Kolaborasi LP Ma’arif Kab. Malang dan LP Ma’arif Kab. Kediri Merawat Aswaja sebagai Core Value Pendidikan NU
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 46

Prof. Amka. Kamis, 11 Juni 2026

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Ketua Lp Ma’arif Kab. Kediri abah Maksum yang sekaligus mantan kasi pendma kab Kediri melakukan gebrakan dengan mengumpulkan guru Aswaja di perpustakaan UIN syekh Wasil Kediri. Pelatihan ini dilaksanakan oleh LP Ma’arif Kab. Kediri dengan menggandeng UIN Syekh Wasil Kediri dan PERGUNU Kab Kediri dengan mendatangkan pemateri dari Malang ketua LP Ma’arif Kab. Malang yang sekaligus Guru Besar Ilmu Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Abdul Malik Karim Amrullah, dan wakil ketua LP Ma’arif PCNU Kab. Malang sekaligus dosen fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Yusuf Ratu Agung, MA. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu 10 Juni 2026 dan dihadiri oleh sekitar 120 guru Aswaja se Kab Kediri


Foto: Diskusi interaktif “Pembelajaran Aswaja di Era di Gital” oleh Prof. Amka dan Yusuf Ratu di Kediri
Abah Maksum menyatakan bahwa kegiatan ini sengaja dilaksanakan untuk memberikan motivasi kepada guru Aswaja yang selama ini menjadi ruh perjuangan di Lembaga Pendidikan Ma’arif, harapannya setelah pelatihan dengan tema “Pembelajaran Aswaja di Era di Gital” ini akan terbentuk forum KKG Aswaja yang selama ini diharapakan segera terbentuk dan forum KKG Aswaja dalam kegiatan pelatihan ini akhirnya terbentuk juga, guru Aswaja sangat senang dengan terbentuknya forum ini yang menjadi penanda kebangkita guru Aswaja di LP Ma’arif Kab Kediri, tentusaja setelah terbentuk KKG Aswaja tahun depan ada peningkatan jumlah peserta UAMNU di Kab Kediri yang tahun ini masih sejumlah 3.746 orang, target kita tahun depan bisa meningkat sampai 5000 orang, ujar abah Maksum.

Foto: Kolaborasi LP Ma’arif PCNU Malang, LP Ma’arif PCNU Kediri, dan Pergunu PCNU Kediri
Sementara itu Prof Amka sebagai pemateri Aswaja mengingatkan bahwa NU tidak akan berdiri tahun 1926 tanpa ada ruh perjuangan mempertahankan nilai adi luhung Aswaja, karenanya jika Aswaja tidak diperhatikan sebagai Core Value kurikulum Pendidikan LP Ma’arif, maka sekolah dan madrasah tidak akan bisa hidup. Pembelajaran Aswaja di era digital ini memiliki tantangan yang cukup besar dengan adanya gelombang Gen Z yang memiliki kompetensi digital lebih tinggi ketimbang genarasi milenial atau generasi tua ini, sementara Aswaja harus dibertahankan sebagai benteng terakhir nilai perjuangan NU.

Foto: Prof. Amka dan Yusuf Ratu Agung, M.Psi., M.A.
Yusuf Ratu Agung juga menambahkan bahwa jika kita berkompetensi di peringkat dunia dengan kondisi bangsa seperti sekarang yang tidak baik baik saja, maka Pendidikan di Indonesia tidak bisa mampu bersaing di peringkat dunia, maka Aswaja harus dijadikan icon utama dalam pengembangan system Pendidikan yang bisa diterima dunia, dan Ketika Aswaja diterima dunia, tentu LP Ma’arif lah yang akan unggul, karena tidak ada competitor lainnya yang akan mampu bersaing dengan LP Ma’arif, inilah distingsi kita yang harus dirawat, ujar Yusuf Ratu Agung.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
