ULASAN DAN ANALISA RESENSI BUKU KEPEMIMPINAN INFLUENCER DI ERA DIGITAL KARYA Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I.
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 20

Senin, 08 Juni 2026
Penulis: Topik, S.Pd., M.Pd., mahasiswa S3 (Program Doktor) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prodi Manajemen Pendidikan Islam
LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Berdasar analisa buku berjudul “Kepemimpinan Influencer di Era Digital: Konsep dan Model Penerapannya di Lembaga Pendidikan” karya Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. atas kajian makalah yang disampaikan oleh Mbak Zidnia yakni Analisis dan Sintesis 15 Artikel Scopus Tentang Struktur dan Organisasi Pendidikan Islam Yang Dinamis pada hari ini Jum’at, 5 Juni 2026 di Kampus 2 UIN Malik Ibrahim Malang Ruang A309 maka kami dapatkan kesimpulan dari judul dan subjudul buku tersebut, isu aktual yang sedang terjadi dan sangat relevan di dunia pendidikan saat ini meliputi beberapa poin penting berikut:
1. Transformasi Gaya Kepemimpinan di Lembaga Pendidikan
Gaya kepemimpinan konvensional (top-down atau kaku) di sekolah atau universitas dinilai mulai kurang efektif menghadapi generasi masa kini. Isu aktualnya adalah bagaimana seorang kepala sekolah, rektor, atau dosen/guru bisa memimpin dengan gaya “Influencer”—yaitu memimpin lewat penyebaran gagasan, inspirasi, membangun personal branding yang positif, serta kemampuan memengaruhi dan menggerakkan orang lain secara organik tanpa mengandalkan paksaan jabatan.
2. Digitalisasi Pendidikan dan Kesiapan Sumber Daya
Peralihan ke era digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mutlak. Isu yang dihadapi lembaga pendidikan saat ini meliputi:
Gagap Digital (Gaptek): Masih adanya kesenjangan digital di mana sebagian pendidik atau pengelola lembaga belum siap mengimbangi kecepatan teknologi dan media sosial.
Pemanfaatan Media Sosial untuk Edukasi: Bagaimana memanfaatkan platform digital bukan hanya untuk hiburan, melainkan sebagai ruang belajar-mengajar yang interaktif dan persuasif.
3. Menghadapi Karakteristik Generasi Netizen (Gen Z & Gen Alpha)
Peserta didik zaman sekarang tumbuh besar dengan gawai dan sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di media sosial (kultur influencer). Isu aktual bagi para pendidik adalah bagaimana mereka bisa memosisikan diri agar didengar oleh murid. Jika pendidik tidak mampu menjadi influencer yang positif di dunia nyata maupun digital, peran mereka dalam membentuk karakter anak akan digantikan oleh influencer media sosial yang belum tentu membawa dampak baik.
4. Kehadiran dan Reputasi Digital Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan dituntut untuk memiliki digital presence yang kuat. Kepala sekolah atau pimpinan lembaga harus mampu mengomunikasikan visi, prestasi, dan program sekolah ke publik melalui strategi komunikasi digital yang menarik layaknya seorang pembuat konten profesional guna membangun kepercayaan masyarakat.
Secara ringkas, isu utamanya adalah revolusi cara memimpin dan mendidik di sekolah agar adaptif, komunikatif, dan persuasif di tengah gempuran arus teknologi digital
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
