Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

Kurikulum, Kyai, Dan Profesor

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
  • visibility 1.378

Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Dulu, pesantren tidak membutuhkan kurikulum. Hasilnya hebat. Lahir tokoh-tokoh agama dari pesantren. Para santri datang ke pesantren berniat belajar ke kyai yang dikenal kealimannya. Masing-masing kyai memiliki keilmuan yg berbeda-beda, sehingga para santri pun ketika memilih Kyai, menyesuaikan jenis ilmu yang mereka ingin dalami.

Para santri, dulu di Jawa Timur, mereka yang ingin alim di bidang Bahasa Arab, mereka datang ke Lirboyo. Di pesantren itu ada Kyai Machrus yg dikenal ahli tata bahasa Arab. Jika ingin alim di bidang tasawwuf, santri datang ke Pasuruan atau ke Bangkalan. Di Pasuruan ada Kyai Abdul Hamid dan di Bangkalan ada Kyai Kholil keduanya alim di bidang tasawwuf. Manakala ingin alim di bidang fiqh, mereka datang ke Asem Bagus, Situbondo. Di pesantren itu ada Kyai As’ad Syamsul Arifin yg alim di bidang fiqh. Bila ingin alim di bidang tafsir, maka santri datang ke pesantren Langitan. Di pesantren itu ada Kyai Abdullah Faqih yg sangat alim di bidang ilmu tafsir.

Rupanya, dulu belajar ke pesantren mirip dengan ketika orang mau belajar silat. Jika ingin menjadi ahli silat, maka belajarlah ke pendekar silat. Untuk menjadi pendekar silat tidak cukup hanya datang ke tempat pelatihan silat yang hanya memiliki kurikulum yg baik ttg berlatih silat. Ukuran kualitas hasil pendidikan yg dibicarakan bukan semata-mata kurikulumnya, tetapi yang lebih penting adalah kealiman kyainya.

Selanjutnya bagaimana dengan perguruan tinggi ? Memang, betapapun dalam pendidikan, kurikulum adalah penting. Tapi tidak sepenting profesornya. Sekarang PTKIN telah memiliki banyak profesor. Tentu para profesor inilah seharusnya yang menjadi daya tarik orang mau belajar ke kampus yang dipilihnya. Dan bukan alasan dekat, mudah lulus, berbiaya murah, gedungnya bagus, dan semacamnya. Tapi pertimbangan utamanya adalah karena kampus pilihannya punya guru besar yang hebat. Jika demikian maka akhirnya, perguruan tinggi menjadi sama dengan tradisi pesantren. Didatangi banyak santri oleh karena ada kyai yang dikenal masyhur kealimannya. Hal demikian itu juga tidak berbeda dengan padepokan. Tempat itu didatangi anak-anak muda yang ingin belajar silat karena ada pendekar silat yang hebat.

Ternyata pesantren disebut hebat bukan karena kurikulum, atau jumlah kitab yang banyak, apalagi karena faktor tingkat akreditasinya. Faktor itu malah tidak dibutuhkan. Bukan hal itu tidak penting, masih perlu. Akan tetapi, orang dulu belajar ke pesantren karena pertimbangan adanya kyai yang alim di bidang keilmuwannya. Dan, bukan hanya karena ada orang yang pintar menulis buku agama atau buku tentang silat. Semogalah perguruan tinggi Islam di mana-mana menjadi dikenal hebat karena ada profesornya yang hebat, dan bukan sebatas karena ada kurikulum, buku-buku, jurnal di perpustakaannya, sekalipun hal itu juga perlu.

editor: Izzy

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sastra Memanusiakan Manusia

    Sastra Memanusiakan Manusia

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Belajarlah sastra. Kau akan mengerti bahasa manusia dan bicaramu akan santun dan indah” KH Husein Muhammad LP Ma’arif sangat getol untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan, pendidikan yang bahagia, siswa yang bahagia, guru yang bahagia, dengan fitrah nilai-nilai pendidikan yang kembali menuju memanusiakan manusia. Maka tak bisa lepas dari […]

  • Ziarah Haji ke Prof. Maskuri

    Ziarah Haji ke Prof. Maskuri

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 882
    • 0Komentar

    Dr. Abd. Azis Tata Pangarsa, M.Pd Sabtu, 5 Agustus 2023, bakda Maghrib, saya mengirim pesan melalui WA ke Pak Amka (Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.PdI) untuk mengajak beliau sowan sekaligus ziarah haji ke Prof. Dr. Maskuri, M.Si (Rektor UNISMA) yang kemarin baru sampai dari ibadah haji. Pak Amka, langsung merespon dengan cepat dan membalas […]

  • Executive Briefing Quality Manajemen Sistem Menuju World Class Education

    Executive Briefing Quality Manajemen Sistem Menuju World Class Education

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Sabtu, 15 November 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Perjalanan menuju sertifikasi ISO 21001: 2018 hari ini, merupakan pertemuan yang kedua dari beberapa rangkaian visitasi dari Decra Indonesia agar bisa memberikan sertifikat ISO ke SMK NUSA. Pertama kalinya Pak Solihin sebagai Direktur Decra Indonesia masuk ke SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo dan langsung […]

  • Guru Ma’arif Makin Kuasai Media Digital

    Guru Ma’arif Makin Kuasai Media Digital

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 955
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Sabtu 8 April 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Makin pesatnya perkembangan teknologi di dunia membuat LP Ma’arif NU Kabupaten Malang banyak melakukan pelatihan di wilayah Kabupaten Malang. Gelegar semangat para guru yang hadir di aula Pondok Pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial An Nur Asyarihin Tajinan Kabupaten Malang, Sabtu (8/04/2023). Tiga […]

  • Pengukuhan Guru Besar Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

    Pengukuhan Guru Besar Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.627
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy baiquni. Selasa 23 April 2024. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang “Kemandirian bagi madrasah di bawah LP Ma’arif NU merupakan fitrah, karena memang muncul dari inisiasi masyarakat. Untuk merealisasikan kemandirian, sangat tidak mungkin madrasah ma’arif berdiri sendiri, harus sinergi dengan madrasah ma’arif lainnya. Karenanya harus dikelola secara terpadu dan tersentral secara data oleh […]

  • Semangat Baru! Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru digelar di MI Literasi Miftahul Huda Wajak

    Semangat Baru! Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru digelar di MI Literasi Miftahul Huda Wajak

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.142
    • 0Komentar

    Hadi Er. Selasa, 17 Desember 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sumberputih, Wajak – Hari ini, Senin (16/12/2024) guru-guru sertifikasi jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Wajak berkumpul di Hall MI Literasi Miftahul Huda, Jalan Sumber Ilmu, Sumbernongko, Sumberputih, untuk menghadiri Workshop  Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap semester yang bertujuan meningkatkan kompetensi […]

expand_less