Belajar Kesuksesan MTs. Almaarif 01 Singosari
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 68

“Koordinasi pengetahuan dan upaya dalam semangat harmoni antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu.” Napoleon Hill

Izzy. Selasa, 21 Juli 2026
Pagi cerah dan penuh semangat, saat saya memasuki area MTs. Almaarif 01 Singosari Malang. Madrasah bersejarah yang didirikan oleh tokoh-tokoh hebat dan kini masih kokoh semakin menunjukkan eksistensinya.
Senin 20 Juli 2026, saya menghadiri undangan Ibu Retno Palupi, M.Pd. untuk melakukan Focus Group Discussion dengan para pengurus dari 17 pondok pesantren di wilayah Singosari. Materinya menarik, berbicara tentang Sekolah Ramah Anak dan Pesantren Ramah Anak. Saya diminta memberikan wawasan tentang perkembangan remaja dan juga psikologi belajar mereka. Kami berdiskusi sambil melihat setiap momen yang perlu kami benahi atau kami tingkatkan.

Namun saya sesungguhnya belajar tentang strategi hebat dari kepala madrasah dalam memimpin madrasah ini menjadi semakin besar. Memang silaturrahim memberikan banyak pelajaran asal kita mau mempelajarai dan merenungkan setiap makna dibaliknya. Karena pengalaman akan menjadi guru yang hebat bila dievaluasi.
Ada sedikit yang baru bisa saya ambil sebagai pelajaran dari kesuksesan lembaga ini dengan kepala madrasah yang penuh inisiatif yang mungkin bermakna dan bermanfaat untuk ditiru.

Satu: Sukses berkomunikasi. Sebagai leader, kepala madrasah Membangun komunikasi yang baik dengan para tokoh, stakeholder, wali murid, pemerintah terkait, dan msayarakat sekitar. Hal ini dilakukan merawat hubungan dalam lingkungan pendidikan untuk perkembangan siswa.
Dale Carnegie menulis bahwa semua professional harus bisa mengekspresikan opini dengan jelas, ringkas, dan meyakinkan, terutama pada situasi-situasi yang bersifat mendadak atau tidak terduga. Situasi-situasi yang membutuhkan keberanian, kepercayaan diri, kemampuan Menyusun pikiran dengan cepat, dan kemampuan mengekspresikannya dengan cara yang koheren serta persuasive.
Dua: Support sistem dan hubungan yang baik. Dukungan penuh dari guru-guru atas kebijakan yang diambil. Guru juga bertumbuh meningkatkan kompetensi, dan ditempatkan sesuai dengan bidang yang sesuai. Ketika seseorang merasa disukai, diperhatikan, dilibatkan, dihargai, dan dipercayai, ia akan bekerja sama dengan pemimpinnya dan rekan-rekannya. Hal ini bisa mengubah keseluruhan kondisi tempat kerjanya.
Tiga: Membangun lingkungan pendidikan yang menarik dan ramah. Lingkungan fisik yang menarik untuk pemenuhan kebutuhan fisiologis siswa didukung dengan lingkungan sosial psikologis yang membuat siswa merasa aman dan nyaman.
Empat: Menguatkan kepercayaan dan produktivitas kepada program madrasah. Kepala madrasah menguatkan kepercayaan para guru dan wali murid atas pencapaian dan target program madarasah yang akan atau sudah dicapai. Produktivitas adalah tempat di mana kepemimpinan benar-benar naik dan mencapai level baru. Produktivitas menjadi Batasan dan membedakan antara pemimpin yang bisa membuat pengaruh besar dalam sebuah organisasi dan orang lain yang memeiliki jabatan namun tidak memberi pengaruh apa pun.
Seorang ahli kepemimpinan berkata bahwa strategi produktivitas bisa ditempuh dengan beberapa cara yakni memengaruhi orang lain (kepemimpinan(; membina hubungan dengan orang lain (relasi); berkomunikasi dengan orang lain (bicara); dan menciptakan sumber untuk membantu orang lain (menulis).

Lima: Pemetaan potensi siswa. Kepala dan guru berhasil memetakan potensi siswa dan juga potensi wali murid. Setelah itu mereka diarahkan pada program-program yang bisa dicapai, tentunya dengan komunikasi dan pendampingan yang baik. Sebuah kalimat bijak bisa saya tulis “Sifat dasar manusia tampaknya memberi mereka kemampuan untuk menilai semua orang di dunia, kecuali dengan diri mereka sendiri”. Disini peran madrasah membantu siswa mengenali diri mereka sendiri.
Wallahu a’laam
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
