Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Quality Control Circle Kepemimpinan Rasulullah saw

Quality Control Circle Kepemimpinan Rasulullah saw

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
  • visibility 1.318

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Setiap institusi hebat adalah perpanjangan bayang-bayang seseorang” Ralph Waldo Emerso

Beberapa kali saya diminta untuk berbicara tentang kepemimpinan di beberapa acara yang sangat sederhana karena bagi saya itu adalah forum belajar. Learn to know, learn to do, learn to be, leran to live together dan learn to learn.

Terkadang saya sangat merasa tidak memiliki kapasitas berbicara tentang itu. Saya teringat bagaimana tokoh kepemimpina John C Maxwel mengembangkan dan mendalami kepemimpinan lebih dari 25 tahun lamanya. Disinilah saya sangat yakin peran LP Ma’arif, Lakpesdam, dan peguruan tinggi sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan. Siap memimpin dan siap dipimpin begitulah seharusnya.

Abdul Malik karim Amrullah dalam Quality Assurance Becoming Quality Entrepreneur menjelaskan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk memimpin atau membimbing orang lain atau seluruh organisasi. Menurutnya pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan memengaruhi, menggerakkan, mengkomunikasikan, dan memotivasi anggota organisasi di sekitarnya agar terus menjaga mutu yang sudah ditetapkan organisasi, mutu yang sudah ditetapkan pelanggan, serta mutu yang selalu inovatif.

Sebagai warga Nahdlatul Ulama, bila saya berbicara tentang kepemimpinan tentu haruslah dengan sangat hormat menyampaikan bahwa tokoh panutan dan pemimpin terbaik sepanjang masa adalah Rasulullah saw. Bahkan hal ini juga diakui oleh lintas agama dan lintas benua.

Kita tahu bahwa dunia pernah berada dalam pangggung kepemimpinan tokoh besar, Adolf Hitler dinobatkan sebagai Man of the year 1938 oleh Majalah Time, Joan of Arc., Abraham Lincoln, Winston Churchill, Martin Luther King Jr., sampai juga John F. Kennedy dan KH Abdurrahman Wahid. Mereka orang orang yang memiliki pengikut besar. James C. George berkata “Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memiliki pengikut”

Profesor K.S. Ramakrishna Rao seorang filsuf Hindu terkemuka dalam bukunya Muhammaed-The Prophet of Islam dan kemudian dikutip oleh Ismail Noor penulis dari Malaysia menjelaskan bahwa Profesor Rao berkata “Dalam sosok Nabi Islam, dunia telah menyaksikan fenomena paling langka di muka bumi, fenomena yang berwujud sosok hidup nyata.” Atau yang dikatakan oleh Diwan Chand Sharma cenedekiawan Hindu dalam The Prophet of The East juga berkata “Muhammad adalah jiwa kebaikan dan pengaruhnya dirasakan dan tak pernah dilupakan oleh mereka yang ada di sekitarnya.”

Buku Manajemen Kepemimpinan Muhammad berisi kutipan yang disampaikan oleh Thomas Carlyle pada tanggal 8 Mei 1840. Dalam pidato berjudul The Hero as Prophet, Carlyle menyanjung Rasululullah saw dengan berkata “Pria yang jujur dan taat, jujur dalam perbuatan, perkataan, dan pikiran. Bagi mereka, dia selalu berarti. Seorang pria yang agak pendiam, diam ketika tidak ada yang perlu dikatakan; tapi tegas, bijak, tulus ketika berbicara; selalu memberikan pencerahan atas persoalan. Inilah ucapan yang memang benar-benar berharga.”

Bagaimana sosok Rasulullah sangat dikagumi di seantero dunia. Rasulullah saw., sebagai pemimpin yang sangat luar biasa dan memiliki ketulusan yang luar biasa. Teosof dan juga reformis sosial Inggris Annie Besant berujar “Ketulusan sejati Muhammad tidak perlu dipertanyakan lagi; dan kritik sejarah tidak menutup mata, yang tidak cenderung mudah percaya, menimbang setiap kesaksian, dan tidak partisan, serta hanya mencari kebenaran, harus menghargai pernyataannya … seseorang yang mempelajari karakter Nabi, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya, pasti merasa hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya.”

Jules Masserman seorang psikoanalisis dan professor di Universitas Chicago Amerika Serikat sangat yakin bahwa Rasulullah saw., adalah pemimpin terbesar sepanjang masa. Masserman berpendapat bahwa Rasulullah saw., berhasil memenuhi tiga fungsi sebagai standar objektif untuk menilai kebesaran para pemimpin. Pertama, pemimpin harus menyediakan kesejahteraan bagi orang-orang yang dipimpinnya; Kedua, pemimpin atau calon pemimpin harus menyediakan suatu organisasi sosial yang orang-orang merasa aman di dalamnya; Ketiga, pemimpin harus menyediakan suatu keyakinan atau nilai bagi pengikutnya.

Ada hal yang menurut saya menarik, dimana ketika LP Ma’arif sangat gencar untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dengan gerakan dasar Total Quality Management (TQM) dimana saya sendiri sangat sering mendampingi Dr. Amka ketua LP Ma’arif Kabupaten Malang membumikan TQM menuju lembaga pendidikan bermutu di 33 Kecamatan. Bahkan sekarang kami sedang mengenalkan dan memulai ISO di lembaga-lembaga di bawah LP ma’arif diantaranya dengan Ma’arif Excellent School Internationally Certified atau bahkan yang terbaru Ma’arif Way. Ketertarikan saya adalah bahwa ini sesungguhnya sudah dicontohkan oleh sang pemimpin dunia yakni Rasulullah saw.

Noor (2011) dalam buku Manajemen Kepemimpinan Muhammad Saw Mencontoh Teladan Kepemimpinan Rosul untuk Kesempurnaan Manajemen Modern menulis “nabi Muhammad saw memimpin umat beliau dalam berbagai bidang. Beliau telibat dalam sistim perencanaan, pemberian motivasi, pengorganisasian, perencanaan suksesi, pengarahan operasi, dan pengawasan sehingga segala sesuatunya tidak lepas kendali. Secara terus menerus beliau memastikan bahwa peningkatan dilakukan sedemikian rupa sehingga melahirkan manajemen kualitas menyeluruh satau Pengelolaan Mutu Total (Total Quality Management-TQM).” Kaizen dan berusaha menuju kesempurnaan atau Quality Control Circle dalam kepemimpinan Rasulullah saw., sudah dilaksanakan.

Luar biasa! Dan pengaruh tersebut terus bergerak hingga saat ini. Kepemimpinan sangatlah penting. Karena pemimpin yang baik dapat merubah kehidupan. Maxwell berkata “Mengembangkan potensi kepemimpinan di dalam diri Anda akan mengubah segalanya untuk Anda. Kepemimpinan akan menambah efektivitas Anda, mengurangi kelemahan Anda, mengurangi beban kerja Anda, dan melipatgandakan pengaruh Anda.”

Wallahu a’lam

Mzizzybq, Juma’at 10 Februari 2023. 17:55 wib

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiprah Ustadz Deden Tokoh Pendidikan Ma’arif Malang Selatan

    Kiprah Ustadz Deden Tokoh Pendidikan Ma’arif Malang Selatan

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.990
    • 0Komentar

    Dr. H. Amka. Rabu. 29 November 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Ketua LP Ma’arif NU Kab Malang kali ini kedatangan seorang tokoh Pendidikan dari Malang Selatan yaitu Ustadz Deden, beliau berjuang dan berdakwah disana mulai dari nol sampai melakukan sebuah perubahan yang luar biasa. Nama lengkapnya adalah H. Deden Jaenal Abidin, SHI., M.Pd.I., lahir […]

  • Bercerita Tentang Belajar

    Bercerita Tentang Belajar

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.278
    • 0Komentar

      Izzy. Juma’at 11 April 2025 “Usahakan pelajaran yang baru diperoleh oleh guru, di muthola’ah 11 kali, walau pelajaran tersebut sudah dipaham sebelumnya” KH Mahrus Aly LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Nuansa Idul Fitri masih sangat terasa. Di masyarakat, di sekolah-sekolah terlihat geliat silaturrahim . semua merasakan keindahan kehidupan beragama yang menyenangkan. Anjang sana dan […]

  • Ma’arif Malang Dukung Program INKLUSI Lakpedam: Integrated Review and Evaluation (INOVATION)

    Ma’arif Malang Dukung Program INKLUSI Lakpedam: Integrated Review and Evaluation (INOVATION)

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

      Mz. Kamis, 24 Juli 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sinergi, Manfaati, dan Mbarokahi yang telah menjiwai dalam seluruh giat LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang juga berbentuk sinergi dengan Lakpesdam PCNU Kabupaten Malang dalam program Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif, disingkat INKLUSI. INKLUSI  merupakan program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berlangsung selama […]

  • KKM 128 Agra Nova UIN Malang-LP Ma’arif Bersinergi di MTs dan MA Roudlotul Ulum Pagak

    KKM 128 Agra Nova UIN Malang-LP Ma’arif Bersinergi di MTs dan MA Roudlotul Ulum Pagak

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Siti Fatimah, M.Pd., Jum’at, 06 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pagak, 4 Februari 2026 — Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 128 “Agra Nova” Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilaksanakan di MTs dan MA Roudlotul Ulum Bendo Pagak, Kabupaten Malang, berlangsung dengan sangat baik dan penuh sinergi. Program KKM […]

  • LP Ma’arif inisiasi Gerakan Berdampak dengan 9 Guru Besar di Pesantren Cinta al-Qur’an

    LP Ma’arif inisiasi Gerakan Berdampak dengan 9 Guru Besar di Pesantren Cinta al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 961
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Hari sabtu, 8 Nopember 2025 Pesantren Cinta al-Quran kedatangan tamu 9 Profesor bersama LP MA’ARIF Kab Malang sebagai inisiator nya. Kesembilan Profesor itu adalah Prof Dr Ahmad Barizi, Prof Dr Wahid murni, Prof Dr Amka, Prof Dr Bisri Mustofa, Prof Dr A Fadil S. J, Ass Profesor Abdul Ghafur, […]

  • Enam Pilar Trauma Informed Teaching

    Enam Pilar Trauma Informed Teaching

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 341
    • 0Komentar

      Izzy. Minggu, 06 September 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Foto: Para Peserta Acara baru usai, waktu melewati pukul 17.00 wib. Seorang Ibu guru hendak berpamitan untuk pulang. Namun, ia masih berdiri dan bercerita dengan penuh rasa soal pengalamannya mendidik selama ini. Pengalaman sebagai guru BK yang membuatnya sangat sedih dan terpukul, pengalaman yang […]

expand_less