Kami Ngobrol tentang Tes Kemampuan Akademik
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9

“Hadiah yang Tuhan berikan kepada kita: potensi diri. Hadiah yang kita berikan kepada Tuhan: Mengembangkannya” Anonim
Izzy. 25 Januari 2026
LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Tes Kemampuan Akademik (TKA) sedang lumayan hangat dibicarakan di dunia Pendidikan. Saya diundang untuk berbicara dan memberikan motivasi serta teknik sederhana kepada siswa dan guru tentang TKA Bahasa Indonesia di Lembaga Pendidikan.
Hal yang sangat penting disaat menyiapkan siswa untuk mengikuti tes kemampuan akademik memang lumayan banyak. Namun hal yang sangat saya kuatkan pada guru dan anak-anak adalah motivasi bertumbuh, dan pertumbuhan akan berkembang pesat di dalam lingkungan yang kondusif. Motivasi membaca, motivasi menulis, motivasi mengembangkan ide, dan imajinasi serta tentunya motivasi untuk berliterasi.
Motivasi yang saya lakukan yakni, Satu. Saya mengajak peserta untuk memiliki motivasi mengetahui apa yang harus ia kerjakan untuk menyelesaikan TKA dengan lebih baik. Dua. Saya mengajak peserta memiliki motivasi mengetahui kebiasaan apa yang harus mereka patahkan dan apa yang harus mereka tumbuhkan untuk menyelesaikan TKA. Tiga. Saya memotivasi mereka mengetahui jalur atau teknik apa yang harus ditempuh untuk menyelesaikan soal-soal di TKA.

Memang ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk mencapai hasil TKA yang maksimal. Saya sering bertannya terlebih dahulu bagaimana kemampuan siswa dalam berliterasi saat ini? Apa yang sedang mereka pelajari saat ini? Apa saja buku yang mereka baca? Atau apa yang sudah mereka usahakan?, orang tua usahakan?, dan guru usahakan untuk sampai pada titik ini?
Kerja keras untuk tumbuh perlu terus dikembangkan. Jim Rohn berkata “Jika Anda bekerja keras untuk mencapai tujuan Anda. Tujuan itu akan bekerja untuk Anda. Jika Anda bekerja untuk menunaikan rencana Anda, rencana itu akan bekerja untuk Anda. Semua hal baik yang kita bangun pada gilirannya akan membangun kita.”
Wallahu a’laam
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
