Breaking News
light_mode
Beranda » Agus Mulyono » Life is Really Simple

Life is Really Simple

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
  • visibility 963

Dr. H. Agus Mulyono, S.Pd.,M.Kes.

LP Ma’arif NU Kabupaten Malang

Penduduk didekat sebuah hutan.., hidup begitu sederhana tetapi semuanya tercukupi. Mau makan tinggal masuk ke dalam hutan untuk mencari umbi umbian yang memang sengaja ditanam. Mau sayur tinggal memetik pucuk pucuk beberapa jenis daun yang tersedia melimpah di dalam hutan. Mau makan ikan… tinggal memancing disungai yang berada di pinggiran hutan. Mau buah…, banyak tersedia dalam hutan. Mau masak… tinggal mencari ranting ranting pohon yang sudah kering untuk dijadikan bahan bakar. Mau minum…., airnya begitu jernih mengalir dari sungai sungai kecil dari sumber sumber air yang berada di dalam hutan dan bisa langsung diminum.

Rumahnya terbuat dari bambu dan kayu yang diambil dari hutan dengan model rumah panggung. Tidak besar tapi cukup representatif untuk satu keluarga.

Memang para penduduk tersebut tidak mempunyai banyak uang…, tetapi untuk kebutuhan sehari hari sudah sangat tercukupi dan tersedia di hutan.
*

Kehidupan penduduk menjadi berubah…, ketika kemudian hutan dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit. Hutan ditebang, diratakan dan ditanami ribuan kelapa sawit. Menurut orang diperusahaan sawit itu…, bahwa kehidupan penduduk akan lebih modern dan terjamin dengan berdirinya perusahaan sawit itu.

Tapi ternyata…., kehidupan penduduk menjadi tidak sederhana lagi. Mau makan…, tidak bisa lagi masuk hutan mencari umbi umbian (karena hutannya sudah habis), tapi harus membelinya (tentunya dengan uang)…, tapi tidak punya uang…, sehingga para penduduk harus bekerja menjadi pekerja/karyawan perusahaan sawit itu untuk memperoleh uang.

Mau sayur…, harus membeli; mau buah…, harus membeli; mau masak…, sudah tidak lagi ranting ranting kering untuk bahan bakar… maka harus membeli kompor dan harus membeli minyak atau gas.

Mau ikan…, sudah sangat sulit mendapatkan ikan di sungai itu, seringkali tidak pernah ada ikan yang terkait dikail pancing para penduduk. Ikannya mungkin sudah pergi karena air sungai sudah tercemar dengan berbagai aktivitas perusahaan sawit tersebut.

Mau minum…, airnya sudah tidak segar lagi, sudah tidak jernih dan harus dimasak dulu.

Para penduduk mendapat gaji 35 ribu perhari…, rasanya tidak cukup untuk membeli semua kebutuhan sehari hari. Jika kepala keluarga sakit pada suatu hari…, maka hari itu dia tidak mendapatkan uang. Maka kemudian harus berhutang untuk m embeli semua kebutuhan hariannya.

Kehidupan penduduk menjadi tidak sederhana lagi…, menjadi begitu rumit.
*
Banyak orang yang mudah terpesona dengan hal-hal yang kompleks dan rumit. Sesuatu yang komplek dan rumit dianggap hal yang luar biasa, dianggap wah, dianggap canggih. Padahal seringkali yang dianggap canggih/wah justru menjadi sumber penyebab timbulnya kemiskinan.

Dunia telah dipengaruhi oleh sistem kapitalisme, telah dipengaruhi oleh logika-ligika globalisasi, telah dipengaruhi oleh nalar-nalar modernisasi….,maka dalam kehidupan sekarang ini, banyak dari kita lebih mengedepankan nilai-nilai tanda, mengedepankan citra, mengedepankan simbol-simbol dari pada nilai guna.

Dalam kehidupan sekarang ini barang-barang atau benda-benda, atau alat alat atau atribut tidak lagi menjadi sekedar sarana pendukung dalam menunjang aktivitas tetapi lebih dari itu….barang-barang tersebut telah menjadi objek paling penting dan dianggap mampu meningkatkan status, prestise dan bahkan kehormatan.

Sehingga yang disibukkan oleh banyak individu, banyak kelompok, banyak intitusi adalah mengejar status, mengejar pretise, pencitraan, mengejar bentuk-bentuk kemewahan dan lain sebagainya. Inilah yang kemudian melahirkan perilaku korupsi, ingin saling menguasai, kehidupan abal-abal, budaya pencitraan, Hipokrit dan lain sebagainya.

Kebahagiaan diukur dari banyaknya meteri yang dapat dikumpulkan, dan banyaknya sesuatu yang dikuasai. Sepertinya kurang marem.. tanpa simbol dan atribut kemewahan dan tanpa menguasai sesuatu.

Pak Kyai seringkali mengajak kepada para santrinya untuk belajar… untuk dapat menikmati keindahan dalam hal-hal yang sederhana.

“Life is really simple, but we insist on making it complicated”. Katanya seorang filosof… bahwa hidup ini sebetulnya sangat lah sederhana namun seringkali kita yang bersikeras membuatnya menjadi rumit..

Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 20 April 2016)

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harlah LP Ma’arif ke 97, Ma’arif Naik Kelas; Kompeten, Mandiri, Bermartabat

    Harlah LP Ma’arif ke 97, Ma’arif Naik Kelas; Kompeten, Mandiri, Bermartabat

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. Sabtu 19 September 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Assalamu’alaikum wr wb, sahabat perjuangan Ma’arif yang bermartabat, tidak terasa hampir 1 abad kita melihat dinamika LP MA’ARIF dengan berbagai kekuatan dan kelemahan nya, lembaga ini masih eksis, survive melewati samanya, setidaknya LP MA’ARIF melewati tiga fase. […]

  • Komunikasi Menjadi Solusi

    Komunikasi Menjadi Solusi

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.039
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pergerakan memberikan pelayanan yang semakin baik terus menjadi komitmen LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Inisiasi mengundang seluruh Koordinator Kecamatan (Kortan) dan segenap pengurus juga dilakukan. Rumah Makan Joglo Sawojajar Malang menjadi pilihan pertemuan tersebut. Membawa dua agenda utama yakni halal bi halal dan rapat koordinasi pada hari Selasa, 15 April […]

  • ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

    ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Orang-orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu, sampai mereka mengetahui seberapa besar Anda peduli”                 Sebuah penghargaan besar didinding ruang tamu Prof. Imam menyita perhatian saya, saya membaca tulisan tersebut dan berisi tentang pengahrgaan kehormatan yang diberikan kepada Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo atas kontribusi besar beliau terhadap Peradaban Islam […]

  • Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Tinjau Pelaksanaan UAMNU di MTs Almaarif 01 Singosari

    Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Tinjau Pelaksanaan UAMNU di MTs Almaarif 01 Singosari

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 673
    • 0Komentar

    Dwi Retno Palupi, M.Pd., 23 April 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang MALANG – Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Nahdlatul Ulama (UAMNU) Tahun Pelajaran 2025/2026 di MTs Almaarif 01 Singosari berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kedisiplinan. Kegiatan ujian ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 15–17 April 2026, dengan melibatkan seluruh siswa kelas […]

  • Tokoh-Tokoh LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Kembangkan Profesi Guru

    Tokoh-Tokoh LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Kembangkan Profesi Guru

    • calendar_month Rabu, 1 Mar 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 938
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Selasa 28 Februari 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Sesuai dengan semangat sinergi, manfaati, dan mbraokahi, para tokoh LP ma’arif NU Kabupaten Malang memberikan pendampingan dan pelatihan dalam Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Penyusunan Modul Ajar di MTs. Babussalam Banjarejo Pagelaran, Selasa (28/02/2023). Workshop yang […]

  • Kasi Pontren Kemenag “Saya bagian dari LP Ma’arif, SDM Ma’arif kompeten!”

    Kasi Pontren Kemenag “Saya bagian dari LP Ma’arif, SDM Ma’arif kompeten!”

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.322
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 16 januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. Lebih dari enam puluh pendidik, tenaga pendidik dan tokoh-tokoh pendidikan memadati lantai dua Gedung LP Ma’arif Kabupaten Malang, pasa hari Sabtu (14/01/2023). Peserta yang mayoritas dari LP Ma’arif NU Kecamatan Pujon mengadakan Khotmil Qur’an sekaligus mengaji kitab Adabul Alim Wal Muta’allim serta mendengarkan […]

expand_less