Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Menikmati Pahitnya Belajar

Menikmati Pahitnya Belajar

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
  • visibility 2.074

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan” Imam Syafi’i

“Menjadi manusia yang ulul al Baab. Dahulu pendidikan untuk menjadi benar dan pintar, Pendidikan terdahulu didahului dengan cara riyadhoh, puasa, belajar ilmu laduni, dan lainnya. Kalau dulu begitu, dan bermacam-macam tirakat yang dilakukan sehingga dapat ilmu dan pintar, pintar yang benar. Kalau sekarang didahulukan pintar daripada benar. Kebenaran urusan belakangan. Sehingga tidak klop antara pintar dengan benar. Ada yang pintar tapi minteri. Dahulu tidak ada sekolah umum dan sekolah agama. Ilmu dari konsep Al Qur’an melahirkan tokoh-tokoh seperti Imam Al Ghazali, Imam Ibnu Malik, Al Jabbar, Ibnu Taimiyah, dan lainnya. Kenapa? Karena ilmu digabung, jadi pengetahuan itu semuanya dipelajari. Baru ketika zaman Belanda menjajah, kemudian ilmu itu disekat-sekat. Jadi tugas kita mengembalikan lagi kepada benar dan pintar” sekelumit pinutur dari KH. Zainul Arifin Pengasuh Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah Kepanjen Malang kepada kami. Diskusi kami seputar pendidikan bertepatan dengan Hari pendidikan Nasional.

K.H. Husein Muhammad cendekiawan muslim yang menerima award “Heroes to End Modern-Day Slavery” dalam karyanya Perempuan Ulama di Atas Panggung Sejarah menjelaskan “Ilmu pengetahuan tidak terbatas menunjuk pada ilmu pengetahuan keagamaan atau al-ulum ad-diniyyah, tetapi semua disiplin ilmu pengetahuan. Seperti kedokteran (ath-thibb), fisika (fiziya), matematika (ar-riyadat), astronomi (al-falak), sastra (al-adab), sosiologi, filsafat, dan ilmu-ilmu humaniora lainnya. Sepanjang berguna bagi masyarakat, ilmu itu dikatakan sebagai ilmu agama.”

Sedemikian mulia makna Ulul al Baab. Ulul al Baab adalah orang yang selalu berdzikir dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, serta selalu memikirkan ciptaan Allah baik yang ada di langit maupun di bumi. Tidak kurang dari 16 ayat Al-Qur’an menyebut kata ini, salah satunya adalah pada surah Ali Imran ayat 191. Manusia ulul Al Baab akan memiliki sifat mulia, seperti bersyukur, sabar, ikhlas, tawadhu, tawakal, istiqomah, dan selalu berserah diri hanya kepada Allah.

Ditulis dalam Buku Menghidupkan Jiwa Ilmu, Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo menjelaskan bahwa sebagai penyandang Ulul al Baab, manusia sekaligus sebagai seorang ilmuwan, atau ulama sejati selalu bertanya tentang ciptaan Allah yang dahsyat. Manusia yang Ulul al Baab adalah sosok manusia yang senantiasa berusaha meraih kehidupan yang sempurna untuk memeroleh ridha Allah swt. 

Selain para ulama yang memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa, Saya teringat dengan salah satu tokoh bernama Leonardo da Vinci, tokoh yang dijuluki sebagai Homo Universalis atau pria universal karena kemampuannya yang luar biasa menguasai berbagai disiplin ilmu. Ia dikagumi oleh para rekan, murid-muridnya, seniman, ilmuan dan sejarawan yang telah memelajari kisah hidupnya. Julukan sebagai tokoh Renaisans juga disematkan kepadanya karena mewujudkan gerakan pembangunan kembali dan menampilkan begitu banyak talenta. Leonardo da Vinci berkata “Besi berkarat karena tidak pernah dipakai, air yang menggenang kehilangan kemurniannya dan membeku dalam suhu dingin, demikian pula kelambanan melemahkan kekuatan pikiran.”

Pendiri Microsoft, Bill Gates konon membeli salah satu buku catatan Leonardo da Vinci pada tahun 1994. Catatan itu disebut Codex Leicester dan ditulis da Vinci antara tahun 1506 dan 1510. Buku setebal 72 halaman berisi sketsa dan teks tentang air, cahaya, dan beberapa subjek lainnya. Dalam Beyond Talent, Gates berujar “Leonardo salah satu sosok mengagumkan sepanjang sejarah. Ia seorang jenius yang menguasai lebih banyak bidang daripada ilmuwan lainnya pada zaman apapun. Ia pun seorang pelukis dan pemahat yang mengagumkan. Buku-buku catatannya sudah ratusan tahun melampaui dan melintasi zamannya. Buku-bukunya meramalkan penemuan kapal selam, helikopter, dan penemuan-penemuan modern lainnya.”

Lantas bagaimana caranya pelajar memiliki sikap yang tepat untuk belajar agar memeroleh ilmu?. Syeikh az-Zarnuji menulis dalam kitab Ta’lim al Muta’allim bahwa manusia tidak akan memeroleh ilmu kecuali dengan enam syarat:

Pertama, cerdas dengan semakin tinggi. Kita terus berusaha untuk semakin maju, cara belajar dapat ditetapkan pada dua tingkat. Satu, pilihlah sebuah bidang di mana Kita ingin meningkatkan diri. Dua, temukan waktu-waktu belajar yang dapat Kita lakukan setiap hari sehingga tidak ada hari berlalu tanpa belajar.

Kedua, rasa ingin tahu yang besar sehingga tidak pernah puas dan terus mencari ilmu sepanjang hayat. Sydney Harris berujar “Seorang pemenang tahu berapa banyak yang perlu ia pelajari, bahkan ketika ia dianggap ahli oleh orang lain. Seorang pecundang ingin dianggap ahli oleh orang lain sebelum ia sadar bahwa ia hanya tahu sedikit.” Pelajar harus berkeinginan dan berusaha untuk terus meningkat dan meningkat dalam prestasinya. Hidup adalah proses tiada henti untuk meraih yang terbaik. “Hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.” Itulah yang harus menghiasi pikiran dan jiwa seorang pelajar yang ingin sukses.

Ketiga, gigih dan pantang menyerah, berani menjalani jalan sulit dan berliku. Saya terinspirasi dengan kisah yang ditulis oleh Maxwell tentang Hannibal. Hannibal adalah Panglima Bangsa Kartago yang berperang dengan Bangsa Romawi pada Perang Punisia II. Ia berkata ”Kami akan menemukan jalan atau kami akan membuat jalan sendiri.” Hannibal mengobarkan kegigihan memimpin pasukan yang membawanya ke Pegunungan Alpen untuk mengalahkan pasukan Romawi.

Keempat, punya modal yang cukup; Kelima, bimbingan guru yang menunjukkan jalan keberhasilan, keselamatan, dan keberkahan hidup. Setiap pelajar membutuhkan bimbingan, kurangnya bimbingan dan dorongan semangat akan menghalangi pelajar untuk produktif. Guru yang memberikan dorongan motivasi menanamkan pengaruh dalam hidupnya.

Keenam, waktu yang lama, sebab kewajiban belajar sepanjang hayat tidak pernah hilang. Waktu sangat berharga, M. Scott Peck seorang Psikiater dan Penulis berakata “Sebelum Anda dapat menghargai diri Anda sendiri, Anda belum dapat menghargai waktu. Sebelum Anda dapat menghargai waktu, Anda belum dapat berbuat apapun dengannya.”

Jamal Ma’mur Asmani menjelaskan bahwa KH. Ishomuddin Hadziq, cucu Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, dalam suatu kesempatan menyatakan bahwa kunci sukses pendidikan pesantren zaman dahulu melalui dua hal: Pertama, kiai yang tidak sekedar melakukan transfer ilmu, tetapi mampu membuka tirai kegelapan hati santri; Kedua, karena kesungguhan santri dalam belajar dengan memperbanyak bangun malam untuk muthalaah kitab dan shalat tahajjud. Dari waktu ke waktu, kesuksesan meraih cita-cita akan sampai kepada pengorbanan yang harus dibayar. Setiap dari kita yang ingin menguasai ilmu dalam dunia pendidikan harus menyediakan waktu, energy untuk berlatih menyiapkan segala sesuatunya. Pelajar bertanggung jawab untuk mau mengorbankan keinginannya sendiri untuk meraih cita cita besarnya.

Mengurai dari tulisan Prof. Dr.Habib Muhammad Quraish Shihab bahwa pelajar atau yang belajar atau yang menghendaki ilmu tentulah memiliki kehendak yang kuat untuk belajar, bahkan tekad kuat yang didukung oleh kesabaran dalam upaya itu. Bersantai dan bermalasan dalam menuntut ilmu tidak sejalan dengan makna murid dan pelajar. Ini tidak sesusai juga dengan sebuah ungkapan atas nama ilmu “Berikanlah aku seluruh potensimu, akan kuberikan kepadamu sebagian dariku.” Hal ini berarti seandainya seluruh hidup seseorang digunakan untuk menuntut ilmu, maka itu tidak cukup untuk meraih aneka macam ilmu. Oleh sebab itu pantaslah bila “Siapa yang tidak merasakan pahitnya belajar, maka ia akan merasakan kehinaan sepanjang hidupnya.”

Wallahu a’laam

Rabu, 03 Mei 2023

20:55 wib

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Malang Restui Keberangkatan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Kerjasama dengan Singapura dan Malaysia

    Bupati Malang Restui Keberangkatan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Kerjasama dengan Singapura dan Malaysia

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 6 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Sabtu pagi (4/03/2023). Pertemuan antara Ketua LP Ma’arif Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I, dengan Bupati Kabupaten Malang dalam rangka menyampaikan izin dan mohon doa restu untuk berangkat ke Singapura dan Malaysia, sangat direspon positif oleh Bupati Kabupaten Malang. Tujuan besar […]

  • Ma’arif Gencar Implementasikan Kurikulum Merdeka dan Manajemen Sekolah Unggul

    Ma’arif Gencar Implementasikan Kurikulum Merdeka dan Manajemen Sekolah Unggul

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Kamis 12 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang Bergegas melakukan Inovasi, MI Islamiyah Kaumrejo Ngantang hadirkan LP Ma’arif kabupaten Malang sebagai nara sumber Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka dan Manajemen Sekolah Unggul, Kamis (12/01/2023). Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 sampai dengan 16.00 wib ini diisi oleh para pakar di bidangnya. Menghadirkan […]

  • Standar, Pelayanan, dan Keberlanjutan, Ma’arif Malang

    Standar, Pelayanan, dan Keberlanjutan, Ma’arif Malang

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Bq. Selasa, 31 Maret 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Senin (30/06/2026). Sudah menjadi komitmen Ma’arif PCNU Malang untuk memberikan pelatihan yang semakin baik. Maka, berbenah adalah sesuatu yang mesti terus dilakukan. Entah dari standar yang ingin dicapai, atau pada kepuasan pelanggan dengan pelayanan terbaik, hingga pada keberlanjutan dari seminar atau pelatihan yang sudah dilakukan. […]

  • Prioritas Kepercayaan

    Prioritas Kepercayaan

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 889
    • 0Komentar

    Dr.H.Amka. Kamis, 23 November 2023 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kamis Pon, tanggal 23 November 2023. Dilaksanakan program penguatan kepala sekolah dan madrasah berupa pemaparan dan presentasi atas orientasi dari setiap pimpinan satuan pendidikan pasca pengajuan Surat Keterangan Berkala (SKB) sebagai pimpinan satuan pendidikan yang baru maupun perpanjangan. Hal tersebut dilakukan di hadapan ketua LP […]

  • <strong>Website dalam Pendidikan, untuk Apa?</strong>

    Website dalam Pendidikan, untuk Apa?

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.719
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Jika Anda menggunakan seluruh waktu Anda untuk mengerjakan tugas-tugas yang sangat produktif, Anda akhirnya akan ‘mengurangi’ semua kegiatan tidak produktif yang mungkin mengganggu Anda menyelesaikan tugas utama Anda” Brian Tracy Rabu 11 Januari 2023 tepat pukul 11:00 wib, kami diundang ke kantor Muslimat Kabupaten Malang. IGTKM hadir memenuhi aula pertemuan. […]

  • Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    Mengenal Sosok Guru Besar “Humanis” Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 3.915
    • 0Komentar

    Dr. Hj. Najmah, M.Pd., Jum’at, 18 April 2025. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dr Najmah kepala MTS NU Pakis yang menjadi anak didik Prof Dr H Syamsul Hadi menjadikan beliau adalah sosok mentor yang sangat bijaksana dan inspiratif, beliau sering menyatakan bahwa “Tidak ada anak yang dilahirkan Bodoh” ungkapan ini menjadikan Prof Syamsul Hadi sebagai […]

expand_less