Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Menikmati Pahitnya Belajar

Menikmati Pahitnya Belajar

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
  • visibility 2.148

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan” Imam Syafi’i

“Menjadi manusia yang ulul al Baab. Dahulu pendidikan untuk menjadi benar dan pintar, Pendidikan terdahulu didahului dengan cara riyadhoh, puasa, belajar ilmu laduni, dan lainnya. Kalau dulu begitu, dan bermacam-macam tirakat yang dilakukan sehingga dapat ilmu dan pintar, pintar yang benar. Kalau sekarang didahulukan pintar daripada benar. Kebenaran urusan belakangan. Sehingga tidak klop antara pintar dengan benar. Ada yang pintar tapi minteri. Dahulu tidak ada sekolah umum dan sekolah agama. Ilmu dari konsep Al Qur’an melahirkan tokoh-tokoh seperti Imam Al Ghazali, Imam Ibnu Malik, Al Jabbar, Ibnu Taimiyah, dan lainnya. Kenapa? Karena ilmu digabung, jadi pengetahuan itu semuanya dipelajari. Baru ketika zaman Belanda menjajah, kemudian ilmu itu disekat-sekat. Jadi tugas kita mengembalikan lagi kepada benar dan pintar” sekelumit pinutur dari KH. Zainul Arifin Pengasuh Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah Kepanjen Malang kepada kami. Diskusi kami seputar pendidikan bertepatan dengan Hari pendidikan Nasional.

K.H. Husein Muhammad cendekiawan muslim yang menerima award “Heroes to End Modern-Day Slavery” dalam karyanya Perempuan Ulama di Atas Panggung Sejarah menjelaskan “Ilmu pengetahuan tidak terbatas menunjuk pada ilmu pengetahuan keagamaan atau al-ulum ad-diniyyah, tetapi semua disiplin ilmu pengetahuan. Seperti kedokteran (ath-thibb), fisika (fiziya), matematika (ar-riyadat), astronomi (al-falak), sastra (al-adab), sosiologi, filsafat, dan ilmu-ilmu humaniora lainnya. Sepanjang berguna bagi masyarakat, ilmu itu dikatakan sebagai ilmu agama.”

Sedemikian mulia makna Ulul al Baab. Ulul al Baab adalah orang yang selalu berdzikir dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, serta selalu memikirkan ciptaan Allah baik yang ada di langit maupun di bumi. Tidak kurang dari 16 ayat Al-Qur’an menyebut kata ini, salah satunya adalah pada surah Ali Imran ayat 191. Manusia ulul Al Baab akan memiliki sifat mulia, seperti bersyukur, sabar, ikhlas, tawadhu, tawakal, istiqomah, dan selalu berserah diri hanya kepada Allah.

Ditulis dalam Buku Menghidupkan Jiwa Ilmu, Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo menjelaskan bahwa sebagai penyandang Ulul al Baab, manusia sekaligus sebagai seorang ilmuwan, atau ulama sejati selalu bertanya tentang ciptaan Allah yang dahsyat. Manusia yang Ulul al Baab adalah sosok manusia yang senantiasa berusaha meraih kehidupan yang sempurna untuk memeroleh ridha Allah swt. 

Selain para ulama yang memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa, Saya teringat dengan salah satu tokoh bernama Leonardo da Vinci, tokoh yang dijuluki sebagai Homo Universalis atau pria universal karena kemampuannya yang luar biasa menguasai berbagai disiplin ilmu. Ia dikagumi oleh para rekan, murid-muridnya, seniman, ilmuan dan sejarawan yang telah memelajari kisah hidupnya. Julukan sebagai tokoh Renaisans juga disematkan kepadanya karena mewujudkan gerakan pembangunan kembali dan menampilkan begitu banyak talenta. Leonardo da Vinci berkata “Besi berkarat karena tidak pernah dipakai, air yang menggenang kehilangan kemurniannya dan membeku dalam suhu dingin, demikian pula kelambanan melemahkan kekuatan pikiran.”

Pendiri Microsoft, Bill Gates konon membeli salah satu buku catatan Leonardo da Vinci pada tahun 1994. Catatan itu disebut Codex Leicester dan ditulis da Vinci antara tahun 1506 dan 1510. Buku setebal 72 halaman berisi sketsa dan teks tentang air, cahaya, dan beberapa subjek lainnya. Dalam Beyond Talent, Gates berujar “Leonardo salah satu sosok mengagumkan sepanjang sejarah. Ia seorang jenius yang menguasai lebih banyak bidang daripada ilmuwan lainnya pada zaman apapun. Ia pun seorang pelukis dan pemahat yang mengagumkan. Buku-buku catatannya sudah ratusan tahun melampaui dan melintasi zamannya. Buku-bukunya meramalkan penemuan kapal selam, helikopter, dan penemuan-penemuan modern lainnya.”

Lantas bagaimana caranya pelajar memiliki sikap yang tepat untuk belajar agar memeroleh ilmu?. Syeikh az-Zarnuji menulis dalam kitab Ta’lim al Muta’allim bahwa manusia tidak akan memeroleh ilmu kecuali dengan enam syarat:

Pertama, cerdas dengan semakin tinggi. Kita terus berusaha untuk semakin maju, cara belajar dapat ditetapkan pada dua tingkat. Satu, pilihlah sebuah bidang di mana Kita ingin meningkatkan diri. Dua, temukan waktu-waktu belajar yang dapat Kita lakukan setiap hari sehingga tidak ada hari berlalu tanpa belajar.

Kedua, rasa ingin tahu yang besar sehingga tidak pernah puas dan terus mencari ilmu sepanjang hayat. Sydney Harris berujar “Seorang pemenang tahu berapa banyak yang perlu ia pelajari, bahkan ketika ia dianggap ahli oleh orang lain. Seorang pecundang ingin dianggap ahli oleh orang lain sebelum ia sadar bahwa ia hanya tahu sedikit.” Pelajar harus berkeinginan dan berusaha untuk terus meningkat dan meningkat dalam prestasinya. Hidup adalah proses tiada henti untuk meraih yang terbaik. “Hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.” Itulah yang harus menghiasi pikiran dan jiwa seorang pelajar yang ingin sukses.

Ketiga, gigih dan pantang menyerah, berani menjalani jalan sulit dan berliku. Saya terinspirasi dengan kisah yang ditulis oleh Maxwell tentang Hannibal. Hannibal adalah Panglima Bangsa Kartago yang berperang dengan Bangsa Romawi pada Perang Punisia II. Ia berkata ”Kami akan menemukan jalan atau kami akan membuat jalan sendiri.” Hannibal mengobarkan kegigihan memimpin pasukan yang membawanya ke Pegunungan Alpen untuk mengalahkan pasukan Romawi.

Keempat, punya modal yang cukup; Kelima, bimbingan guru yang menunjukkan jalan keberhasilan, keselamatan, dan keberkahan hidup. Setiap pelajar membutuhkan bimbingan, kurangnya bimbingan dan dorongan semangat akan menghalangi pelajar untuk produktif. Guru yang memberikan dorongan motivasi menanamkan pengaruh dalam hidupnya.

Keenam, waktu yang lama, sebab kewajiban belajar sepanjang hayat tidak pernah hilang. Waktu sangat berharga, M. Scott Peck seorang Psikiater dan Penulis berakata “Sebelum Anda dapat menghargai diri Anda sendiri, Anda belum dapat menghargai waktu. Sebelum Anda dapat menghargai waktu, Anda belum dapat berbuat apapun dengannya.”

Jamal Ma’mur Asmani menjelaskan bahwa KH. Ishomuddin Hadziq, cucu Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, dalam suatu kesempatan menyatakan bahwa kunci sukses pendidikan pesantren zaman dahulu melalui dua hal: Pertama, kiai yang tidak sekedar melakukan transfer ilmu, tetapi mampu membuka tirai kegelapan hati santri; Kedua, karena kesungguhan santri dalam belajar dengan memperbanyak bangun malam untuk muthalaah kitab dan shalat tahajjud. Dari waktu ke waktu, kesuksesan meraih cita-cita akan sampai kepada pengorbanan yang harus dibayar. Setiap dari kita yang ingin menguasai ilmu dalam dunia pendidikan harus menyediakan waktu, energy untuk berlatih menyiapkan segala sesuatunya. Pelajar bertanggung jawab untuk mau mengorbankan keinginannya sendiri untuk meraih cita cita besarnya.

Mengurai dari tulisan Prof. Dr.Habib Muhammad Quraish Shihab bahwa pelajar atau yang belajar atau yang menghendaki ilmu tentulah memiliki kehendak yang kuat untuk belajar, bahkan tekad kuat yang didukung oleh kesabaran dalam upaya itu. Bersantai dan bermalasan dalam menuntut ilmu tidak sejalan dengan makna murid dan pelajar. Ini tidak sesusai juga dengan sebuah ungkapan atas nama ilmu “Berikanlah aku seluruh potensimu, akan kuberikan kepadamu sebagian dariku.” Hal ini berarti seandainya seluruh hidup seseorang digunakan untuk menuntut ilmu, maka itu tidak cukup untuk meraih aneka macam ilmu. Oleh sebab itu pantaslah bila “Siapa yang tidak merasakan pahitnya belajar, maka ia akan merasakan kehinaan sepanjang hidupnya.”

Wallahu a’laam

Rabu, 03 Mei 2023

20:55 wib

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKM UIN Malang Resmi Mengabdi di Desa Sitiarjo, Fokus Perkuat Pendidikan

    Mahasiswa KKM UIN Malang Resmi Mengabdi di Desa Sitiarjo, Fokus Perkuat Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 586
    • 0Komentar

    05 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Suasana Balai Desa Sitiarjo tampak berbeda pada Selasa siang. Derap langkah pengabdian resmi dimulai ketika mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 128 secara simbolis diserahkan kepada pemerintah desa. Momen ini menandai awal kolaborasi akademik dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di […]

  • MTs. Sunan Bonang Pujon Cetak Siswa Disiplin, Santun, dan Berprestasi

    MTs. Sunan Bonang Pujon Cetak Siswa Disiplin, Santun, dan Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    humaslp 1 month ago Beritamzizzybq. Senin 17 Oktober 2022 “Bagaimana cara kita untuk menanamkan pemahaman kepada anak, supaya mereka bila curhat, curhatnya kepada sang ibu?” buka pertanyaan dari wali murid, “Bagaimana cara supaya anak mau menunjukan semua isi gawainya biar saya tahu apa yang dia lakukan” hadirin yang lain juga ikut bertanya. hangat diskusi parenting […]

  • Safari Literasi Siswa Kelas XII MA Almaarif Bersama Ketua LP Ma’arif kab Malang

    Safari Literasi Siswa Kelas XII MA Almaarif Bersama Ketua LP Ma’arif kab Malang

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 885
    • 0Komentar

    Nadhira Rifqi 4 months ago UncategorizedRabu, 18 Mei 2022, Perwakilan Siswa MA Almaarif Singosari kelas XII Tahun ajaran 2021/2022 mengadakan kegiatan safari literasi. Acara ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan pembelajaran di kelas. Setiap siswa menulis sebuah cerpen dan disatukan menjadi sebuah buku antologi. Selain menulis bersama, setiap siswa dibebaskan untuk menulis sesuai bidang masing-masing. […]

  • Di Balik Dinding Barak

    Di Balik Dinding Barak

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.232
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang “Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Goethe Izzy. Rabu, 28 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Derap suara langkah kaki berbaris terdengar menggema. Saya berhenti di gerbang utama untuk meminta izin memasuki area. […]

  • Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

    Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.523
    • 0Komentar

    Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dulu, pesantren tidak membutuhkan kurikulum. Hasilnya hebat. Lahir tokoh-tokoh agama dari pesantren. Para santri datang ke pesantren berniat belajar ke kyai yang dikenal kealimannya. Masing-masing kyai memiliki keilmuan yg berbeda-beda, sehingga para santri pun ketika memilih Kyai, menyesuaikan jenis ilmu yang mereka ingin dalami. Para […]

  • Perlombaan dan Perpisahan di PPAI Darussalam 1

    Perlombaan dan Perpisahan di PPAI Darussalam 1

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 675
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Wagir, Malang – Dalam rangka memperingati bulan Rajab sekaligus menjadi momen kebersamaan menjelang akhir pengabdian, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Perlombaan Rojabiyah dan Perpisahan KKM yang bertempat di TPQ Darussalam 1, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.Kegiatan perlombaan dilaksanakan selama dua hari, […]

expand_less