru dan orang tua, sebab Pendidikan diberikan dengan bimbingan sikap, perilaku dan peneladanan. Jadi orang tua dan guru memiliki peran sangat penting, tidak bisa Pendidikan dibebankan pada salah satunya saja.

Keempat, memiliki prinsip-prinsip pendidikan seperti prinsip dinamik, relevan, professional, dan kompetitif. Dari sini kita bisa lihat bahwa madrasah harus terus bergerak dan tidak stagnan, Pendidikan di madrasah harus bisa menjawab problematik zaman. Kualitas mutu dan profesionalitas terus diasah demi menghasilkan mutu terbaik. Jiwa kompetitif untuk terus maju dan bermanfaat juga ada disini . Ibnu Khaldun menyampaikan bahwa Pendidikan selalu berkaitan dengan realitas dan kebutuhan sosial, dan ini sudah nyata kita lihat dengan pergeseran dari output menjadi outcome. Ibnu Sina dan Imam Al Ghazali juga menekankan profesionalitas guru dalam melaksanakan tugas pendidikan.

Kelima, adanya proses belajar mengajar yang demokratis dengan prinsip kesopansantunan dan dasar moral Islamiyah. Keenam, Demokratisasi memperoleh pendidikan tanpa membedakan laki dan perempuan, kaya-miskin. Sebab pencarian ilmu tidak dibatasi dengan wilayah politik, budaya, dan agama.

Ketujuh. Pendidikan berlangsung seumur hidup atau sepanjang hayat. Seperti yang dikutip dari Al Ghazali bahwa orang masih dapat disebut al-alim selama dia masih merasa perlu belajar, tetapi bila merasa tidak butuh belajar lagi, maka dia menjadi bodoh. Saya teringat kata bijak dari para tokoh bahwa manusia bisa dibagi menjadi dua yaitu orang terpelajar dan orang pembelajar. Maka budaya belajar dan lingkungan belajar terus ditingkatkan. Pengembangan literasi bisa menjadi salah satu contoh program yang bisa dilakukan.

Delapan. Pendidikan Islam tidak membatasi perbedaan pendapat dan aliran, lintas keilmuan dan lintas madzhab. Ini bisa kita ambil contoh, Al Ghazali seorang imam shufy tetapi juga mempelajari ilmu kedokteran dan logika. Al Faraby tokoh kedokteran yang juga pengamal tasawuf dan ahli sastera. Atau yang sangat terkenal di Indonesia adalah KH Abdurrahman Wahid sebagai ahli fiqih, tasawwuf, sastra, budayawan bahkan ilmu politik.

                Lalu bagaimana lebih spesifik lagi di Indonesia yang mayoritas madrasah swasta. Lebih spesifik lagi Husni Rahim menyebutkan empat arakter yang dimiliki, Satu, Karakter islami yang tercermin dalam kurikulum dan proses pendidikannya. Ini bisa menjadi kekuatan branding yang bagus bila dikelola dengan baik. Dua. Karakter populis, madrasah lahir dan berkembang dengan dukungan masyarakat dan terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Dengan bahasa yang sederhana, bila madrasah meninggalkan watak populisnya, maka madrasah akan mengalami kematian karena ditinggal oleh masyarakat pendukungnya. Madrasah tidak boleh menjauh dari masyarakat. Tiga. Karakter keragaman kualitas berorientasi mutu, dengan menunjukkan watak fleksibilitas dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam hal ini, di awal pergerakannya, Ma’arif Kabupaten Malang membumikan pelatihan-pelatihan peningkatan mutu di madrasah-madrasah, bahkan sampai program pelatihan ISO yang kangsung diisi oleh Decra Indonesia.  Empat. Karakter mandiri, madrasah mampu bergulat menghadapi beragam tantangan mulai dari mengusahakan tanah pendirian bangunan gedung, mencari guru, sarana prasarana sampai mengusahakan biaya operasional.

                Sekilas melihat madrasah-madrasah yang berhasil, diantaranya Kelas Madrasah di Thorncliffe Public School tahun 1980 atau Islamic of Toronto Ontario Kanada, Madrasah yang sukses menjadi pusat belajar pengetahuan Islam, madrasah ini memiliki kurikulum yang komprehensif dan relevan, guru yang baik dan peduli, metode pengajaran yang menarik, teka catatan yang sesuai dan keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh kemitraan orang tua-murid-guru.

Munadi dan Umar menulis Madrasah di Afrika Timur menyediakan model pembelajaran awal yang holistik yang berakar pada kerangka madrasah tradisional dalam Islam melalui kurikulum terpadu dan interdisipliner. Madrasah menghasilkan anak-anak yang peduli dan tidak harus meninggalkan bahasa, tradisi, dan budaya mereka untuk sukses di dunia kontemporer.

Sekedar pemikiran…..

Wallahu a’lam. Kamis 20 Juli 2023. 21.00 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif PCNU Malang “Robotic in Ramadhan 2026”

    LP Ma’arif PCNU Malang “Robotic in Ramadhan 2026”

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 742
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Rabu (25/02/2026) riuh peserta berkomentar “Senang sekali, nambah empat hari lagi ya!”, “keren!”, “Robotiknya seru hingga pengen lagi!” ucap para peserta yang baru menyelesaikan Workshop Robotika di sesi pertama. “Madrasah di bawah maarif paling besar atau mayoritas, sehingga kita harus menjadi uswah yakni madrasah yang selalu berkembang dan selalu belajar” […]

  • Ma’arif Malang Gembleng Guru Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar

    Ma’arif Malang Gembleng Guru Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Bq. Senin, 30 Maret 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Menanamkan kebiasaan berpikir seperti persist, listen with empathy, dan striving for accuracy—membentuk cara berpikir bukan sekedar transfer fakta. Guru sebagai reflective decision maker, rencana pembelajaran yang responsive dan inklusilif, serta strategi diferensiasi” sekelumit pengantar awal dari Wakil Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang, H. Yusuf […]

  • PHILIP K. HITTI,<br>Bicara Islam Melalui History.

    PHILIP K. HITTI,
    Bicara Islam Melalui History.

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag. Menunggu buka meski tidak bersama sore hari.Membaca buku HISTORY OF THE ARABS tulisan Philip K. Hitti.Amat sangat menarik bahkan terasa pikiranku terbuai.Betapa tidak begitu besar pengaruh Arab Islam yang kalahkan Yunani-Romawi.Sebagai Agama samawi, Islam penerus Agama Isa Al Masih dan Yahudi.Lebih dari itu semua muslim Arab dan non […]

  • Hari Ketiga, Kunjungan ke Shandong Youth University of Political Science, Disambut dengan Bahasa Arab

    Hari Ketiga, Kunjungan ke Shandong Youth University of Political Science, Disambut dengan Bahasa Arab

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Ahad,28 Juni 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Kunjungan resmi tim LP MA’ARIF Kab Malang ke perguruan tinggi ini sebenarnya bukan sekedar kunjungan biasa mengingat perguruan tinggi ini mengembangkan program studi bahasa Arab, dan LP MA’ARIF Kab Malang memang mendapatkan undangan khusus agar bisa berkunjung ke sini. Kami tiba dari kota Old City […]

  • PAC IPNU & IPPNU Gedangan Kenalkan Organisasi Pelajar kepada Siswa Baru SMP Islam Gedangan dalam MPLS 2025

    PAC IPNU & IPPNU Gedangan Kenalkan Organisasi Pelajar kepada Siswa Baru SMP Islam Gedangan dalam MPLS 2025

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    Senin, 14 Juli 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Gedangan, 14 Juli 2025 — Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, mengadakan sosialisasi organisasi kepada peserta didik baru SMP Islam Gedangan dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026, pada Senin, 14 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di […]

  • Ma’arif for the World “Santri Bisa Berpikir Kritis, Ngoding, dan Mimpin Tahlil”

    Ma’arif for the World “Santri Bisa Berpikir Kritis, Ngoding, dan Mimpin Tahlil”

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 513
    • 0Komentar

      Bq. Rabu 10 Juni 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Menjadikan pusat Lembaga yang mencetak kepala sekolah dan madrasah kapable dalam mengintegrasikan sistem tata kelola yang good government, mandiri, berdaya saing global dengan nilai Aswaja (Visi LP Ma’arif NU Kab Malang 2026-2030) Irama lagu kebangsaan, subbanul wathon dan Mars LP Ma’rif yang dimoderatori oleh […]

expand_less