Breaking News
light_mode
Beranda » Agus Mulyono » Life is Really Simple

Life is Really Simple

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
  • visibility 1.011

Dr. H. Agus Mulyono, S.Pd.,M.Kes.

LP Ma’arif NU Kabupaten Malang

Penduduk didekat sebuah hutan.., hidup begitu sederhana tetapi semuanya tercukupi. Mau makan tinggal masuk ke dalam hutan untuk mencari umbi umbian yang memang sengaja ditanam. Mau sayur tinggal memetik pucuk pucuk beberapa jenis daun yang tersedia melimpah di dalam hutan. Mau makan ikan… tinggal memancing disungai yang berada di pinggiran hutan. Mau buah…, banyak tersedia dalam hutan. Mau masak… tinggal mencari ranting ranting pohon yang sudah kering untuk dijadikan bahan bakar. Mau minum…., airnya begitu jernih mengalir dari sungai sungai kecil dari sumber sumber air yang berada di dalam hutan dan bisa langsung diminum.

Rumahnya terbuat dari bambu dan kayu yang diambil dari hutan dengan model rumah panggung. Tidak besar tapi cukup representatif untuk satu keluarga.

Memang para penduduk tersebut tidak mempunyai banyak uang…, tetapi untuk kebutuhan sehari hari sudah sangat tercukupi dan tersedia di hutan.
*

Kehidupan penduduk menjadi berubah…, ketika kemudian hutan dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit. Hutan ditebang, diratakan dan ditanami ribuan kelapa sawit. Menurut orang diperusahaan sawit itu…, bahwa kehidupan penduduk akan lebih modern dan terjamin dengan berdirinya perusahaan sawit itu.

Tapi ternyata…., kehidupan penduduk menjadi tidak sederhana lagi. Mau makan…, tidak bisa lagi masuk hutan mencari umbi umbian (karena hutannya sudah habis), tapi harus membelinya (tentunya dengan uang)…, tapi tidak punya uang…, sehingga para penduduk harus bekerja menjadi pekerja/karyawan perusahaan sawit itu untuk memperoleh uang.

Mau sayur…, harus membeli; mau buah…, harus membeli; mau masak…, sudah tidak lagi ranting ranting kering untuk bahan bakar… maka harus membeli kompor dan harus membeli minyak atau gas.

Mau ikan…, sudah sangat sulit mendapatkan ikan di sungai itu, seringkali tidak pernah ada ikan yang terkait dikail pancing para penduduk. Ikannya mungkin sudah pergi karena air sungai sudah tercemar dengan berbagai aktivitas perusahaan sawit tersebut.

Mau minum…, airnya sudah tidak segar lagi, sudah tidak jernih dan harus dimasak dulu.

Para penduduk mendapat gaji 35 ribu perhari…, rasanya tidak cukup untuk membeli semua kebutuhan sehari hari. Jika kepala keluarga sakit pada suatu hari…, maka hari itu dia tidak mendapatkan uang. Maka kemudian harus berhutang untuk m embeli semua kebutuhan hariannya.

Kehidupan penduduk menjadi tidak sederhana lagi…, menjadi begitu rumit.
*
Banyak orang yang mudah terpesona dengan hal-hal yang kompleks dan rumit. Sesuatu yang komplek dan rumit dianggap hal yang luar biasa, dianggap wah, dianggap canggih. Padahal seringkali yang dianggap canggih/wah justru menjadi sumber penyebab timbulnya kemiskinan.

Dunia telah dipengaruhi oleh sistem kapitalisme, telah dipengaruhi oleh logika-ligika globalisasi, telah dipengaruhi oleh nalar-nalar modernisasi….,maka dalam kehidupan sekarang ini, banyak dari kita lebih mengedepankan nilai-nilai tanda, mengedepankan citra, mengedepankan simbol-simbol dari pada nilai guna.

Dalam kehidupan sekarang ini barang-barang atau benda-benda, atau alat alat atau atribut tidak lagi menjadi sekedar sarana pendukung dalam menunjang aktivitas tetapi lebih dari itu….barang-barang tersebut telah menjadi objek paling penting dan dianggap mampu meningkatkan status, prestise dan bahkan kehormatan.

Sehingga yang disibukkan oleh banyak individu, banyak kelompok, banyak intitusi adalah mengejar status, mengejar pretise, pencitraan, mengejar bentuk-bentuk kemewahan dan lain sebagainya. Inilah yang kemudian melahirkan perilaku korupsi, ingin saling menguasai, kehidupan abal-abal, budaya pencitraan, Hipokrit dan lain sebagainya.

Kebahagiaan diukur dari banyaknya meteri yang dapat dikumpulkan, dan banyaknya sesuatu yang dikuasai. Sepertinya kurang marem.. tanpa simbol dan atribut kemewahan dan tanpa menguasai sesuatu.

Pak Kyai seringkali mengajak kepada para santrinya untuk belajar… untuk dapat menikmati keindahan dalam hal-hal yang sederhana.

“Life is really simple, but we insist on making it complicated”. Katanya seorang filosof… bahwa hidup ini sebetulnya sangat lah sederhana namun seringkali kita yang bersikeras membuatnya menjadi rumit..

Wallahu a’lam
(Agus Mulyono, Malang 20 April 2016)

Editor: Mz

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif PCNU Lamongan Kunjungi Ma’arif Malang, Ada Apa?

    LP Ma’arif PCNU Lamongan Kunjungi Ma’arif Malang, Ada Apa?

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Sabtu 07 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Sabtu (07/02/2026). Tujuh pengurus inti LP Ma’arif Kabupaten Lamongan yang dipimpin oleh Dr. Ali Nurdin, M.Pd. berkunjung ke LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang di Kantor Ma’arif Malang. tujuh pengurus inti yang berseragam LP Ma’arif Kabupaten Lamongan ditemui oleh para pengurus harian LP Ma’arif Kabupaten Malang dan […]

  • Speak, Inspire, Shine

    Speak, Inspire, Shine

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 453
    • 0Komentar

    “Kepandaian berpidato berarti tindakan, dan mata orang bodoh jauh lebih tajan daripada telinga mereka” Shakespeare Izzy. Jum’at 21 Agustus 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Siap-siap mau lomba pidato antar sekolah?, guru kesulitan cari talent?, siswa pemalu?, siswa tidak percaya diri?, siswa down saat lomba?, guru mengalami kesulitan saat melatih?, siswa hanya terpaku pada hafalan […]

  • Revolusi Kemandirian Madrasah dan Produk Halal

    Revolusi Kemandirian Madrasah dan Produk Halal

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Bq. Sabtu. 18 April 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sabtu (18/04/2026). LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang bekerjasama dengan Lembaga Pangan Halal UNIRA Malang mengadakan Sosialisasi Pangan Halal dan Toyib di Lingkungan Sekolah Ma’arif Kabupaten Malang. Izzy membuka acara dengan menyapa 50 audiens kepala madrasah dari wilayah Kabupaten Malang, sembari kemudian menyampaikan susunan acara. Jaminan […]

  • MI Sunan Kalijogo Buka Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2026–2027

    MI Sunan Kalijogo Buka Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2026–2027

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 790
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang MI Sunan Kalijogo Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026–2027. Pendaftaran ini ditujukan bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan dasar berbasis akhlak, keilmuan, dan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada putra-putrinya. Sebagai madrasah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU, MI Sunan […]

  • Komunikasi Menjadi Solusi

    Komunikasi Menjadi Solusi

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.112
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pergerakan memberikan pelayanan yang semakin baik terus menjadi komitmen LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Inisiasi mengundang seluruh Koordinator Kecamatan (Kortan) dan segenap pengurus juga dilakukan. Rumah Makan Joglo Sawojajar Malang menjadi pilihan pertemuan tersebut. Membawa dua agenda utama yakni halal bi halal dan rapat koordinasi pada hari Selasa, 15 April […]

  • Bapak Pendidikan Nasional Hadlratussyeikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

    Bapak Pendidikan Nasional Hadlratussyeikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 2.074
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Hadlaratussyeikh adalah seorang maha kiai dalam arti yang sebenarnya sekaligus pejuang bangsa” Gus Mus Februari bagi sebagian anak muda dirayakan sebagai hari valentine’s day yang dianggap masyarakat barat sebagai simbol hari kasih sayang. Tanpa sengaja di sebuah obrolan tentang bulan Februari saya teringat tentang lahirnya tokoh besar di Nusantara, seorang […]

expand_less