Dengarkan Aku, akan Kukatakan dengan Indah!
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7

Izzy Bq. Senin 26 Januari 2026
“Setiap konflik yang kita hadapi dalam hidup penuh dengan potensi positif dan negatif. Ini bisa menjadi sumber inspirasi, pencerahan, pembelajaran, transformasi, dan pertumbuhan-atau kemarahan, ketakutan, malu, perasaan terjebak, dan penolakan. Pilihannya bukan di tangan lawan, tetapi di tangan kita, serta kesediaan kita untuk menghadapinya dan berusaha mengatasinya.” Kenneth Cloke dan Joan Goldsmith

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Kriiiiiiing” suara handphone yang menarik perhatian saya. “Saya sudah perjalanan ke lokasi!” ujar guru saya Prof Amka mengingatkan kami bahwa pagi ini kami ada agenda ke sebuah Lembaga. Ya, Lembaga Pendidikan yang sedang mengalami konflik. “Kami harus hadir! Dan kami hadir!” pikirku.
Perjalanan lumayan jauh. Namun hidup juga adalah sebuah perjalanan. Konflik personal atau antar kelompok sering terjadi secara alami dan tidak bisa dihindari khususnya dalam organisasi. Jika dibiarkan tidak terselesaikan, maka perselisihan menghabiskan banyak waktu, energi serta kerugian yang besar. Namun saya teringat perkataan Mahatma Gandhi “Perselisihan yang jujur seringkali merupakan pertanda bagus akan adanya perkembangan.”
Kami diminta untuk mengatur alur komunikasi dalam mediasi ini. Kami mempersilahkan masing-masing pihak untuk menyampaikan kisah mereka tanpa interupsi. Mereka perlu berbicara dan lainnya perlu mendengar. Mereka butuh untuk mengekspresikannya, maka ini menjadi tanggung jawab yang besar untuk Ma’arif bertindak dan berkomunikasi. Ma’arif menunjukkan niat baik untuk memediasi mencari penyelesaian konflik yang bisa diterima oleh semua pihak.
Mendengarkan dengan saksama dan peduli, mungkin itu yang sangat dibutuhkan saat ini. Di saat banyak orang berlomba berbicara, menjadi pendengar yang baik dan mau memahami perjuangan orang lain dalam hidupnya mutlak dibutuhkan. Tidak heran kalau Thornton Walker penah menulis bahwa tidak ada yang menyamai mendengarkan untuk memperlihatkan diri Anda bahwa dunia di luar kepala Anda berbeda dari dunia di dalam kepala Anda.
Problem kepemimpinan, komunikasi yang baik, kepercayaan, dan kepedulian sering juga menjadi pemicu konflik. Kami bersyukur pertemuan ini menemukan kejujuran ungkapan hati dan menyepakati solusi yang dicapai. Menjadi pendengar yang baik membantu kita mengenal orang lebih baik, mempelajari apa yang telah mereka pelajari, dan menunjukkan pada mereka bahwa kita menghargai mereka sebagai seorang pribadi.

Di akhir pertemuan. Prof. Dr. Hamka sebagai pemimpin Ma’arif memberikan pembinaan dan ulasan Solusi. Saya melihat semua bisa menerima dan mau berkomitmen tulus untuk memperbaiki dan membangun kembali rasa yang berserakan. Beliau juga menjelaskan bagaiman peran besar dari seorang pemimpin. Semua berakhir dengan ketulusan dan doa-doa baik yang terucap, juga doa terbaik untuk LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Dalam Buku Developing the Leader Within You, para pemimpin yang besar biasanya mengenali masalah dalam urutan sebagai berikut: Satu, mereka merasakannya sebelum melihatnya (intuisi); Dua, mereka mulai mencarinya dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan (rasa ingin tahu); Tiga, mereka mengumpulkan data (memproses); Empat, mereka membagikan perasaan dan temuan pada beberapa rekan kerja yang dapat dipercaya (mengomunikasikan); Lima, mereka menetapkan masalahnya (menulis); Enam, mereka memeriksa sumber daya mereka (mengevaluasi); Tujuh, mereka membuat sebuah Keputusan (memimpin)
Wallahu a’laam
22:32 wib
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
