Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Menikmati Pahitnya Belajar

Menikmati Pahitnya Belajar

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
  • visibility 2.117

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan” Imam Syafi’i

“Menjadi manusia yang ulul al Baab. Dahulu pendidikan untuk menjadi benar dan pintar, Pendidikan terdahulu didahului dengan cara riyadhoh, puasa, belajar ilmu laduni, dan lainnya. Kalau dulu begitu, dan bermacam-macam tirakat yang dilakukan sehingga dapat ilmu dan pintar, pintar yang benar. Kalau sekarang didahulukan pintar daripada benar. Kebenaran urusan belakangan. Sehingga tidak klop antara pintar dengan benar. Ada yang pintar tapi minteri. Dahulu tidak ada sekolah umum dan sekolah agama. Ilmu dari konsep Al Qur’an melahirkan tokoh-tokoh seperti Imam Al Ghazali, Imam Ibnu Malik, Al Jabbar, Ibnu Taimiyah, dan lainnya. Kenapa? Karena ilmu digabung, jadi pengetahuan itu semuanya dipelajari. Baru ketika zaman Belanda menjajah, kemudian ilmu itu disekat-sekat. Jadi tugas kita mengembalikan lagi kepada benar dan pintar” sekelumit pinutur dari KH. Zainul Arifin Pengasuh Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah Kepanjen Malang kepada kami. Diskusi kami seputar pendidikan bertepatan dengan Hari pendidikan Nasional.

K.H. Husein Muhammad cendekiawan muslim yang menerima award “Heroes to End Modern-Day Slavery” dalam karyanya Perempuan Ulama di Atas Panggung Sejarah menjelaskan “Ilmu pengetahuan tidak terbatas menunjuk pada ilmu pengetahuan keagamaan atau al-ulum ad-diniyyah, tetapi semua disiplin ilmu pengetahuan. Seperti kedokteran (ath-thibb), fisika (fiziya), matematika (ar-riyadat), astronomi (al-falak), sastra (al-adab), sosiologi, filsafat, dan ilmu-ilmu humaniora lainnya. Sepanjang berguna bagi masyarakat, ilmu itu dikatakan sebagai ilmu agama.”

Sedemikian mulia makna Ulul al Baab. Ulul al Baab adalah orang yang selalu berdzikir dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, serta selalu memikirkan ciptaan Allah baik yang ada di langit maupun di bumi. Tidak kurang dari 16 ayat Al-Qur’an menyebut kata ini, salah satunya adalah pada surah Ali Imran ayat 191. Manusia ulul Al Baab akan memiliki sifat mulia, seperti bersyukur, sabar, ikhlas, tawadhu, tawakal, istiqomah, dan selalu berserah diri hanya kepada Allah.

Ditulis dalam Buku Menghidupkan Jiwa Ilmu, Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo menjelaskan bahwa sebagai penyandang Ulul al Baab, manusia sekaligus sebagai seorang ilmuwan, atau ulama sejati selalu bertanya tentang ciptaan Allah yang dahsyat. Manusia yang Ulul al Baab adalah sosok manusia yang senantiasa berusaha meraih kehidupan yang sempurna untuk memeroleh ridha Allah swt. 

Selain para ulama yang memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa, Saya teringat dengan salah satu tokoh bernama Leonardo da Vinci, tokoh yang dijuluki sebagai Homo Universalis atau pria universal karena kemampuannya yang luar biasa menguasai berbagai disiplin ilmu. Ia dikagumi oleh para rekan, murid-muridnya, seniman, ilmuan dan sejarawan yang telah memelajari kisah hidupnya. Julukan sebagai tokoh Renaisans juga disematkan kepadanya karena mewujudkan gerakan pembangunan kembali dan menampilkan begitu banyak talenta. Leonardo da Vinci berkata “Besi berkarat karena tidak pernah dipakai, air yang menggenang kehilangan kemurniannya dan membeku dalam suhu dingin, demikian pula kelambanan melemahkan kekuatan pikiran.”

Pendiri Microsoft, Bill Gates konon membeli salah satu buku catatan Leonardo da Vinci pada tahun 1994. Catatan itu disebut Codex Leicester dan ditulis da Vinci antara tahun 1506 dan 1510. Buku setebal 72 halaman berisi sketsa dan teks tentang air, cahaya, dan beberapa subjek lainnya. Dalam Beyond Talent, Gates berujar “Leonardo salah satu sosok mengagumkan sepanjang sejarah. Ia seorang jenius yang menguasai lebih banyak bidang daripada ilmuwan lainnya pada zaman apapun. Ia pun seorang pelukis dan pemahat yang mengagumkan. Buku-buku catatannya sudah ratusan tahun melampaui dan melintasi zamannya. Buku-bukunya meramalkan penemuan kapal selam, helikopter, dan penemuan-penemuan modern lainnya.”

Lantas bagaimana caranya pelajar memiliki sikap yang tepat untuk belajar agar memeroleh ilmu?. Syeikh az-Zarnuji menulis dalam kitab Ta’lim al Muta’allim bahwa manusia tidak akan memeroleh ilmu kecuali dengan enam syarat:

Pertama, cerdas dengan semakin tinggi. Kita terus berusaha untuk semakin maju, cara belajar dapat ditetapkan pada dua tingkat. Satu, pilihlah sebuah bidang di mana Kita ingin meningkatkan diri. Dua, temukan waktu-waktu belajar yang dapat Kita lakukan setiap hari sehingga tidak ada hari berlalu tanpa belajar.

Kedua, rasa ingin tahu yang besar sehingga tidak pernah puas dan terus mencari ilmu sepanjang hayat. Sydney Harris berujar “Seorang pemenang tahu berapa banyak yang perlu ia pelajari, bahkan ketika ia dianggap ahli oleh orang lain. Seorang pecundang ingin dianggap ahli oleh orang lain sebelum ia sadar bahwa ia hanya tahu sedikit.” Pelajar harus berkeinginan dan berusaha untuk terus meningkat dan meningkat dalam prestasinya. Hidup adalah proses tiada henti untuk meraih yang terbaik. “Hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.” Itulah yang harus menghiasi pikiran dan jiwa seorang pelajar yang ingin sukses.

Ketiga, gigih dan pantang menyerah, berani menjalani jalan sulit dan berliku. Saya terinspirasi dengan kisah yang ditulis oleh Maxwell tentang Hannibal. Hannibal adalah Panglima Bangsa Kartago yang berperang dengan Bangsa Romawi pada Perang Punisia II. Ia berkata ”Kami akan menemukan jalan atau kami akan membuat jalan sendiri.” Hannibal mengobarkan kegigihan memimpin pasukan yang membawanya ke Pegunungan Alpen untuk mengalahkan pasukan Romawi.

Keempat, punya modal yang cukup; Kelima, bimbingan guru yang menunjukkan jalan keberhasilan, keselamatan, dan keberkahan hidup. Setiap pelajar membutuhkan bimbingan, kurangnya bimbingan dan dorongan semangat akan menghalangi pelajar untuk produktif. Guru yang memberikan dorongan motivasi menanamkan pengaruh dalam hidupnya.

Keenam, waktu yang lama, sebab kewajiban belajar sepanjang hayat tidak pernah hilang. Waktu sangat berharga, M. Scott Peck seorang Psikiater dan Penulis berakata “Sebelum Anda dapat menghargai diri Anda sendiri, Anda belum dapat menghargai waktu. Sebelum Anda dapat menghargai waktu, Anda belum dapat berbuat apapun dengannya.”

Jamal Ma’mur Asmani menjelaskan bahwa KH. Ishomuddin Hadziq, cucu Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, dalam suatu kesempatan menyatakan bahwa kunci sukses pendidikan pesantren zaman dahulu melalui dua hal: Pertama, kiai yang tidak sekedar melakukan transfer ilmu, tetapi mampu membuka tirai kegelapan hati santri; Kedua, karena kesungguhan santri dalam belajar dengan memperbanyak bangun malam untuk muthalaah kitab dan shalat tahajjud. Dari waktu ke waktu, kesuksesan meraih cita-cita akan sampai kepada pengorbanan yang harus dibayar. Setiap dari kita yang ingin menguasai ilmu dalam dunia pendidikan harus menyediakan waktu, energy untuk berlatih menyiapkan segala sesuatunya. Pelajar bertanggung jawab untuk mau mengorbankan keinginannya sendiri untuk meraih cita cita besarnya.

Mengurai dari tulisan Prof. Dr.Habib Muhammad Quraish Shihab bahwa pelajar atau yang belajar atau yang menghendaki ilmu tentulah memiliki kehendak yang kuat untuk belajar, bahkan tekad kuat yang didukung oleh kesabaran dalam upaya itu. Bersantai dan bermalasan dalam menuntut ilmu tidak sejalan dengan makna murid dan pelajar. Ini tidak sesusai juga dengan sebuah ungkapan atas nama ilmu “Berikanlah aku seluruh potensimu, akan kuberikan kepadamu sebagian dariku.” Hal ini berarti seandainya seluruh hidup seseorang digunakan untuk menuntut ilmu, maka itu tidak cukup untuk meraih aneka macam ilmu. Oleh sebab itu pantaslah bila “Siapa yang tidak merasakan pahitnya belajar, maka ia akan merasakan kehinaan sepanjang hidupnya.”

Wallahu a’laam

Rabu, 03 Mei 2023

20:55 wib

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Speak, Inspire, Shine

    Speak, Inspire, Shine

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 458
    • 0Komentar

    “Kepandaian berpidato berarti tindakan, dan mata orang bodoh jauh lebih tajan daripada telinga mereka” Shakespeare Izzy. Jum’at 21 Agustus 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Siap-siap mau lomba pidato antar sekolah?, guru kesulitan cari talent?, siswa pemalu?, siswa tidak percaya diri?, siswa down saat lomba?, guru mengalami kesulitan saat melatih?, siswa hanya terpaku pada hafalan […]

  • Forum KKG Kelas 6 MI Pakis Berfikir Tingkat Tinggi

    Forum KKG Kelas 6 MI Pakis Berfikir Tingkat Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 10 Des 2022
    • account_circle humaslp5
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin 28 November 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. 26 Nov 2022, bersama forum KKG Kelas 6 MI Kecamatan Pakis Ketua LP Maarif NU Kabupaten Malang menjelaskan bagaimana menyusun soal HOTS atau berfikir tingkat tinggi. Berfikir tingkat tinggi adalah kemampuan berfikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Konsep HOTS […]

  • Plang Edukasi Sampah, Langkah Kecil Jaga Bumi Sekolah

    Plang Edukasi Sampah, Langkah Kecil Jaga Bumi Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    04 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Sampah kerap dianggap persoalan sepele, padahal kebiasaan kecil dapat memberi dampak besar bagi lingkungan. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 128 UIN Malang menghadirkan program edukatif bertajuk Plang Pengolahan Sampah sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Program ini menyasar siswa SD […]

  • Giat Literasi dan Studi Kunjung Perpustakaan UIN Maliki Malang oleh Siswa MA PIQ Singosari Gunq Perkuat Budaya Baca

    Giat Literasi dan Studi Kunjung Perpustakaan UIN Maliki Malang oleh Siswa MA PIQ Singosari Gunq Perkuat Budaya Baca

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.148
    • 0Komentar

    Senin, o5 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Malang – Sebanyak 24 siswa Madrasah Aliyah Pendidikan Ilmu Al Quran (MA PIQ) Singosari Malang didampingi oleh lima guru pendamping antusias mengikuti giat literasi dan studi kunjung ke Perpustakaan Pusat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang pada hari ini, Senin (5/5/2025). Kegiatan ini […]

  • Monitoring dan Evaluasi UAMNU

    Monitoring dan Evaluasi UAMNU

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.030
    • 0Komentar

    Selasa, 15 April 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang SMP Islam Pakisaji sukses melaksanakan kegiatan Ujian Akhir Ma’arif NU (UAMNU) tahun 2025 yang berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 14 hingga 21 April 2025. Ujian ini diikuti oleh 22 siswa kelas IX sebagai bentuk evaluasi akhir pembelajaran di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama. Pelaksanaan UAMNU […]

  • Ma’arif Goyang Jagad Maya Malang dengan Religious Literacy

    Ma’arif Goyang Jagad Maya Malang dengan Religious Literacy

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    humaslp2 weeks ago Berita, Learning, PendidikanMuhammad Masykur Izzy Baiquni, Sabtu 03 September 2022 Kerjasama yang apik dan inovatif telah terlaksana antara Kementerian Infokom, PB Ma’arif, Pemerintah Daerah Kabupaten Malang, Kementerian Agama Kabupaten Malang, PC Ma’arif Kabupaten Malang dan SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, Ahad (28/8/2022) di aula SMK NU Sunan Ampel. Seminar Hybrid Literasi Digital […]

expand_less